
Mereka terlibat makan makan malam bersama, Pak Banu nampak antusias menikmati makanannya, kesehatannya semakin hari semakin membaik.
Felly juga terlihat ceria, sambil sesekali dia menyuapi Icha dan menaruh berbagai lauk di piring Kenny.
Sementara Kenny terlihat kurang menikmati sajian makan malam itu, walaupun begitu lezat rasanya.
Dia berusaha tersenyum dan gembira bersama dengan keluarga yang sangat dia cintai itu.
"Kau kenapa Ken? Apa masakan ku kurang enak?" tanya Felly saat melihat Kenny belum menghabiskan makanannya.
"Masakanmu enak sekali, aku menikmatinya pelan-pelan sayang!" sahut Kenny.
"Kalau kau suka, nanti aku akan memasak lagi untukmu, asal suamiku senang, apapun akan ku masak untuknya!" ujar Felly.
Kenny menggigit bibirnya berusaha menahan gemuruh yang melanda hatinya.
Andai semua orang di sini tau, Felly menderita tumor rahim, entah senyum dan canda itu masih ada lagi atau tidak.
"Ken, itu tulang iga nya masih banyak, kau makan sedikit sekali!" kata Pak Banu.
Iya Ayah, nanti aku akan melanjutkan makan ku lagi, Ayah tenang saja!" sahut Kenny.
"Papi, besok ke sekolah tidak?" tanya Icha tiba-tiba.
"Besok Papi ijin tidak ke sekolah, Icha di antar sama Mbak Nur saja ya!" ucap Kenny sambil membelai rambut Icha.
"Oke deh Papi, memangnya Mami masih sakit? Bukannya sudah sembuh ya?" tanya Icha.
"Iya, Mami sudah sembuh Cha, sudah sehat, kan penyakitnya sudah di buang sama dokter waktu itu, Papi Kenny kadang suka lebay Cha!" sergah Felly.
"Pokoknya besok Papi tidak ke sekolah ya Cha, Mbak Nur yang akan antar Icha! Mengerti??!" tegas Kenny.
"Iya Papi!" sahut Icha pelan.
Tidak biasanya Kenny bersikap agak keras pada Icha, sehingga membuat Icha sedih.
"Ken, kau ini kenapa sih? Seperti orang yang sedang datang bulan saja!" cetus Felly.
"Oh, maaf Cha ... Maafkan Papi!" kata Kenny sambil mengelus rambut Icha.
Setelah makan malam, Icha langsung duduk di meja belajarnya untuk mengerjakan PR.
Pak Banu sedang asyik duduk di sofa, sambil menonton siaran langsung pertandingan sepak bola di televisi.
Felly di temani Mbak Nur nampak kembali ke dapur, untuk menyiapkan sesuatu, Kenny langsung mengikuti mereka ke dapur.
"Felly, kenapa kau masih sibuk di dapur?" tanya Kenny.
"Aku mau menyiapkan bahan untuk sarapan besok dan bekal buat Icha Ken!" jawab Felly.
"Bisa kan Mbak Nur yang menyiapkannya? Lebih baik kau segera naik ke atas, masuk ke kamarmu dan beristirahatlah!" ujar Kenny.
__ADS_1
Felly tertegun, biasanya Kenny akan membiarkan saja Felly melakukan hal apapun, namun hari ini terasa berbeda, Kenny seperti tidak suka Felly melakukan banyak hal.
"Tapi Ken ..."
"Masuk ke kamarmu sekarang!" tegas Kenny.
Akhirnya Felly menuruti Kenny, dia segera naik ke atas menuju ke kamarnya.
Kenny mengikutinya dari belakang.
"Kau ini kenapa sih Ken?? Sikapmu aneh seharian ini tau tidak??" tanya Felly kesal.
"Aku hanya mau kau sehat dan tidak kecapekan!" jawab Kenny.
"Sehat?? Kau pikir aku sakit?? Baru aku habis di operasi, kenapa kau tidak berhenti mencemaskan ku??" tanya Felly.
Kenny langsung berhambur memeluk Felly, rasanya tak tahan setiap kali melihat wajah istrinya itu.
"Aku mencintaimu sayang, sangat!" ucap Kenny. Setetes air mata jatuh di pipinya, buru-buru Kenny mengusapnya.
"Iya Ken, aku sudah tau kau sangat mencintai aku, coba pegang bayi kita, di terus bergerak saat kau memelukku dengan erat!" ucap Felly sambil mengarahkan tangan Kenny ke perutnya yang menonjol itu, ada gerakan-gerakan halus yang di rasakan nya.
Kemudian Kenny mengurai pelukannya, lalu membawa Felly berbaring di tempat tidurnya.
Setelah itu Kenny mulai mengambil obat yang di berikan dokter Lia padanya.
"Sayang, minum obat ini yuk, supaya bayi kita cerdas, dan sehat!" Ujar Kenny yang langsung membuka obat dan vitamin lalu menyodorkan pada Felly, dengan segelas air hangat di tangannya.
"Ini vitamin, dan nutrisi untuk bayi kita!" sahut Kenny.
"Kau dapat obat ini dari mana?" tanya Felly lagi.
"Kau tenang saja sayang, ini juga atas rekomendasi dokter kok, kau minum saja supaya sehat!" tukas Kenny.
"Baiklah Ken, aku percaya padamu!" lalu dengan cepat Felly meminum obat itu.
Setelah selesai minum obat, Kenny segera membereskan obatnya dan tidak lupa mencopot labelnya.
Kemudian dia segera berbaring di sisi Felly, mulai memejamkan matanya dan memeluk Felly.
"Ken, ini masih belum terlalu malam, kenapa kau ingin tidur begitu cepat?" tanya Felly.
"Tidak apa-apa Fell, tidurlah, aku akan memelukmu!" ucap Kenny.
Mau tidak mau, Felly berusaha memejamkan matanya.
****
Matahari pagi itu begitu cerah dan hangat, Felly menyibakkan tirai jendela kamarnya, Jawa hangat dan sinar matahari masuk melalui jendela kamar itu.
Kenny masih nampak tertidur di tempat tidurnya.
__ADS_1
Matanya kelihatan agak sembab, seperti kurang tidur.
Felly mendekati suaminya itu, kemudian dia membelai rambutnya dengan lembut.
Sebuah kecupan manis mendarat di bibir Kenny.
Kenny mengerjapkan matanya kaget.
"Good Morning Ken!" sapa Felly sambil tersenyum.
"Sayang, kau mengagetkan aku saja!" ujar Kenny sambil mengucek matanya yang kemerahan.
"Kenny kenapa? Semalam aku begitu nyenyak tidur, sepertinya Kenny ku ini kurang tidur, karena ada mata panda di sini!" ucap Felly sambil mengelus mata Kenny.
"Aku tidur kok, cuma karena aku mimpi buruk aku terbangun dan tidak bisa tidur lagi!" kata Kenny beralasan.
"Kau mimpi buruk? Aku malah mimpi sangat indah Ken, sangat indah, hingga aku tak ingin bangun saking indahnya!" ucap Felly.
Kenny bangkit dari tidurnya dan langsung memeluk Felly.
"Hari ini seharian aku di rumah, aku akan menemanimu seharian ini!" kata Kenny.
"Kau di rumah sampai kapan Ken? Kenny ku ini adalah seorang pemimpin profesional, masa sering menghilang dari sekolah?" tanya Felly sambil mengelus rambut Kenny.
"Aku bisa bekerja lewat online, sekarang kan jaman canggih!" sahut Kenny.
"Terus, kalau kamu di rumah ngapain?" tanya Felly.
"Aku akan terus ada di sisimu, menemanimu!" sahut Kenny.
"Oya?? Sejak kapan Kenny ku jadi protektif begini, sudahlah sayang, lebih baik kau mandi, supaya wangi, nanti aku pasti kasih ciuman termanis buat Kenny!" kata Felly sambil menarik tangan Kenny berdiri dari duduknya.
Tok ... Tok ... Tok ...
Suara ketukan pintu di kamar itu, Felly segera beranjak dari tempatnya dan segera membuakakan pintu kamar.
Icha sudah berdiri di depan pintu dengan berseragam rapi.
"Mami, Papi, aku pamit mau berangkat ya!" ujar Icha.
"Icha berangkat sama siapa?" tanya Felly.
"Sama Mbak Nur!" sahut Icha.
"Naik apa?"
'Naik taksi online, sudah di pesan sama Mbak Nur!' jawab Icha.
"Hari-hati ya sayang," ucap Felly.
"Dah Papi! Dah Mami!" Icha langsung membalikan tubuhnya menuruni tangga.
__ADS_1
****