Pacar Atau Sahabat

Pacar Atau Sahabat
Bab 49


__ADS_3

“Kok Vindra lama sih? Katanya mau ambil minum ya,”


Zeline bingung ketika kekasihnya tidak kunjung kenbali ke meja padahal katanya tadi akan mengambil minum juga makanan.


“Ya udah aku ambilin dulu,”


“Eh nggak usah, aku bisa ambil sendiri kok, Nin,”


Anin langsung menekan bahu Zeline yang akan berdiri. Kemudian Anin menggeleng dengan tegas.


“Udah biar aku aja ya. Sebentar, aku ambil minuman dan makanan untuk kamu. Aku tau selera kamu kok. Kamu di sini aja ya,”


“Okay makasih ya, Nin,”


“Sip sama-sama,”


Zeline sudah haus, menunggu kekasihnya sepertinya perlu waktu yang banyak. Maka dari itu Ia akan mengambil sendiri namun Anin melarang. Ia diminta untuk tetap di posisinya saat ini saja.


Hanya dua menit saja waktu yang diperlukan Anin untuk mengambil minuman berwarna ungu tua kemerahan yang Zeline tidak tahu nmanya apa, lalu Anin iuga tidak lupa mengambil burger dan cake untuknya.


“Wow ada burger sama cake. Ini aku pasti bakalan kenyang banget,”


“Dimakan ya,”

__ADS_1


“Sharing yuk, aku nggak bakal habis nih,”


“Okay boleh,”


“Minuman kamu mana?”


“Ini dong, kita sama. Cheers dulu sebelum mulai,”


Zeline menganggukkan kepalanya. Ia segera mengulurkan gelasnya supaya beradu dengan gelas minuman Anin setelah terdengar denting dari gelas masing-masing, barulah mereka menyeruput minuman yang jenisnya sama. Setelah itu mereka makan burger.


“Minuman apa ini ya?” Tanya Zeline pada Anin.


“Red wine, emang kenapa? Kamu minum ‘kan?”


“Iya dikit tapi,”


“Lho, aku nggak minum ginian,”


“Tapi gimana rasanya suka ‘kan? Enak ‘kan? Ya kalau enak dilanjut aja,” ujar Anin seraya menikmati burgernya.


Ia langsung mengambil dua gelas red wine untuknya dan untuk Zeline dengan anggapan Zeline menyukai minuman itu. Padahal ini pertama kalinya untuk Zeline menikmati minuman dengan kandungan alkohol.


“Gimana menurut kamu rasanya? Kalau kamu nggak suka aku bisa ambil jus aja,”

__ADS_1


“Enak sih sebenarnya ada manisnya gitu, tapi aku nggak biasa minum alkohol. Jadi aku nggak lanjut deh minum ini. Aku baru tau bentukan minuman itu kayak gini,”


“Serius kamu belum pernah nyoba?” Tanya Anin yang sulit percaya. Zaman sekarang, di ibukota, sebagian anak seusia Zeline biasanya tidak aneh lagi dengan yang namanya wine.


“Iya serius, ini pertama kalinya,”


“Ya udah lanjut aja lagian enak ‘kan?”


“Nggak deh, aku takut kebablasan. Aku nggak lanjut, aku mau ambil air putih aja. Aku takut deh yang barusan aku minum tuh ada efek sampingnya,”


“Nggak ada sih sejauh yang aku rasain,”


“Ngomong-ngomong kamu sering minum itu?”


Kali ini Zeline yang penasaran apakah Anin itu terbilang sering mengonsumsi minumanberalkohol, karena saat ini Anin kelihatannya santai saja menikmati minuman itu.


“Dulu waktu masih di luar lumayan sering sih, tapi semenjak di sini nggak,”


“Jangan sering-sering, Anin. Aku bukan mau ngatur kamu ya, tapi aku peduli sama kesehatan kamu. Aku nggak mau kamu sakit. Minuman itu nggak baik untuk kesehatan, mending cari yang sehat-sehat aja kayak misalnya air putih, atau jus-jusan juga sehat banget tuh,”


“Ya ini juga sehat, ‘kan dari buah anggur,” ujar Anin seraya tertawa. Zeline berucap serius taoi Anin menanggapi dengan kelakar.


“Nin, tapi itu ‘kan ada campuran alkoholnya. Aku nggak tau ya seberapa persen ada alkohol di dalamnya tapi ‘kan yang namanya alkohol nggak baik untuk kesehatan,”

__ADS_1


“Lho, Zel. Kok kamu minum itu sih?! Kamu apa-apaan minum alkohol? Hah?”


__ADS_2