
Sejak pulang dari dokter kandungan, wajah Felly berubah murung, dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengurung diri, bahkan tidak ikut makan malam bersama seperti biasanya.
"Ini saya antar sekarang makanannya Mister?" tanya Mbak Nur.
"Jangan Mbak, taruh dulu makanannya di situ, nanti biar aku sendiri yang mengantarkan ke atas!" sergah Kenny.
Mbak Nur lalu meletakan nampan berisi makanan untuk Felly di meja makan.
"Ada apa dengan istrimu Ken?" tanya Pak Banu.
"Perut Felly sakit Ayah, tadi saat ke dokter kandungan, katanya ada kista di dalam perutnya, bulan depan mungkin Felly akan operasi kistanya, itu yang membuatnya sedih!" jelas Kenny.
Tiba-tiba wajah Pak Banu juga berubah mendung. Dia menarik napas panjang.
"Ayah jadi teringat ibumu Ken, dulu saat hamil dirimu, ibumu juga mengalami hal yang sama, bahkan setelah melahirkan mu, terjadi pendarahan hebat yang menyebabkan dia harus pergi ..." ucap Pak Banu.
"Tidak! Itu tidak boleh terjadi pada Felly, Ayah jangan katakan itu lagi, dulu aku sudah kehilangan ibu, aku tak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya!" seru Kenny dengan wajah cemas.
"Maafkan Ayah Ken, Ayah tidak bermaksud membuatmu cemas, abaikan saja perkataan Ayahmu ini, sudah, lebih baik kau cepat berikan makanan istrimu ke atas!" kata Pak Banu.
Dengan cepat Kenny mengambil nampan berisi makanan untuk Felly yang sudah di siapkan itu, lalu dia bergegas naik ke atas menuju ke kamarnya.
Kenny langsung membuka pintu kamarnya, Felly nampak berdiri di depan balkon kamarnya menghadap ke luar.
Kenny meletakan nampan di atas meja, lalu dia mendekati Felly dan memeluknya dari belakang, sambil mengelus lembut perutnya.
"Kau tidak kedinginan sayang, ini sudah malam lho!" bisik Kenny di dekat telinga Felly.
"Ken, aku takut, aku takut akan kehilangan bayi kita!" ucap Felly.
"Tidak akan sayang, bayi kita terlalu kuat, dia tidak akan kenapa-napa, karena ada Maminya yang tangguh, dan Papinya yang selalu ada di dekatnya!" sahut Kenny.
"Ken, berjanjilah satu hal ...."
"Ya ... janji apa?" tanya Kenny.
"Jangan pernah meninggalkanku dan Icha!" jawab Felly.
"Tidak akan pernah, jangan katakan itu lagi, bukankah kau tau aku sangat mencintaimu??" tanya Kenny.
"Ken ..."
Felly membalikan tubuhnya, dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenny, membenamkan seluruh wajahnya.
__ADS_1
Felly menangis dalam pelukan Kenny.
"Aku takut Ken, belum pernah setakut ini sebelumnya!" ucap Felly sambil menangis.
"Akan selalu ada aku untukmu, kau jangan khawatir, aku mencintaimu lebih dari yang kau tau ... percayalah padaku!" bisik Kenny sambil mencium kening Felly.
Kemudian Kenny menuntun Felly masuk kedalam kamarnya, kemudian membantu Felly duduk dan menyuapi makanan ke mulutnya.
"Ken, aku bukan bayi, aku bisa makan sendiri!" sergah Felly.
"Siapa bilang kau bayi? Aku hanya ingin memanjakan mu!" sahut Kenny sambil terus menyuapi Felly.
"Kenyang Ken!" ujar Felly.
"Sedikit lagi, tanggung!" Kenny perlahan terus menyuapi makanan itu ke mulut Felly hingga suapan terakhir.
"Istri pintar," gumam Kenny sambil mengelus rambut Felly.
Setelah menaruh piring kosong di meja, Kenny langsung kembali mendekati Felly, membersihkan mulit Felly dan membantunya minum obat.
"Sekarang kau istirahatlah sayang, tenangkan hatimu, jangan banyak pikiran, aku akan menjagamu disini!" ucap Kenny sambil menyelimuti tubuh Felly, mengelus perutnya sebentar, kemudian mengecup keningnya,
Setelah itu, Kenny bergegas menuju meja kerja yang ada di sudut kamarnya dan mulai menyalakan laptopnya. Kenny mulai membuat dan memeriksa laporan dan kinerja semua dewan guru dan staff di sekolah, karena Kenny langsung terjun mengawasi.
"Ken ..." panggil Felly.
"Pengen peluk Kenny ..." gumam Felly manja.
"Kau belum mengantuk? Tidurlah duluan, aku masih ada kerjaan yang harus di selesaikan!" sahut Kenny dengan mata yang masih menatap lurus ke layar laptopnya.
"Tapi lagi pengen di peluk Kenny, baru aku bisa tidur !" rajuk Felly.
Kenny segera beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekati Felly yang berbaring di tempat tidur.
"Kalau aku di tempat tidur bersamamu, bawaannya aku akan tidur sampai pagi, apalagi sambil memelukmu," ucap Kenny sambil mulai mengambil posisi di samping Felly.
"Temani aku sampai aku tidur, baru kau boleh lanjutkan lagi pekerjaanmu!" tukas Felly.
"Ya ya, baiklah sayang, asal kau bahagia, apa sih yang tidak ku berikan padamu?" Kenny mulei memeluk Felly dengan erat, sesekali mengelus perut Felly dengan lembut, setelah itu mulai menciumi rambut Felly yang terurai.
"Ken ..."
"Ya sayang,"
__ADS_1
"Trimakasih sudah mencintaiku, kenny ku yang begitu muda dan tampan, aku sangat mencintaimu dan ingin bersama denganmu sampai maut memisahkan," ucap Felly.
"Jangan katakan itu sayang, kita akan bersama selamanya, kau tidur saaj, aku akan menjagamu," bisik Kenny.
"Bulan depan temani aku ya saat aku di operasi ..." kata Felly.
"Iya sayang, pasti, tanpa kau memintanya aku pasti akan mendampingimu!" ucap Kenny.
"Kalau anak kita nanti laki-laki, pasti akan setampan Papinya," gumam Felly. Tangannya mulai membelai wajah Kenny yang sangat rupawan itu.
"Kalau perempuan juga akan secantik Maminya," balas Kenny.
"Ken ..." lirih Felly.
"Ya ..."
"Boleh aku menciummu?" tanya Felly.
Kenny tertegun melihat Felly yang begitu agresif malam ini. Biasanya Kenny yang selalu memulai, kini Felly nampak berbeda.
"Tentu saja boleh," jawab Kenny.
Felly menangkap wajah Kenny di hadapannya, menatapnya dengan penuh cinta.
Perlahan Felly mendekatkan wajahnya dan mencium kedua mata Kenny.
"Mata ini yang telah menyihir hatiku hingga aku tak pernah bisa memalingkan wajahku darimu," ucap Felly setelah mencium mata Kenny.
Kemudian Felly mulai mencium pipi Kenny.
"Ciuman yang selalu membuat cintaku terus bertambah setiap hari,"
Terakhir Felly mencium bibir Kenny dengan begitu lembut dan hangat.
"Bibir yang selalu manis, bukan hanya manis di wajahnya namun manis juga tutur katanya, kenny ku, aku sangat mencintaimu," bisik Felly.
Kemudian Felly kembali merebahkan tubuhnya, dan tak lama kemudian sudah tertidur di samping Kenny.
Kenny menyeka matanya yang basah, tangis yang sedari tadi dia sembunyikan akhirnya keluar juga.
Sebenarnya Kenny juga sedih melihat keadaan Felly, yang mungkin shock karena harus menjalani operasi pengangkatan kista di saat dirinya tengah hamil anak Kenny.
Perlahan Kenny mengusap lembut perut Felly dan menciumnya.
__ADS_1
"Nak, tetap sehat ya sayang, anak kesayangan Papi yang nanti akan lahir, tetap jaga Mami supaya Mami kuat sampai tiba saatnya kau hadir di tengah-tengah kami," bisik Kenny sambil terus menciumi perut Felly.
****