Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Bertemu Satria


__ADS_3

Pada jam istirahat, Icha membuka bekal makanannya, dia mulai menikmati roti sandwich buatan Maminya.


Istirahat sekolah jam 9 pagi, kelas 1 SD pulang sekolah jam 11 siang. Biasanya Icha membawa bekal untuk di makan di jam istirahat.


"Icha tidak bermain di luar?" tanya Bu Ira, wali kelas Icha.


"Tanggung Bu, sebentar lagi juga masuk kelas!" sahut Icha.


"Icha sekarang senang ya, sudah punya Papi baru?" tanya Bu Ira lagi.


"Iya Bu, malah aku sudah mau punya adik bayi lho, sekarang ada di perut Mami!" ujar Icha jujur dan polos.


"Oya? Waah, tambah senang aja nih Icha, tambah rame dong rumah Icha!" sahut Bu Ira.


Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi, Icha segera membereskan bekalnya dan memasukan kembali kotak makannya itu di dalam tasnya.


Sejak Icha mengenal Kenny, Icha berubah menjadi murid yang ceria, pintar dan mandiri.


Dia tidak suka lagi membuat onar atau berkelahi di sekolah, pelajaran pun banyak mengalami peningkatan, bahkan sejak Kenny menikahi Felly, Icha menjadi murid favorit di sekolah, karena keberanian dan kepintarannya.


Maka tak heran Icha kini sering mengikuti ajang lomba antar sekolah. Sehingga Pak Banu, mulai bangga terhadap prestasi Icha.


"Icha tunggu di depan saja ya kalau kakek belum datang, kakek mau bicara penting sama Pak Kepala sekolah!" kata Pak Banu saat pelajaran sekolah usai.


"Iya Kek!" sahut Icha.


"Ingat, jangan kemana-mana, tunggu kakek di sana ya, Kakek tidak lama!" Ujar Pak Banu.


Icha duduk di lobby menunggu Pak Banu, beberapa murid sudah keluar dan pulang ke rumah masing-masing.


"Icha!" Suara panggilan terdengar keras dari luar gerbang sekolah.


Seorang remaja laki-laki berdiri sambil melambaikan tangannya ke arah Icha. Icha langsung datang menghampirinya.


"Bang Satria!" seru Icha.


"Untung aku ketemu kamu dek, aku nunggu udah hampir satu jam lho!" ujar Satria. Dia menyeka dahinya yang berkeringat dengan ujung baju di lengannya.


"Bang Sat tumben kesekolah aku?!" tanya Icha.


"Iya dek, Abang kangen sama Adek, kita jalan sebentar yuk dek, nanti pulangnya Abang anter, kerumah yang waktu itu kan?" kata Satria sambil mulai memakaikan helm ke Icha.


Tanpa ragu-ragu, Icha segera naik ke motor Satria, merekapun pergi meninggalkan sekolah.


Satria memarkirkan motornya di sebuah taman tak jauh dari sekolah Icha.

__ADS_1


"Dek, sebenarnya, Abang mau pamit sama kamu, ada orang tua asuh yang mau adopsi Abang di luar negri," ucap Satria.


"Jadi abang tidak buka warung kopi lagi?" tanya Icha. Satria Menganggukan kepalanya.


"Iya Cha, mereka mau menyekolahkan Abang di luar negri, doakan Abang ya dek Icha, Abang berharap suatu hari kita bisa ketemu lagi, nanti Abang akan cari kamu!" ucap Satria.


"Nanti kalau aku sudah besar, bang Satria sudah tua dong!" cetus Icha. Satria tertawa.


Kemudian Satria mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.


"Ini ada gelang kenang-kenangan dari aku dek, kamu simpen ya, ini aku buat sendiri!" ucap Satria sambil memasangkan gelang yang terbuat dari manik-manik itu ke tangan Icha.


"Trima kasih Bang!" kata Icha.


"Sekarang sebelum Abang antar dek Icha pulang, Abang traktir makan dulu ya dek, kamu pasti laper kan pulang sekolah belom makan?" Satria langsung menarik tangan Icha kembali naik ke atas motornya.


Di depan gerbang sekolah Icha, Pak Banu nampak sedang memarahi security.


"Kalian ini kerjanya apa sih? Masa ada anak kecil keluar dari sekolah sendiri tidak ada yang lihat??" berang Pak Banu.


"Maaf Pak! Beneran kami tidak melihat Icha keluar dari gerbang, soalnya tadi pas pulang sekolah kan suasana ramai sekali!" kata salah seorang security.


"Kalau sampai cucuku hilang, siap-siap kalian ku pecat!!" sengit Pak Banu.


"Tenang Pak, kami tim guru akan melakukan pencarian di sekitar sekolah, Pak Banu istirahat saja dulu di ruangan, Icha akan baik-baik saja!" kata Bu Ira berusaha menenangkan Pak Banu.


Kemudian Pak Banu segera duduk di kursi depan itu, dia mengeluarkan ponselnya dan langsung menelepon Kenny.


"Hallo Ayah!"


"Halo Ken, kau cepatlah pulang, Icha hilang dari sekolah!" ujar Pak Banu.


"Hilang? Bagaimana mungkin? Bukankah Ayah akan pulang bersama Icha?" tanya Kenny tak percaya.


"Tadi Ayah ada urusan sebentar dengan kepala sekolah, Icha hanya menunggu sebentar di lobby, tapi pas Ayah kembali, Icha sudah tidak ada!" jelas Pak Banu.


"Ayah gimana sih! Icha itu masih kecil Ayah, baiklah, aku akan segera menyusul Ayah ke sekolah!" kemudian telepon segera di matikan.


Kenny tanpa basa-basi langsung bergegas meninggalkan kelas, padahal pelajaran sedang berlangsung, pikirannya panik, teringat akan ancaman Roy waktu itu.


Sementara di rumah, Felly sedang membantu Mbok Sumi membuat makanan, untuk Icha, Pak Banu dan Kenny.


Mbak Nur datang tergopoh-gopoh.


"Bu, itu Icha ada di luar, dia datang bersama seorang remaja Bu!" seru Mbak Nur.

__ADS_1


Felly langsung bergegas keluar.


Icha nampak sudah turun dari motornya, kemudian segera masuk ke dalam.


"Icha! Kau pulang dengan siapa??" pekik Felly.


"Selamat siang Tante, maaf tadi Icha pulang sama saya!" ucap Satria sambil turun dan mematikan mesin motornya.


"Iya Mami, tadi Bang Satria yang jemput aku sekolah, kita jalan-jalan dulu deh sebentar!" tambah Icha.


"Icha! Kakek pasti kuatir sama Icha, Icha bilang tidak waktu meninggalkan sekolah?" tanya Felly. Icha menggelengkan kepalanya.


Tiba-tiba, Mbok Sumi keluar dan langsung menghampiri Felly.


"Bu, ada telepon dari Mas Kenny!" kata Mbok Sumi.


"Iya Mbok sebentar!" sahut Felly.


Kemudian dia menyuruh Icha dan Satria masuk ke dalam.


Felly kemudian langsung mengangkat telepon dari Kenny.


"Halo Ken!" sapa Felly.


"Felly, Icha Fell, Icha pergi dari sekolah, sekarang aku dan Ayah sedang berkeliling mencarinya, ini pasti perbuatan si Roy bajingan itu! Dia benar-benar kurang ajar! Aku akan mematahkan kakinya kalau bertemu dengannya!!" Ungkap Kenny dengan nafas yang berburu kencang.


Felly tertawa mendengar cerita Kenny.


"Kau bersama dengan Ayah Ken? Memangnya kau sudah selesai mengajar?" tanya Felly.


"Iya sayang, aku langsung meninggalkan kelasku, demi Icha, aku tidak mau terjadi apa-apa dengannya, kau kenapa kelihatan santai dan tidak panik? Biasanya kau yang paling panik kalau menyangkut tentang Icha yang hilang??!" tanya Kenny heran.


"Lebih baik kalian pulang saja kerumah, makan siang sudah siap lho!" sahut Felly.


"Makan siang?? Lalu Icha bagaimana?!" tanya Kenny cemas.


"Icha, dia akan baik-baik saja, jangan kuatir suamiku sayang, kau ini memang Ayah yang baik!" jawab Felly.


"Apa maksudmu?" tanya Kenny lagi.


"Sudahlah, kau pulang saja dulu!" kemudian Felly mematikan teleponnya dan kembali ke ruang depan.


*****


Hai Readers ... jangan lupa dukungannya ya, supaya Author nya semangat ...

__ADS_1


Trima kasih ..


__ADS_2