Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Pembeli Rumah Misterius


__ADS_3

Mbak Nur sudah tiba di Jakarta dengan membawa barang-barang milik Icha dan Felly, rumah yang baru beberapa hari di tempatinya di Bandung akhirnya kembali kosong, toko roti juga tidak jadi di buat di bandung.


Sementara sambil menunggu hari H, Felly dan Icha tinggal di rumah Kenny, semuanya itu untuk memudahkan persiapan pernikahan Kenny dan Felly.


Icha kembali bersekolah di SD Rajawali, sementara Felly mulai membuat roti kembali, namun dengan sistem online, dia membuat Roti di rumah Pak Banu di bantu oleh Mbak Nur.


Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan semester berakhir, di rumah Pak Banu nampak sibuk dan ramai.


"Cha, kita ke pantainya nanti setelah Mister nikah sama Mami ya? Biar sekalian Mister bulan madu!" seru Kenny pada saat mereka sarapan.


"Oke lah Mister, lagian juga liburannya sudah lewat! Dari kemaren Mister sibuk terus sama Mami bikin undangan!" cetus Icha.


"Undangan kapan jadinya Ken?" tanya Pak Banu.


"Sudah jadi Ayah, aku pesan undangan kilat, aku tidak mau terlalu mewah pestanya, yang penting resminya!" ujar Kenny.


"Mana? Ayah mau bawa untuk saudara dan teman-teman Ayah!" kata Pak Banu.


"Ada di ruang tamu Ayah, sengaja di tumpuk di situ supaya Ayah mudah mengambilnya, aku juga mau bawa beberapa kesekolah, untuk Pak Chandra dan guru-guru!" ujar Kenny.


"Asyiiik! Mami dan Mister Kenny akan menikah, aku bahagia banget lho, aku mau undang semua teman-temanku termasuk ibu guruku, pokoknya mereka semua harus datang!" seru Icha bersemangat.


"Icha, ini bukan acara ulang tahun sayang!" Sergah Felly.


"Tidak apa-apa Fell, aku akan mengundang semua guru dan orang tua murid, putra Banu Wijaya, pemilik sekolah SD Rajawali akan menikahkan putranya, wajar saja kalau mereka semua di undang!" kata Pak Banu.


"Tuh kan Mami, kakek saja mau undang banyak orang! Tapi aku bangga lho, yang punya sekolah aku adalah kakekku!" Cetus Icha.


Pak Banu tersenyum sambil mengelus rambut Icha.


"Ayah, nanti yang kasih undangan untuk Pak Brata Ayah saja ya, aku tidak enak sama Dini!" ucap Kenny.


"Kau tenang saja Ken, biar pak Brata menjadi urusan Ayah, kau jangan kuatir!" sahut Pak Banu.


Kemudian Pak Banu berdiri dan mulai berjalan ke depan,sambil membawa beberapa undangan yang sudah di tumpuk rapi di ruang tamu.

__ADS_1


"Ayah mau kemana? Mau langsung berangkat? Biar aku antar Ayah!" Tawar Kenny.


"Ya, sekalian kau juga harus kesekolahmu, Ayo Cha, berangkat bareng Kakek!" Icha langsung menyambar tas barunya dan berjalan di samping Pak Banu.


Kenny berdiri dan menghampiri Felly yang masih duduk di meja makan.


"Aku berangkat ya sayang, kau baik-baik di rumah ya, jangan terlalu lelah membuat roti, ingat, kau calon nyonya Kenny Wijaya!" ucap Kenny sambil mencium kening Felly.


"Sudahlah Ken, Ayahmu dan Icha sudah menunggumu!" sahut Felly sambil mendorong lembut dada Kenny.


"Ya, ya, nanti kalau kau sudah jadi istriku, kau harus berikan ciuman yang banyak untukku setiap pagi!" ujar Kenny.


"Siap, sudah sana!" Felly berdiri dan menuntun tangan Kenny menuju ke depan, Pak Banu dan Icha sudah menunggu di garasi.


"Dah Mami!" Seru Icha sambil melambaikan tangannya. Felly juga melambaikan tangannya ke arah mereka bertiga.


Setelah mobil yang di tumpangi Pak Banu, Kenny dan Icha menghilang dari pandangan. Felly menutup gerbang rumah itu, dia segera menuju ke dalam, lalu membantu Mbok Sumi yang sedang membereskan meja makan.


"Saya bantu Mbok!" seru Felly dengan sigap sambil membawa beberapa piring kotor.


"Iya Mbok, doakan saja semuanya lancar," sahut Felly.


Mbak Nur tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Mbak Nur juga akan senang ada temannya, ya kan Mbok Sumi?!" Mbak Nur melirik ke arah Mbok Sumi. Mbok Sumi Menganggukan kepalanya.


"Betul itu, kalau kerja sama-sama kan enak, iya kan Nur?" Kini ganti Mbok Sumi yang melirik ke arah Mbak Nur. Mereka kemudian tertawa.


Drrrt ... Drrrt ... Drrrrt ...


Suara getaran dari ponsel Felly, Felly langsung merogoh ponselnya dari saku bajunya. Ada panggilan telepon dari pak RT lamanya. Felly langsung mengusap layar ponselnya itu.


"Halo Pak RT!" sapa Felly.


"Hallo Bu Felly, rumah ibu jadi di jual kan?" tanya Pak RT.

__ADS_1


"Kalau ada pembelinya sih jadi saja Pak, saya mau buat toko roti di dekat rumah calon suami saya!" jawab Felly.


"Ini ada laki-laki yang berniat membeli rumah ibu, baiknya ibu kemari saja untuk bernegosiasi!" kata Pak RT.


"Saya sudah serahkan kunci rumah itu sama Bapak lho, jadi bapak saja yang menjelaskan, kan kita sudah sepakat dengan harganya, kalau dia minta nego sedikit bolehlah!" ujar Felly.


"Tapi Bu, orang ini minta ketemu ibu sekarang, dan saya juga tidak tau di mana ibu tinggal sekarang, jadi gimana nih Bu?" tanya pak RT.


"Gini saja lah Pak, saya tunggu calon suami saya pulang dulu, nanti sore saya baru akan datang ketempat bapak, bagaimana? Kalau sekarang saya tidak bisa pak!" jelas Felly.


"Baiklah Bu, nanti saya akan sampaikan, tapi kata calon pembelinya, dia bersedia membeli rumah ini di atas harga pasaran lho Bu, tanpa menawar lagi!" ujar Pak Rt.


"Hmm, siapa sih orang nya? Bikin penasaran saja! Ya sudah, pokoknya tunggu saya nanti sore ya pak, Trimakasih!" Felly segera menutup layar ponselnya.


****


Sementara di Sekolah, seperti biasa murid-murid dan sebagian guru menyambut Kenny yang pagi itu berjalan menyusuri lorong sekolah, apalagi Kenny baru saja potong rambut dengan style keren, membuat para wanita tak berkedip menatapnya.


"Mister Kenny makin keren aja!" Seru salah seorang murid wanita. Kenny hanya menanggapinya dengan tersenyum.


"Mister, Sekarang sudah punya pacar belum?" tanya seorang murid yang lain.


"Sudah punya calon istri!" jawab Kenny dengan cueknya, sontak membuat mata para gadis itu membola.


"What??!! Mister Bohong ah!" cetus salah seorang murid yang sedari tadi selalu mensejajari Kenny berjalan.


"Tidak percaya? Nih Buktinya!" Kenny segera membuka tasnya, dan mengeluarkan sebuah undangan pernikahan.


Lalu dia memberikannya pada salah satu murid yang berdiri di dekatnya.


"Tolong pajang di mading sekolah, supaya semua orang tau, beberapa Minggu lagi aku akan menikah, dan menjadi suami orang!" ucap Kenny sambil tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ke ruang guru.


Wajah para wanita yang mendambakan Kenny mendadak berubah menjadi mendung.


Bersambung ....

__ADS_1


****


__ADS_2