Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Guru Privat


__ADS_3

Felly terpekur memandang hasil nilai Icha, putrinya yang baru duduk di bangku kelas 1 SD.


Semua nilai nyaris pas-pasan, bahkan nilai sikap juga sangat buruk.


Sejak Icha masuk SD, ini adalah panggilan kesekian kalinya dari sekolah, karena Icha berkelahi dengan temannya.


"Ini tidak salah Bu nilainya? Masa Icha tidak bisa membaca sih? Percuma dong saya bayar mahal-mahal di sekolah ini!" Protes Felly.


"Sebenarnya Icha anak yang pintar Bu, cuma dia seringkali jail dengan temannya, tidak mendengar nasehat guru dan selalu mengerjakan tugas asal-asalan!" Jawab Bu Ira, wali kelas Icha.


"Jadi saya harus bagaimana Bu?" Tanya Felly yang nampak mulai frustasi.


"Mau tidak mau Icha harus les privat Bu di rumah, untuk mengejar ketinggalannya, nanti saya minta rekomendasi guru privat dari kepala sekolah!" Kata Bu Ira.


"Hmm, baiklah, saya tunggu kabarnya ya Bu!" Sahut Felly.


"Iya Bu, Icha hanya butuh perhatian lebih!" Tambah Bu Ira.


"Saya sudah mencurahkan seluruh kasih sayang untuk Icha, saya juga bekerja keras untuk Icha, perhatian yang bagaimana lagi yang dia butuhkan??" Tanya Felly.


"Mungkin hanya Icha yang tau, Bu Felly bisa melakukan pendekatan terhadapnya!"


"Baiklah Bu, kalau begitu saya permisi, terimakasih ...!" Pamit Felly sambil meninggalkan ruang guru.


****


"Ichaaa!!!" Panggil Felly saat sudah sampai di rumah.


"Apa sih Mami! Datang-datang kok marah-marah, cepet tua lho!" Cetus Icha yang asyik menonton TV sambil mengangkat kakinya yang mungil.


"Icha! Mau sampai kapan kamu bikin Mami malu?" Tanya Felly sambil menatap putrinya dalam.


"Mami malu kenapa? Memangnya Mami tidak pakai baju?" Sahut Icha cuek.


"Icha! Kamu ini, tidak di rumah tidak di sekolah, sama saja, tadi Bu Ira bilang Icha belum bisa baca, masa sih? selama ini Icha belajar apa?" Tanya Felly yang mulai duduk di sisi Icha.


"Belajar bagaimana mencari teman, belajar bagaimana menjadi youtuber yang terkenal, bagaimana bisa melawan saat di katain teman ...!" Jawab Icha.


"Ya ampun Icha, kamu dapat kata-kata itu dari mana?? Apa pernah Mami ajarin kamu belajar yang seperti itu?"


Icha terdiam, tanpa mampu lagi untuk menjawab pertanyaan Maminya.


Felly memeluk Icha dengan erat, seolah memahami masalah anak itu.


"Icha tenang saja, Mami akan Carikan guru privat yang terbaik untuk Icha, yang penting Icha berubah jadi anak pintar dan baik!" Ucap Felly yang mulai melembut.

__ADS_1


"Paling nanti bakal pergi lagi!" Ketus Icha.


Beberapa kali Felly memang mendatangkan guru privat untuk Icha, namun hanya bertahan sebentar, mereka tidak tahan atas kenakalan Icha.


Pernah ada guru yang di buat menangis oleh kelakuan Icha, padahal baru satu hari mengajar.


****


Di sebuah sekolah yang bertaraf internasional, Mister Kenny, seorang guru bahasa Inggris di SMA tersebut nampak berjalan tergesa-gesa.


Mr. Ken, biasa dia di sapa, adalah guru profesional lulusan luar negri.


Wajahnya yang sangat tampan yang nampak seperti belasteran, kerap membuat para guru dan murid-murid remaja tergila-gila padanya.


Alhasil dia menjadi guru poluler di sekolah tersebut, apalagi gayanya yang cool dan macho, pandai bermain musik dan jago olah raga.


Hampir semua murid yang mendapat pelajarannya bernilai bagus, entah mengapa murid-murid begitu bersemangat saat Mr. Ken mengajar.


Mr. Ken membuka pintu ruang kepala sekolah yang memang tidak terkunci itu.


Nampak Pak Chandra, kepala sekolah sudah duduk menunggunya.


"Selamat Siang Pak Chandra!" Sapa Ken.


"Siang Mr. Ken, duduklah!" Sahut Pak Chandra. Ken pun duduk di hadapan pak Chandra.


"Begini, aku baru dapat telepon dari Pak Banu Wijaya, ayahmu ...!"


"Ada apa dengan ayah??" Tanya Ken.


Banu Wijaya adalah Ayah Ken yang seorang Owner di SD Swasta.


"Dia memintamu untuk mengajar Privat seorang anak kelas 1 SD." Kata Pak Chandra.


"Hah? Kelas 1 SD? Ini Bapak bercanda atau apa? Atau meremehkan saya??" Jawab Ken yang merasa dilecehkan dengan tawaran ini.


"Itu Permintaan Ayahmu Mr. Ken, mungkin untuk melatih kesabaranmu!" Sahut Pak Chandra tenang.


"Kesabaran apa? Aku bahkan mendapat predikat guru yang terbaik, piala dan piagamku banyak terpajang di rumah, murid-muridku pintar-pintar..."


"Tapi belum pernah kan mengajar anak kelas 1 SD??" Potong Pak Chandra cepat.


"Anggap saja ini tantangan buatmu ...!" Tambah Pak Chandra lagi.


"Hmm, ayah benar-benar keterlaluan!!" Dengus Ken.

__ADS_1


"Baiklah, kau boleh keluar dari ruanganku Mr. Ken, aku dan ayahmu berteman sejak lama, wajar saja dia memintaku untuk menyuruhmu mengajar privat anak ini, anak ini adalah anak yang terparah di sekolahnya, kau harus bisa membantunya ...!" Jelas Pak Chandra.


"Kalau begitu aku permisi keluar dulu Pak ...!" Ujar Ken yang langsung beranjak meninggalkan tempat itu dengan wajah yang kesal.


Pak Chandra memandang kepergiannya sambil menggelengkan kepalanya.


****


Sore itu, Kenny melajukan mobilnya cepat untuk pulang kerumahnya, dia ingin bertemu dengan ayahnya.


Ya, ayahnya yang adalah seorang single parent sejak Kenny masih kecil, yang kini adalah seorang Pemilik sekolah SD yang terletak tidak jauh dari rumah tinggalnya.


Setelah Kenny memarkirkan mobilnya di garasi, dia langsung bergegas masuk mendapati ayahnya yang masih duduk di meja kerjanya.


"Kau sudah pulang Ken?" Tanya Ayahnya saat mendengar langkah kaki Kenny yang masuk.


"Iya Ayah, oya, apa maksud Ayah memintaku untuk mengajari privat seorang anak SD? Bahkan anak kelas 1 SD, Ayah mau mempermainkan aku?" Ujar Ken yang langsung duduk di depan Ayahnya.


"Hmm, Kenapa? Kau merasa terhina?" Pak Banu balik bertanya.


"Bukan begitu ayah, paling tidak berikan aku murid SMA, atau SMP lah masih boleh, jangan anak kecil juga ...!" Sungut Ken.


"Kenapa? Kau malu? Seorang guru profesional dengan bayaran tertinggi mengajar seorang anak SD?"


"Apa maksud Ayah??"


"Dengar Ken, walau kau ini adalah guru profesional dengan bayaran mahal, tapi kau juga harus belajar kesabaran dan rendah hati, sehingga kau tidak sombong dan arogan ...!"


"Arogan? Apa maksud Ayah?" Tanya Ken semakin tidak mengerti.


"Kau pikir ayah tidak tau kalau kau sering menghamburkan uang dan menghabiskan waktumu ke pesta dan club' malam bersama teman-temanmu? Kau merasa kalau hidup itu terlalu mudah ...!" Jelas Pak Banu.


"Oooh, jadi ayah sebenarnya ada maksud di balik semua permintaan ayah? Ayah ingin aku menjadi anak kecil lagi begitu? Aku tidak suka dengan anak kecil ayah, merepotkan!!" Cetus Kenny.


"Sudah, kau jangan membantah lagi, mulai besok sore kau datanglah kerumahnya, nanti ayah kasih alamatnya padamu ...!"


"Siapa dia?"


"Icha, anak kelas satu SD yang bermasalah di sekolah, nilainya selalu buruk, malas belajar dan sering membuat keributan di kelas ...!" Jelas Pak Banu.


"Oh My God! Ayah, tega betul kau memberikan aku murid seperti itu, lebih baik kau berikan aku 10 murid SMA sekaligus!" Seru Kenny yang nampak frustasi.


"Ken, sudah, siapa tau dengan mengajar anak ini bisa merubah kebiasaanmu yang suka nongkrong dengan teman-temanmu, sekarang kau mandi saja dan makan bersama ayah, ayah tunggu ...!" Cetus Pak Banu sambil berdiri meninggalkan Kenny yang masih duduk termangu.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2