Pacar Atau Sahabat

Pacar Atau Sahabat
Bab 37


__ADS_3

“Kepo banget. Aku mau liat apa di handphone aku ya terserah aku lah, bukan urusan kamu juga,” sahut Zeline dengan ketusnya. Ia tidak senang ketika kekasihnya menegur Ia yang tersenyum, tertawa sambil menatap handphone. Tandanya Vindra itu cemburu ketika ada sesuatu yang lain lebih bisa mencari perhatian atau mengalihkan fokus Zeline, disaat Ia sebagai kekasih malah terabaikan.


Tapi giliran Zeline merasa cemburu, seolah-olah dilarang. Vindra meminta pengertian Zeline terus seolah Zeline tidak punya perasaan sehingga Vindra mau melakukan apapun, dengan siapapun itu tidak akan membuat Zeline merasa cemburu.


“Kamu cemburu ya?”


“Kamu pikir aja sendiri,”


“Lho, kamu boleh cemburu, sedangkan aku nggak boleh? Kok kamu curang sih? Itu namanya nggak adil dong. Masa kamu boleh cemburu, boleh protes. Giliran aku nggak boleh,”


Vindra berdecak pelan mendengar ucapan Zeline yang masih dalam mode menyebalkan. “Kamu ngomong apa sih? Aku nggak ngelarang kamu untuk cemburu,”


“Nggak larang? Kamu yakin? Kamu aja selalu nuntut aku supaya selalu pengertian, jangan cemburu, padahal aku ‘kan juga punya perasaan. Masa aku nggak boleh cemburu, sedangkan kamu sama handphone aku aja kamu cemburu. Huh, nggak adil itu namanya,”


“Aku cuma bingung aja ya. Kamu ketawa-ketawa, senyum-senyum, lagi ngeliatin apa sih?”


“Udah aku bilang nggak kepi, jangan penasaran deh. Dilarang!”

__ADS_1


Zeline memang sengaja menggunakan earphone ketika menonton video yang membuat Ia tergelitik untuk tertawa, atau video-video orang berlibur. Jadi Vindra tak bisa tahu kalau sebenarnya Ia tidak melihat apapun yang patut dicemburui.


Vindra langsung meraih ponsel genggam Zeline dan mobilnya sudah berhenti di pinggir jalan. Vindra benar-benar penasaran dengan hal yang sedang dilihat oleh kekasihnya.


“Ih Vindra!”


Zeline tidak terima ketika Vindra tiba-tiba mengambil ponselnya seenak hati. Zeline langsung berusaha merebut ponselnya tapi Vindra lebih cepat menghindar.


“Vindra balikin! Itu handphone aku, bukan handphone kamu jadi kamu nggak ada hak untuk liat-liat,”


“Apa? Wow! Biasanya juga nggak ngomong gitu kok. Sekarang kenapa tega banget ngomong kayak gtu. Aku masih penasaran deh, sebenarnya apa sih yang lagi kamu perhatiin di handphone kamu kalau emang nggak ada apa-apa ya harusnya kamu nggak usah takut lah kalau handphone nya aku liat,”


“Iya aku tau, aku tau ini handphone kamu, Zel. Tapi aku mau liat bentar, sekarang kamu kasih waktu untuk aku cari tau sendiri karena kamu nggak mau jujur,” ujar Vindra setelah tu pindah ke kursi tengah meninggalkan Zeline yang terperangah melihat kekasihnya sampai pindah posisi demi menuntaskan rasa penasarannya. Zeline dibiarkan duduk sendiri di depan tepatnya di sebelah kursi pengemudi.


Zeline membuang napas kasar. Percuma juga Ia berusaha merebut, karena Vindra tak akan semudah itu mengembalikan ponselnya sebelum rasa penasarannya terjawab hingga tuntas.


“Aku penasaran gimana reaksi dia setelah nggak dapat apa-apa yang dia cari, yang bikin dia curiga. Heran banget, gampang dia cemburu ke aku, curiga ke aku giliran aku nggak boleh!” Batin Zeline seraya menatap Vindra dengan kesal. Zeline ingin segera sampai di rumah, dan Vindra sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


“Buruan! Aku mau pulang, aku pulang sendiri aja lah kalau begitu,”


“Eh tunggu! Kita ‘kan mau jalan. Kamu jangan pulang duluan apalagi pulang semdiri, kamu harus sama aku, lagian ‘kan handphone kamu masih sama aku,” jawab Vindra tapi tidak menatap Zeline melainkan serius menatap ponsel Zeline.


“Biarin! Kamu ambil deh tuh handphone aku, kalau perlu makan sekalian,” ujar Zeline dengan ketus sambil tangannya bergerak membuka seatbelt nya.


Vindra berdecak melihat apa yang dilakukan oleh Zeline. Vindra langsung menahan lengan Zeline yang membuat Zeline menoleh ke belakang dan menatapnya.


“Apa?!” Tanya Zeline dengan ketus.


“Aku bilang jangan pulang duluan apalagi cuma sendirian. Kita ‘kan mau jalan. Kalau emang nggak jadi ya kamu harus tetap pulang sama aku,”


“Nggak usah! Kamu ambil deh handphone aku. Gampang aku bisa minta beliin lagi,”


“Sama siapa?”


“Ya sama orangtua aku lah, masa sama selingkuhan aku. Gimana sih kamu? Pertanyaan yang aneh,”

__ADS_1


Vindra membelalakkan kedua matanya. Zeline menambah rasa cemburu Vindra dengan kata-katanya yang seolah menegaskan kalau Ia punya selingkuhan.


__ADS_2