Pacar Atau Sahabat

Pacar Atau Sahabat
Bab 80


__ADS_3

“Aku ke sini mau nengokin Zeline kok malah jadi kayak bertamu ya,”


“Ya memang kamu tamu, Nin. Dimakan dulu yasenoga suka. Tante kleuar dulu,”


“Iya makasih banyak, Tante,”


Reta keluar dari kamar anaknya meninggalkan sang anak bersama teman dekatnya itu. Zeline di atas tempat tidur menyalakan televisinya. Sementara Anin di sofa.


“Nih kita nonton ya, kamu makan deh pudingnya Mama aku. Kalau aku sih suka banget nggak tau ya kalau kamu,”


“Aku juga pasti suka banget sih,”


“Ah belum dicoba udah bilang suka,”


“Ya udah nih aku coba sekarang ya,”


Zeline menganggukkan kepalanya mempersilahkan Anin untuk menyantap puding buatan sang Mama yang sangat Ia sukai.


“Kamu bisa masak?”


“Nggak bisa, cuma bisa masak mie instan sama masak air hahaha,”


“Terus nanti kalau udah nikah gimana?”

__ADS_1


“Ya nggak gimana-gimana. Paling belajar aja lah. Tapi belajarnya nanti-nanti aja toh belum mau nikah, santai aja,”


“Ntar suami kamu jadi sering jajan di luar kalau kamu nggak masakin,”


“Nanti aku bakal belajar masak, aku bakal sering aksak buat suami aku kalau pelru tiap hari, tapi aklau dia tetap mau jajan di luar ya nggak apa-apa itu hak dia. Soalnya aku juga tipe orang yang suka jajan sih,”


“Jangan, nanti suami kamu jadi gampang sakit dong, kalau sering beli makanan di luar,”


“Sakit bisa datang kapan aja, Nin, bukan karena beli makanan di luar aja penyebabnya. Ya pilih-pilih aja mana yang bersih dan sehat untuk meminimalisir gampang sakit,”


Zeline sendiri suka beli makanan di luar walaupun masakan mamanya tetap nomor satu. Zeline suka jajan sesuai keinginan hatinya. Tapi sejauh ini aman-aman saja. Setiap Ia sakit Ia tidak beprikir kalau itu akibat dari jajan sembarangan, tapi memang kondisi tubuhnya saja yang sedang menurun.


“Ih kamu jaga kesehatan dong, jaga makan jangan sering jajan di luar. Emang nggak kadian ornagtua kamu kalau kamu sakit ‘kan pasti khawatir,”


“Aku emang suka jajan. Jajan boba, jajan yang pedas-pedas, beuh itu bagaikan surga buat aku hahaha. Ya makanya kadang suka debat sama Mama Papa aku, dan Vindra. Kalau aku sakit menurut aku bukan salah makanannya tapi salah akunya aja yang nggak bisa milih makanan yang baik menurut aku. Kan kita banyak pilihan ya, tinggal pilih aja yang sekiranya nggak mancing kita buat gampang sakit tapi sayangnya aku suka makanan yang mancing sakit misalnya yang pedas-pedas, yang gurih micin dan lain-lain. Ditambah lagi daya tahan tubuh aku lagi nggak bagus aja makanya jadi sakit deh,”


“Oh ya? Alhamdulillah kalau gitu makasih ya. Mama pasti senang dengarnya,” ujar Zeline.


“Pusing buahnya apalagi, enak banget,”


Mamanya akan sangat bahagia kalau dengar orang lain menyukai apapun yang Ia buat. Apalagi puding buah ini adalah pertama kalinya Reta bikin.


“Kalau puding yang cokelat?”

__ADS_1


“Enak juga sama aja sih enaknya. Tapi aku lebih pilih yang buah, nggak tau kenapa mantap banget,”


“Kalau aku suka dua-duanya,”


“Aku juga suka dua-duanya tapi kalau disuruh pilih aku pilih yang buah ini,”


“Itu yang buah baru pertama kali Mama bikin, Zel,”


“Oh ya? Pertama kali tapi udah seenak ini apalagi kalau udah sering,” ujar Anin yang masih memuji puding buatan mamanya Zeline yang rasanya memang benar-benar lezat. Semua nya pas, tidak ada yang berlebihan.


“Zel, kamu nggak ke rumah sakit?”


“Nggak, aku ‘kan udah baikan keadaannya,”


“Vindra ‘kam khawatir banget tau sama kamu, Zel,”


“Iya emang dia begitu kalau aku sakit. Banyak tanya soal keadaan aku. Jadi lebih cerewet deh intinya, apdahal aku baik-baik aja. Apalagi kalau aku nggak bala schat dia lama nih, dia suka khawtair aku makin parah sakitnya, padahal aku tuh lama balas chat karena istirahat, atau karena aku pusing nggak pegang handphone,”


“Dia sayang banget sama kamu, Zel, jadinya gitu deh,”


“Hmm ya semoga seterusnya,” gumam Zeline.


“Kamu pasti juga sayang banget sama Vindra ya?”

__ADS_1


“Iya dong kalau nggak ya nggak mungkin masih bertahan,”


“Udah dua tahun, kira-kira bakal bertahan beraapa lama tuh,”


__ADS_2