Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Terjun Ke Bawah


__ADS_3

Rapat telah selesai, semua murid dan sebagian guru sudah pulang. Suasana sekolah mulai sepi.


Kenny berjalan menyusuri koridor sekolah yang panjang, dia menuju ruang tata usaha untuk menanyakan sesuatu.


Petugas tata usaha masih nampak bekerja di ruangan itu. Melihat kedatangan Kenny mereka langsung menunduk hormat.


"Selamat siang Mister Kenny!" sapa mereka hampir bersamaan. Kenny tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Selamat siang, aku cuma mau bertanya tentang murid kelas enam yang bernama Adi, dan Kedua temannya yang bernama Edo dan Jojo, apakah ada yang tau alamat Adi?" tanya Kenny.


"Saya tau Mister!" sahut Bu Ana, petugas Tata usaha bagian pembayaran.


"Berikan alamatnya padaku!" pinta Kenny.


"Sebentar Mister!" kata Bu Ana sambil mengambil berkas di rak buku.


Tak lama kemudian Bu Ana langsung menyodorkan secarik kertas yang sudah di tandai itu pada Kenny.


"Sudah beberapa bulan ini dia menunggak bayaran Mister!" tambah Bu Ana.


"Oya, untuk setiap murid yang terlambat bayaran, jangan langsung kasih tagihan, laporkan padaku dulu!" ujar Kenny.


"Baik Mister!" jawab Bu Ana.


"Trima kasih!" ucap Kenny sambil berlalu dari tempat itu.


Kenny mengamati secarik kertas yang ada di tangannya.


Menurut alamat yang tertera, lokasinya tidak terlalu jauh dari sekolah, Kenny memutuskan mengajak Pak Budi untuk blusukan, mengunjungi rumah Adi.


Sekitar 15 menit jarak dari sekolah hingga sampai ke rumah Adi. Rumah itu nampak sangat sederhana, hanya sebuah kontrakan petakan kecil.


Adi nampak sangat terkejut ketika dia keluar rumahnya hendak mengamen, Kenny dan Pak Budi sudah ada di depan rumahnya.


Kenny tersenyum menatap Adi, ada perasaan belas kasihan dari dalam hati Kenny.


"Kau mau kemana Adi?" tanya Kenny.


"Ma ... Mau ngamen Mr, sudah di tunggu Edo dan Jojo di pangkalan!" jawab Adi gugup.


"Hmm, jadi setiap pulang sekolah kau mengamen?" tanya Kenny lagi.


"Iya Mister, saya bantu ibu cari uang, kasihan ibu dan adik-adik saya!" sahut Adi menunduk.


"Adi, kau pergilah mengamen, temui Edo dan Jojo, tapi jangan jauh-jauh ya, Mister mau ngobrol sama ibumu bisa?" tanya Kenny lagi.

__ADS_1


"Bisa Mister, trimakasih! Jadi Mister mengijinkan saya mengamen?" ucap Adi dengan mata berbinar. Kenny menganggukan kepalanya.


"Ini hari terakhir kamu untuk mengamen, pergilah!" sahut Kenny.


Adi langsung berlari kecil meninggalkan Pak Budi dan Kenny yang masih berdiri di depan rumahnya.


"Beginilah kondisi murid-murid kita Pak, tak terbayang kan?" tanya Kenny. Pak Budi Menganggukan kepalanya.


Kemudian mereka masuk ke dalam rumah Adi, ibu Adi nampak duduk sambil mengerjakan souvernir.


"Selamat siang Bu, maaf mengganggu kami dari sekolah Adi, kedatangan kami adalah untuk ..."


"Maafkan Adi Pak, kalau Adi tidak mengerjakan pr lagi, kalau Adi menunggak bayaran sekolah, uang kami belum cukup Pak!" potong Ibu Adi sambil membungkukan badannya.


"Tidak Bu, maksud kedatangan kami bukan untuk itu, kami berniat mau mengunjungi Adi!" kilah Kenny.


"Benar Bu, ibu jangan merasa sungkan!" tambah Pak Budi.


"Jadi, maksud dan tujuan bapak-bapak datang itu apa?" tanya Ibu Adi.


"Begini Bu, setelah kami menimbang, dan melihat langsung kondisi Adi, sekolah bermaksud akan memberikan Adi beasiswa sampai lulus, jadi Adi tidak perlu lagi untuk membayar SPP!" jelas Kenny.


Ibu Adi spontan langsung bersujud di depan Kenny dan Pak Budi sambil menangis.


"Trima kasih Pak, trimakasih! Akhirnya saya bisa bernafas lega, selama ini saya mengumpulkan uang, kalau Adi tidak membantu saya, untuk makan saja kami kurang, Bapaknya Adi sudah pergi dan belum ada kabar sampai sekarang!" ucap Ibu Adi.


Kenny merogoh dompet di saku celananya, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang.


"Ini untuk beli makanan anak-anak, tapi saya minta, mulai besok larang Adi untuk mengamen lagi, dia harus belajar, harus ujian, dia sudah kelas enam?" ucap Kenny.


"Iya Pak, saya tidak akan membiarkan Adi mengamen lagi!" kata Ibu Adi.


"Baiklah, kalau begitu kami pamit ya Bu, nanti setiap bulan, akan ada santunan untuk keluarga ibu!" tambah Kenny. Ibu Adi mulai menangis terharu.


Akhirnya Kenny dan Pak Budi pamit dan keluar dari rumah itu, mereka kembali berjalan kaki ke arah sekolah.


"Ternyata Mister Kenny sangat luar biasa, kau sangat dewasa melebihi usiamu Mister!" puji Pak Budi.


"Pak Budi bisa saja, aku ini sedang belajar Pak, selama ini aku hanya taunya bekerja dan mengajar, belum pernah menjadi seorang pemimpin seperti sekarang ini, ternyata Ayah memang liar biasa, bertahun-tahun dia bisa mempertahankan sekolah ini!" ucap Kenny.


"Yah, kau benar Mister, Pak Banu memang luar biasa, kadang dia suka memberikan santunan secara diam-diam tanpa ada orang yang tau, rupanya buah jatuh tak jauh dari pohonnya!" tambah Pak Budi.


Setelah mereka tiba di sekolah, Kenny langsung menuju ke mobilnya, dia akan kembali pulang kerumahnya, karena hari sudah menjelang sore.


Drrrt ... Drrrt ... Drrrt ...

__ADS_1


Suara ponsel Kenny yang bergetar, buru-buru Kenny mengusap layar ponselnya. Istrinya yang meneleponnya.


"Halo!"


"Halo Ken, kau di mana? Bisakah kau membelikan aku asinan? Aku sangat ingin itu!" rengek Felly.


"Iya sayang, aku harus cari dulu di mana yang jual asinan, sabar ya!" jawab Kenny.


"Tapi tiba-tiba aku pengen makan asinan itu, tolong Carikan ya Ken!" Rajuk Felly.


"Iya, iya, kau sabar saja, aku akan segera mencari nya!"


"Aku tunggu ya Ken ... muach!!" kata Felly. Kenny tersenyum.


"Iya sayang, I love you ..." ucap Kenny sebelum menutup layar ponselnya.


Kenny mulai berkeliling mencari tukang asinan.


Saat dia berkeliling di jalan yang lumayan padat itu, matanya menangkap tiga sosok bocah yang sedang mengamen. Kenny langsung mengenali mereka.


Setelah mereka semakin dekat, Kenny melambaikan tangannya ke arah mereka, mereka nampak terkejut, namun karena Kenny sudah memanggil mereka, mereka pun berjalan mendekati Kenny.


"Eh, Mister!" Seru Jojo.


"Maaf Mister, kita terciduk lagi deh!" sambung Edo.


"Kalian sudah pada makan belum?" tanya Kenny.


Mereka bertiga spontan menggelengkan kepalanya.


"Ayo naik ke mobil Mister, kita cari tempat makanan yang enak ya!" ajak Kenny.


Mereka bertiga langsung masuk kedalam mobil Kenny.


"Trima kasih ya Mister!" ucap Adi.


"Ya, sama-sama, mulai besok kalian jangan mengamen lagi ya, kalian harus fokus belajar untuk kelulusan kalian!" titah Kenny.


"Iya Mister!" sahut mereka bersamaan.


"Nah, itu baru namanya anak pintar!" puji Kenny.


Mereka pun melipir ke sebuah rumah makan Padang, setelah Kenny memarkirkan mobilnya, Kenny membawa mereka masuk dan memesan makanan sesuai dengan pilihan mereka.


"Trima kasih Mister!" ucap mereka saat makanan telah siap terhidang di meja.

__ADS_1


****


__ADS_2