Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Sebuah Ancaman


__ADS_3

Felly membulatkan matanya saat dia membuka gulungan kertas yang membungkus batu itu, tangannya bergetar.


'Ini baru permulaan, kalian tidak akan bahagia, tunggu tanggal mainnya, bersiaplah!!'


Kenny merengkuh Felly dalam dekapannya, dia mengusap-usap bahu Felly yang sedikit gemetar. Lalu Kenny mengambil kertas itu dan membuangnya ke sembarang arah.


"Jangan takut sayang, hanya orang pengecut yang melakukan hal serendah ini!" bisik Kenny.


"Ken, aku takut, ini seperti tidak main-main!" sahut Felly.


"Kau tenang saja sayang, aku akan melindungimu dan Icha, aku akan membereskan masalah ini secepatnya!" ucap Kenny.


"Ken, kalau begitu cepatlah kau mandi, aku takut!" rajuk Felly.


"Makanya sayang, cepat kau mandikan aku, supaya kau jangan sendirian, ayo!" ujar Kenny sambil mengedipkan sebelah matanya.


"IIIh Kenny, di saat genting seperti ini kau malah modus memanfaatkan situasi!" sungut Felly.


"Ayoo, lama-lama aku bisa masuk angin, dari tadi aku tidak pakai apa-apa tau!" Kenny langsung menarik tangan Felly masuk ke kamar mandi.


Sementara Icha yang baru selesai mandi dan berganti pakaian langsung bermain boneka di teras depan villa di temani Mbak Nur.


"Mbak Nur, padahal aku masih mau main di pantai tau!" cetus Icha.


"Ngapain main di pantai panas-panas, enakan juga main di sini adem!" sergah Mbak Nur.


"Enak di pantai Mbak, aku bisa berenang dan bermain ombak!" sanggah Icha.


"Sudah, Icha di sini saja, Mbak Nur ambilkan makan dulu ya ke belakang, pasti Icha sudash lapar!" ujar Mbak Nur.


"Ya sudah Mbak, ambilkan aku makan, aku sangat lapar!" seru Icha.


Mbak Nur segera bergegas ke belakang untuk mengambil makanan untuk Icha.


Mbok Sumi nampak sibuk membuat adonan kue. Mbak Nur perlahan mendekati Mbok Sumi.


"Rajin amat Mbok, bikin kue apa sih?!" tanya Mbak Nur.


"Ini lho, Pak Banu minta di buatkan bolu ketan item, katanya Mas Kenny suka sekali kue bolu ketan item!" jawab Mbok Sumi.

__ADS_1


"Mereka belum pada turun?" tanya Mbak Nur lagi.


"Belum, mungkin lagi pada tidur siang!" sahut Mbok Sumi.


"Oooh, itu makan siang sudah siap di meja Mbok, tapi aku mau ambil duluan buat Icha, dia kalau makan tidak di suapin atau di tungguin suka lama dan tidak habis!" kata Mbak Nur.


"Ya sudah, ambilkan saja buat Icha, kita harus cepat selesai, nanti sore katanya Mas Kenny mau ajak kita jalan-jalan!" ujar Mbok Sumi.


"Wah, asyik nya, akhirnya kita jalan-jalan juga, kirain cuma nginep di Villa ini saja!" seru Mbak Nur senang.


Kemudian Mbak Nur segera bergegas kembali ke teras depan sambil membawakan sepiring makanan untuk Icha.


Namun betapa terkejutnya dia, saat di lihatnya Icha sudah tidak ada lagi di teras depan. Lalu Mbak Nur segera mencari Icha di setiap sudut Villa.


"Cha!! Icha!! Kamu di mana sih? Jangan main petak umpet deh Cha! Mbak Nur nyerah deh!!" teriak Mbak Nur.


Mendengar suara teriakan Mbak Nur, Pak Banu terbangun dari tidurnya, dia langsung membuka pintu kamar dan berjalan keluar.


"Hei Nur! Ada apa kau teriak-teriak siang bolong begini?" tanya Pak Banu.


"Maaf Pak, saya lagi mencari Icha, tadi dia bermain di teras depan, katanya mau makan, pas saya ambilkan makan dia sudah tidak ada!" jelas Mbak Nur dengan wajah pucat.


"Sudah Pak, di kamarnya dan di sekitar villa sudah saya cari dan panggil, tapi dia belum ketemu!" sahut Mbak Nur panik.


"Kemana sih tuh anak! Bikin orang panik saja!" sungut Pak Banu.


Tak lama kemudian Kenny dan Felly sudah turun dari kamarnya, mereka terheran-heran saat melihat semua pada berkumpul di ruang tengah villa.


"Ada apa ini?" tanya Kenny.


"Anu mister, Icha menghilang!" kata Mbak Nur.


"Apa? Icha hilang? Ken, benar kan, Icha hilang Ken?? Bagaimana ini? Aku takut terjadi apa-apa dengannya!" seru Felly yang langsung menangis. Kenny berusaha menenangkan Felly.


"Sabar sayang, kita cari pelan-pelan ya, kau jangan panik dulu!" ucap Kenny sambil mengelus punggung Felly.


"Ayo kita cari dia Ken!" Rajuk Felly matanya menyiratkan kecemasan yang amat sangat.


"Begini saja, kita cari berpencar, aku akan cari di sekitar villa, Sumi dan Nur di belakang villa, dan kau Kenny dan Felly di sekitar pantai!" titah Pak Banu.

__ADS_1


Kemudian Mbok Sumi dan Mbak Nur segera beranjak dan langsung mencari Icha di belakang villa, di belakang villa banyak terdapat kios-kios kecil yang menyajikan oleh-oleh dan souvernir khas Bali, yang selalu ramai di kunjungi wisatawan asing.


Sementara Pak Banu mencari Icha di sekitar villa, mulai dari lantai bawah dan atas, di kolam renang dan taman sekitar villa.


Kenny menuntun Felly menyusuri jalan berpasir menuju ke pantai, yang siang itu juga terlihat ramai di kunjungi wisatawan asing.


"Ken! Bagaimana kalau Icha di culik? Bagaimana kalau ini ada hubungannya dengan surat kaleng itu? Orang itu pasti ada di sekitar sini Ken!" ujar Felly dengan wajah yang nampak cemas, sesekali air matanya jatuh menetes di pipinya.


"Tenang sayang, kalau ini sudah berupa ancaman, kita akan laporkan kasus ini ke polisi, sekarang fokus kita adalah mencari Icha dulu!" ucap Kenny mencoba menenangkan istrinya itu.


"Ken, kalau Icha sudah ketemu, aku mau pulang saja ke Jakarta! Apa gunanya bulan madu kalau hatiku selalu tidak tenang dan khawatir!" kata Felly sambil mengusap wajahnya.


"Iya sayang, kita akan pulang ke Jakarta secepatnya!" sahut Kenny.


Kenny dan Felly terus menyusuri pantai sambil memanggil nama Icha, Kenny bahkan bertanya mengenai Icha pada setiap orang yang mereka jumpai, dengan menunjukan foto Icha.


Hingga hari menjelang sore, Icha tak kunjung di temukan.


Felly nampak shock dan terus menangis, sementara Kenny berusaha menenangkannya sambil berpikir bagaimana cara menemukan Icha, akhirnya merekapun kembali ke vila.


Di villa sudah ada Mbok Sumi dan Mbak Nur, sementara Pak Banu nampak duduk setengah berbaring sambil termenung.


"Bagaimana Ken?" tanya Pak Banu saat melihat Kenny dan Felly yang baru masuk ke dalam, mereka langsung menutup pintu.


"Icha belum ditemukan Ayah!" sahut Kenny. Sementara Felly terus mengusap wajahnya yang basah oleh air mata.


"Hmm, kita lapor polisi saja Ken!" usul Pak Banu.


"Tapi kan kasusnya belum 24 jam Ayah, begini saja, aku akan sewa motor, aku akan berkeliling sekali lagi untuk mencari Icha, Mbak Nur, aku titip istriku, temani dia!" ujar Kenny, Mbak Nur Menganggukan kepalanya.


"Ken! Aku ikut!" seru Felly.


"Jangan sayang, kau istirahat saja tenangkan pikiranmu, biar Mbak Nur yang menemanimu!" ucap Kenny sambil mencium kening Felly.


Tok ... Tok ... Tok ...


Tiba-tiba pintu villa itu di ketuk dari luar, semua orang yang ada di ruangan itu saling berpandangan.


****

__ADS_1


__ADS_2