Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Ke Pantai Bali


__ADS_3

Icha dengan bersemangat memasukan pakaiannya ke dalam tasnya, pagi ini mereka akan berangkat ke Bali dengan menggunakan pesawat.


Felly dan Kenny nampak sudah turun dari kamarnya dengan membawa satu buah koper.


Pak Banu juga sudah menunggu di ruang tamu, sementara Mbok Sumi dan Mbak Nur sedang mempersiapkan bekal untuk mereka.


Setelah semua siap, mereka naik mobil yang di kendarai Kenny menuju ke Bandara, rencananya mobil itu akan di titipkan di parkiran bandara.


Kurang lebih 45 menit, mereka sudah sampai di bandara, sesaat lagi penerbangan akan segera di mulai, pesawat ke Bali berangkat dengan tepat waktu tanpa delay.


Wajah Icha terlihat begitu gembira. Saat di dalam pesawat, gadis kecil itu tidak henti-hentinya mengoceh, mengungkapkan kegembiraannya.


"Pokoknya nanti setelah sampai di pantai, kita bikin video YouTube ya Papi!" kata Icha antusias.


"Beres boss! Nanti kita buat video sebanyak-banyaknya! Asal Icha senang, Papi juga senang!" ujar Kenny sambil mengelus rambut Icha.


"Uhuuuy!! Asyik banget punya Papi kayak Papi Kenny!!" seru Icha senang.


"Tapi nanti di sana Icha jangan nakal ya, nurut kalau di bilangin Papi, Mami dan Kakek!" cetus Felly.


"Iya Mami! Pokoknya Mami tenang saja, aku pasti akan jadi anak baik, apalagi nanti aku bakal punya adik bayi, jadi aku tidak sendirian lagi deh!" ujar Icha.


Setelah mereka sampai di pulau Bali, Kenny menyewa mobil selama mereka berada di pulau Bali, kemudian mereka mulai mencari villa untuk tempat mereka menginap.


Sebuah villa yang pemandangannya langsung menghadap ke pantai, menjadi pilihan Kenny. Villa ini cukup nyaman dan tenang, tidak ada banyak manusia seperti di sepanjang pantai Kuta.


Dengan antusias, Icha berlarian dan langsung bermain pasir saat mereka baru saja tiba.


"Icha, bereskan pakaianmu dulu! Baru kau boleh bermain lagi!" seru Felly.


Icha lalu kembali masuk kedalam Villa, kemudian langsung masuk ke kamar yang dia pilih, di bantu oleh Mbak Nur, Icha mulai membereskan pakaiannya.


Sementara Kenny dan Felly menempati kamar yang paling pojok dengan pemandangan dan balkon yang langsung mengarah ke pantai, sangat bagus saat melihat matahari terbit.


"Besok aku mau melihat sunrise ah, mau bangun pagi-pagi!" seru Felly dengan wajah berbinar.


"Nanti sepanjang malam akan menjadi malam yang indah sayang, siap-siaplah melahirkan banyak anak untukku!" bisik Kenny yang membuat seluruh buku kuduk Felly meremang.


"Ken, kita baru sampai, jangan mulai lagi!" Felly mendorong tubuh Kenny menjauhinya.


"Icha pasti akan senang bermain di sini, jadi dia tidak mungkin menggangu kita, apalagi dia tau akan mendapat adik bayi!" Tukas Kenny.

__ADS_1


"Ken, kau ini, bahkan kita baru sampai di sini, kau sudah tegang saja, kendalikan hasratmu!" sergah Felly yang melihat bagian tubuh Kenny yang sudah sangat menonjol.


"Tidak! Ini harus di tuntaskan saat ini juga!" Kenny langsung mengunci pintu kamar dan mulai memeluk Felly, kemudian mengangkatnya ke tempat tidur.


"Ken! Kau ini melakukan tidak tau waktu! Yang lain menunggu kita Ken!!" seru Felly.


Kenny seolah tak perduli, dia terus melanjutkan aksinya, dan terjadilah seperti malam-malam yang lalu. Kenny mulai terkulai dan memejamkan matanya.


Sementara Felly langsung merapikan pakaiannya dan langsung membereskan semua pakaiannya dan pakaian Kenny, setelah itu dia keluar bergabung dengan yang lain, sementara Kenny terlihat mulai lelap tertidur.


"Mami! Aku di ajarin kakek main catur!!" Teriak Icha saat melihat Felly yang berjalan kearah mereka.


"Oya? Nanti ajarin Mami ya kalau Icha sudah pintar!" ujar Felly sambil duduk di samping Icha.


"Kenny kemana Fell?" tanya Pak Banu.


"Kenny tidur Ayah!" jawab Felly.


"Hmm, anak itu, bahkan sudah jadi suami masih saja suka tidur!" cetus Pak Banu.


"Kakek, aku bangunkan Papi ya!" kata Icha. Pak Banu Menganggukan kepalanya.


Kemudian secepat kilat Icha berlari menuju kamar Kenny, gadis kecil itu langsung membuka pintunya.


Perlahan Icha mendekati Kenny dan langsung mengecup pipinya, sehingga membuat Kenny terkejut.


"Eh, Icha?!" seru Kenny kaget sambil menarik selimut merapatkan tubuhnya yang polos.


"Papi bangun dong! Semua orang sudah ada di bawah kecuali Papi! Katanya kita mau main di pantai!" ujar Icha sambil menarik-narik tangan Kenny.


"Iya Cha, ini Papi sudah bangun, tapi Icha keluar dulu, Papi mau mandi!" sahut Kenny.


"Awas lho, jangan lama-lama, nanti aku marah!" cetus Icha yang langsung keluar dari kamar Kenny.


Kenny segera berdiri dan menyambar handuknya, lalu dia bergegas masuk ke kamar mandi.


Sementara yang lainnya, terlihat duduk di sebuah saung yang ada di belakang villa, mereka bersiap hendak sarapan.


Icha berjalan gontai menuju ke arah mereka.


"Lho Cha, Papi mana?" tanya Felly.

__ADS_1


"Papi masih mandi Mami, tadi waktu aku ke kamar Papi, Papi masih tidur!" sahut Icha yang langsung duduk di pangkuan Felly.


"Hmm, sudah biarkan saja Kenny, kita sarapan saja duluan!" ujar Pak Banu sambil mulai menyendok makanannya, yang lain segera menyusul termasuk Mbok Sumi dan Mbak Nur, Icha juga terlihat mengambil makanannya yang memang sudah tersedia di depan mereka.


"Lho, Ibu tidak makan?" tanya Mbak Nur.


"Makan saja duluan Mbak, aku menunggu suamiku, kasihan dia kalau makan sendirian!" sahut Felly.


"Wah, kau memang istri yang baik, tidak salah Kenny mengambil mu sebagai istrinya!" puji Pak Banu.


Tiba-tiba Kenny sudah muncul dari arah kamarnya, dia segera bergabung bersama mereka.


"Panjang umur kau Ken! Baru saja di bicarakan!" seru Pak Banu.


Felly mengambil piring, lalu mulai mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Trima kasih sayang!" ucap Kenny saat Felly menyodorkan piring makanannya.


Pada saat Felly mengambil makanan untuk dirinya sendiri, tiba-tiba ponselnya berdering, Felly lalu segera merogoh ponselnya, ada panggilan dari nomor yang tak di kenal, Felly beringsut menjauhi mereka yang sedang asyik sarapan, kemudian mengangkat teleponnya.


"Halo ... " sapa Felly gugup.


"Halo, apa kabar kakak ipar??" terdengar suara yang tidak asing lagi baginya, dada Felly berdebar cepat, rasa gugup menyelimutinya.


"R ... Roy??!" pekik Felly tertahan.


"Aku ucapkan selamat atas pernikahanmu yang tanpa restu dari adik ipar mu!" sentak Roy.


"Da ... Dari mana kau tau??" tanya Felly.


"Itu tidak penting, tapi aku tidak akan membiarkanmu begitu saja berbahagia di atas penderitaanku!" seru Roy.


"Penderitaan?? Kau menderita apa? bahkan kau yang membuatku dan Icha menderita! Lebih baik kau pergi saja dari kehidupan kami!" sengit Felly.


Kenny yang melihat Felly dari kejauhan segera beranjak menyusul istrinya itu, Felly nampak terkejut melihat kedatangan Kenny.


Tanpa menunggu, Kenny segera mengambil ponsel dari tangan Felly, lalu mengarahkannya ke telinganya.


"Hei!! Berani kau menyentuh istriku barang setitik saja, aku akan membuat perhitungan denganmu!!" sentak Kenny.


"Hentikan saja gertakanmu yang omong kosong itu, tunggu saja pembalasan dariku, kau pasti akan menyesal, telah menikahi Felly tanpa seijinku!!" bentak Roy yang kemudian langsung menutup teleponnya.

__ADS_1


Bersambung....


****


__ADS_2