
Malam itu Leo datang dan dia sudah berdiri di depan pintu rumah Kenny.
Kenny terkejut karena tidak biasanya Leo datang malam-malam begini kalau tidak penting.
Biasanya Leo akan menghabiskan waktu malamnya untuk bersenang-senang di klub.
"Leo? Ada apa kau kemari?" tanya Kenny.
"Sorry Ken, ada yang mau gue ngomongin ke lu," sahut Leo.
"Sebentar Le, kau duduk dulu di teras, nanti aku menyusulmu!" kata Kenny sambil kembali masuk kedalam rumahnya, sementara Leo duduk menunggu di teras rumah Kenny.
"Fell, kalian istirahatlah di kamar kalian, aku ijin mau ngobrol sebentar dengan Leo!" pamit Kenny pada Felly dan Icha.
"Kenapa kau harus ijin padaku Ken? Kalau mau ngobrol ya ngobrol saja!" sahut Felly.
"Kan kau ini calon istriku, jadi sekarang apa yang aku lakukan ya harus seijinmu sayang!" ujar Kenny sambil mengusap rambut Felly.
"Kenny, kau laki-laki yang baik, beruntung aku bisa mengenalmu," ucap Felly.
"Mister, nanti kalau sudah selesai, susul kita ke kamar ya? Aku mau becanda sama Mister!" cetus Icha.
"Icha, mana boleh Mister ke kamar kita? Kalau di ruangan lain boleh Icha bercanda!" sergah Felly.
"Memangnya kenapa Mami?" tanya Icha.
"Cha, Mister sama Mami kan belum menikah, nanti kalau Mister ada di satu kamar sama Mami, bakal ada setan lewat!" jelas Kenny. Icha mengedikan bahunya.
"Iiih, masa ada setan lewat sih Mister? Tinggal usir saja setannya, lagian aku tidak takut setan kok!" ujar Icha.
"Icha, sudahlah, lebih baik kita naik ke atas yuk, kita nonton kartun kesukaan Icha, biarkan Mister ngobrol dulu sama temannya!" kata Felly sambil menarik tangan Icha berlalu dari ruang tamu itu.
Kenny lalu kembali ke teras rumahnya dan langsung duduk di sebelah Leo yang sudah menunggunya.
"Sorry Le, lama ya?" tanya Kenny.
"Lu belum kawin sudah serasa punya keluarga saja Ken! Bahagia bener keliatannya!" sahut Leo.
"Yah begitulah Le, jodoh mah tidak akan lari kemana, pasti akan menemukan jalan untuk kembali!" ucap Kenny bijak.
"Ah, lu nyindir gue Ken! Mentang-mentang lu udah dapet hati sang janda itu, tapi gue ikut seneng atas kebahagiaan lu bro!" ucap Leo sambil menepuk bahu Kenny.
"Nah, kau sendiri mau ngobrolin tentang apa?" tanya Kenny.
__ADS_1
"Dini Ken!" jawab Leo.
"Kenapa Dini?" tanya Kenny.
"Dini sakit hati banget sama lu, waktu dia lihat lu lagi berciuman sama Felly, dia sampai nangis sesenggukan gitu Ken, Dini cinta banget sama lu Ken!" kata Leo.
"Hmm, lagian si Dini main masuk aja ke kamar orang, tidak pakai ketuk pintu dulu, aku kan memang lagi asyik sama Felly," sahut Kenny.
"Nah, sekarang Dini malah lebih menutup diri, gue telepon gak di angkat, kirim pesan juga tidak di balas!" sahut Leo yang nampak frustasi.
Kenny menatap dalam wajah Leo, tidak seperti biasanya sahabatnya itu perduli dengan urusan wanita, biasanya Leo akan bersenang-senang dengan banyak wanita di klub malam.
"Leo, jujur sama aku, apakah kau mencintai Dini?" tanya Kenny yang masih menatap ke arah Leo.
Leo diam tidak memberikan jawaban apapun, dia menarik nafas panjang.
"Gue cinta atau tidak itu tidak penting Ken, Dini juga mana pernah peduli perasaan gue? Gue ini buruk di matanya, playboy, tukang nongkrong, merokok, minum, ah, pokoknya buruk banget deh, mana punya gue keberanian untuk menyatakan perasaan cinta!" jawab Leo.
"Leo, aku mendukungmu! Teruskan perjuanganmu untuk mendapatkan Dini, kalau Dini tidak suka lu nongkrong di klub, kurangi kebiasaan lu buat nongkrong dan main dengan banyak wanita, sejak aku kenal Icha, aku juga sudah jarang nongkrong di klub!" ujar Kenny sambil menepuk-nepuk bahu Leo.
"Tapi Dini cintanya sama lu Ken!" Tukas Leo.
"Tapi tidak mungkin Dini sama aku, aku sudah milik Felly dan Icha sekarang, jangan putus asa bro! Teruslah berjuang untuk mendapatkan cinta Dini! Jangan lupa rubah sifat lu yang suka main wanita," kata Kenny menasihati.
"Kasih dia perhatian, selalu ada saat dia membutuhkan, itu sudah cukup, bulan depan aku akan menikah dengan Felly, aku harap hubunganmu dengan Dini sudah berkembang!" ucap Kenny.
"Tidak di sangka, lu cepat sekali menikah Ken, tinggal gue nih yang jomblo lapuk yang tak laku-laku!" timpal Leo.
"Hahaha, siapa bilang tak laku-laku? Bahkan cewek lu bertebaran di mana-mana!" sahut Kenny.
Tiba-tiba Icha muncul dari balik pintu depan.
"Mister, aku tidak mengantuk, aku mau main sama Mister!" cetus Icha.
"Sini Cha, Mister jpangku!" Icha langsung melompat di pangkuan Kenny.
"Kau ini kebapakan sekali Ken! Pantas saja si Icha nempel kayak perangko!" ujar Leo.
"Iya lah, Icha kan calon anakku!" jawab Kenny.
"Iya nih, Om Leo sirik aja!" Ketus Icha.
"Kalau begitu aku pamit Ken! Sudah malam!" ujar Leo sambil berdiri dari duduknya.
__ADS_1
"Kau mau langsung ke klub lagi?" tanya Kenny.
"Tidak! Aku mau tidur di apartemenku!" sahut Leo.
"Waduh, sejak kapan lu bertobat Le!" Seru Kenny.
"Sejak gue jatuh cinta!" jawab Leo sambil mulai melangkah dan naik ke motornya. Kenny berdiri sambil menggendong Icha.
"Hati-hati Le, aku doakan perjuangan lu berhasil!" Seru Kenny.
"Thanks Bro!" Leo mulai menyalakan mesin motornya.
"Jangan sungkan kalau mau cerita sama aku! Aku siap jadi pendengar mu!" Cetus Kenny.
"Siap! Titip salam buat Om Banu dan calon istri lu Ken!" Leo mulai melajukan motornya meninggalkan rumah Kenny.
Kenny memandangi kepergian Leo sampai motor Leo menghilang di balik tikungan.
"Mami mana Cha?" tanya Kenny sambil menutup gerbang rumahnya.
"Mami sudah bobo Mister, aku belum ngantuk, kita main yuk!" ajak Icha.
"Boleh, kita nyanyi duet saja ya Cha, Icha duduk dulu di sofa, Mister mau ambil gitar dulu ya ..." ucap Kenny sambil menurunkan Icha dari gendongannya.
"Asyyikk, akhirnya bisa duet juga sama Mister Kenny, nanti kita rekam yuk Mister, terus upload deh ke YouTube!" seru Icha antusias.
"Boleh, tunggu ya Cha!" Kenny segera ke kamarnya untuk mengambil gitar. Tak lama kemudian Kenny sudah kembali dengan membawa sebuah gitar di tangannya.
"Wiiih, Mister keren banget kalau pegang gitar! Pantesan Mami jatuh cinta sama Mister!" Seru Icha.
"Ah Icha, Mister tidak usah pegang gitar juga sudah keren Cha!" sahut Kenny sambil mencubit pipi Icha.
"Ya sudah, kita mulai sekarang Mister!" ajak Icha semangat.
"Icha mau nyanyi lagu apa?" tanya Kenny, tangannya sudah siap memainkan gitar.
"Lagu itu saja Mister, begadang jangan begadang ... Kalau tiada artinya ...!"
"Lho, Icha tau lagu itu dari mana? itu kan lagu lama?" tanya Kenny heran.
"Dari YouTube Mister, aku suka lagu ini, keren lho!" sahut Icha. Kenny menggaruk kepalanya.
bersambung ....
__ADS_1
*****