
Pak Banu melotot saat melihat Kenny ada di atas tubuh Lela, dan yang lebih membuat Pak Banu shock adalah Lela yang tidak memakai apapun di tubuhnya.
"Apa yang kalian lakukan di sini??!!" Bentak Pak Banu.
Kenny segera bangun dari posisinya, sementara Lela mengambil selimut yang tadi jatuh dan menutupi tubuhnya.
"Ayah, ini bukan seperti yang ada dalam pikiran Ayah! Percayalah padaku!" Seru Kenny sambil mendekati Ayahnya.
Plakkk!!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Kenny, Kenny meringis dan memegang pipinya yang merah itu.
"Ayah tidak menyangka, ternyata kau punya nafsu serendah itu! Ayah benar-benar kecewa padamu Ken! Ayah pikir kau adalah laki-laki yang bermartabat dan menjunjung tinggi kehormatan! Ternyata Ayah salah!" Dengus Pak Banu dengan wajah penuh dengan kekecewaan.
"Ayah, ini semua kesalahan Lela, aku menyesal telah membawa di ke rumah ini, aku mohon Ayah percaya padaku, Ayah lihat sendiri pakaianku masih lengkap, aku tidak berbuat apapun yang merusak moral Ayah!" Ucap Kenny berusaha untuk meyakinkan Ayahnya.
Pak Banu menoleh ke arah Lela yang masih duduk bersimpuh dengan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Kau juga Suster! Aku tidak menyangka kau begitu rendahnya, sampai menyerahkan tubuhmu seperti ini pada putraku, mulai detik ini, aku tidak mau lagi di rawat olehmu!" Sentak Pak Banu.
Setelah itu Pak Banu langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Kenny menatap marah kepada Lela, perlahan dia mendekati wanita itu.
"Kemasi barang mu sekarang juga, dan cepatlah keluar dari rumahku! Aku tidak percaya lagi padamu!" Seru Kenny.
Dia pun kemudian segera pergi meninggalkan Lela yang kini menangis.
Pak Banu duduk di sofa ruang tamu dengan mata yang menatap kosong ke arah jendela depan, ada kesedihan yang terpancar di sana.
Kenny yang menyusul Ayahnya kini juga ikut duduk di hadapan Pak Banu.
"Ayah, aku mohon Ayah percaya padaku, aku tidak berbuat seperti yang Ayah pikirkan, tadi saat aku pulang aku mendengar suster Lela berteriak, rupanya dia jatuh, aku hanya berniat untuk menolongnya ayah!" Ucap Kenny.
Dia berusaha untuk meyakinkan Ayahnya agar mempercayainya.
"Sudahlah Ken, kepalaku pusing, aku tidak tau apa yang terjadi, yang Ayah tau kau ada di dalam kamar suster itu dengan pemandangan yang menjijikan!" Sahut Pak Banu.
__ADS_1
"Tapi suster itu menarik tanganku Ayah! Aku sendiri juga kaget!" timpal Kenny.
"Ken, kau sudah dewasa, mungkin kau punya keinginan biologis yang ingin tersalurkan, sebagai laki-laki Ayah mengerti, karena itu Ken, cepatlah kau menikahi seorang gadis, Ayah sangat ingin melihatmu menikah Ken!" Ucap Pak Banu sambil menatap Kenny dengan penuh kesungguhan.
"Ayah, aku juga ingin menikah, usiaku sudah cukup, tapi ... aku hanya ingin menikah dengan Felly Ayah, Maminya Icha!" Balas Kenny. Pak Banu menatap tajam ke arah Kenny.
"Kenapa pilihanmu hanya itu? Apakah kau tidak punya pilihan yang lain Ken?" tanya Pak Banu.
"Tidak Ayah, aku hanya mencintai Felly, bukan yang lain!" Sahut Kenny.
"Terserah kau Ken, tapi Ayah tetap tidak ikhlas kalau kau menikahi janda itu, kau anak Ayah satu-satunya Ken!" Ucap Pak Banu.
Kemudian dia segera berdiri dan melangkah menuju ke kamarnya.
"Memangnya apa yang salah dengan status janda Ayah? Felly adalah wanita baik-baik! Icha juga lucu dan pintar! Apakah Ayah tidak mau belajar untuk menyayangi Icha seperti cucu Ayah sendiri? Aku janji akan memberikan Ayah banyak cucu ... Aku janji Ayah! Tapi jangan halangi aku dengan Felly!" teriak Kenny.
Pak Banu tetap melangkah menuju ke kamarnya tanpa menoleh lagi.
Kenny menjambak rambutnya frustasi. Sampai detik ini Ayahnya masih belum bisa merestui hubungan Kenny dengan Felly.
Lela muncul sambil membawa kopernya menuju ke luar dan melewati Kenny.
"Pergilah suster, aku tidak ingin melihat suster lagi!" Cetus Kenny.
"Terus terang sejak pertama melihat Mas Kenny saya ingin memiliki Mas Kenny, tapi ternyata saya gagal, maafkan atas kekhilafan saya ... " Ucap Lela lagi sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumah Kenny.
"Asal suster tau, tubuh dan hati ini hanya milik Felly seorang!" Jawab Kenny.
*****
Di hari Sabtu pagi-pagi sekali, Kenny bersiap akan berangkat ke sekolah untuk acara family gathering yang akan di adakan di puncak, sebelum ke sekolah Kenny hendak menjemput Felly dan Icha.
"Ayah aku pamit, besok sore baru akan pulang, Ayah tidak apa-apa kan aku tinggal sendiri?" tanya Kenny cemas.
"Tidak apa-apa, kau pergilah Ken!" Sahut Pak Banu.
"Oya Ayah, untuk semua kebutuhan Ayah, aku sudah mengambil seorang asisten rumah tangga dari Yayasan, mungkin nanti siang orangnya akan datang!" Kata Kenny.
__ADS_1
"Kenapa kau begitu repot? Aku bisa mengurus diriku sendiri!" Kilah Pak Banu.
"Tidak Ayah, asisten yang sekarang beda dengan suster Lela, dia wanita paruh baya, namanya Mbok Sumi, pokoknya Ayah tenang saja!" Jelas Kenny sambil mulai berlalu meninggalkan Pak Banu yang masih duduk di kursi kebesarannya.
Kemudian Kenny mulai menyalakan mesin mobilnya dan langsung melajukan nya. Meninggalkan rumahnya.
Tak lama kemudian Kenny sudah sampai di rumah Felly, Icha nampak sudah menunggu Kenny di depan teras rumahnya. Wajahnya begitu ceria.
"Hai Cha! Sudah siap belum?" tanya Kenny yang masih duduk di dalam mobilnya.
"Sudah dong Mister! Tunggu Mami sebentar Mister, Mami lagi dandan!" Cetus Icha.
Icha dengan antusias langsung masuk ke dalam mobil Kenny sambil memeluk boneka kesayangannya.
Tak lama Felly muncul dari dalam rumah di temani oleh Mbak Nur.
"Titip rumah ya mbak, besok aku sudah pulang kok!" Ujar Felly. Mbak Nur menganggukan kepalanya.
"Tenang saja Bu, semoga Ibu dan Icha bahagia bisa jalan-jalan sama Mister!" Sahut Mbak Nur.
Felly kemudian segera masuk kedalam mobil Kenny. Dan mereka pun segera berangkat menuju ke sekolah.
"Nanti kita akan naik bus ya, mobil ini akan di titipkan di sekolah!" Kata Kenny.
"Jadi kita nanti akan naik bus Mister?" tanya Icha. Kenny Menganggukan kepalanya.
"Yeeeayy!! Sudah lama aku tidak naik bus!" Seru Icha antusias.
"Ken, tapi aku malu, bagaimana nanti orang lain akan memandangku? Aku, aku belum siap mental Ken ... !" Ujar Felly tiba-tiba.
"Kenapa kamu harus malu sayang? Aku mau menunjukan ke semua orang, bahwa Kenny Wijaya adalah milik Felly dan Icha, dan tidak ada orang yang berhak untuk mengganggu gugat itu!" tegas Kenny.
"Tapi Ken, aku sangat merasa kurang percaya diri, apalagi dirimu adalah seorang guru favorit di sekolahmu, dan aku akan bertemu dengan mantan pacarmu, aku malu Ken! Aku tidak mau di tuduh sebagai perusak hubungan orang!" ungkap Felly.
Kenny menghentikan laju mobilnya, kemudian menatap dalam wajah Felly dan menggenggam lembut tangan wanita itu.
"Aku mencintaimu Felly, hanya dirimu seorang, kamu bukan perusak, aku yang memilihmu ... " Ucap Kenny. Perlahan dia mengecup tangan Felly, lupa kalau di situ juga ada Icha yang sedari tadi menutup matanya.
__ADS_1
Bersambung ...
****