
Kenny baru keluar dari jam terakhir mengajarnya di sekolah, dia mulai memakai jaket dan helmnya.
Beberapa murid wanita berseragam abu-abu datang menghampirinya.
"Hai Mr. Kenny, kok sendiri? Mana nih Miss Dini?" tanya salah satu murid yang bernama Tia.
"Masih ada kelas!" Sahut Kenny cuek.
"Ajak kita dong Mr. Ken, masa cowok ganteng naik motor sendirian?" goda murid yang lain.
Kenny dengan cueknya naik ke atas motor ninja nya dan mulai menyalakan mesinnya.
"Huuuu ... Ganteng-ganteng jutek nih Mister!" Sorak beberapa murid itu saat Kenny mulai melajukan motornya meninggalkan mereka.
Sore ini Kenny ada janji dengan gengnya mau nongkrong di salah satu cafe di mall, biasanya mereka akan menghabiskan waktu dengan makan dan bersenang-senang, setelah itu mereka akan lanjut aktifitas mereka ke klub malam, beberapa diantara teman-teman Kenny sering bermain dengan para wanita di Klub malam tersebut.
Walaupun Kenny seorang guru profesional, namun sikapnya sangat urakan, bahkan tidak mencerminkan sebagai seorang guru.
Namun ada hal yang unik dalam diri Kenny, walaupun teman-temannya sering bermain dengan para wanita, namun Kenny tetap bisa menjaga 'keperjakaannya'.
Dia belum pernah tidur dengan satu wanita pun, termasuk Dini kekasihnya.
Drrt ... Drrrrt ... Drrrrt ...
Ponsel Kenny lagi-lagi bergetar, ada panggilan masuk dari Pak Banu, ayahnya. Buru-buru Kenny merogoh saku celananya.
"Siapa tuh Bro?" tanya Leo, teman satu geng Kenny.
"Biasa, tuan besar!" Seru Kenny.
Sontak membuat teman-temannya yang saat itu sedang nongkrong sambil minum dan merokok mentertawakan nya.
"Biasanya anak Mami, Ini anak Papi gengs!!" ledek teman-temannya.
"Shut up!!" Cetus Kenny.
Dia mulai mengusap layar ponselnya, diiringi dengan cekikikan teman-temannya.
"Halo Ayah ..." Sapa Kenny.
"Ken, jam berapa sekarang?" tanya pak Banu.
"Baru juga jam 4, kenapa sih Yah?"
"Kenapa? Kau lupa ini hari apa?"
"Ya hari Rabu Yah, ayah yang lupa kali ..." sahut Kenny santai.
"Ken! Ayah juga tau ini hari Rabu, sekarang kau ada di mana?"
"Biasa Yah, di Mall, cari angin!"
"Ken! Bukankah hari ini kau ada jadwal mengajar privat Icha? Kau jangan pura-pura lupa ...!"
Kenny tertegun mendengar perkataan Ayahnya, pasalnya dia memang benar-benar lupa.
"Oh, ya ... ya, aku lupa beneran Ayah!"
"Sekarang cepat kau langsung jalan kesana!"
"Ya, tenang saja, aku bisa sampai dalam 5 menit!"
"Ken ..!"
Kemudian Kenny menutup ponselnya. Lalu menoleh ke arah teman-temannya yang masih nongkrong sambil merokok.
"Guys, balik duluan ya, mau ngelesin!!" Ujar Kenny sambil beranjak berdiri dari tempatnya.
__ADS_1
"Waduh, susah guru mah, pahlawan tanpa tanda jasa!" ledek seorang teman.
Kenny tersenyum masam kemudian segera meninggalkan tempat itu.
Setelah mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata, akhirnya Kenny sampai juga di rumah Icha.
Rumah itu nampak sepi, namun pintu pagarnya tidak tertutup, Kenny langsung masuk dan memencet bel yang ada di depan pintu.
Baru satu kali memencet bel, pintu rumah sudah terbuka lebar, dan sebuah pesawat kertas sudah mendarat di jidat Kenny.
"Uhuuui, tepat sasaran!" Seru seorang bocah yang tertawa menyeringai di depan Kenny.
"Icha! Apa yang kau lakukan? Untung ini hanya pesawat kertas!" Sungut Kenny.
"Mister lama sih datangnya, aku sudah tunggu dari tadi lho!" Ujar Icha.
"Waah, sekarang Icha sudah mau belajar sama Mister ya?"
"Bukan! Mau ajak nonton yutub dan main game onlen hehehe ..."
Kenny membulatkan matanya, bocah di depannya sukses membuatnya mati gaya.
"Mister tidak di suruh masuk nih! Ayo kita belajar dulu Icha, setelah itu Mr janji deh, bakal main sama Icha ..." Ucap Kenny berusaha merayu.
"Hmm, sungguh?" tanya Icha.
"Iyes ..."
"Mana kelingkingnya??" Icha menunjukkan kelingking mungilnya, Kenny pun ikut menyodorkan kelingkingnya, merekapun saling menautkan kelingking.
Kenny mulai duduk dan membuka-buka buku pelajaran, sementara Icha masih asyik bermain dengan bonekanya.
"Cha, Mister punya surat cinta lho buat Icha ..." Kenny berusaha memancing Icha untuk belajar.
"Ah, harusnya Mister kasih surat cinta itu buat Mami!" cetus Icha.
Icha menarik secarik kertas yang di sodorkan Kenny, kemudian dia mengamati tulisan dalam kertas itu.
"Huh! Mister sama sekali tak pandai merayu!" Icha menggulung kertas itu kemudian melemparkannya ke udara.
"Yah, Icha, kok di buang? Memangnya Icha bisa membacanya?" tanya Kenny penasaran.
"Bisa lah, ya kali ...!"
"Apa bacanya Cha?"
"I Love You ...!"
"Salah Cha, yang betul aku sayang kamu ...!"
"Mr. Ken yang bodoh!"
"Lho, kok Mister yang bodoh?"
"Aku sayang kamu itu bahasa Inggrisnya apa?" Tanya Icha.
"I Love You ..."
"Nah, tuh tau ..."
Kenny kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Berarti Icha tau dong kalau tulisannya aku sayang kamu? Tapi Icha jawabnya pakai bahasa Inggris!"
"Iyes ...!"
"Berarti Icha sudah bisa baca dong, kok kata Mami Icha belum bisa baca?"
__ADS_1
Tiba-tiba Icha berdiri dan mendekati wajah Kenny sambil berbisik.
"Jangan bilang-bilang Mami!" Bisiknya.
"Why?" Balas Kenny yang ikut berbisik.
"Aku mau ngerjain Mami, pura-pura, ibu guru juga, seru lihat mereka kalo lagi panik hihihi ..." Icha cekikikan.
"Icha! Kasihan dong Mami sama Ibu guru di kerjain Icha ..."
"Biarin ...!"
"Ya sudah, sekarang kita belajar penjumlahan yuk!" Ajak Kenny yang mulai membuka buku paket matematika.
"Ogah!" Seru Icha.
Dia langsung mengambil buku yang di pegang Kenny Dan melemparnya begitu saja.
"Icha! Jangan begitu, itu tidak baik, kalau seperti ini terus kapan kita mulai belajar?"
"Mister yang bohong, katanya mau nonton bareng aku!"
"Lho, kan belum belajar, tadi perjanjiannya kalau sudah selesai belajar kan?" tanya Kenny.
"Tadi kan aku sudah baca I Love You, itu belajar tau! Belajar bahasa Inggris!!" seru Icha.
"Oh My God! Ichaaa!! Masa satu kalimat kau bilang sudah belajar ...!!" Kenny menepuk jidatnya sendiri.
Mbak Nur tiba-tiba masuk sambil membawa dua gelas air minum dan dua bungkus roti coklat di atas sebuah nampan.
"Aku tidak mau air putih Mbak! Aku mau susu coklat!" Seru Icha.
"Iya, nanti Mbak ambilkan lagi ...!" Jawab Mbak Nur.
Mbak Nur merogoh saku bajunya dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat.
"Mister, kata ibu ini uang bayaran les Icha, ibu tidak sempat transfer ..." Kata Mbak Nur sambil menyodorkan amplop itu. Kenny menerimanya.
"Terima kasih Mbak!"
Belum sempat Kenny menaruh amplop itu di dalam tasnya, Icha langsung menarik amplop itu.
"Waah Mister gajian nih dari Mami!" Seru Icha sambil membuka isi amplop itu dan mengeluarkan semua uangnya.
"Icha! Nanti Mbak Nur bilangin Mami lho, itu tidak sopan!!" Jerit Mbak Nur.
Kenny mengangkat tangannya kearah Mbak Nur, kemudian menganggukkan kepalanya. Mbak Nur lalu pergi meninggalkan mereka.
"Mister banyak sekali uangnya, kalau Mister punya 10 murid privat, Mister kaya raya dong ...!" Seru Icha.
"Memangnya Icha bisa hitung uang Mister?" tanya Kenny.
Icha nampak berpikir, kemudian mulai menghitung uang yang ada di dalam amplop itu.
"Seratus ribu ada 30 lembar, jadi tiga juta dong!" Jawab Icha antusias.
"Pintar! Ternyata kamu pandai menghitung, tapi kenapa nilaimu jelek disekolah?"
"Kalau hitung uang aku bisa Mister, Aku kan suka bantu Mami hitung uang toko ..." jawab Icha yang mulai memasukan kembali uangnya ke dalam amplop.
"Icha, kemana Mamimu? Kok Mister tidak melihatnya dari sejak datang tadi?" tanya Kenny.
"Ciiiyyeee, Mister kangen Mami yaa ..." Goda Icha.
Kenny jadi salah tingkah, padahal maksudnya tidak seperti itu.
Bersambung ...
__ADS_1
****