Pacar Atau Sahabat

Pacar Atau Sahabat
Bab 66


__ADS_3

“Okay sekarang aku balik ke kelas dulu,”


Vindra berdiri dan langsung mengembalikan kursi milik teman Zeline ke tempatnya lagi. Vindra mengusap puncak kepala kekasihnya itu sebentar sebelum akhirnya keluar dari kelas.


Zeline tersenyum, akhirnya Ia bisa tersenyum setelah tadi ditahan-tahan. Bibirnya gatal ingin tersenyum ketika Vindra mengajak Ia menonton bioskop.


“Cie yang senyum-senyum abis didatengin pacar ihiw perikitiw,”


Arani menoleh ke samping. Dini menjadi saksi bagaimana tadi Vindra membujuk Zeline supaya tidak merajuk.


“Ah jangan mulai deh,”


Dini terbahak karena respon Zeline yang malu, dan langsung menghilangkan senyum di bibirnya.


“Cie yang diajakin nonton,”


“Dini, jangan iseng ya! Ntar gue sentil nih bibirnya,”


“Hahahaha senang banget gue jadi nyamuk tadi. Gue dengar tuh apa aja yang diomongin Vindra ya walaupun nggak jelas-jelas banget sih gara-gara nih kelas berisik! Coba aja nghak berisik, gue bsia nguping lebih jelas tuh,”


“Untung aja berisik, jadi tukang nguping nggak berhasil nguping jelas-jelas,”


“Hahahaha,”


Dimi langsung menghentikan tawanya begitu guru mata pelajaran selanjutnya masuk ke dalam kelas untuk memberikan materi yang harus dipelajari hari ini.


******


“Kamu abis darimana? Ketemu sama Zeline?” Tanya Anin begitu Vindra duduk di tempatnya.


“Aku dari kelas Zeline dan aku ketemu kok sama dia,”

__ADS_1


“Ag gitu, syukurlah. Terus gimana? Dia masih nganbek atau udah nggak lagi?”


“Nggak, dia nggak ngambek,”


“Semoga dia mau maafin aku ya,”


“Aku udah minta maaf atas nama kamu juga kok ke Zeline nya, jadi kamu tenang aja. Dia nggak marah kok,”


“Tapi dia keluatan marah. Dia nggak terima karena aku sama kamu ke kamtin bareng,”


“Bukan nggak terima mungkin ya, Nin. Tapi Zeline itu pengen kita bareng-bareng, dia nggak mau dikucilkan sendirian. Dan dia kecewa nya, aku ‘kan pacar dia tapi malah nggak nyamperin dia. Padahal dia udah nunggu-nunggu aku. Dan yang bikin dia makin kecewa mungkin karena dia ngeliat kita makan berdua di kantin sementara dia nungguin kita dari tadi sampai dia nggak sempat makan selain roti karena takut bentar lagi bel masuk,”


“Eh nanti pulang sekolah temenin aku—“


“Nin, pulang sekolah namti aku mau jalan sama Zeline, jadi aku antar kamu langsung ya ke apartemen, nah aku sama Zeline mau pergi berdua,”


“Oh gitu ya? Padahal aku pengen minta temanin sama kamu beli keperluan praktek aku. Aku butuh karton, spidol dan lain-lain gitu buat tugas mading,”


“Emang mau kemana kalau boleh tau?”


“Nomton bioskop aja sih sebenarnya. Tapi aku tau itu bikin dia senang banget. ‘Kan kebahagiaannya Zeline itu sederhana banget,”


“Okay enjoy ya. Kamu nggak perlu antar aku ke apartemen. Aku sendiri aja pulangnya,”


“Eh jangan lah, aku tetap antar kamu ke apartemen. Aku nggak munglin biarin kamu pulang sendiri. Kecuali ya kalau emang ada keperluan mendadak yang bikin aku jadi nggak bisa antar kamu,”


“Makasih ya, Vin,”


“Sama-sama,”


Obrolan mereka berakhir setelah guru matematika mereka datang ke kelas dan memgucapkan salam.

__ADS_1


“Assalamualaikum,”


“Waalaikumsalam, Pak,”


“Siapa yang namanya dipanggil kerjain di depan soal yang saya kasih,”


“Iya, Pak,”


Semua murid lumayan gugup. Takut namanya dipanggil, tapi ada juga yang santai. Santainya karena dua hal, sudah menguasai materi sehingga tidak merasa takut nanti bila nama dipanggil, atau santai karena memang sudah pasrah saja bagaimanapun hasilnya.


“Vindra, saya sempat liat kamu ke kelas pacar, abis nge-bucin ya? Kerjan nih soal yang pertama,”


Vindra langsung tersenyum dan maju ke depan. Teman-temannya langsung berkicau menggodanya.


“Bukan bucin, Pak,” jawab Vindra dengan sopan.


“Terus ngapain dong?”


“Cuma minta maaf aja,”


“Sama siapa?”


“Zeline,”


“Ya sama aja itu namanya bucin. Orang minta maaf sama pacar sendiri kok, sekalian bucin lah mumpung ketemu,”


Vindra tersenyum tak lagi mengelak. Mau apapun sebutannya. Yang jelas tadi niat utama Vindra ke kelas Zeline itu untuk minta maaf supaya kekasihnya itu tidak kesal lagi padanya.


Vindra mengamati soal yang diberikan kemudian Ia berpikir sebentar, sebelum akhirnya Ia mulai mengerjakan soal pemberian Pak Bayu.


*******

__ADS_1


__ADS_2