
Pagi itu, hangat sinar mentari masuk melalui celah jendela kamar Kenny. Felly bangun dari tidurnya, kemudian dia beranjak membuka lebar jendela kamar, hawa sejuk pagi menyeruak masuk melalui jendela yang terbuka.
Kenny masih nampak tertidur pulas di tempat tidurnya, aktifitas semalam membuat Kenny benar-benar mengeluarkan segenap tenaga dan perasaannya.
Perlahan Felly kembali mendekati suaminya itu, di kecupnya dengan lembut kening Kenny.
Kenny mengerjapkan matanya, menatap wajah istrinya yang kini berada sangat dekat di depan matanya.
"Good morning Papi Kenny, bangun yuk sudah siang!" ucap Felly lembut.
Kenny malah menarik Felly hingga terjatuh di dadanya.
"Aku masih mau tidur, temani aku tidur!" bisik Kenny sambil memeluk Felly.
"Ken, ayo bangun! Aku mau membantu Mbok Sumi memasak, aku akan membuatkan mu sarapan, jangan seperti ini terus!" Tukas Felly sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Kenny.
"Aku menginginkannya lagi sayang," bisik Kenny.
"Ken, bukan saatnya sekarang, bahkan kau sudah melakukannya berkali-kali, memangnya kau tidak capek? Ayolah, keburu Icha datang dan membangunkan kita!" cetus Felly.
Mendengar nama Icha, Kenny langsung beranjak bangun dari tidurnya.
"Baiklah, aku akan bangun, yuk kita mandi!" kata Kenny yang langsung berdiri.
"Tidak, kau mandi duluan!" kilah Felly.
"Akan membuang waktu kalau kita saling mengantri, lebih baik kita mandi bersama supaya lebih hemat waktu!" kata Kenny.
"Ah, kau pasti modus! Mana bisa mandi cepat kalau berdua, yang ada malah semakin lama!" ujar Felly.
"Tidak, aku janji kita tak akan lama! Ayo, atau mau ku gendong??"
Felly langsung menyambar handuknya dan bergegas masuk ke kamar mandi terlebih dahulu, dengan senyum penuh kemenangan Kenny menyusul di belakangnya.
Pak Banu dan Icha yang sudah mengenakan seragam sekolah, sudah berkumpul di meja makan, mereka menunggu Kenny dan Felly turun dari kamarnya.
Tak lama kemudian, Kenny dan Felly sudah nampak turun dari kamarnya. Mereka langsung bergabung di meja makan bersama Pak Banu dan Icha yang telah menunggu mereka.
"Selamat Pagi Ayah, Icha!" sapa Kenny yang langsung duduk di samping Icha, Felly menyusul duduk di samping Kenny.
__ADS_1
"Ah, kalian lama sekali, mentang-mentang pengantin baru!" ledek Pak Banu.
"Papi! Mami, adik bayinya sudah jadi belum?" tanya Icha. Kenny dan Felly saling berpandangan.
"Cha, doakan saja kamu akan cepat punya adik! Jangan kamu tanyakan terus tentang pembuatan adik bayi!" ujar Pak Banu.
"Iya Cha, pokoknya Icha tenang saja, nanti kalau sudah jadi pasti Icha di beritahu kok, tapi Icha jangan sering ngomong-ngomong adik bayinya sudah jadi apa belum, kan Papi malu Cha!" seru Kenny.
"Iya deh, masa punya adik bayi malu sih, Papi ini kuno!" cetus Icha.
"Sudah Cha, jangan kau bahas lagi, lebih baik bahas yang lain, ayo cepat habiskan sarapanmu, atau kau akan terlambat ke sekolah!" sambung Felly.
Wajah Icha nampak cemberut.
"Oya Ayah, akhir pekan ini, aku berencana akan bulan madu, sebelum kembali masuk ke sekolah, aku akan mengajak Ayah juga Icha!" kata Kenny sambil mulai menikmati sarapannya.
"Hmm, kalian saja yang berangkat, Ayah tidak usah ikut Ken!" ujar Pak Banu.
"Lho, kenapa Ayah? Kita sekalian liburan keluarga kok!" sergah Kenny.
"Betul Kek, kalau kakek tidak ikut nanti aku akan sendirian, kan Papi dan Mami pasti sibuk membuat adik bayi! Ups!" Icha menutup mulutnya karena keceplosan. Felly melotot ke arah Icha.
"Ayah ini sudah tua Ken, untuk berjalan jauh saja badan sudah payah, Ayah di rumah saja, lebih banyak istirahat lebih baik!" kilah Pak Banu.
"Iya Kek! Kalau kakek tidak ikut tidak seru! Aku kan mau di ajarin kakek main catur!" kata Icha.
"Hmm, ya baiklah, kalau kalian memaksa, aku akan ikut, ajak juga Sumi dan Nur, mereka juga butuh refreshing!" ujar Pak Banu menyerah.
"Yeeeeaah! Aku jadi ke pantai deh! Asyiiik!! Trima kasih Papi!" Icha langsung mencium Pipi Kenny dengan wajah gembira.
Setelah mereka selesai sarapan, Pak Banu dan Icha langsung berangkat sekolah sekalian Pak Banu ada rapat yayasan, sementara Kenny mengajak Felly ke suatu tempat untuk memberikan kejutan.
"Kau mau mengajakku kemana Ken?" tanya Felly pada Kenny yang tengah menyetir mobilnya.
"Ada deh, sebentar lagi juga sampek!" sahut Kenny sambil tersenyum.
"Sejak kapan kau main rahasia padaku Ken?" tanya Felly cemberut.
"Siapa yang rahasia, nih aku mau kasih tau kamu! Sabar dong sayang!" kata Kenny sambil mencubit gemas pipi Felly.
__ADS_1
Tak lama kemudian, mereka sudah sampai di suatu tikungan jalan yang ramai, Kenny memarkir mobilnya dan menuntun Felly turun dari dalam mobilnya, lalu membawanya ke suatu tempat.
"Sayang, kau lihatlah ruko itu, menurutmu itu strategis tidak untuk usaha?" tanya Kenny sambil menunjuk ke arah sebuah ruko 3 lantai yang sedang di bangun dan cukup besar dengan desain yang modern.
"Bagus sekali rukonya Ken! Punya siapa ini? Tempatnya juga strategis, persis di pertigaan lalan raya!" sahut Felly takjub.
"Ruko ini adalah milikmu sayang, aku membelinya sendiri dengan uang tabunganku selama ini, sebagai hadiah pernikahan kita ..." ucap Kenny sambil menatap Felly dalam.
Felly terkesima, sampai tak dapat lagi merangkai kata apapun, namun butiran bening sempat menetes dari matanya.
"Ken ...." Kata-kata Felly tertekan di tenggorokan, dia benar-benar tak dapat bicara apapun, semua rasa sudah berkumpul dalam hatinya.
"Ssst, jangan katakan apapun sayang, kau pantas menerima ini, bukankah impianmu adalah memiliki toko roti yang besar dan strategis untuk mengembangkan usahamu? Aku mewujudkannya untukmu sayang!" ucap Kenny.
Felly langsung menghambur ke pelukan Kenny, membenamkan dalam-dalam wajahnya di dada bidang Kenny, menumpahkan seluruh perasaan yang ada di hatinya. Rasa bahagia dan haru seolah menjadi satu.
"Trima kasih Ken, trimakasih!" lirih Felly.
Kenny membelai rambut panjang Felly, lalu di kecupnya kening istrinya itu dengan penuh rasa cinta.
"Kau hanya perlu terus mencintaiku sayang, memberikan aku adik-adik untuk Icha!" bisik Kenny.
"Iya Ken, tanpa kau memintanya aku juga akan menyerahkan seluruh hidupku untukmu, aku akan memberikan apa yang kau inginkan itu, adik untuk Icha, aku juga sangat ingin memiliki anak darimu Ken, dia pasti akan sangat tampan seperti Papinya!" sahut Felly.
"Hmm, dari mana kau tau calon bayi kita itu laki-laki?" tanya Kenny sambil menghapus air mata Felly dengan tangannya.
"Ehm, semua bisa di pelajari Ken, aku banyak lihat dari internet, posisi berhubungan bisa menentukan jenis kelamin anak!" jawab Felly.
"Oya? Kalau begitu ajari aku sayang! Aku sangat ingin punya banyak anak darimu!" goda Kenny.
"Kenny, kau ini nakal!" Felly memukul lembut dada Kenny.
Kenny langsung menangkap wajah Felly, kemudian dengan lembut mencium bibinya.
"Jangan Ken, ini di tempat umum, malu!" sergah Felly.
"Biar saja sayang, biar semua orang tau kalau aku adalah milikmu seorang!" Kenny kembali melanjutkan aktifitasnya.
Meraka tidak sadar, ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sejak tadi.
__ADS_1
Bersambung....
****