
Sudah satu Minggu Kenny resign dari sekolahnya yang lama, kini dia mulai belajar mengelola sekolah SD Rajawali milik sang Ayah.
Pak Banu juga sudah keluar dari rumah sakit, namun kini dia harus duduk di kursi roda karena keadaanya yang masih lemah, dan sulit berjalan karena struk.
Pagi itu, Kenny dan Icha akan bersiap berangkat ke sekolah, mereka sudah rapi berpakaian.
"Sarapannya di habiskan dulu Cha!" seru Felly saat melihat Icha makan terburu-buru.
"Iya Mami, aku kan mau disiplin, supaya tidak terlambat ke sekolah, masa anak pemilik sekolah terlambat sih, kan malu!" ujar Icha.
"Cha, walaupun Icha anak Papi Kenny, tapi Icha tidak boleh sombong dan seenaknya, Icha harus jadi teladan di sekolah, supaya teman-teman Icha bangga sama Icha, dan Papi Kenny juga bangga!" tutur Felly.
"Iya Mami, aku juga tidak mau membuat Papi malu karena aku nakal!" cetus Icha.
"Nah, ini baru namanya anak Papi!" Kenny mengusap-usap kepala Icha.
Setelah selesai sarapan, mereka langsung bergegas naik ke mobil untuk berangkat ke sekolah.
"Aku berangkat dulu sayang!" pamit Kenny sambil mengelus perut Felly.
"Kau hati-hati Ken!" jawab Felly.
"Titip Ayah ya, minta tolong Mbok Sumi untuk selalu memantaunya, dan tolong di ingatkan untuk minum obat teratur!" ujar Kenny.
"Iya Ken, kau jangan khawatir, serahkan Ayahmu padaku!" sahut Felly.
"Trimakasih sayang, istriku yang cantik, juga cantik hatinya!" ucap Kenny sambil mengecup kening Felly.
Kemudian mobil Kenny langsung melaju meninggalkan rumah itu.
Kebetulan jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh, hanya berkisar 30 menit.
Sesampainya di sekolah, banyak guru, orang tua murid dan para murid yang menyambut Kenny dengan wajah ceria.
"Good Morning Mister Kenny!" sapa seorang guru.
"Morning!" balas Kenny sambil tersenyum.
"Mister Kenny! Memangnya sekarang Mister sudah jadi Papinya Icha ya?" kata seorang murid yang seumuran Icha.
Kenny menunduk mensejajari murid itu.
"Betul sayang, siapa namamu? Apa kau temannya Icha?" tanya Kenny sambil mengelus kepala anak itu.
"Namaku Putri Mister, ternyata Papinya Icha ganteng banget, terus yang punya sekolah ini lagi, asyik banget kalau jadi Icha!" seru Putri dengan antusias.
__ADS_1
"Hahaha, kau lucu sekali Nak, Icha, kau masuk kelas dengan Putri ya, bermainlah kalian bersama!" kata Kenny sambil melepaskan gandengan tangannya.
"Iya Papi!" sahut Icha yang langsung menarik tangan Putri masuk kedalam kelasnya.
"Selamat Pagi Mister Kenny!" ucap Bu Ira, wali kelas Icha saat jalan melewati Kenny.
Kenny tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Semua anggota sekolah nampak senang memiliki pimpinan yang masih baru dan masih begitu muda, harapan kembali muncul di sekolah yang sempat terabaikan itu.
Perlahan Kenny mulai masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
Kenny perlahan membuka pintu yang tidak rapat tertutup itu.
Pak Budi, kepala sekolah nampak sedang duduk di sofa ruangan itu menunggu Kenny.
"Selamat Pagi Pak Budi!" sapa Kenny ramah.
"Selamat pagi Mister Kenny, silahkan duduk!" kata Pak Budi sambil tersenyum tak kalah ramah.
"Bagaimana kondisi sekolah ini di tahun-tahun terakhir pak?" tanya Kenny.
"Sekolah ini tetap mempertahankan kualitas seperti yang lalu-lalu, semua guru di wajibkan ikut seminar, terutama seminar pendidikan, untuk kurikulumnya kami juga menyesuaikan dengan kurikulum terbaru!" jelas Pak Budi.
"Menurut data yang saya lihat, terjadi penurunan yang signifikan mengenai penerimaan siswa baru di dua tahun terakhir, menurut Pak Budi, apa yang menjadi penyebabnya?" tanya Kenny lagi.
"Begini Mister Kenny, di beberapa tempat sudah di bangun begitu banyak sekolah-sekolah baru, jadi mereka lebih mengutamakan fisik gedung dan fasilitas, sementara di sekolah ini, minim fasilitas, karena kondisi gedung juga sudah agak tua, persaingan pasar akhir-akhir ini begitu ketat Mister!" tutur Pak Budi.
"Kalau begitu, kita harus melakukan perubahan, kita harus membuat satu inovasi baru untuk sekolah ini!" ujar Kenny.
"Apa maksud Mister Kenny?" tanya Pak Budi.
"Kita ubah polanya, kita ganti sistemnya, Ayah saya sudah tua Pak, semua yang berkaitan dengan sekolah ini di delegasikan ke saya, jadi ijinkan saya membuat suatu inovasi dan terobosan yang baru untuk sekolah ini, demi kemajuan bersama!" ujar Kenny.
"Wah, benar Mister, sebenarnya saya sempat berpikir untuk membuat terobosan seperti itu, namun belum terealisasikan, saya harap Mister Kenny bisa merealisasikan semua perencanaan kita!" sahut Pak Budi antusias.
"Kalau begitu kita harus segera mengadakan rapat secepatnya, bersama dewan guru dan staff!" kata Kenny.
Pak Budi menganggukan kepalanya.
"Kapan Mister Kenny akan rapat dengan dewan guru dan semua staff?" tanya Pak Budi.
"Mungkin besok pagi saja, sekalian saya mengantar Icha, tolong Pak Budi memberitahu para dewan guru untuk rapat besok pagi!" pinta Kenny.
"Tapi Mister, kalau semua guru rapat di pagi hari, lalu siapa yang menghandle murid-murid belajar? Apa tidak sebaiknya murid di pulangkan cepat, setelah itu kita baru rapat?" usul Pak Budi.
__ADS_1
"Baiklah Pak Budi, aku setuju dengan usulan mu, tolong kau informasikan pada semua guru, besok kita akan rapat untuk membahas tentang progres sekolah kita ini!" ujar Kenny.
Setelah selesai berbincang dengan Pak Budi, Kenny berjalan-jalan keliling sekolah untuk meninjau kondisi dan situasi Sekolah.
Banyak guru-guru muda yang mencuri pandang ke arah Kenny. Seorang owner sekolah yang baru dan masih begitu muda.
Kenny mulai menyusuri koridor sekolah, hingga dia melihat ada sekelompok anak laki-laki yang berdiri di luar kelas, sementara pelajaran sedang berlangsung.
"Hei, mengapa kalian tidak mengikuti pelajaran di kelas?" tanya Kenny.
"Kami sedang di hukum Mister!" sahut salah seorang anak laki-laki.
"Dihukum? kenapa kalian bisa di hukum?" tanya Kenny.
"Karena kami tidak mengerjakan tugas!" sahut murid yang lainnya.
"Kenapa kalian tidak mengerjakan tugas?" tanya Kenny lagi.
Ketiga orang murid laki-laki itu pun saling berpandangan.
"Kenapa kalian malah bengong? Katakan saja apa alasan kalian tidak mengerjakan tugas?" tanya Kenny lagi, kini sambil merangkul ketiga anak itu.
"Kami bertiga ini mengamen di jalan, karena si Adi ibunya sedang sakit!" jawab salah seorang murid itu.
"Mana yang namanya Adi!" tanya Kenny.
"Saya Mister!" seorang murid yang bertubuh paling kurus mengangkat tangannya.
Kenny memegang bahu Adi dengan kedua tangannya.
"Ibumu sakit apa?" tanya Kenny.
"Ibu sakit struk Mister, sementara Bapak tidak pulang-pulang sudah satu Minggu!" jawab Adi lirih. Ada butiran bening di sudut matanya.
"Kau beruntung memiliki teman yang baik dan setia kawan, mereka menemanimu untuk mencari uang, aku salut pada kalian, siapa nama kalian?" Kenny menatap kedua murid temannya Adi itu.
"Saya Edo, kalau dia Jojo!" jawab Edo sambil menunjuk Jojo.
"Sekarang kalian masuk kedalam kelas, ikut belajar dengan teman yang lain!" titah Kenny.
"Tapi, kami kan sedang di hukum!" sergah Adi.
"Jangan takut, guru kalian tidak akan marah!" ujar Kenny sambil merangkul ketiga anak itu masuk kedalam kelas mereka.
****
__ADS_1