Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Persiapan Operasi


__ADS_3

Malam itu, Kenny melajukan mobilnya menembus jalanan yang agak padat, dia membawa Felly ke rumah sakit.


"Apakah masih keluar bercak darahnya?" tanya Kenny sedikit khawatir.


"Sepertinya iya, aku pakai pembalut!" sahut Felly.


Kenny mengelus perut Felly dengan satu tangannya, sementara satu tangannya lagi memegang kemudi mobilnya.


"Kau baik-baik di sana ya sayang, anak kesayangan Papi, jangan buat Mami sakit Nak!" gumam Kenny.


Felly meneteskan air matanya mendengar ucapan dari mulut Kenny.


Lalu dia menggenggam tangannya dan mengarahkannya ke pipinya.


"Aku akan baik baik saja, asal kau selalu ada di dekatku!" ucap Felly.


Tak lama mereka sudah sampai di rumah sakit.


Kenny langsung mengangkat tubuh Felly menuju ke ruangan dokter kandungan.


Semua mata yang ada di tempat itu memandang ke arah mereka.


Kenny langsung membaringkan Felly di ranjang pasien, saat sudah masuk ke dalam ruangan praktek dokter.


Dokter segera memeriksa kondisi Felly. Dengan sebuah alat USG.


"Bagaimana kondisi kandungan istri saya Dok?" tanya Kenny cemas.


"Kista yang ada di rahim Bu Felly ikut membesar seiring perkembangan janin, jadi sepertinya operasinya akan di percepat!" jawab Dokter.


"Kapan operasi akan dilaksanakan Dokter, usia kehamilannya belum genap lima bulan!" ujar Kenny.


"Operasi akan di laksanakan besok Pak, jadi malam ini Bu Felly harus di rawat dulu di sini, di ruang perawatan!" jelas Dokter.


"Dokter, apakah bayi kami akan baik-baik saja?" tanya Felly dengan wajah cemas.


"Ibu Felly jangan khawatir, kantong janin dan tempat kista itu berbeda, jadi aman, bayi kalian akan baik-baik saja!" jelas Dokter.


"Oh syukurlah, kau dengar sayang, bayi kita akan baik-baik saja!" seru Kenny menguatkan.


Stelah selesai pemeriksaan, beberapa perawat mulai memindahkan Felly ke ruang perawatan, karena besok akan di lakukan operasi secepatnya.


Kenny memesan kamar VIP untuk kenyamanan istrinya, setelah Felly di pindahkan, Kenny mulai mengambil ponselnya dan menelepon ke rumah.


"Halo Mbak Nur!" sapa Kenny.


"Iya Mister?" jawab Mbak Nur.


"Besok istriku akan di operasi untuk pengangkatan kistanya, minta tolong titip Icha, kalau dia tanya, katakan saja kami baik-baik saja, minta tolong juga Mbok Sumi untuk menjaga Ayah!" ujar Kenny.

__ADS_1


"Baik Mister, semoga ibu cepat sehat, jangan cemaskan Icha, saya akan menjaga dia!" jawab Mbak Nur.


"Trimakasih Mbak, kalau Ayah tanya, katakan kami baik-baik saja, aku tidak mau Ayah mengkhawatirkan kami, lalu penyakitnya kumat!" tambah Kenny.


"Iya Mister!" singkat Mbak Nur.


"Malam ini tolong kau bawakan pakaian istriku, dia akan menginap di sini sebelum operasi, juga beberapa pakaianku!" ujar Kenny.


"Baik, saya langsung membereskan baju yang akan di bawa ke rumah sakit!" jawab Mbak Nur.


Kenny duduk di sisi pembaringan Felly setelah mengakhiri teleponnya dengan Mbak Nur.


"Sayang, kau istirahat, persiapkan dirimu untuk hari esok!" ucap Kenny sambil mengecup kening Felly.


"Ya, Kenny juga istirahat ya, supaya besok ada tenaga untuk menemani aku!" balas Felly.


Felly lalu menggeser posisi berbaringnya.


"Kenny tidur di sini saja, jangan di sofa, kejauhan!" kata Felly.


"Iya sayang, aku juga ingin memelukmu dan bayi kita!" Kenny mulai membaringkan tubuhnya di ranjang pasien yang sempit itu.


"Bayi kita pasti bahagia ya, saat tidur di peluk Papinya seperti ini!" ucap Felly.


"Aku mau semua anak-anakku bahagia, tidak kekurangan kasih sayang dari Papinya!" sahut Kenny.


"Seandainya aku sehat terus aku ingin memberikanmu banyak anak Ken!" ujar Felly.


****


Pagi datang berkunjung, Felly membuka matanya saat sentuhan hangat mendarat di pipinya.


"Good morning sayang, malam tadi kau tidur nyenyak sekali!" ucap Kenny sambil menyibakkan tirai jendela di kamar itu.


"Kenny, hari ini kau ke sekolah tidak?" tanya Felly.


"Ke sekolah? Kau pikir sekolah itu lebih penting dari pada istriku? Aku tidak akan ke sekolah sebelum kau sembuh sayang!" jawab Kenny.


Seorang perawat datang ke ruangan Felly.


"Selamat pagi Bu Felly, saya akan menyeka dan menggantikan pakaian Bu Felly, kata dokter operasinya akan di laksanakan jam 10 pagi ini!" jelas suster itu.


"Oya? cepat sekali?!" gumam Kenny.


"Lebih cepat lebih baik Pak, karena kalau kista terus membesar, akan membahayakan untuk janin!" kata Suster itu.


"Oh, begitu ... Baiklah suster, semoga semuanya berjalan lancar!" ucap Kenny.


"Mari, saya akan membersihkan tubuh Bu Felly dulu!" kata suster.

__ADS_1


"Biar saya saja yang menyeka istri saya suster, sekalian mengganti pakaiannya!" ujar Kenny.


"Wah, suami siaga ya! Baiklah Pak, silahkan!" jawab suster.


"Trima kasih suster!" ucap Kenny.


"Pagi ini Bu Felly puasa dulu ya, karena mau di operasi, nanti setelah operasi baru boleh makan!" jelas suster.


"Baiklah suster, terimakasih!" ujar Felly.


Kemudian perawat itu keluar dari ruangan Felly.


Kenny mulai menyeka tubuh Felly dan menggantikan pakaiannya.


"Malu Ken ah!" ucap Felly saat Kenny membersihkan seluruh tubuhnya dengan waslap.


"Kau lupa kalau aku ini suamimu?" tanya Kenny.


"Terlalu bahagia mempunyai suami sepertimu Ken!" jawab Felly.


"Bukan cuma kau yang bahagia, aku pun bahagia!" sahut Kenny.


Setelah selesai menyeka tubuh Felly, Kenny lalu membalurkan seluruh tubuh Felly dengan minyak kayu putih dan bedak tipis, lalu membantu memakaikan pakaiannya.


"Nah, sudah wangi dan cantik!" gumam Kenny yang langsung menciumi seluruh wajah Felly.


"Kenny ah, sudah dong ciumnya, kau cari makan sana, nanti aku sedih Kenny ku kelaparan!" ujar Felly sambil mendorong tubuh Kenny.


"Kau tak usah pikirkan makan ku sayang, aku bisa cari makan sendiri!" cetus Kenny.


Ceklek!


Pintu ruangan Felly di buka dari luar, Mbak Nur nampak masuk bersama dengan Icha.


"Icha?? Kau ada di sini? Memangnya kau tidak sekolah Nak??" tanya Felly terkejut.


Icha lalu mendekati ranjang Felly.


"Mami mau di operasi, masa aku sekolah, aku ingin menunggu Mami di sini saja!" cetus Felly.


"Saya sudah mau antar Icha sekolah Bu, tapi dia ngotot mau kesini, padahal saya sudah bilang ibu baik-baik saja!" jelas Mbak Nur.


"Sudahlah Mbak, kalau Icha mau menemani Maminya tidak apa-apa, Oya, Ayah dan Mbok Sumi di rumah baik-baik saja kan?" tanya Kenny.


"Iya Mister, mereka di rumah baik-baik saja!" jawab Mbak Nur.


Dua orang perawat muncul dari balik pintu.


"Permisi, operasinya akan berlangsung sebentar lagi, kami mau memindahkan ibu Felly ke ruang operasi!" kata suster itu.

__ADS_1


Dengan cekatan kedua orang perawat itu memindahkan Felly ke ruang operasi, Kenny, Icha dan Mbak Nur mengikutinya dari belakang.


****


__ADS_2