
“Kamu serius mau nyanyi lagu mantan terindah?”
“Nggak mau, tapi disuruhnya malah itu,”
“Ya jangan kalau nggak mau,”
“Kamu sendiri gimana?”
“Jangan juga deh kayaknya. Karena kita pasti diledek-ledekin deh,”
Zeline menganggukkan kepala setuju. Pasti menjadi bahan ledekan ketika Ia dan Vindra bernyanyi lagu dengan judul mantan terindah.
“Lagu lain aja ya?”
“Iya,”
“Izinkan kulukis senja, mengukir namamu di sana. Gimana kalau kita nyanyi lagu itu aja? Hmm?” Tanya Vindra meminta persetujuan dari Zeline sesaat sebelum mereka naik ke atas panggung.
“Eh Dewa, boleh ganti lagu aja nggak sih? Jangan lagu mantan terindah!”
“Ya udah apaan? Gila, harus banget ganti lagu last minute?”
“Ya nggak masalah? Kan gue yang main gitarnya,” ujar Vindra.
“Ya udah mau lagu apaan?”
“Yang tadi ya?” Tanya Zeline pada Vindra yang segera menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Apaan? Kok lo berdua cuma pandang-pandangan doang? Main kode cuma berdua,”
“Ada deh, lagunya ntar lo sendiri dengar pas kita tampil,” ujar Vindra yang tak mau ada pro dan kontra tentang lagu yang akan Ia bawakan bersama Zeline. Biar saja panitia mendengar langsung nantinya. Kalau diberitahu sekarang, akan ada waktu untuk mengajukan protes, Lalu Ia dan Zeline kembali pusing mencari lagu yang tepat sebagai lagu pengganti dengan judul ‘mantan terindah’.
“Awas aja kalau lagunya nggak romantis,”
“Dih maksa,”
“Biarin,”
“Emang kenapa sih nggak lagu mantan terindah aja?” Tanya Dewa pada mereka berdua.
Saat ini Vindra dan Zeline tinggal menunggu giliran tampil di atas panggung setelah satu lagu dibawakan oleh pengisi acara yang lain.
“Okay sekarang kita bakal liat penampilan sepasang mantan yang keliatannya tuh kayak bukan mantan karena masih cocok jadi pacar. Kira-kira kalian bisa nebak nggak sih siapa yang gue maksud?”
“Tau,” jawab para penonton yang menyaksikan pentas seni sekolah kali ini.
“Wah siapa tuh kira-kira? Seriusan pada bisa nebak?”
“Bisa,”
“Ya udah siapa?”
“Zeline Vindra,”
“Wah kok bisa tau sih? Hahahaha hebat banget kalian. Okay sekarang kita saksikan penampilan sepasang mantan yang nggak cocok jadi mantan asekkk. Masih cocok jadi sepasang kekasih, ini dia kita panggilkan, Zeline dan Vindra. Tepuk tangan dulu dong biar mereka semangat tampilnya,”
__ADS_1
Sorak sorai dan tepuk tangan langsung menyambut kedatangan Zeline dan Vindra yang sejujurnya sangat gugup. Ini penampilan pertama mereka dengan status mantan. Sebelumnya ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih mereka terbilang sering tampil berdua kalau memang diminta.
“Zeline,”
“Vindra,”
“Huuuuuuu so sweet,”
Penonton yang terdiri dari murid-murid sekolah tampak antusias melihat Zeline dan Vindra yang akan bernyanyi berdua.
Vindra duduk berhadapan dengan memangku gitarnya, berhadapan dengan stand mikropon. Semnetara Zeline berdiri di sebelahnya. Vindra mulai memetik gitar hingga menimbulkan alunan yang lembut nan indah.
“Kita nyanyi bareng-bareng ya semuanya,”
“Okay, Zel,”
Part pertama Vindra yang bernyanyi kemudian disusul oleh Zeline. Penonton ikut menikmati lagu yang dibawakan oleh sepasang mantan kekasih itu sampai tidak terasa satu lagu bisa mereka bawakan dengan baik.
Ada kepuasan tersendiri di batin Vindra dan Zeline usai mereka menghibur orang-orang yang ada di depan mereka sekarang.
“Makasih semuanya,” ucap Zeline sesaat sebelum tangannya diraih oleh Vindra yang mengajaknya untuk melakukan salam perpisahan sekaligus ucapan terimakasih dengan cara membungkukkan badan sedikit.
“Kita berhasil, Zel,” ujar Vindra setelah Ia dan Zeline turun dari panggung.
“Makasih udah jadi partner duet yang baik, Vin,”
“Makasih juga ya, bisa kali selain jadi partner duet, jadi partner hidup juga,”
__ADS_1