Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Keberangkatan


__ADS_3

Malam itu, Kenny baru membereskan baju-baju dan barangnya yang akan dibawanya ke Singapura. Besok pagi-pagi Kenny sudah berangkat.


Setelah selesai beres-beres, Kenny segera menuju keruang depan, Dini sudah menunggu di sana.


"Sudah selesai persiapannya? Awas jangan sampai ada yang ketinggalan, walaupun hanya satu Minggu ..." Kata Dini mengingatkan.


"Iya Dini, semua sudah siap, besok tolong kamu ingatkan Mister Rio untuk gantikan kelasku, mana tau dia lupa ..."


"Beres Ken, kau tenang saja ..."


"Ah, malam ini sepertinya aku harus tidur lebih awal, kamu tau sendiri aku sangat kesulitan bangun pagi ..." Kata Kenny.


"Jadi aku disini mengganggumu? Kamu ini sama sekali tidak ada romantisnya!" Cetus Dini.


"Maaf Din, aku memang tidak pandai merayu, seperti cowok-cowok lain, makanya seringkali aku bilang, kamu bebas kalau mau memutuskan aku ..." jelas Kenny.


"Ken!!"


Dini kesal lagi-lagi Kenny seperti itu, Dini tau Kenny tidaklah sungguh-sungguh mencintai Dini, sangat terlihat dari cara Kenny memperlakukan Dini.


Namun Dini tetap mempertahankan hubungan ini, Dini tidak mau kehilangan seorang Kenny.


Tiba-tiba Dini memeluk Kenny, momen ini yang paling membahagiakan Dini, bisa memeluk orang yang sangat dicintainya.


"Please, jangan katakan hal itu lagi, hatiku sakit Ken ..." ucap Dini.


Kenny mengusap kepala Dini, kemudian perlahan mengurai pelukannya.


"Sudah malam...aku antar pulang ya ..." Dini menganggukkan kepalanya.


Kenny mulai menyalakan mesin mobilnya, Dini sudah masuk dan duduk di samping Kenny.


"Ken, baik-baik ya di sana ..." Ucap Dini.


"Ya, kamu jangan khawatir ..."


"Besok setelah sampai, kamu langsung kirim kabar padaku ..."


"Kamu tenang saja ..."


Tak lama mereka sudah sampai di rumah Dini, Kenny segera membukakan pintu mobilnya, kemudian Dini turun.


Drttt drrrrt drrrrt


Suara ponsel Kenny bergetar di dalam saku celananya, Kenny langsung merogoh sakunya dan mengusap layar ponselnya itu.


"Halo ..."


"Missteeeerrrrrr!!!!!" Suara Icha berteriak dari sambungan teleponnya.


"Hei Icha, kamu belum tidur??"


"Tidak, aku menunggu Mister ...!"


"Menunggu Mister? Kenapa Cha?"


"Aku kangen, Besok kan aku tidak bisa bertemu Mister lagi, Mister datang kerumahku dong ...!" Pinta Icha.


"Tapi kan sudah malam, biasanya Icha juga sudah tidur ..."


"Tidak, aku tidak akan tidur sebelum Mister datang, Mami juga ..."


"Mami? Baiklah, tunggu Mister ya, sebentar lagi Mister datang kerumah Icha, mau dibawakan apa?"


"Tidak mau! Aku hanya mau Mister datang sekarang!"


"Oke, siap Cha, Mister meluncur ya ...!" Kemudian sambungan telepon di matikan.


Dini masih berdiri terpaku di hadapan Kenny.


"Siapa? Icha lagi?!" tanya Dini Ketus.


"Iya, dia memintaku datang sekarang..." Sahut Kenny.

__ADS_1


"Datang? Bukankah kamu sendiri bilang malam ini kamu harus tidur cepat, mengapa kamu tidak menolaknya?"


"Din, mengertilah, Icha hanya anak kecil yang belum mengerti ..."


"Lalu kamu terus saja mengikuti kemauannya??"


"Din, jarang ada orang yang mengikuti kemauan Icha, aku hanya belajar memahaminya, maaf, aku harus pergi, selamat malam ...!" Kenny segera masuk kembali kedalam mobilnya dan mulai menyalakan mesinnya.


"Ken ...!"


Kenny mulai melajukan mobilnya perlahan dan meninggalkan Dini yang masih berdiri di depan rumahnya.


"Kenny!!" panggil Dini.


Tapi mobil Kenny semakin kencang melaju. Ada butiran bening yang menetes dari sudut mata Dini.


****


Di depan pintu gerbang rumah Icha, gadis kecil itu masih nampak berdiri sambil memeluk bonekanya, boneka pemberian Kenny.


Toko roti masih buka, beberapa orang masih terlihat lalu lalang untuk membeli roti.


Kenny menghentikan mobilnya tepat di depan toko roti milik Felly.


Melihat Kenny datang, Icha berlari ke arah Kenny yang baru turun dari mobil dan langsung melompat ke pelukannya.


"Mister lama banget!" ujar Icha.


"Sekarang Icha mau apa? Mister sudah datang lho ..."


"Tidak mau apa-apa, mau sama Mister saja!"


"Lho, besok Mister sudah harus jalan lho Cha, memangnya Icha mau Mister ketinggalan pesawat?" Icha menggelengkan kepalanya.


Tiba-tiba Felly muncul dari dalam toko rotinya. Melihat kedatangan Kenny dia segera menghampirinya.


"Maaf Mister Kenny, Icha selalu menyusahkan mu ..." ucap Felly sungkan.


"Tapi Mami suka kan kalau Mister datang!" Seru Icha.


"Icha!"


Mereka kemudian duduk di bangku depan toko roti Felly yang di desain seperti cafe.


Seorang pekerja mengantarkan beberapa roti dan minuman.


"Mister nanti bawa beberapa roti ya untuk bekal besok ..." kata Felly.


"Tidak usah repot Bu ..."


"Tidak merepotkan kok ..."


"Mister ... menolak rejeki itu dosa lho!" celetuk Icha.


"Eh, sekarang Icha sudah pintar ngomongnya, iya Cha, Mister tidak menolak kok ..." ujar Kenny.


"Mister, seminggu nanti aku pasti akan sangat kesepian ..." kata Icha.


"Tidak kok, kan ada Mami Icha, ada teman-teman di sekolah, ada ibu guru ..." jawab Kenny.


"Aku pasti akan kangen sama Mister ..." lanjut Icha lagi.


"Kalau Icha kangen boleh kok tlp Mister ..."


"Beneran Mister? Aku boleh tlp Mister?" tanya Icha antusias. Kenny menganggukkan kepalanya.


"Tentu sayang ..."


"Pacar Mister tidak akan marah??" tanya Icha lagi.


"Tidak ..." sahut Kenny.


"Oke, aku pasti akan sering menelepon Mister! "

__ADS_1


"Icha, jangan sering menelepon...nanti Mister pasti terganggu ..." sergah Felly.


"Iiih, Mamii, Mami juga mau kan telepon Mister??"


"Icha!" Felly melotot.


Icha terlihat menguap beberapa kali, sepertinya gadis kecil itu menahan rasa kantuknya.


"Kalau sudah ngantuk tidur saja Cha ..." kata Kenny.


"Tapi Mister gendong aku ke kamar dan tungguin aku sampai tidur ..." ujar Icha. Felly membulatkan matanya.


"Icha! Kok begitu? Kasihan dong Mister nya ..." hardik Felly.


"Oke, tapi janji Icha akan langsung tidur..." sahut Kenny.


"Janji!"


Kenny segera berjongkok lalu Icha segera melompat ke punggung Kenny.


Kemudian mereka langsung berjalan masuk kerumah dan langsung ke kamar Icha.


Perlahan Kenny membaringkan Icha dan menyelimutinya. Lalu mengusap kepalanya.


"Tidurlah Cha ..." ucap Kenny.


Icha langsung memejamkan matanya dan tak lama kemudian dia pun tertidur.


Felly menutup pintu kamar Icha setelah Icha benar-benar sudah tertidur, lalu mengantar Kenny ke depan rumahnya.


"Trima kasih Mister, Icha benar-benar menyusahkan ..." kata Felly.


"Tidak Bu, Icha hanya butuh perhatian, dan kasih sayang ..." Sahut Kenny.


"Kasih sayang? Selama ini bahkan aku sudah memberikan kasih sayang berlimpah untuk Icha ..."


"Maksudku, kasih sayang seorang ayah ..."


Untuk beberapa saat lamanya mereka saling diam dengan pikirannya masing-masing.


Seorang pekerja Felly datang dan menyodorkan bungkusan roti kearah Kenny.


"Trimakasih ..." Ucap Kenny.


"Aku yang trimakasih Mister ..."


"Bu, kalau berkenan, aku mau menggantikan posisi Papi nya Icha ..." Ucap Kenny tiba-tiba tanpa sadar.


Felly nampak terkesiap.


"A ... Apa Mister?"


"Ah, bicara apa aku, maaf Bu, lupakan kata-kataku barusan ..." Kenny menepuk dahinya sendiri.


"Oh, aku pikir ..."


"Lupakan Bu, kalau begitu aku mohon diri, sudah malam, besok pagi aku harus berangkat ..." Kenny langsung masuk kedalam mobilnya.


"Ya Mister, hati-hati ya, jaga dirimu ..." Ucap Felly sambil tersenyum.


Tak lama mobil Kenny langsung menghilang perlahan dari pandangan mata Felly.


Wanita itu tersenyum mengingat perkataan Kenny barusan.


Sementara Kenny sepanjang perjalanan dia terus merutuki dirinya sendiri.


'Bodoh!! Mengapa aku mengatakan hal bodoh seperti itu??! Ayolah Ken, luruskan pikiranmu!!' gumam Kenny.


Tak lama kemudian Kenny sudah sampai di rumahnya.


Dia segera masuk kedalam kamarnya, lalu menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Bersambung ...

__ADS_1


****


__ADS_2