Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Mulai Berubah


__ADS_3

Kenny menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya, badannya terasa sangat lelah dan pegal seharian ini. Apalagi dia banyak menggendong Icha.


Baru saja Kenny hendak memejamkan matanya, pintu kamarnya terbuka, ayahnya langsung masuk kedalam kamarnya dan kemudian duduk di sisi tempat tidur Kenny.


"Kau belum tidur kan Ken?" tanya Pak Banu, Ayahnya.


Kenny mengerjapkan matanya, kemudian segera bangkit dari tidurnya.


"Ada apa Yah, mengagetkan saja, baru juga aku masuk ke alam mimpi!" Sungut Kenny.


"Menurut laporan dari kepala sekolah SD, Icha sudah banyak kemajuan, dia tidak lagi separah dulu ..." ucap Pak Banu.


"Hmm, baguslah Yah ..."


"Ayah bangga padamu, kau berhasil menghadapi anak ini ..." Pak Banu menepuk bahu Kenny.


"Mulanya aku juga stress Ayah, tapi saat ku tau dia tidak ber ayah, aku jadi kasihan padanya, karena aku juga dulu mengalami hal yang sama seperti Icha, tidak ber Ibu ..." Ucap Kenny.


"Beberapa bulan yang lalu Ibunya Icha menghadap Ayah, mengungkapkan masalah yang dihadapi Icha, Ayah juga kasihan, apalagi dia seorang janda, tidak mudah juga mengurus Icha sendirian tanpa ada suami ..."


"Iya Ayah ..."


"Ya sudah, kau lanjutkan tidurmu ...!"


Pak Banu segera bangkit dan berlalu meninggalkan kamar Kenny.


Tiba-tiba saja terlintas wajah Felly dalam pikiran Kenny, buru-buru Kenny menutup wajahnya dengan bantal. Takut wajah itu akan muncul dalam mimpinya.


****


Jam istirahat di sekolah, Kenny langsung menuju kantin karena perutnya sudah sangat lapar, tadi pagi dia kesiangan jadi tidak sempat sarapan.


Seperti biasa, Dini selalu mendampingi Kenny, untuk menjaga dari kejaran murid-murid yang mengejar Kenny.


"Kamu makan seperti orang yang kelaparan Ken! Pelan-pelan..." Dini mengusap bibir Kenny yang belepotan makanan.


"Biasa Din, lupa sarapan ..." Sahut Kenny cuek.


"Oya, kemarin Leo mencarimu, katanya kamu mulai jarang nongkrong di cafe, kelihatannya akhir-akhir ini kamu sangat sibuk ..."


"Yah, nanti kalau sempat aku join lagi sama mereka, sudah lama juga tidak balapan motor ..."


"Ken, kalau itu aku memang tidak setuju, bahaya!" Sergah Dini.


"Kan dari dulu aku memang sering melakukannya..."


"Karena aku mengkhawatirkan mu Ken ..." Ujar Dini. Kenny terdiam tanpa mampu menjawab Dini.


Tiba-tiba seorang murid menghampiri mereka berdua.


"Mister Kenny, di panggil ke ruangan Pak Chandra ..." Kata Murid itu.


"Di panggil atau mau lihat Mister Kenny nih!" Sahut Dini.


"Di panggil beneran Miss, iih, Miss Dini cemburu aja ..." Kata Murid itu yang langsung bergegas pergi.


Kenny segera menyelesaikan makan siangnya.


"Aku ke ruangan Pak Chandra dulu ya Din, mana tau ada hal yang penting ..." Kata Kenny. Dini menganggukkan kepalanya.


Kenny langsung melangkahkan kakinya menuju kantor kepala sekolah, perlahan Kenny membuka pintu kaca itu, lalu langsung duduk di depan Pak Chandra yang nampak menunggunya.


"Ada apa Pak?" tanya Kenny tanpa basa basi.


"Begini Mister Ken, sekolah kita akan ada study banding ke Singapura, kami mau mengutus mu untuk mengikuti study banding tersebut ..." jelas Pak Chandra.

__ADS_1


"Berapa lama Pak?" tanya Kenny.


"Yah, kurang lebih satu Minggu, jadi kau bisa cari guru pengganti untuk kelasmu..."


"Baik Pak ..."


"Bagaimana dengan murid privat mu?"


"Nanti akan saya atur Pak ..." Jawab Kenny.


"Baiklah ... kau bersiap-siaplah, Senin besok sudah harus berangkat ke Singapura ..."


"Trima kasih Pak Chandra ..." Ucap Kenny sambil bangkit berdiri dan keluar dari ruangan itu.


****


Sore itu seperti biasa Kenny berangkat ke rumah Icha, baru saja Kenny memarkirkan motornya di depan, gadis kecil itu sudah berlari-lari menyambutnya.


"Hello my Mister, How are you today?" Sapa Icha.


"I'm Fine sweety ...!" Sahut Kenny.


"Mister, Hari ini Mami masak enak, nanti makan disini ya Mister ..." Kata Icha sambil menggandeng tangan Kenny masuk kedalam rumahnya.


"Oya? Tumben ..."


"Soalnya hari ini Mami ulang tahun ..."


"Ulang tahun, waah, Mister harus kasih ucapan selamat ulang tahun nih ..." Kenny langsung duduk di sofa ruang tamu itu.


"Iya dong Mister, jangan lupa kasih kado juga!"


"Ichaa!!" Tiba-tiba Felly sudah muncul dari dalam kamarnya.


Kenny sedikit tertegun melihat Felly yang mengenakan dress warna peach, dengan dandanan natural, nampak cantik alami.


"Eh, tidak kok, ehm ... selamat ulang tahun ya Bu!" Kenny melangkah maju sambil menjabat tangan Felly.


"Yaaah, masa segitu doang, tidak seperti di film Korea yang suka di tonton Mami ..."


"Icha ...!" hardik Felly.


"Kalau di film biasanya kan suka di cium yang ulang tahun, ayo dong Mister!" Kenny semakin salah tingkah.


"Icha, kamu keterlaluan ya ...!" Felly langsung membalikan tubuhnya dan berjalan menuju ke dapur, wajahnya memerah.


"Icha jangan begitu sama Mami, kan Mami jadi malu ..." Kata Kenny sambil kembali duduk di tempatnya.


"Soalnya aku senang Mister, biasanya kan Mami mana mau dandan secantik itu ..." Sahut Icha.


"Sudah yuk, kita mulai belajar ya ..."


"Males ah ...!"


"Icha, belajar dulu sebentar, katanya Icha mau ulangan besok ..." Ucap Kenny sambil mengelus kepala Icha.


Dengan malas Icha mengambil tasnya yang ada di meja. Kemudian mulai mengeluarkan buku-bukunya.


"Mister Kenny!"


"Ya ..."


"Mister sudah punya pacar belum?" Tanya Icha. Kenny terkesiap mendengarnya.


"Kenapa Icha tanya itu?"

__ADS_1


"Mister jawab saja ...!"


"Memangnya penting?"


"Penting!"


"Hmm, Mister sudah punya pacar Cha ..."


Wajah Icha mendadak mendung, Kenny langsung beringsut mendekati Icha.


"Mister sudah jawab kan, sekarang belajar yuk ...!"


"Mana lebih cantik, pacar Mister atau Mami?" tanya Icha lagi.


"Icha, kok Icha tanya begitu?"


"Jawab Saja!"


"Ini Mister tidak bisa jawab Cha, Icha tanyanya aneh-aneh sih, tanya yang lain lah ...!" sergah Kenny.


"Iiiih ...!! Mister nyebelin!!" Cetus Icha.


Sepanjang pelajaran, Icha nampak berwajah masam, Kenny jadi bingung di buatnya. Hingga jam belajar pun selesai.


Mbak Nur langsung datang menghampiri mereka.


"Mister makan di sini ya, ibu sudah menyiapkan makanannya ..." Kata Mbak Nur.


"Oh, iya Mbak, trimakasih ..." Jawab Kenny.


Mereka berjalan menuju meja makan, banyak makanan yang terhidang di meja itu, juga ada kue ulang tahun.


"Silahkan makan Mister Kenny ..." Ucap Felly.


Mereka pun makan bersama, sepanjang makan Icha nampak lebih pendiam dari biasanya.


"Cha, kok tumben tidak banyak bicara?" tanya Felly.


"Gak kok, tanya Mister aja!" Ketus Icha.


"kenapa Mister?" tanya Felly.


"Tidak tau, sepanjang belajar juga Icha cemberut, mungkin Icha mau hadiah dari Mister? Iya Cha?" tanya Kenny. Icha menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau hadiah apapun!!" Cetus Icha.


"Icha, jangan seperti ini dong, katanya Icha mau makan bareng Mister, Mami sudah masak banyak lho hari ini ..." Ucap Felly sambil membelai rambut Icha.


Icha diam saja tanpa memberi respon.


Kenny mencoba mengajak Icha bercanda, tetap saja anak itu tidak mau bicara. Sampai acara makan-makan selesai.


"Icha, Mister pamit ya, Minggu depan Icha libur dulu lesnya ya, Mister mau study banding ke Singapura ..." Kata Kenny. Icha langsung menoleh ke arah Kenny.


"Mister mau pergi??"


"Cuma satu Minggu Cha!"


"Mister jangan pergi ...!" Tiba-tiba Icha memeluk Kenny.


"Cuma satu Minggu Cha, Mister janji akan bawakan oleh-oleh untuk Icha ..." Bujuk Kenny.


"Aku tidak mau oleh-oleh, aku cuma mau Mister Kenny ..!!" Jerit Icha.


Bersambung ....

__ADS_1


****


__ADS_2