Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Jangan Pergi Cinta


__ADS_3

Kenny mengendarai mobilnya di tengah padatnya pengendara di jalan itu, di sebelahnya duduk Dini yang sedari tadi diam saja, matanya memandang lurus kedepan memperhatikan jalan raya.


"Ken, apa rencanamu setelah ini?" tanya Dini.


"Aku akan kerumah Icha yang lama, aku mau ke rumah pak RT, dia pasti tau nomor kontak Felly ..." jawab Kenny.


"Boleh aku menemani mu Ken?" tanya Dini lagi, matanya masih menatap lurus ke depan.


"Untuk apa kau menemaniku Din? Nanti kau malah sedih melihat aku yang mencari Felly, jangan sakiti dirimu sendiri Din, aku tau perasaanmu!" sahut Kenny lirih.


"Tidak Ken, paling tidak aku bisa ada bersamamu, itu sudah cukup, aku tak berharap apa-apa lagi!" ujar Dini.


"Dini, apakah kau tidak ingin mencari pria lain yang lebih baik dari aku? Yang bersungguh-sungguh dengan tulus mencintaimu, yang bisa membahagiakanmu!" ucap Kenny.


"Sudah Ken! Jangan katakan itu lagi! Kau pikir segitu mudahnya berpaling ke lain hati? Kau pikir aku apa? Memang kau kira mudah begitu saja melupakan perasaan yang begitu dalam?!" Suara Dini kian meninggi.


Kenny diam tidak melanjutkan kata-katanya lagi, saat ini Dini sedang menumpahkan segenap perasaan dan isi hatinya.


Kenny sadar Dini begitu mencintai Kenny, bahkan boleh di bilang sejak saat remaja dulu.


Namun Kenny selalu menganggap Dini sebagai Adik, sebagai sahabat, sebagai teman asyik untuk ngobrol.


Kenny tidak pernah memiliki perasaan khusus pada Dini seperti perasaannya pada Felly.


Walaupun mereka pernah mencoba menjalin hubungan yang serius, Kenny tetaplah memandang Dini tidak lebih dari sahabatnya, mereka hanya sebatas berpelukan.


Bahkan Kenny juga tidak ada keinginan untuk mencium dan mencumbu Dini, bukan karena Dini kurang cantik, tapi memang Kenny tidak bisa memberikan perasaannya lebih terhadap Dini.


Berbeda dengan Felly, Kenny selalu memiliki perasaan yang dalam terhadap Felly, jantung yang berdebar saat dekat Felly, hasrat untuk mengecup bibirnya, bahkan desiran darah yang membuat Kenny panas dingin saat berada dekat dengan Felly, dan itulah yang di namakan orang dengan cinta.


"Maafkan aku Din! Semakin lama aku semakin membuatmu sakit ... Alangkah lebih baik kalau kau tidak berada dekat dengan ku, aku tau bagaimana rasa cinta itu, aku pun merasa perasaan itu, walaupun bukan untukmu!" ucap Kenny. Ada yang perih di sudut hati Dini.


Perlahan air mata Dini mulai menetes, kemudian dia menyekanya dengan punggung tangannya.

__ADS_1


"Ken, ijinkan aku untuk terus mencintaimu, walaupun aku tau hatimu. bukan untukku!" sahut Dini menunduk.


"Din ... maafkan aku, mungkin kalau aku tidak pernah mengenal Icha dan Felly, mungkin aku, tidak akan pernah berpikir untuk memutuskanmu, maafkan aku !" Ucap Kenny.


Akhirnya Kenny membiarkan Dini ikut bersamanya, walaupun sebenarnya hati Kenny risih, tapi Kenny tidak mau melukai hati dan perasaan Dini.


Tak lama merekapun sampai di depan rumah Icha. Rumah itu kelihatan sepi dan sunyi, biasanya Icha sudah berteriak saat melihatnya, sudah menggelendoti nya, namun kini semua hening dalam kesunyian. Kenny memandang sekilas rumah itu sebelum dia berjalan menuju ke rumah Pak RT yang tidak jauh dari depan rumah Felly.


Pak RT nampak sedang duduk di teras, melihat kedatangan Kenny dan Dini dia segera bangkit dan menghampiri mereka.


"Ada yang bisa saya bantu? Lho, bukankah Anda yang waktu itu datang ya, mau apa lagi anda datang kemari? Penghuni rumah itu sudah tidak ada!" kata Pak RT ketus.


"Bukan Pak, saya mau minta nomor kontak yang punya rumah, saya berniat mau membeli rumah itu!" ujar Kenny.


"Hah?! Serius?" tanya Pak RT tidak percaya.


"Sungguh Pak, saya berniat mau membeli rumah itu, tapi kan saya harus ketemu sama yang punya rumah!" kata Kenny.


"Begini Mas, yang punya rumah itu sudah mengamanatkan pada saya, bahwa kalau ada calon pembeli, biar berurusan langsung dengan saya, untuk nego dan lain-lain, la wong kunci rumahnya juga saya yang pegang!" ujar Pak RT dengan bangganya.


"Sudahlah Ken, kau tak perlu sampai membeli rumahnya Icha juga kali, kalau mau minta nomor Felly ya minta saja langsung!" kata Dini.


"Pak RT, kalau saya tidak menghubungi langsung pada pemilik rumah, saya tidak jadi beli rumah ini lho!" kata Kenny.


"Ya ampun Mas, ribet amat sih mau beli rumah, masa tidak percaya sama saya!" sahut Pak RT mulai ketus.


"Intinya saya mau nomor kontak dari pemilik rumah itu Pak, apa susahnya sih tinggal memberikan saja, bapak itu kan juga akan dapat komisi kalau rumah itu laku!" cetus Kenny mulai emosi.


Dini menyentuh tangan Kenny berusaha untuk menenangkannya.


"Sudahlah Ken, kita pakai cara lain saja, jangan buat suasana panas di rumah orang, kita pamit saja!" ujar Dini.


"Jadi, pak RT beneran nih tidak mau memberitahu kontak pemilik rumah? Baiklah, aku akan cari tau sendiri!" sentak Kenny yang langsung berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Masnya ini serius mau beli rumah atau mau nomor kontak yang punya rumah sih?" tanya Pak RT.


"Dua duanya Pak! Tapi saya mau nomor kontaknya dulu, saya mau ngomong Pak! Please, berikan saya nomor kontaknya!" Mohon Kenny.


Akhirnya Pak RT masuk kedalam kamarnya dan memberikan secarik kertas pada Kenny, bertuliskan nomor ponsel Felly yang baru.


"Trimakasih Pak, saya mau bicara dulu sama yang bersangkutan, besok saya akan kembali lagi mengabari perihal transaksi rumah ini!" ucap Kenny dengan wajah cerah


"Oke, Oke, saya tunggu kabarnya!" Sahut Pak RT.


Tak lama kemudian merekapun sudah pamit meninggalkan rumah itu. Dengan penuh semangat Kenny menyalakan mesin mobilnya.


"Din, aku mau telepon Felly, aku sangat tidak sabar untuk mendengar suaranya.


"Teleponlah Ken, kalau itu bisa membuatmu senang!" ujar Felly.


Kenny mulai menelepon nomor ponsel hang di berikan oleh Pak RT tadi, dadanya bergemuruh sangat cepat.


Beberapa kali Kenny telepon Felly, namun telepon itu tidak dibangkat-angkat. Hingga Kenny menjadi kuatir.


"Din, pinjam dong ponselmu, mungkin Felly tidak angkat telepon karena dia tau ini nomor ponselku!" Kata Kenny. Dini pun langsung menyodorkan ponselnya.


Kemudian Kenny kembali memencet nomor Kenny di ponsel Dini.


"Halo...ini siapa?" Terdengar suara yang begitu Kenny kenal di sebrang telepon. Membuat Kenny tertegun


di buatnya.


"Halo Felly, ini aku kekasih hatimu, kembalilah padaku sayang, aku sangat merindukanmu dan Icha, jangan membuat aku menjadi gila karenamu, please Felly, Kau harus tau kalau sekarang ayahku sudah me ...!"


Tiba-tiba terdengar suara telepon di matikan dari sebrang.


Bersambung ....

__ADS_1


****


__ADS_2