Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kekhawatiran Felly


__ADS_3

Wajah Felly pucat setelah menerima telepon dari Roy, ancamannya membuat dia merasa takut dan gentar.


Kemudian Kenny memeluk Felly dengan erat, kemudian di kecupnya kening Felly untuk menenangkannya.


"Jangan takut sayang, aku suamimu sekarang, aku akan melindungimu dan menjagamu dari siapapun yang akan menyakitimu!" bisik Kenny.


Kemudian mereka kembali bergabung di saung, melanjutkan aktifitas mereka.


"Tadi siapa yang meneleponmu Fel? Wajahmu nampak tegang sekali!" tanya Pak Banu.


"Tadi, dia itu ..." Felly menghentikan perkataannya.


"Dia itu teman lama Felly Ayah, dia marah-marah karena kemarin Felly lupa mengundangnya!" sambung Kenny cepat.


Felly menoleh ke arah Kenny, Kenny menggenggam tangan Felly sambil tersenyum.


"Oh, lain kali teman baik itu jangan di lupakan, apalagi saat hari bahagia kita!" ucap Bak Banu.


"Papi! Ayo dong kita main ke pantai!" ajak Icha yang terlihat sangat antusias.


"Ayo deh, mumpung masih pagi, nanti siang malah kepanasan!" sahut Kenny. Icha melonjak senang.


"Horeee!! Aku bisa bikin video sama Papi, aku mau upload ke YouTube ya Papi, supaya videoku viral!" ujar Icha.


"Hah? Viral? Apa maksudnya viral?" tanya Pak Banu terheran.


"Viral itu artinya terkenal Kek, kalau terkenal aku bisa dapat banyak uang!" sahut Icha.


Pak Banu tertawa saat mendengar celotehan Icha, dia dengan gemas mengusap-usap kepala Icha.


Kemudian setelah selesai sarapan, mereka semua mulai melakukan aktifitasnya masing-masing.


Mbok Sumi dan Mbak Nur membereskan saung lalu kembali ke dapur menyiapkan makan siang.


Pak Banu duduk santai di depan Villa sambil melihat panorama pantai yang indah.


Icha sudah bersiap dengan segala peralatannya ke pantai sambil menggandeng tangan Kenny.


"Ken, kau temani Icha di pantai ya, kepalaku agak pusing, aku mau istirahat sebentar di kamar!" kata Felly.


"Iya sayang, kau istirahatlah, biar Icha bermain bersamaku, aku mohon kau jangan pikirkan perkataan Roy, anggap saja dia tidak pernah ada!" ucap Kenny sambil mengelus pipi Felly.


"Iiih Papi nih, kalau ngobrol sama Mami selalu lama!" cetus Icha cemberut.


"Sabar Cha! Mami kan istrinya Papi, wajar dong kalau Papi perhatian sama Mami, tuh kepala Mami lagi pusing!" kata Kenny.


"Mami tuh pusing supaya Papi perhatiin dan sayang-sayangin terus! Aku kan juga butuh Papi!" sungut Icha.

__ADS_1


"Sudahlah Ken! Itu Icha sudah merengek, kalian pergilah, nanti aku akan menyusul kalian!" sahut Felly sambil pergi meninggalkan mereka dan berjalan menuju ke kamarnya.


Kemudian Kenny dan Icha segera berjalan menuju ke pantai yang berpasir putih, mereka terlihat sangat gembira, apalagi Icha, karena sudah lama gadis kecil itu ingin pergi ke pantai bersama Kenny.


"Papi sudah bawa kamera belum?" tanya Icha.


"Sudah dong, kameranya kan ada di ponsel!" jawab Kenny.


"Jangan lupa nanti di rekam ya Papi!"


"Siaap!!"


Icha mulai beraksi dia berdiri di tepi pantai, kakinya mulai basah terkena deburan ombak.


"Hallo guys, ketemu lagi dengan Icha, hari ini kami sedang berlibur ke Bali, Papi dan Mamiku akan berbulan madu lho!"


Icha mulai melakukan aksinya. Tiba-tiba Kenny mengalihkan ponselnya.


"Cut Cut Icha! Ulangi lagi! Suaranya kurang keras!!" seru Kenny yang berada beberapa meter di depan Icha sambil mengerahkan ponselnya.


"Halo guys! Ketemu lagi dengan aku, Icha, kami sedang liburan ke Bali guys, Papi dan Mami aku sedang bulan madu, sebentar lagi aku akan punya adik bayi, doakan ya guys, supaya proses pembuatan adik bayinya berjalan lancar!" Celoteh Icha dengan gayanya.


"Ya Cha, kok pake sebut-sebut adik bayi sih Cha! Kan Papi malu!" kilah Kenny.


"Katanya Papi dan Mami sedang membuat adik bayi, aku kan hanya memberi pengumuman!" tukas Icha.


"Proses pembuatan adik bayi itu bukan seperti bikin kue Cha! Pokoknya Icha jangan ngomong-ngomong lagi deh soal adik bayi pada siapapun, nanti bisa bahaya kalau orang salah tangkap!" ujar Kenny.


"Dari pada ngomong Cha, mending kita nyanyi aja, kalau nyanyi kan lebih seru!" kata Kenny mengalihkan perhatian.


"Nyanyi apa Papi?" tanya Icha.


"Nyanyi lagu kesukaannya Icha lah!" sahut Kenny.


"Oh, lagu begadang jangan begadang??" tanya Icha lagi.


"Lagu anak-anak saja Cha! Lagu begadang kan lagu orang dewasa!" ujar Kenny.


Icha menggaruk kepalanya, lalu berjalan mendekati Kenny.


"Lagu anak-anak aku tidak hafal Papi," ucap Icha.


"Masa sih? Di sekolah belajar lagu apa saja? Masa tidak tau lagu anak-anak?" tanya Kenny heran.


"Di sekolah belajar lagu wajib nasional, Garuda Pancasila, mengheningkan cipta, ibu kita Kartini!" jawab Icha. Kenny menepuk jidatnya sendiri.


"Ya sudah, nyanyi lagu Garuda Pancasila saja!" cetus Kenny.

__ADS_1


Icha mulai bergaya dan menyanyikan lagu Garuda Pancasila. Kenny merekam setiap kegiatan mereka saat itu.


Kenny dan Icha bermain hampir setengah harian, hingga Mbak Nur menyusul mereka.


"Icha! Sudah panas! Tadi di cari Mami lho, istirahat dulu, nanti sore kan bisa main lagi!" panggil Mbak Nur.


Kenny dan Icha langsung berjalan ke arah villa.


"Mbak Nur, Felly di mana?" tanya Kenny.


"Di kamarnya Mister!" jawab Mbak Nur.


"Aku titip Icha dulu ya Mbak!" kata Kenny.


"Iya Mister, Ayo Cha, ganti baju dulu, itu badannya Icha banyak pasirnya, nanti gatel lho!" ujar Mbak Nur yang langsung menggandeng tangan Icha menuju ke kamarnya.


Sementara Kenny bergegas masuk ke kamarnya, dia langsung membuka pintu, Felly nampak masih duduk menghadap balkon.


Perlahan Kenny mendekati Felly dan memeluk tubuh Felly dari belakang.


"Ah, Kenny, kau sudah selesai bermain dengan Icha?" tanya Felly sambil membalikan tubuhnya.


"Sudah, sekarang waktunya bermain denganmu sayang!" sahut Kenny sambil menciumi pundak Felly sehingga wanita itu meringis kegelian.


"Ini masih siang Ken! Kau jangan macam-macam!" sergah Felly.


"Entah mengapa, setiap kali aku ada di dekatmu, aku selalu ingin ... " Kenny menghentikan ucapannya.


Bibirnya terus menciumi Felly, hingga wanita itu meremang seketika.


"Kenny, kau nakal sekali! Jangan membuat aku terus kecapean melayanimu terus, sudahlah, kau istirahat saja sana!" Felly mendorong tubuh Kenny.


"Tidak, aku dari pantai, aku butuh mandi untuk membersihkan tubuhku!" ujar Kenny.


"Ya sudah, kalau kau mau mandi, cepatlah mandi!" kata Felly.


"Bolehkah kau mandikan aku sayang?" tanya Kenny dengan mata penuh harap.


"Tidak, kau mandilah sendiri, kau itu bukan bayi Ken!" sergah Kenny.


"Tapi aku ingin sekali di mandikan istriku, aku janji deh, tidak akan minta apapun darimu!" ucap Kenny.


Felly tidak bisa menolak keinginan suaminya yang kini sedang sangat di mabuk asmara itu, dia lalu membukakan seluruh pakaian Kenny dan mulai menuntunnya ke kamar mandi.


Namun tiba-tiba dari arah jendela kamar, meluncur sebuah batu dengan di lapisi oleh kertas dan jatuh tepat di lantai.


Kenny dan Felly terkejut, lalu Felly cepat-cepat mengambil batu itu dan membuka kertasnya, ternyata ada sebuah tulisan tangan dalam kertas itu, perlahan Felly membuka dan membaca isi pesan itu, matanya terbelalak setelah membaca isi pesan dalam surat kaleng itu.

__ADS_1


Bersambung ...


****


__ADS_2