Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kembali Ke Rumah


__ADS_3

Felly tetap menolak ajakan Kenny untuk berwisata. Akhirnya Kenny hanya pergi dengan Icha.


Mereka naik ke dalam bus yang sudah menunggu mereka sedari tadi.


"Kau lama sekali Ken! Buang-buang waktu saja!" Sungut Mam Indah yang terlihat sangat bersemangat ke tempat wisata. Kenny dan Icha duduk di belakang Mam Indah.


"Sorry Mam, biasalah anak muda!" Sahut Kenny.


"Lho Cha, Mami mana?" tanya Mam Indah lagi.


"Mami tidak mau ikut Tante, katanya Mami malu!" Sahut Icha.


"Lho kok malu?"


"Kan Mami janda! Memangnya tidak boleh ya Tante kalau janda ikut jalan-jalan?" tanya Icha sambil menoleh ke arah Mam Indah yang terhenyak mendengar celotehan Icha.


"Hush Icha! Bicara apa sih! Mami tidak ikut karena mau istirahat saja!" Tukas Kenny yang merasa tidak enak.


"Sudahlah Ken! Lebih baik kau cepat menikah saja! Dari pada kau terus-terusan galau menghadapi wanita, tentukan pilihanmu sekarang!" Ujar Mam Indah.


"Aku sudah punya pilihan Mam, tapi aku harus sabar sedikit, Ayahku tidak menyukai Mami nya Icha, alasannya sama dengan pendapat orang-orang, hanya karena status janda!" Jelas Kenny.


"Tuh kan Tante, masa gara-gara Mami janda, calon kakek Icha tidak suka, aku kan jadi sedih Tante!" Tambah Icha. Gadis kecil itu bersandar di dada Kenny.


"Sudah Cha jangan sedih, Tante dukung kok Icha dan Mami bersatu sama Mister Kenny!" Ucap Mam Indah sambil mengelus rambut Icha.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan wisata. Setelah bus terparkir, para guru dan keluarga segera turun termasuk Kenny dan Icha. Mereka langsung mengantri di pintu masuk untuk mengambil tiket.


Kenny menggandeng tangan Icha ke tempat permainan anak-anak, sementara yang lainnya berpencar mencari tempat yang mereka sukai, wajah Icha nampak cerah, Kenny dengan setia menemani Icha bermain sampai anak itu kelelahan.


"Icha sudah capek? Sudah lapar belum?" tanya Kenny.


"Belum capek aku Mister! Masih mau main lagi!" Sahut Icha.


"Waktu kita tidak banyak sayang, jam 11. 30 sudah harus berkumpul lagi di tempat parkir bus!" Kata Kenny.


"Ya sudah deh, tapi Mister gendong aku ya, capek Mr jalannya nanjak!" Rajuk Icha.

__ADS_1


Kenny segera berjongkok, kemudian Icha langsung melompat ke punggung Kenny.


Lalu mereka berjalan menuju ke arah taman tempat banyak para guru dan keluarga yang berfoto dan berwisata di sana.


Rio nampak berfoto Ria dengan pacarnya, karena di tempat ini banyak sekali spot yang bagus dan unik.


"Duh yang lagi pacaran, yang lain ngontrak!" ledek Kenny.


"Lah, kau kenapa jadi momong anak? Mana ibunya?" tanya Rio.


"Ibunya lagi istirahat!" sahut Kenny singkat.


"Udah cepet di nikahin, udah cocok jadi bapak kau!" Ujar Rio sambil menggandeng pacarnya berjalan ke arah yang lain.


"Kau saja yang menikah sana! Jangan pacaran terus! Awas ada setan lewat!!" teriak Kenny saat Rio dan pacarnya sudah mulai pergi meninggalkannya.


Kenny merasa punggungnya semakin berat, tangan Icha juga tiba-tiba terlepas dari pegangannya, ternyata anak itu sudah tertidur karena kelelahan.


Kenny segera berjalan cepat menuju ke parkiran bus, beberapa orang guru juga nampak sudah menunggu di sana.


"Aduh Mister Kenny! Kau kebapakan sekali, aku jadi terharu, andai yang jadi ibunya anak itu aku, pasti bahagia banget!" Seru seorang guru muda yang baru bergabung di sekolah itu.


Setelah semua guru berkumpul, mereka kemudian di beri waktu makan siang, makanan sudah di pesan juga oleh panitia.


Kenny membangunkan Icha yang masih tidar di gendongannya, saat Icha bangun, dengan telaten Kenny menyuapi Icha.


"Kau sayang sekali dengan anak itu Ken!" Cetus Pak Chandra saat melihat Kenny yang menyuapi Icha makan.


"Hehe ... Bapak bisa saja!" Sahut Kenny.


"Dulu sebelum kau mengenal Icha, bahkan kau tidak mau privatin Icha, sekarang kau sudah tidak lagi ngelesin anak ini, tapi malah semakin dekat!" Ujar Pak Chandra.


"Mungkin cinta yang bisa mengubah segalanya Pak!" Jawab Kenny sambil mengusap lembut kepala Icha.


****


Sementara di villa, karena agak bosan Felly keluar dari kamarnya dan berjalan-jalan di sekitar Villa.

__ADS_1


Suasana siang itu sangat sepi. Felly terus berjalan ke taman belakang, ternyata di bangku taman itu, di depan sebuah kolam ikan, Dini sedang duduk di sana.


Perlahan Felly mendekati Dini yang nampak duduk termenung sendirian.


"Selamat siang Miss Dini!" Sapa Felly yang langsung duduk di sebuah bangku dekat Dini.


"Siang Mbak, kau tidak ikut jalan-jalan?" tanya Dini sambil tersenyum.


"Tidak, hanya Icha saja yang ikut!" Sahut Felly.


Hening ...


Mereka sibuk dengan kecanggungan dan pikirannya masing-masing.


"Miss Dini ... Aku, aku minta maaf ya ... karena aku dan Icha, kau putus hubungan dengan Kenny!" ucap Felly gugup.


Sebenarnya sudah lama Felly ingin minta maaf dengan Dini, namun selalu tidak pernah ada kesempatan.


Walau bagaimana, Felly merasa telah menjadi penyebab utama putusnya Kenny dan Dini waktu itu, bahkan telah membuat hati gadis di hadapannya itu hancur.


"Untuk apa kamu minta maaf Mbak? Kenny yang memutuskan aku! Mungkin memang aku bukan kriterianya dia ... Dia lebih tertarik denganmu, janda beranak satu!" Cetus Dini. Pandangannya lurus kedepan Memandang ikan-ikan yang berenang.


"Ya ... Aku memang janda beranak satu, sebenarnya aku merasa tidak layak untuk Kenny, bahkan dia lebih muda dariku, sebenarnya aku malu, semua orang memandang nyinyir terhadapku ... Dini, aku juga tidak mau ada dalam situasi ini, sebagai orang yang tanpa sengaja merusak hubungan orang lain!" Jelas Felly. Matanya mulai merah menahan gejolak yang ada di dalam dadanya.


"Maaf, aku tidak bermaksud menyinggung mu Mbak!" Ujar Dini yang sedari tadi memijiti keningnya sendiri.


"Aku tidak tersinggung, bahkan aku sudah sangat terbiasa mendengar nyinyiran orang tentang aku ... bukan hanya sekarang, dari dulu aku selalu di pandang rendah oleh orang lain! Hanya Kenny yang bisa menghargai aku, dan tidak pernah memandang statusku!" Ucap Felly.


"Ya, Kenny memang laki-laki berbeda, aku mengenalnya sejak kami masih kecil, dia tipe orang yang lemah lembut dan peduli dengan orang lain!" Kata Dini.


Bus wisata yang membawa guru-guru berwisata sudah tiba di Villa.


Setelah mereka turun semua, mereka akan bersiap pulang ke Jakarta. Acara family gathering sudah selesai.


Dini juga langsung bersiap membereskan barang-barang di kamarnya. Suhu tubuhnya sudah turun, hanya wajahnya yang masih terlihat pucat.


Setelah semua siap, para guru dan karyawan serta keluarganya mulai naik ke dalam bus. Dan tak lama kemudian bus pun sudah meluncur meninggalkan villa itu kembali pulang ke Jakarta.

__ADS_1


Bersambung....


****


__ADS_2