Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Sore itu di rumah Kenny, Mbok Sumi nampak sibuk mempersiapkan makan malam. Felly berinisiatif membantu di dapur ketika sudah selesai mengurus Icha.


Setelah selesai memasak untuk makan malam, Mbok Sumi dan Felly menatanya di meja makan. Pak Banu nampak duduk di ruang tamu bersama Kenny yang kini sedang memangku Icha.


"Wah, sepertinya makan malam kita sudah siap, enak juga ya kalau di rumah ada cucu dan menantu!" kata Pak Banu.


"Iya dong Ayah, jadi rumah kan tidak sepi lagi kayak kuburan!" cetus Kenny.


"Kakek sih dulu jutek sama aku dan Mami, coba kalau tidak, pasti kan kakek tidak kesepian di rumah! Aku kan pasti akan sering main ke sini, rumahnya Mister enak, banyak pohon dan tamannya, aku suka!" seloroh Icha. Pak Banu tertawa terbahak-bahak.


"Ah, kau ini lucu sekali Cha, maafkan kakek ya, maklum saja, Kakek cuma punya satu anak yang ganteng ini, jadi yah, begitulah ..." ujar Pak Banu.


"Yang penting sekarang Ayah sudah merestui, itu sudah cukup, yang lalu biarlah berlalu!" ucap Kenny.


Tak lama kemudian Mbok Sumi dan Felly muncul dari arah dapur.


"Makanannya sudah siap Pak!" kata Mbok Sumi.


"Wah, ayo kita makan, aku sudah lapar!" Seru Kenny.


Merekapun bergegas pergi menuju meja makan. Mereka makan malam bersama di sebuah meja makan besar.


"Ken, aku dan Icha berencana akan kembali ke Bandung, kasihan Mbak Nur sendirian menunggu di sana!" kata Felly.


"Kenapa kalian tidak tinggal di sini saja dulu? Biar Mbak Nur juga menyusul kesini," sahut Kenny.


"Betul kata Kenny, sebentar lagi kan kalian akan menikah, kita bicarakan rencana pernikahan kalian saja, lebih cepat lebih baik, nampaknya Kenny juga sudah tidak sabar melepas masa lajangnya!" timpal Pak Banu.


"Ah, Ayah bisa saja, aku jadi malu!" sahut Kenny.


"Betul kata Mister, Mami, aku mau tinggal di sini saja sama Mister dan Kakek, aku bosan main sendiri terus sama si Kitty!" tambah Icha.


"Tapi, bukankah barang dan baju kita ada di sana Cha, di sini kita tidak punya apa-apa lho, cuma ada beberapa baju saja!" jawab Felly.


"Jangan kuatir sayang, besok aku antar kalian beli baju ya, aku akan membelikannya untukmu dan Icha!" bisik Kenny.

__ADS_1


"Kau lihat saja sendiri Felly, Kenny itu sudah ngebet dan tidak sabar ingin segera menikahimu, sudahlah, kau turuti saja kemauannya, biar nanti urusan rumah di Bandung Kenny yang akan atur," ujar Pak Banu sambil menikmati makanannya.


Akhirnya Felly pun Menganggukan kepalanya, menuruti mereka untuk tinggal di rumah Kenny sampai mereka resmi menikah.


"Yeayy ... Akhirnya Mister bakal jadi Papi aku, aku senang deh!" Seru Icha.


"Terus kalau Mister sudah jadi Papi Icha, Icha mau ngapain?" tanya Kenny.


"Aku mau kasih tau semua teman-teman aku kalau aku bukan anak yatim lagi, kalau sekarang aku sudah punya Papi yang baik dan ganteng, nanti teman-temanku bakal iri deh!" sahut Icha antusias.


Tiba-tiba Pak Banu berdiri dari duduknya dan mendekati Icha, kemudian langsung memeluk anak itu.


"Maafin kakek ya Cha, waktu itu kakek sempat jahat sama Icha, ternyata kalian begitu berartinya untuk Kenny, kebahagiaannya adalah kalian ..." ucap Pak Banu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sudahlah Ayah, yang lalu jangan di ungkit lagi, yang penting sekarang Ayah merestui kami, dan doa restu Ayah adalah kebahagiaan kami!" kata Kenny sambil merangkul bahu Ayahnya itu.


Pak Banu kembali ke tempat duduknya, dia melanjutkan aktifitas makannya.


"Baiklah, sekarang Ayah tanya pada kalian, kapan rencana kalian akan menikah?" tanya Pak Banu serius. Kenny dan Felly saling berpandangan.


"Besok saja Kek!" celetuk Icha. Sontak membuat yang ada di ruangan itu tertawa.


"Aku sih maunya secepatnya Yah, semakin cepat semakin baik!" sahut Kenny.


"Ah, kau ini nafsu sekali Ken! Memangnya kau tidak perlu mempersiapkan segala sesuatunya? Undangan, catering, gedung?" kilah Pak Banu.


"Bagaimana sayang? Kapan kau siap menikah denganku?" tanya Kenny pada Felly yang nampak menunduk.


"Aku sih, terserah Kenny saja," jawab Felly.


"Kalau kalian tidak bisa menentukan sendiri, baiklah, Ayah akan menentukan tanggal pernikahan kalian, bulan depan kalian menikahlah, persiapkan mulai dari sekarang, gedung, undangan, catering Ayah serahkan pada kalian, kalian aturlah sesuka kalian, Felly, apakah kau masih ada orang tua atau saudara?" tanya Pak Banu sambil menatap ke arah Felly.


"Tidak ada, orangtuaku sudah meninggal, dan aku anak tunggal," jawab Felly. Pak Banu Menganggukan kepalanya.


Kemudian Pak Banu berdiri dan melangkah menuju ke kamarnya. Tak lama kemudian dia sudah kembali dan duduk dengan membawa sebuah kotak. Perlahan dia membuka kotak itu.

__ADS_1


"Kenny, ini ada berbagai macam perhiasan milik mendiang ibumu, Ayah serahkan padamu, terserah kau mau menjualnya atau kau simpan untuk hadiah pernikahanmu ..." ucap Pak Banu dengan tatapan sendu.


"Tidak Ayah, ini kenang-kenangan dari ibu, Ayah simpanlah, aku masih punya tabungan untuk pernikahanku!" tolak Kenny.


"Tidak Ken, sebelum ibumu pergi, dia titip pesan pada Ayah, kalau Kenny sudah menemukan jodohnya, berikan ini sebagai hadiah, ibumu pasti akan senang sekali," kata Pak Banu. Tiba-tiba air wajahnya berubah, seperti menyimpan suatu kerinduan yang mendalam.


Kenny langsung bangkit dan merengkuh bahu Ayahnya.


"Baiklah Ayah, aku terima hadiah pemberian dari ibu, trima kasih Ayah ...!" ucap Kenny.


Setelah acara makan malam sudah selesai, Pak Banu segera ke kamarnya untuk beristirahat dan menenangkan diri.


Sementara Kenny membawa kotak pemberian Ayahnya dan di simpan dalam lemari pakaiannya. Lalu dia kembali lagi menemani Felly dan Icha yang masih duduk di ruang tamu.


"Mister, kita kapan ke pantainya??" tanya Icha tiba-tiba.


"Hmm, Icha ingat saja kalau kita akan ke pantai, sekarang hari Jumat, hari Senin sudah masuk sekolah, bagaimana kalau besok saja kita ke pantai?" tanya Kenny. Icha melonjak senang.


"Horeee!!" Serunya girang.


"Ken, jadi bagaimana mengenai sekolah Icha, aku sudah pindahin dia ke Bandung, masa dia harus kembali lagi ke SD Rajawali?" Tanya Felly.


"Pindahkan lagi saja sayang, Icha tidak mungkin sekolah di Bandung, sebentar lagi kita akan menikah dan tinggal disini, kau akan jadi istriku dan Icha akan jadi anakku!" ucap Kenny.


"Masa sekolah bolak balik pindah begitu? Memangnya bisa?" tanya Felly.


"Bisa lah, kau lupa, kalau pemilik SD Rajawali itu Ayahku? Calon kakek Icha!" Bisik Kenny.


Felly terdiam, Kenny memang benar, Pak Banu adalah pemilik SD Rajawali, pasti dia punya otoritas, bisa keluar masuk sekolah dengan seijinnya.


Tok ... Tok ... Tok ...


Tiba-tiba pintu ruangan itu di ketuk dari luar.


Kenny membulatkan matanya saat melihat siapa yang datang malam itu saat dia membuka pintu rumahnya.

__ADS_1


Bersambung ...


*****


__ADS_2