
Selesai menuntut ilmu, Zeline dan kekasihnya, Vindra sepakat untuk belanja di supermarket. Dari sekolah, mereka langsung ke supermarket yang tak jauh dari sekolah dan sudah menjadi langganan mereka kalau hendak beli jajanan. Kebetulan jari ini mereka tidak oulang bersama Anin yang diajak pergi ke salon oleh temannya.
“Vin, abis itu kita makan ramen ya?” Zeline meminta oendapat kekasihnya yang langsung menganggukkan kepala tidak keberatan
“Iya boleh, Zel. Kayaknya udah agak lama ya kota nggak makan ramen?”
“Iya bener, tapi kamu mau nggak? Atau kamu mau menu yang lain? Aku ikut kamu aja,”
“Kebalik, aku yang mau ikut kamu. Terserah kamu mau apa, aku ngawal kamu aja,”
“Ngawal? Emang aku presiden dikawal?” Tanya Zeline seraya terkekeh.
“Ya maksud aku, kamu mau makan apa aja, mau makan dimana aja terserah kamu, Wahai ratu Zeline ku. Aku ikut kamu, ngejagain kamu, sama bayarin makanan nya. Udah aku begitu aja,” ujar Vindra menjelaskan sambil fokus mengemudikan mobilnya dengan fokus.
“Nggak bayarin juga sih, aku yang jajan masa kamu yang bayar, oh iya habis itu kita langsung pulang?”
“Iyalah, mau kemana lagi, Zel?”
“Ya nggak ada tujuan lagi sih,”
“Aku pikir mau staycation gitu di hotel,”
“Ngaco! Orang kita belum nikah masa mau staycation,”
Zeline terkekeh dan geleng-geleng kepala. Tak ada angin dan hujan, mendadak kekasihnya kepikiran dengan staycation. Yang benar saja bisa diusir mereka dari rumah kalau berani melakukannya.
“Ada-ada aja kamu. Emang kita biasa sebebas itu? Nggak ya! Jangan ngaco deh, bisa diarak rame-rame sama satu komplek kalau tau kita staycation,”
”Hih amit-amit,” ujar Vindra sambil mengangkat kedua kakinya.
“Ayo, mumpung hari ini sabtu, besok minggu. Kita puas-puasin jalan aja,”
Vindra mengusap pipi kanan Zeline yang saat ini duduk menatap lurus ke depan. Setelah mendapat sentuhan di pipi, Zeline langsung menoleh menatap Vindra.
“Hmm? Kemana ya? Yang nginap nggak mungkin sih,”
“Aku ajakin Mama Papa aku aja ah. Kamu juga ajakin Mama Papa kamu liburan kemana kek gitu, kalau emang kamu ngebet banget pengen liburan, nganisin uang tapi kalau liburan itu hahaha,”
“Ya nggak apa-apa lah, Zel. Selagi ada kesempatan, entah itu umur, kesehatan, uang. Kita nikmatin lah yang ada, kalau mau liburan ya tinggal berangkat. Apalagi kita belum nikah pasti orangtua senang hanget kalau liburan sama anaknya,”
“Iya bener kamu, Vin,”
“Ya udah terserah kamu deh tapi aku tuh pengennya libur sama kamu,” ujar Vindra.
__ADS_1
“Apa aku izin sama Mama Papa ajak kamu liburan ke villa aku? Boleh kali ya? Kan kereka ikut,”
“Ih kau, pasti seru banget,”
“Iya emang, suasana masih desa gitu,”
“Cari suasana beda di perkampungan atau desa emang paling enak sih, Zel. Bisa jalan-jalan di sekitar vila nanti. Misalnya pagi kita jalan cari sarapan di dekat vila, terus siang juga gitu,”
“Aku tanya Mama Papa aku coba ya hahaha, boleh atau mggak. Hmm tapi kayaknya nggak boleh deh soalnya masih pacaran beda cerita kalau udah nikah,”
“Nggak usah deh nggak enak juga liburannya sendiri-sendiri aja, ntar tinggal video call ceritanya lagi ldr jauh,” ujar Vindra.
Zeline menganggukkan kepalanya. Bagi dirinya yang jarang keluar dari rumah, Ia setuju kalau ada orang bilang Jawa Barat itu jauh. Ia pikir kekasihnya mau menginap di vila yang ada di Ibukota saja. Tapi ternyata Vindra inginnya ke daerah Jawa Barat.
“Jadi gimana? Ntar bilang sama orangtua masing-masing hahahah. Aku ke vila aku, kamu ke vila kamu,”
“Ya udah terserah kamu, Vin. Aku ngikut aja,”
“Beneran ya? Aku nya nginap di villa aku, kamu nya juga ya? Kita coba liburan jarak jauh masing-masing dulu nyar kalau udah nikah mah gamoang liburan bareng,”
“Iya kayaknya seru juga hahaha,”
Kemanapun Vindra mengajaknya pergi, Zeline akan ikut. Apalagi kalau berlibur, sebenarnya Zeline suka berlibur. Hanya saja Ia sedikit bingung, atau tidak menduga kalau kekasihnya mengajak Ia untuk berlibur lagi.
“Ya kalau Mama Papa aku nggak lagi sibuk,” jawab Zeline.
“Iya aku iuga belum tau sih Mama Papa aku bisa atau nggak,” jawab Vindra sambil tertawa
Zeline melihat Vindra tampaknya antusias sekali ingin berlibur walaupun sendiri-sendiri, Zeline semakin tidak bisa menolak.
“Beneran nih?”
“Iya, Vindra. Ngomong masing-masing dulu aama Mama Papa dulu tapi,”
“Iya sih itu tergantung apa kata mereka, nasib jadi anak belum nikah ya jadi masih apa-apa minta ke orangtua hahaha,”
“Iya kalau nggak di ACC ya udah terima aja,”
Tawa Vindra pecah seketika. Melihat ekspresi kekasihnya yang murung, Vindra jadi merasa tergelitik perutnya.
“Nggak usah murung, Zel. Santai aja santai, kita ini liburan, tapi ya harus minta persetujuan Mama Papa masing-masing,”
“Aku kepengen banget kalau liat orang liburan,”
__ADS_1
“Iya sama, kalau ini dibolehin, ngar minggu depan ngajak loburan lagi ah yang ahak jauhan,”
Mendengar ucapan Vindra, Zeline langsung membelalakkan kedua matanya terkejut.
“Ih kamu jangan mikirin liburan terus. Udah dulu, mending fokus sekolah deh, masa liburan terus,”
“Seru tau explore sama orangtua nanti kalau udah halal sama pasangan ‘kan explore nya sama pasangan lah,”
“Iya seru sih emang, tapi ‘kan jangan sering-sering explore, nanti duit habis,”
“Hahahah,”
Vindra tertawa mendengar ucapan Zeline yang punya alasan seharusnya mereka tidak terlalu sering berlibur atau menjelajah.
“Kok kamu ketawa sih? Emang ada yang lucu, Vin?”
“Ya kamu kenapa khawatir soal itu? Kalau suatu saat misalnya kits beneran nareng nih sampai nikah, dan aku ngajak liburan, ya berarti bisa dan ada, kalau nggak ngajak ya berarti ada banyak pertimbangan. Bukan soal uang aja, tapi waktunya juga,”
“Ya udah abis bahas liburan, abis dari supermarket, kita makan ya,”
“Iya boleh,”
“Makasih kamu selalu aja mau diajakin temenin aku kemana-mana,” ujar Zeline seraya menatap Vindra.
Pembicaraan mereka berakhir karena mobil Vindra mulai memasuki area parkir supermarket. Vindra sedang mencari tempat yang pas untuk mobilnya berdiam sebentar. Setelah mobilnya aman, barulah Vindra mengajak Zeline keluar dari mobil.
“Aku senang kalau belanja di sini karena luas,”
“Kenapa? Padahal capek lho sebenarnya. Harus jalan kesana kemari buat nyari apa yang mau dibeli,”
“Nah itu serunya, Ar. Aku senang kesana kemari walaupun capek sih. Tapi seru aja gitu,”
“Berasa lagi menjelajah ya?”
“Iya cari harta karun,”
“Harta karun? Ada-ada aja kamu,”
Vindra dan Zeline mulai memasuki supermarket. Zeline segera mengambil troli, setelah itu mulai berjalan mencari apa yang ingin Ia beli diikuti oleh kekasihnya.
“Zel, aku aja yang dorong troli ya,”
“Nggak usah, aku aja,”
__ADS_1
“Aku ‘kan lebih kuat, aku aja. Lagian aku malu lah sama jenis kelamin, masa cewek yang dorong troli,”