
Seorang laki-laki muda berusia sekitar 27 tahun dengan postur tubuh yang tinggi dan gagah, dengan wajah yang cukup tampan dan berwibawa, telah berdiri di hadapan Kenny.
Laki-laki itu menatap heran ke arah Kenny dengan menyipitkan matanya.
"Felly, siapa dia? Sejak kapan kau berteman dengan pria selain kakakku?" Tanya Pria yang bernama Roy itu.
"Roy, aku mohon kau pergi dari rumahku, dan jangan menggangguku dan Icha lagi!" Sengit Felly.
"Mengganggu? Apakah mengunjungi keponakan itu mengganggu namanya??Aku hanya menginginkanmu, bukan yang lain...!" Ucap Roy dengan senyum menyeringai dari bibirnya.
Tiba-tiba Kenny maju dan mencekal kerah baju Roy, matanya merah menahan gejolak emosi di jiwanya.
"Tolong bersikaplah yang sopan dengan wanita!" Seru Kenny.
Roy menepis kasar tangan Kenny, di tatapnya dengan tajam wajah pria yang ada di hadapannya itu.
"Siapa kau? Apakah kau pacarnya Felly? Cam Kan satu hal, aku sudah lama mengincar mantan kakak ipar ku ini, tetapi dia selalu menolak ku, dan aku tidak akan berhenti sebelum mendapatkannya!" Ucap Roy.
"Roy! Pergi kau dari rumahku! Atau aku panggilkan security untuk mengusirmu ... Pergi!!" Jerit Felly.
Tiba-tiba Icha keluar dari kamarnya saat mendengar teriakan Felly.
"Mami!"
Icha langsung menghambur memeluk Felly, kemudian melotot ke arah Roy.
"Om Roy pergi dari rumahku, jangan ganggu Mami! Aku tidak suka Om Roy terus mengganggu Mami! Mami dan aku sudah punya Mister Kenny! Om Roy pergi saja!" Jerit Icha.
Kenny langsung memeluk Icha untuk menenangkannya.
"Oke anak manis, kau tidak perlu mengusirku begitu, aku akan pergi...tapi pergi untuk kembali!" Ucap Roy sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumah Felly.
Felly nampak menangis, Kenny langsung memeluk Felly dalam dekapannya.
Felly menangis sesenggukan di dada Kenny. Kenny membelai rambut Felly dengan lembut.
"Tenang ... ada aku di sini, kau jangan takut!" Ucap Kenny. Dia memeluk Felly dan Icha bergantian.
"Mister, Om Roy itu jahat, dia selalu buat Mami menangis, aku tidak suka dia, dia jahat!" Seru Icha.
Mbak Nur datang membawa beberapa gelas minuman.
"Minum dulu Bu, supaya lebih tenang ... " Kata Mbak Nur sambil menyodorkan segelas air putih ke arah Felly, Kenny mengambil gelas itu dan membantu Felly untuk meneguknya.
__ADS_1
"Icha ikut sama Mbak Nur yuk ke kamar ... " Mbak Nur menuntun tangan Icha kembali menuju ke kamarnya.
Sementara Felly masih duduk di sofa sambil menangis, Kenny mengusap bahu Felly memberikan ketenangan.
"Felly, jangan menangis, hatiku perih saat melihat kau menangis ..." Ujar Kenny.
"Maafkan aku Ken, kamu jadi terlibat dalam urusan pribadiku ... " Isak Felly.
"Sebenarnya, siapa laki-laki tadi?" Tanya Kenny sambil mengusap wajah Felly yang basah.
"Roy itu adalah adik dari suamiku Diego, keluarga suamiku menyalahkan aku atas meninggalnya suamiku, termasuk Roy!"
"Berkali-kali Roy datang hanya untuk memintaku menikahinya. Tapi aku tidak mau, karena aku tau dia sangat dendam padaku, aku takut Ken, dia selalu datang tiba-tiba ... Aku takut!" Ujar Felly sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Kenny kembali merengkuh Felly dalam dekapannya.
"Jangan takut sayang, aku akan melindungimu ... Aku akan menjagamu, juga Icha ... Aku berjanji Felly, aku janji .. " Ucap Kenny. Felly Menganggukan kepalanya di dalam dada Kenny.
"Aku percaya Ken ... trima kasih!" Lirih Felly.
"Sekarang sebaiknya kamu istirahat, tenangkan pikiranmu, aku akan menjagamu ... " Ucap Kenny.
Felly menarik wajahnya dalam dekapan Kenny, lalu dia menatap lembut wajah Kenny.
"Sekarang kau berbaring saja di sini, di sofa ini, tidurlah dalam pangkuanku ... nanti setelah kau tertidur, aku akan menggendongmu ke kamarmu, setelah itu aku pulang ... Tidurlah ... "
Felly merebahkan tubuhnya di sofa panjang itu, dia tidur dalam pangkuan Kenny, kemudian Kenny membelai lembut rambut Felly, dan tak lama kemudian Felly sudah mulai tertidur dalam pangkuan Kenny.
Mbak Nur muncul dari kamar Icha, dia berjalan mendekati Kenny yang masih memangku Felly.
"Icha sudah tidur Mister, Ibu juga sudah tidur ya?" Tanya Mbak Nur.
"Iya Mbak, aku mau mengangkatnya ke kamarnya dulu, setelah itu aku pamit pulang, Ayahku menungguku ... !" Sahut Kenny.
"Oh, baiklah Mister, Mari ... " Mbak Nur berjalan mendahului Kenny yang mulai mengangkat Felly.
Setelah mereka sampai di kamar Felly, Kenny segera membaringkan Felly di tempat tidurnya. Kemudian mengecup keningnya sekilas.
"Selamat malam sayang ... " Ucap Kenny. Setelah itu dia meninggalkan kamar Felly. Lalu kembali ke depan teras, bersiap akan pulang.
"Hati-hati ya Mister ... " Ucap Mbak Nur saat mengantar Kenny sampai depan gerbang.
"Iya Mbak, titip Felly dan Icha, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku ya Mbak ... " Kata Kenny. Mbak Nur menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Kemudian Kenny langsung melajukan motornya meninggalkan rumah Icha.
Kenny terus melajukan motornya membelah kesunyian malam itu, hingga tidak sampai 30 menit dia sudah sampai di rumahnya.
Kenny memarkirkan motornya di garasi, lampu kamar Ayahnya sudah padam, menandakan beliau sudah tidur.
Kenny membuka pintu rumahnya dengan kunci duplikat, menyalakan lampu depan untuk penerangannya.
Tiba-tiba suster Lela sudah berdiri di hadapannya. Kenny sedikit terkejut.
"Selamat malam Mas Kenny ... !" Sapa Lela. Di tangannya dia sudah membawa secangkir minuman hangat.
"Malam, kau belum tidur suster?" Tanya Kenny sambil menaruh jaket dan helm nya di rak.
"Ini minumlah Mas, teh susu hangat, di luar dingin, minumlah untuk menghangatkan tubuhmu ... " Kata Lela sambil menyodorkan minuman itu ke arah Kenny.
Kenny menerimanya dan kemudian langsung meminumnya.
"Trima kasih!" Ucap Kenny.
Lalu Kenny segera meninggalkan tempat itu menuju ke kamarnya. Dia langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya.
Tiba-tiba Kenny merasa sangat pusing, tubuhnya terasa panas seperti ada yang bergejolak. Kemudian Kenny mulai membuka bajunya karena kepanasan.
Tok ... tok... tok...
Suara pintu kamar Kenny di ketuk dari luar. Kenny bangkit dan langsung membuka pintu kamarnya.
Suster Lela sudah berdiri di depan pintu kamar Kenny sambil tersenyum.
"Mas Kenny kenapa?" Tanya Lela.
Kenny tidak dapat melihat dengan jelas wajah Lela, matanya seperti bayang-bayang karena kepalanya pusing seperti berputar-putar.
Lela mendorong tubuh Kenny perlahan menuju ke tempat tidurnya, sehingga Kenny jatuh terlentang dengan bertelanjang dada.
Lela perlahan mendekati tubuh Kenny yang terlihat masih tidak sadar.
Tangan Lela mengusap lembut dada Kenny yang bidang dan di tumbuhi bulu-bulu halus, membuat Kenny semakin panas dan menggeliat.
"Mas Kenny, sudah lama aku menunggu saat ini ... kau begitu mempesona malam ini ... " Ucap Lela sambil terus menggerayangi tubuh Kenny.
Bersambung ...
__ADS_1
****