
“Untuk pentas seni yang akan dilaksanakan di hari sabtu ini, Zeline sama Vindra nyanyi ya,”
“Nggak deh, kok gue sih? Gue nggak mau,”
Zeline langsung menolak ketika anggota organisasi sekolahnya masuk ke kelasnya kemudian memberitahu bahwa Ia akan tampil di acara pentas seni bersama Vindra. Tentu Ia langsung menolak. Selain karena tidak nyaman, Ia juga tidak ada persiapan.
“Sorry ya ngasih taunya mendadak, kita udah kangen suara lo, Zel, lo kan jago nyanyi,”
“Dih apaan, nggak ah. Jangan gue, yang lain aja,”
“Tapi udah terlanjur nama lo yang kita siapin, Zel. Lo kan nggak perlu banyak persiapan, ayo gad aja,”
Zeline langsung menggelengkan kepala. Sungguh, Ia malas berurusan dengan Vindra walaupun hanya sekedar bernyanyi bersama.
“Nggak mau, jangan gue ya,”
“Cuma nyanyi mantan terindah kok,”
“Gila lo ah. Nggak mau gue!”
Gaga langsung terbahak diikuti oleh Dio yang menjadi mulut untuk bicara pada Zeline tentang pentas seni yang akan berlangsung.
“Emang kenapa sih? Kan bagus itu lagunya,”
“Ya emang bagus. Siapa bilang lagu itu jelej? Nggak lah! Itu lagu bagus, tapi gue nggak mau nyanyi, mau lagu apapun itu gue nggak mau pokoknya,”
“Ah elah nggak asik lo, padahal keren kalau lo bawa lagu mantan terindah sama Vindra, duet gitu ceritanya,”
“Nggak mau!” Ujar Zeline dengan tegas. Ia tetap pada pendiriannya untuk menolak berduet dengan Vindra menyanyikan lagu yang disebutkan oleh temannya tadi,
“Vindra udah mau, Zel. Tadi kita udah ngomong sama dia dan dia setuju, malah dia senang banget, njir,”
“Iya dia senang, gue nggak,”
“Hahahaha emang kenapa sih? Kalian tuh keten kalau diet. Udah pokoknya duet aja,”
“Kok lo maksa sih? Gue nggak—-“
“Ya emang kenapa, Zel? Ini kan cuma tampil di pentas seni, bukan di acara lomba,”
“Iya gue tau tapi gue nggak mau. Kalau nyanyi sendjri okay lah gue mau, lah ini kok berdua? Mana dadakan banget lagi, ditambah nyanyi itu. Ih nggak mau gue pokoknya,”
“Mau ya? Pokoknya harus mau,”
“Lo nggak takut nyakitin perasaan orang apa? Ntar ada yang tersakiti kalau gue mau nyanyi sama Vindra,”
“Hah? Siapa, njir? Jan ngadi-ngadi lo bawa hati. Inituh cuma tentang duet, bukan yang lain. Ya elah yang baperan mah bodo amat aja deh,” ujar Gaga.
“Ntar Anin marah lho,”
__ADS_1
“Anin apa Juan?” Tanya Dio sambil menaik turunkan alisnya.
Zeline berdecak pelan. Malah bawa-bawa Juan yang tahu apapun. Juan sakit hati? Mana mungkin, mereka tidak ada hubungan apapun berbeda dengan Vindra dan Anin yang mungkin mengaku nya cuma sahabat tapi barangkali sebenarnya sudah lebih dari sahabat.
“Udahlah mau aja, laginya nggak itu deh
kalau gitu,”
“Apan lagunya?” Tanya Zeline, barangkali kalau lagunya diganti, ada sesikit rasa tertarik dalam hatinya karena jujur sebenarnya Ia juga rindu tampil di depan banyak orang dengan mengandalkan suaranya.
“Cikini gondangdia mau?”
Zeline menghembuskan napas kasar dan menatap Dio dengan tatapan jengah. “Lo ngeledek gue apa gimana? Gue nggak bisa nyanyi dangdut, suara gue yang aneh makin aneh kalau nyanyi dangdut,”
“Suara lo aneh gimana sih? Suara lo tuh bagus,”
“Iya kata orang sih begitu kata gue mah biasa aja tapi gue berusaha pede aja sebenarnya,” ujar Zeline seraya tertawa.
“Suara lo tuh bagus! Makanya kita minta sama lo untuk nyanyi di pentas seni nanti, sama Vindra kebetulan. Jadi lo mau ‘kan? Laginya bukan mantan terindah deh kalau gtu, eh sebenarnya emang nggak tu sih dari awal hahaha, gue cuma pengen ngerjain lo doang,”
“Ah elah nyebelin lo, Dio!”
“Heheheh, panik ya? Disuruh nyanyi lagi mantan terindah nggak mau oadahal itu lagu cocok buat lo sama Vindra, njir,”
“Nggak ah! Nggak usah ngadi-ngadi lo,”
“Jadi lo mau ‘kan?”
“Ya udah buruan mau atau nggak nih?”
“Lagi apa sih? Gue nyanyi sendiri aja bisa kan, gue mau banget kalau nyanyi sendiri, beneran deh,”
“Nggak dong, berdua. Pokoknya harus berdua, lo sama Vindra tidak terpisahkan, buruan nentuinnya,”
Zeline diam sebentar, kemudian beberapa detik setelahnya Ia menggelengkan kepalanya menolak.
“Nggak deh,”
“Bodo anat tetap lo sama Vindra,” Ujar Gaga dengan tegas sambil berjalan, tapi Zeline labgsung memanggilnya.
“Ih Gaga jangan maksa dong, gue tuh males kalau nuanyj berdua,”
“Males kenapa sih? Kan so dweet kalau nya yi duet, apalagi duetnya sama mantan cihuy prikitiw,”
“Gila lo,”
Paling gemas menggoda teman-temannya, apalagi yang sudah jadi mantan seperti Zeline dan Vindra. Melihat sepasang mantan bersama itu jadi hiburan untuknya yang tahu kalau Zeline dan Vindra masih saling memendam perasaan terlihat dari gerak gerik mereka ataupun tatapan mereka walaupun Zeline sering terlihat menghindar.
“Lo berdua cocok, selain cocok jadi pasangan yang saling mencintai, cocok juga jadi pasangan duet yang saling melengkapi,”
__ADS_1
“Ah elah berisik lo,”
“Kenapa nggak balikan sih? Los ama Jusn nggak pacaran kan? Ayo ngaku, keluatan njir lo tuh belum move on,”
Zeline langsung menatap Dio dengan tatapan menusuk yang sampai menembus ke ulu hati Dio rasanya.
“Nggak usah sok tau deh lo, aneh-aneh aja kalau ngomong,”
“Halah, jujur aja sama gue. Keliatan lo berdua tuh belum move on. Ya udah daripada capek-capek usaha untuk move on ujungnya nggak bisa mending balikan lagi nggak sih? Bener kan Ga?” Tanya Dio seraya menepuk salah satu bahu Gaga yang langsung menganggukkan kepalanya.
Jadi kedatangan mereka ke kelas Zeline untuk membahas perihal pentas seni, pada akahirnya malah membahas kisah percintaan masa lalunya Zeline hingga membuat Zeline mati kutu dan ingin terbang meninggalkan bumi sekarang juga.
“Gue tuh udah move on. Lo jangan sok tau deh,”
“Halah masa sih? Nggak percaya ah,”
“Dih nggak percaya masa,”
“Udah pokoknya lo sama V,ndra nyanyi berdua ya,”
“Gue nggak mau, Ga! Lo kok maksa banget sih ah,”
“Harus mau, udah siap kok lo,”
“Nggak, jangan maksa deh,”
“Pokoknya mau, udah ya pembicaraan kita berakhir sampai di sini, lo sama Vindra nyanyi,”
“Ah apa-apan sih? Kok—“
“Lagunya bukan mantan terundah kok,”
“Ya walaupun begitu, gue nggak—“
“Lagu nya cikini gondangdia,”
“Nggak mau!”
“Ya udah lagunya yang lain deh, bukan mamtan terindah, bukan dangdut. Ntar sesuai kesepakatan lo sama Vindra aja,”
Setelah berkata seperti itu Gaga dan Dio pergi meninggalkannya yang kesal sekali karena benar-benar dipaksa untuk tampil di pentas seni dengan Vindra, mantan kekasihnya.
“Padahal gue nggak mau ih. Kenapa maksa banget sih,”
*****
Gaga dan Dio langsung tertawa begitu keluar dari kelas Zeline. Mereka senang sekali karena berhasil menyatukan Vindra dan Zeline. Walaupun sedikit cemas karena takutnya di haru tampil, Zeline malah menolak lagi dengan tegas, tapi setidaknya untuk kali ini mereka berhasil membuat Zeline diam.
“Semoga aja ya nanti nggak ada drama kabur dari sekolah pas pensi, anjir jangan sampe deh. Gue mau liat sepasang mantan terindah itu nyanyi bareng,”
__ADS_1
“Iya, kangen liat mereka bareng nggak sih? Mereka tuh pacarannya nggak lebay anjir. Nggak berlebihan bucinnya walaupun keluatan bucin, makanya gue gergetan pas tau mereka putus. Kek apa banget anjir?! Ngapain putus coba?”
“Semenjak ada Anin jadi berubah nggak sih?”