
Kenny dengan cepat membuka pintu villa itu, matanya terbelalak saat melihat Icha sudah berdiri di depan pintu dengan pakaian yang basah kuyup.
Felly langsung berlari memeluk Icha sambil menangis.
"Icha, kau kemana saja sayang? Mami hampir putus asa mencarimu!" tangis Felly meledak.
Kenny merengkuh Felly, berusaha menenangkan wanita itu.
"Sudah sayang, jangan banyak bertanya pada Icha, lebih baik cepat kau gantikan dia baju!" ucap Kenny.
Felly langsung menggendong Icha dan membawa ke kamarnya untuk di gantikan baju kering.
"Ayah, sebaiknya sore ini kita kembali ke Jakarta, suasana sudah tidak mendukung lagi kita untuk liburan!" usul Kenny. Pak Banu Menganggukan kepalanya.
"Benar Ken, lebih baik sore ini kita berkemas-kemas, perasaan Ayah juga tidak enak!" ujar Pak Banu. Kemudian dia segera melangkah masuk ke kamarnya.
"Mbok Sumi, Mbak Nur, kalian juga kemasi barang kalian, kita akan berangkat setelah semua selesai berkemas!" titah Kenny, Mbok Sumi dan Mbak Nur juga langsung beranjak ke belakang.
Kenny segera menyusul Felly dan Icha, Icha nampak sudah berganti pakaian dan rambutnya sedang di sisir oleh Felly.
"Felly, Icha kenapa?" tanya Kenny.
"Icha belum cerita apa-apa Ken, sepertinya dia masih shock!" sahut Felly.
"Sayang, kita kembali ke Jakarta sore ini, yang lain sedang bersiap-siap, kita juga harus bersiap-siap!" ujar Kenny. Felly Menganggukan kepalanya.
"Aku akan membereskan pakaianmu Ken, kau tolong temani Icha dulu!" kata Felly.
Kenny langsung menggendong Icha dan mengajaknya turun ke bawah.
Kemudian Kenny mengambil minuman dan memberikannya pada Icha.
"Icha minum dulu ya, sebentar lagi kita akan kembali ke Jakarta!" ucap Kenny sambil mengelus rambut Icha.
"Iya Papi, tadi aku sedang jalan-jalan di pantai, tiba-tiba aku di ajak Om!" kata Icha.
"Om siapa? Om Roy?" tanya Kenny.
"Bukan Om Roy Papi, Om yang ini aku tidak kenal, aku di ajak pergi, tapi waktu aku jalan makin jauh, aku ingat papi dan Mami, aku langsung berlari kencang, Om itu mengejarku, aku jatuh di pasir, Om itu mengajak aku ke pantai, makanya bajuku basah, dia terus mengejarku, aku ngumpet di toilet umum lama papi, sampai aku kedinginan, setelah dia pergi, aku baru mencari villa kita!" ungkap Icha.
Kenny langsung memeluk Icha.
"Lain kali, Icha tidak boleh pergi sendirian tanpa Papi Mami ya, sekarang banyak penculikan anak lho Cha! Icha jangan bikin kita semua kuatir sama Icha, janji?!" seru Kenny.
Icha Menganggukan kepalanya dan kembali memeluk Kenny.
__ADS_1
"Maafin aku Papi, tadi aku cuma mau jalan-jalan ke pantai saja, aku tidak tau kalau ternyata ada orang jahat!" ujar Icha.
"Papi hampir saja lapor polisi Cha!" tambah Kenny.
Tak lama kemudian, Pak Banu dan yang lainnya sudah keluar dari kamar masing-masing dan membawa tas mereka.
"Ayo kita berangkat sekarang Ken, kami sudah siap!" kata Pak Banu.
"Tunggu Ayah, Felly belum turun, dia juga sekalian membereskan pakaianku!" sahut Kenny.
Tak lama Felly turun dengan membawa dua tas.
"Nah, itu sudah turun, ayo Mbok Sumi, Mbak Nur, tolong angkat tas kalian ke dalam mobil!" titah Pak Banu.
Akhirnya sore itu juga mereka berangkat ke Bandara. Mereka mengambil pesawat yang tercepat.
Akhirnya sore itu mereka semua kembali ke Jakarta, saat malam telah larut baru mereka sampai kembali ke rumah.
****
Pagi itu cahaya sinar mentari sudah masuk melalui celah jendela kamar Kenny.
Kenny terbangun saat sinar mentari itu menerpa wajahnya, Felly masih nampak tertidur di sebelahnya.
Perlahan Kenny membuka tirai jendela, hawa segar masuk menyeruak ke dalam kamar Kenny.
Kenny sedikit terkejut saat merasakan kening Felly yang agak panas, sepertinya Felly demam.
"Sayang, kau kenapa? kau pusing?" tanya Kenny sambil menarik selimut untuk menutupi keseluruhan tubuh Felly.
Felly membuka matanya perlahan.
"Ken, aku haus!" lirih Felly.
Dengan cepat Kenny mengambil segera air putih dari dispenser yang ada di kamarnya. Lalu menyodorkannya ke mulut Felly sambil membantunya untuk duduk.
Setelah selesai minum, Kenny kembali meletakan gelas di meja, lalu dia mengelap mulut Felly dengan tissue.
"Aku antar kamu ke dokter ya?!" tawar Kenny sambil kembali merebahkan tubuh Felly di kasurnya.
"Tidak Ken, kepalaku hanya sedikit pusing, mungkin karena kecapean dan agak stress kemarin gara-gara Icha!" sahut Felly.
"Baiklah, kau istirahat di sini saja sayang, biar aku yang akan mengantarkan sarapanmu!" ucap Kenny.
"Trima kasih Ken! Aku makin sayang sama kamu! kamu laki-laki yang baik, juga penyayang!" Felly mengelus pipi Kenny dengan tangannya.
__ADS_1
Kemudian Kenny mengambil tangan Felly dan mengecupnya.
"Aku juga sayang padamu! Aku berharap kita bisa selalu menjaga cinta kita akan tetap abadi sayang, asal kau selalu ada di dekatku, sudah membuat aku sangat bahagia!" ucap Kenny.
"Ah, Kenny, lagi-lagi kau membuat aku terharu!" Felly memalingkan wajahnya saat matanya mulai menggenang air.
"Kau tunggu sebentar ya sayang, aku akan turun ke bawah, mengambilkan sarapan untukmu!" ujar Kenny yang kemudian langsung beranjak turun dari tempat tidurnya.
Felly hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum saat melihat suaminya sudah berjalan keluar dari kamarnya.
Di bawah sudah ada Pak Banu dan Icha yang kini duduk di ruang makan, Mbok Sumi terlihat sibuk menata meja makan.
"Papi! Mami mana?" tanya Icha.
"Mami sedang kurang sehat Cha! Sekarang Mami masih istirahat, ini Papi mau ambilkan sarapan buat Mami!" kata Kenny yang langsung duduk di sebelah Icha.
"Besok kau sudah harus mengajar ke sekolah kan Ken?" tanya Pak Banu.
"Iya Ayah, besok aku sudah mulai mengajar!" sahut Kenny yang mulai mengambil sarapannya.
"Ini sarapan buat Ibu saya antarkan saja ya mister?" tanya Mbak Nur.
"Letakan di situ saja Mbak, biar aku yang mengantar sarapan istriku!" sahut Kenny.
Mbak Nur lalu meletakan nampan berisi sarapan itu di meja makan, sementara Kenny, Pak Banu dan Icha sedang sarapan.
Setelah sarapan selesai, Kenny mengambil nampan dan membawa nampan itu ke atas, ke kamarnya.
Kemudian Kenny masuk dan langsung duduk di tepi tempat tidurnya.
"Sayang, ini sarapanmu, aku suapin ya!" tawar Kenny sambil menambahkan bantal ke kepala Felly agar lebih tinggi.
"Trima kasih Ken!" ucap Felly.
Perlahan Kenny mulai menyuapi Felly sedikit demi sedikit. Hingga makanan di piring nyaris habis.
Namun tiba-tiba, Felly menutup mulutnya dan langsung bangun dari tempat tidur dan setengah berlari ke kamar mandi, lalu dia mulai memuntahkan semua makanan yang dia makan tadi.
Kenny mengurut leher belakang Felly, nafas Felly mulai terengah-engah.
"Kita ke dokter ya sayang, wajahmu sangat pucat!" ucap Kenny khawatir.
Felly menggelangkan kepalanya, kemudian kembali berjalan ke tempat tidur, namun sebelum sampai ke tempat tidur, Felly kembali ke kamar mandi, memuntahkan sesuatu yang sudah tidak ada lagi dalam perutnya.
"Ayo kita ke dokter sekarang!!" tegas Kenny cemas.
__ADS_1
Bersambung....
*****