Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Dini Resign


__ADS_3

Kenny meletakan buku dan tas nya di meja kerjanya, hari pertama mengajar setelah liburan membuatnya lumayan lelah, terlebih pertanyaan para muridnya terkait rencana Kenny yang akan menikah beberapa Minggu lagi.


"Wajahmu tampak kusut Ken!" sapa Mam Indah yang sedari tadi duduk memperhatikan Kenny.


"Iya Mam, biasalah, murid yang pada usil, kepo aja urusan orang lain!" sahut Kenny.


"Kau sudah siap melepas masa lajang mu Ken?" tanya Mam Indah sambil tersenyum.


"Siap lah Mam, tunggu apa lagi? Calon sudah ada, jodoh di depan mata, umur sudah cukup ..." jawab Kenny sambil menarik nafas panjang.


"Oya Ken, dengar-dengar Miss Dini mau resign ya?" tanya Mam Indah lagi, Kenny mencondongkan wajahnya terkejut.


"Masa sih Mam? Kenapa dia tiba-tiba resign? Apa dia sudah bosan mengajar?" Kenny balik tanya.


"Lho, kok malah tanya balik, bukannya kamu Ken yang paling dekat dengan Dini sejak dulu? Aku saja tau info ini dari Rio," jelas Mam Indah.


Kenny terdiam beberapa saat lamanya, dia tidak menyangka kalau Dini akan resign secepat ini, apakah ini ada hubungannya dengan rencana pernikahannya dengan Felly?


"Lho, kok malah bengong sih, kau ini sih Ken, sering sekali membuat hati wanita patah hati, mungkin dengan menikah kau akan lebih baik!" ujar Mam Indah.


"Iya Mam, itulah sebabnya, aku tidak ingin lagi menunda pernikahanku, capek aku meladeni para wanita yang mengemis cinta padaku!" cetus Kenny.


"Ya sudahlah, kau urus saja masalahmu dengan Dini, aku pusing terlalu mau tau urusan anak muda, lebih baik aku pulang saja!" Mam Indah segera berdiri dari duduknya dan langsung melangkah pergi meninggalkan Kenny di ruang guru.


"Thanks ya Mam!" Seru Kenny. Mam Indah hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.


Setelah Mam Indah pulang, Kenny segera berkemas akan pulang kerumahnya, senyum cerah menghiasi bibirnya yang kemerahan alami, karena sore ini dia dan Felly akan fitting baju pengantin.


Setelah di rasa beres, Kenny segera keluar dari ruangan itu, semua guru dan staf sudah pulang, hanya penjaga sekolah dan petugas kebersihan yang masih membersihkan ruangan demi ruangan di sekolah itu. Kenny langsung menuju ke parkiran.


Tanpa menunggu lagi, Kenny langsung melajukan mobilnya cepat menuju kerumahnya.


Kurang lebih selama 40 menit, Kenny sudah sampai di depan rumahnya. Icha nampak sedang asyik bermain dengan bonekanya di teras rumah Kenny, melihat Kenny pulang, Icha langsung berlari kecil mendapati Kenny dan langsung melompat dalam gendongannya.


"Mister! Mami sudah tungguin Mister tuh, dia sudah dandan cantik dari tadi!" Bisik Icha di telinga Kenny.

__ADS_1


"Oya? Mana Mami?" tanya Kenny.


"Mami lagi ngobrol dengan kakek!" sahut Icha.


Tak lama Kenny sudah ada di ruang tamu, Pak Banu nampak sedang duduk santai sambil ngobrol dengan Felly, di meja tamu nampak ada secangkir kopi dan roti, mereka berhenti mengobrol saat melihat Kenny yang tiba-tiba sudah duduk di depan mereka.


"Kau sudah pulang Ken?" tanya Pak Banu.


"Iya Ayah, sore ini rencana aku dan Felly akan fitting baju pengantin!" sahut Kenny.


"Yah, kalian urus lah, aku mau ke tetangga sebelah dan pak RT dulu, mau kasih undangan!" kata Pak Banu sambil berdiri dan melangkah keluar, di tangannya terlihat beberapa surat undangan.


Kenny langsung beringsut duduk di dekat Felly.


"Kau sudah siap sayang?" tanya Kenny.


"Aku sudah siap, tapi kau mandi dulu Ken, masa langsung berangkat?" sahut Felly.


"Ya, aku mandi dulu deh, Mbok Sumi sudah siapkan air hangat belum ya?" gumam Kenny.


"Wah, aku merasa sudah jadi suami sungguhan, bahagianya hatiku!" ucap Kenny sambil mengecup kening Felly.


"Iiih Mister! jangan cium Mami di depan aku dong! Aku kan juga mau!" Sungut Icha. Kenny tertawa dan langsung mendaratkan ciumannya di kening Icha.


"Icha, kau ini ada-ada saja!" ujar Felly.


"Mister mandi dulu ya Cha, biar tambah wangi dan ganteng, biar Mami betah lama-lama ada di dekat Mister!" kata Kenny sambil melangkah menuju ke kamarnya.


"Iiih Mister Genit!!" Teriak Icha.


Mereka menonton acara televisi sambil menunggu Kenny mandi.


Tidak sampai 15 menit Kenny sudah keluar dari kamarnya, sudah berganti pakaian kaus oblong dan celana jeans pendek. Kemudian dia langsung duduk di sebelah Felly.


"Cepat sekali mandinya Ken, ngebut ya!" Ledek Felly.

__ADS_1


"Hmm, tidak enak mandi lama-lama di tunggu para wanita cantik seperti kalian!" sahut Kenny. Felly mencubit pinggang Kenny gemas.


"Mister takut di tinggal Mami lagi ya?" goda Icha. Kenny tersenyum kecut.


"Hehe, Icha bisa saja, tapi memang bener sih, Mister takut kalian akan pergi lagi dari Mister!" sahut Kenny sambil mengelus rambut Icha.


"Ken, fitting baju pengantinnya bisa di tunda besok tidak? Aku mau mengajakmu ke rumah pak RT lamaku!" kata Felly tiba-tiba.


"Lho, ada apa Fell? Kok mendadak sekali?" tanya Kenny.


"Tadi Pak RT meneleponku Ken, katanya ada orang yang mau membeli rumahku tanpa penawaran, sore ini aku mau bertemu dengan si pembeli itu!" jelas Felly.


"Oh begitu, sebenarnya kau tak perlu menjual rumahmu itu Fell, itu aset mu, itu milikmu, hidup kalian aku yang akan menanggungnya, kau jangan khawatir, pendidikan Icha dan segala fasilitasnya juga menjadi tanggung jawabku," ucap Kenny.


"Trima kasih Ken, kau memang lelakiku yang sangat baik, tapi aku ingin menjual rumah itu karena aku ingin memiliki toko roti lagi, aku ingin kembali membangun usahaku Ken, dengan hasil keringatku sendiri, tolong kau hargai itu!" kata Felly.


"Baiklah sayang, aku akan mengantarmu ke rumah pak RT lamamu, aku tidak bisa mengganggu gugat apa yang sudah menjadi keputusanmu!" ujar Kenny.


Akhirnya mereka bersiap akan berangkat dengan menggunakan mobil.


"Icha di rumah dulu ya main sama Mbak Nur dan Kakek, Mami ada urusan sama Mister, kalau Icha ikut takut pulangnya kemaleman, nanti Icha kecapean!" kata Felly sambil membelai rambut Icha.


"Oke deh Mami! Tapi janji ya jangan pulang lama-lama!" Cetus Icha yang langsung lari kebelakang mendapati Mbak Nur.


Akhirnya Kenny dan Felly langsung berangkat menuju rumah lama Felly, setelah mereka sampai di depan rumah lama Felly, Pak RT nampak berbincang dengan seorang laki-laki.


Kenny dan Felly turun dari dalam mobilnya. Mereka langsung menghampiri Pak RT yang sedang mengobrol itu.


"Selamat Malam Pak RT!" Sapa Felly.


Pak RT dan lawan bicaranya itu langsung menoleh ke arah suara Felly, melihat siapa laki-laki yang ada di samping Pak RT, mata Felly dan Kenny terbelalak lebar.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2