Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kenny Akhirnya ...


__ADS_3

Sore itu Keluarga Pak Banu sedang menonton suatu acara televisi di ruang keluarga, mereka terlihat asyik dan seru, sampai kemudian Felly muncul dengan membawa cemilan pisang goreng.


"Waah, Mami buat pisang goreng! Ayo kek cobain, pisang goreng Mami enak lho!" kata Icha antusias.


Pak Banu langsung mencomot pisang goreng yang ada di atas piring dan langsung memakannya.


"Iya Cha, enak banget, nih kalau tiap hari begini kakek bisa gemuk Cha!" ujar Pak Banu.


"Mana sini coba, Papi juga mau dong pisang goreng buatan Mami Felly!" Kenny juga ikut mencomot pisang goreng yang masih panas itu.


Sementara Felly langsung bergabung duduk di samping Kenny.


"Coba dari dulu Ayah merestui kalian, pasti rumah ini dari dulu sudah ramai, ternyata memang harta yang paling berharga itu adalah keluarga!" ujar Pak Banu tiba-tiba.


"Sudahlah Ayah, yang penting sekarang kan Ayah sudah merestui kami, itu sudah cukup membuat kami sangat bahagia!" sahut Kenny.


"Papi! Nanti malam aku mau bobo di kamarku saja deh, supaya Papi dan Mami bisa cepat membuat adik bayi!" seru Icha tiba-tiba.


Wajah Felly memerah menahan malu. Sementara Pak Banu tersenyum sambil mengerutkan keningnya. Kenny menggaruk kepalanya yang di rasa tak gatal itu.


"Hmm, Icha tau dari mana kalau Papi dan Mami mau membuat adik?" tanya Pak Banu.


"Papi yang bilang Kek! Karena dari kemarin malam aku selalu tidur bersama dengan Papi dan Mami, tapi nanti malam tidak!" sahut Icha.


Pak Banu menoleh ke arah Kenny sambil menarik sebelah alisnya.


"Jadi kau masih perjaka Ken sampai sekarang?" tanya pak Banu menggoda.


"Iya Ayah, sebentar lagi juga tidak!" sahut Kenny malu.


"Maaf, aku mau bantu Mbak Nur dulu di belakang, ayo Cha!" Felly tiba-tiba beranjak pergi dari tempatnya sambil menarik Icha, merasa malu mendengar obrolan mereka.


"Hmm, ternyata anak ayah ini begitu polos dan lugu, dalam hal ini, sepertinya kau perlu belajar privat sama si Leo!" cetus Pak Banu.


"Tidak usah Ayah, aku sdh hampir berhasil, namun Icha ... menggagalkannya, makanya aku bilang akan membuatkan adik bayi untuknya!" jawab Kenny.


"Untung idemu bagus Ken, tapi kau harus penuhi janjimu pada Icha, membuatkan adik bayi untuknya!" kata Pak Banu.


"Ayah tenang saja, aku juga ingin punya anak, supaya cucu Ayah bertambah!" ujar Kenny.

__ADS_1


Pak Banu tertawa sambil menepuk bahu Kenny.


"Ken, kau pergilah bulan madu dengan istrimu, biar Ayah yang menjaga dan mengajak Icha bermain!" kata Pak Banu.


"Tapi aku janji pada Icha mau mengajaknya ke pantai Ayah, tidak apa bulan madu sambil liburan keluarga, toh aku juga tidur satu kamar dengan Felly, saat itu Ayah ajaklah Icha bermain, supaya aku bisa berduaan terus dengan Felly.


"Hmm, terserah kau atur saja Ken, yang penting kau cepat berikan cucu buat Ayah!" ujar Pak Banu sambil beranjak pergi.


****


Malam itu tidak seperti biasanya, Pak Banu sudah terlihat masuk ke dalam kamarnya, Icha juga nampak sudah tertidur, Kenny mengintip ke kamar Icha, gadis kecil itu sedang tidur sambil memeluk boneka kesayangannya.


Sementara Mbok Sumi yang kini menjadi satu kamar dengan Mbak Nur, juga nampak telah tertidur.


Kenny mematikan TV dan lampu sebagian, lalu mulai masuk ke dalam kamarnya.


Felly nampak duduk di tepi tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


"Sudah pada tidur Ken?" tanya Felly.


"Sudah sayang, aku sudah pastikan Icha tidur di kamarnya," sahut Kenny sambil menutup dan mengunci pintu kamarnya.


"Bagus lah sayang, mereka semuanya pengertian, memberikan kita kesempatan untuk membuatkan adik bayi untuk Icha!" bisik Kenny sambil mulai memeluk pinggang Felly.


"Ken, trimakasih sudah mencintaiku ..." ucap Felly.


"Ya, aku mencintaimu, dengan segala kelebihan dan kekuranganmu," bisik Kenny sambil mencium pipi Felly, kemudian turun ke lehernya.


"Kau tau aku sudah tidak perawan lagi Ken, sementara di luar sana, begitu banyak perawan yang mengejar mu!" ujar Felly sambil membelai rambut Kenny yang kini ada di dadanya sedang bersandar dengan nyaman.


"Jangan katakan itu lagi, ku mohon ... malam ini sekarang milik kita sayang!" ucap Kenny yang mulai membuka kancing baju Felly satu persatu.


Kenny memandang takjub saat melihat di depannya sudah tidak ada lagi penghalang apapun, dia langsung membenamkan kepalanya di dada Felly, ada rasa nyaman dan hangat di sana.


Felly terus membelai rambut Kenny yang kini berada di dadanya.


"Aku sayang kamu Ken, rasanya tidak ingin melakukan apapun selain berada di dekatmu!" ucap Felly.


Kenny memejamkan matanya sambil menikmati belaian dari Felly, tubuhnya sudah tidak dapat di kondisikan lagi, dia langsung bangkit dan melepas semua pakaiannya hingga tak tersisa.

__ADS_1


"Ah Kenny, kau selalu terburu-buru!" ucap Felly sambil mengecup bibir Kenny. Kenny langsung membalasnya dengan semangat.


"Sudah tegang sayang!" bisik Kenny sambil terus menciumi bibir Felly dengan penuh gairah.


"Aku tak terbayang kalau malam ini kita gagal lagi!" ujar Felly sambil memeluk tubuh Kenny yang mulai berkeringat.


"Tidak akan gagal! Kalau gagal lagi aku akan sangat frustasi!" sahut Kenny dengan nafas yang mulai tersengal-sengal menahan gejolak rasa.


"Lakukanlah Ken, aku siap! Keluarkan seluruh keperjakaanmu, trimakasih kau telah memberikannya untukku!" ucap Felly sambil menarik wajah Kenny dan kembali menciumi bibirnya yang kini terlihat sangat merah alami.


Kenny mulai menyatukan tubuhnya dengan tubuh istrinya, Felly menggigit bibirnya menahan nyeri karena Kenny yang tidak terbiasa.


"Kamu sakit Fell?" tanya Kenny saat melihat ekspresi wajah Felly saat sebagian tubuhnya sudah mulai masuk ke dalam tubuh Felly.


"Tidak, terus tuntaskan keinginanmu sayang, aku sangat mencintaimu!" lirih Felly sambil kembali menciumi bibir Kenny.


Akhirnya malam itu, Kenny telah mengeluarkan seluruh keperjakaannya, benih-benih cinta sudah tertanam dalam tubuh Felly, dia mengerang panjang lalu terkulai di samping Felly.


Senyum kebahagiaan merekah di bibir pria yang kini telah menjadi seorang suami itu.


Kenny terlentang di ranjangnya, Felly langsung bangkit, mengusap tubuh Kenny yang sangat basah dan berkeringat.


"Kau hebat sayang, suami ku ini sangat kuat dan perkasa!" puji Felly.


"Kau juga ... seumur hidup aku baru merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa, aku pasti akan terus meminta berkali-kali!" ucap Kenny.


"Aku akan dengan senang hati memberikannya Papi Kenny ... karena semua ini adalah milikmu!" kata Felly sambil membersihkan tubuh Kenny dengan handuk kecil.


Felly beranjak masuk ke dalam kamar mandi hendak membersihkan tubuhnya, sementara Kenny masih berbaring sambil memejamkan matanya.


Ceklek!


Kenny tiba-tiba bangun dan menyusul Felly yang ada di kamar mandi, kemudian membuka pintunya. Felly nampak terkejut.


"Sayang, berikan padaku sekali lagi!" pinta Kenny yang tubuhnya masih terlihat polos.


”Hmm, ayolah, kita mandi sama-sama!" sahut Felly yang langsung menarik tangan Kenny.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2