Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Menyelidiki


__ADS_3

Kenny berpikir keras mengenai rumor negatif tentang dirinya, yang kini jadi trending topik di media sosial.


Siang itu, Kenny mengumpulkan para dewan guru dan staff untuk mengadakan meeting, terkait dengan kasus video viral yang terjadi kemarin.


Semua guru dan para staff sudah berkumpul di ruang pertemuan.


Mereka semua duduk dengan wajah yang terlihat tegang.


Kenny juga menampakan wajah yang tegang, karena berita ini menyangkut tentang reputasinya.


Ada sekitar 3 staff TU, kecuali Bu Ana, yang katanya sudah di keluarkan oleh Bu Nuri, wakil kepala sekolah.


"Selamat siang semua, saya harap kalian semua mengerti maksud dan tujuan saya memanggil kalian semua ke ruangan ini!" Kata Kenny.


Semua orang yang ada di ruangan itu menganggukan kepalanya.


Kenny menatap tajam kepada semua guru dan staff yang ada di ruangan itu, mereka semua menundukkan kepala mereka.


"Saya akan mengklarifikasi sesuatu, supaya kalian semua paham dan tidak salah paham, mengenai video itu, yang entah siapa orang yang telah menyebar luaskannya!" lanjut Kenny.


"Saat Mister jatuh bersama dengan Bu Ana, banyak sekali guru dan murid yang membawa ponsel Mister, bisa jadi mereka salah satu pelakunya!" cetus Bu Nuri.


"Di sini ada hal yang aneh, kenapa pintu ruang TU bisa terkunci saat saya ada di dalamnya? Lalu kenapa Bu Ana sampai tidak tau kalau rekan-rekannya sedang mengikuti pelatihan di diknas??" tanya Kenny.


"Bu Ana tidak mau ikut Mister, lagi pula apabila petugas TU keluar semua ikut pelatihan, tidak ada yang melayani bagian pembayaran jikalau ada murid atau orang tua yang akan membayar uang sekolah!" jelas Pak Budi.


"Cukup masuk akal, tapi kenapa pintu ruangan bisa terkunci? Biasanya ruangan TU tidak pernah mengunci pintu bukan?" tanya Kenny lagi. Semua yang ada di ruangan itu menundukkan kepalanya.


"Saat Mister menggedor-gedor pintu, saya langsung memanggil pak Yono untuk mengambil kunci cadangan Mister, dan karena suara ribut dari dalam, mengundang guru dan murid datang, ingin tau apa yang terjadi di dalam, ternyata ..." Bu Iren menghentikan perkataannya.


"Cukup! Kalian perlu tau, aku ke ruang TU hanya ingin menanyakan soal laporan keuangan yang ganjil, penerimaan uang tidak sesuai dengan laporan sebelumnya, hanya ada Bu Ana di sana, wajar saja kalau saya menanyakan hal itu pada Bu Ana, tapi setelah saya akan kembali, pintu ruangan sudah terkunci!" jelas Kenny.


"Kami akan segera menyelidiki kasus ini Mister!" sahut Pak Budi.


"Tolong secepatnya selesaikan masalah ini, saya tidak ingin reputasi sekolah ini hancur hanya karena video viral yang tidak mengandung kebenaran itu!" cetus Kenny.

__ADS_1


Semua yang ada di ruangan itu menganggukan kepalanya.


Kenny lalu beralih menatap ke arah Bu Nuri yang sedari tadi hanya menundukkan kepalanya.


"Bu Nuri, beri penjelasan kepada saya, kenapa Bu Nuri memberhentikan Bu Ana bekerja di TU, bukankah keputusan itu adalah wewenang kepala sekolah?" tanya Kenny.


"Maaf Mister, Bu Ana itu kan juga salah satu penyebab terjadinya berita itu, kalau Bu Ana tidak ada, sekolah ini akan aman karena sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Bu Ana!" jawab Bu Nuri.


Kenny mengerutkan keningnya, mencoba mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Bu Nuri.


"Oke, video yang memperlihatkan saya bersama Bu Ana pulang sekolah, itu semata-mata karena saya tidak tega melihat Bu Ana pulang jalan kaki ke rumahnya yang cukup jauh itu, apa salahnya saya menawarinya tumpangan?!" jelas Kenny.


"Kalau untuk alasan itu saya setuju Mister!" celetuk Bu Ira yang sedari tadi hanya menyimak saja.


"Seharusnya Bu Ana jangan di pecat, karena dia juga adalah korban fitnah!" tambah Bu iren.


"Betul itu!" timpal Bu Ira.


"Cukup rekan-rekan guru, sebaiknya kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin, kita sama-sama tau, Mister hanya berniat menolong Bu Ana, bukan karena ada maksud tertentu, ini adalah fitnah yang di lakukan oknum yang tidak bertanggung jawab!" sergah Pak Budi.


"Saya rasa, oknum Itu adalah orang dalam, tidak mungkin orang luar bisa melakukan video sedetil itu!" ucap Bu Iren.


****


Kenny langsung menjemput Icha di kelasnya, kebetulan pelajarannya juga sudah selesai.


Setelah itu, Kenny segera melajukan mobilnya cepat menuju ke rumahnya, hari ini dia sengaja pulang cepat.


"Papi aku lapar!" seru Icha sambil memegangi perutnya.


"Iya Cha, kita makan dulu yuk di luar, tadi Mami tidak siapkan bekal Icha ya?" tanya Kenny.


"Iya, Mami kenapa sih? Lagi marah sama Papi?" tanya Icha balik.


"Tidak tau Cha, makanya Papi pulang cepat hari ini, supaya Papi bisa ngobrol banyak sama Mami, nanti pas Papi sama Mami, Icha jangan ganggu ya!" ujar Kenny.

__ADS_1


"Kenapa memangnya Pi? Memangnya Papi mau buat adik bayi lagi sama Mami?" tanya Icha.


"Bukan Cha, adiknya saja belum lahir, masa mau buat lagi!" cetus Kenny.


Tak lama mereka sampai di salah satu restoran cepat saji.


Restoran itu cukup ramai, beberapa orang memandang aneh pada Kenny.


"Itu bukannya yang ada di video itu ya, yang selingkuh sama staffnya?" Bisik salah satu ibu di sebelah meja Kenny dan Icha.


"Iya betul, kok bisa ya dia selingkuh, mana sudah punya anak begitu, kasihan istrinya!" sahut teman si ibu itu.


Tiba-tiba Kenny berdiri dari mejanya sambil memegang tangan Icha, lalu menatap tajam ke arah ibu-ibu yang mengosipkannya itu.


"Bu! Jangan bicara sembarangan ya!! Siapa yang selingkuh?? Itu fitnah Bu! saya ini sudah beristri dan saya sangat mencintai istri saya itu, dengar kalian semua??!" sentak Kenny.


"Ma ... Maaf Pak!" sahut Ibu-ibu itu.


Kenny segera menggandeng Icha keluar dari tempat itu, di iringi dengan banyak pasang mata yang memandang heran terhadapnya.


"Kita cari tempat lain saja Cha, di sini tidak bagus auranya!" kata Kenny.


"Papi, kita makan bakso saja yuk, di jamin aman!" ujar Icha.


"Iya deh Cha, idemu bagus juga, pasti Lebih aman kalau kita makan bakso di pinggir jalan, orang-orang nya tidak suka bergunjing!" sahut Kenny.


Mereka akhirnya melipir ke sebuah kedai bakso yang letaknya tidak jauh dari tempat itu.


"Enak Baksonya Pi!" cetus Icha.


"Makan yang banyak Cha! Nanti kita bungkusin buat Mami!" timpal Kenny.


"Oke deh, buat adik bayinya juga Pi!" seru Icha.


"Buat seisi rumah kita, Buat Kakek, Mbok Sumi dan Mbak Nur, kita pesta bakso hari ini!"

__ADS_1


Kenny dan Icha tertawa dan sejenak melupakan setiap masalah Kenny.


****


__ADS_2