Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kemarahan Kenny


__ADS_3

Pak Banu dan Kenny kembali pulang kerumah, mereka sangat terkejut saat melihat Icha sudah ada di rumah, dan dia di antar pulang oleh Satria.


Kenny menatap tajam ke arah Satria yang pada saat itu sedang duduk di ruang tamu. Icha nampak duduk di sebelahnya.


Tiba-tiba Kenny menarik kerah baju Satria dan kemudian langsung menampar wajah Satria.


Plakk!!


Felly yang baru muncul dari dapur langsung terkejut melihat perlakuan Kenny terhadap Satria.


"Kurang ajar Kau!" Sentak Kenny.


Satria meringis sambil memegangi pipinya yang baru di tampar Kenny.


"Kenny!! Kau apa-apaan??!" pekik Felly sambil menarik bahu Satria menjauhi Kenny.


"Apa-apaan katamu? Icha di bawa pergi olehnya tanpa ijin siapapun, kau tau banyak kejadian remaja menculik anak? Dia bisa jadi pembunuh atau pemerkosa!! Tindakannya tidak bisa ditolerir!!" sentak Kenny.


"Papi jahat!! Bang Satria itu baik! Dia hanya mengajakku jalan-jalan sebentar, harusnya Papi baik sama dia! Dia kan sudah antar aku pulang!!" jerit Icha sambil berlari memeluk Satria.


Kenny langsung manarik tangan Icha untuk melepaskan pelukannya pada Satria.


"Kau ini apa-apaan Cha, apa kau sadar kalau dia ini adalah seorang laki-laki yang baru beranjak remaja? Sedangkan Icha masih kecil!" cetus Kenny.


"Maafkan saya Om, tapi Om jangan marahi Icha, saya yang salah sudah mengajak Icha keluar dari sekolah, saya hanya ingin pamit sama Icha Om, karena saya akan melanjutkan sekolah saya di luar negri, bersama orang tua asuh saya!" jelas Satria.


Kenny tertegun mendengar penjelasan Satria. Dia sudah terburu emosi sampai tidak perduli terhadap sudut pandang yang lain.


"Makanya kau dengar dulu Ken! Jangan asal main hakim sendiri!" ujar Pak Banu.


Kenny perlahan menghampiri Satria dan merengkuh bahunya.


"Maaf kan aku ya!" ucap Kenny. Satria Menganggukan kepalanya.


"Kalau begitu aku pamit ya Om, Dek Icha dan semua, terima kasih!" ucap Satria sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumah itu.


Icha mengikutinya dari belakang sambil menangis. Yang lain juga mengikuti Satria sampai di depan gerbang.


Satria mulai memakai helmnya dan menyalakan mesin motornya.


"Bang Satria!" panggil Icha. Satria menoleh kearah Icha yang kini ada di sampingnya.


"Iya Dek!"


"Sekarang umurku hampir tujuh tahun, kalau kelak aku dewasa, aku mau ketemu lagi sama Abang!" ucap Icha.


Satria mengacak rambut Icha.


"Nanti Abang akan cari dek Icha, Abang akan sekolah yang tinggi, jadi pengusaha kaya raya, setelah itu Abang akan cari dek Icha, Abang harap Dek Icha tidak melupakan Abang ya!" ucap Satria.

__ADS_1


Icha mengusap air matanya, anak itu tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Tapi kan kalau sudah besar, Bang Sat pasti akan punya pacar!" ujar Icha.


Satria tersenyum manis ke arah Icha.


"Tidak dek, Abang akan tunggu dek Icha dewasa, Abang sayang sama dek Icha!" ucap Satria sambil mulai melajukan motornya meninggalkan rumah itu.


Icha kembali menangis saat tubuh Satria menghilang di balik tikungan jalan.


Perlahan Felly melangkah menghampiri Icha yang masih menangis.


"Sudahlah Cha, masuk yuk, dia sudah pergi!" kata Felly.


Icha menatap wajah Felly dengan tatapan sendu.


"Apa aku bisa ketemu sama Bang Satria lagi Mami?" tanya Icha.


"Selama kita masih hidup, pasti akan selalu ada kesempatan bertemu, sudahlah, kita masuk yuk!" Felly menggandeng tangan Icha masuk ke dalam rumah.


Kenny mendekat ke arah Icha, namun Icha melengos dan melangkah masuk ke dalam kamarnya. Sepertinya dia marah pada Kenny.


Saat Kenny hendak mengejar Icha, Felly Manahan tangan Kenny.


"Biarkan Icha sendiri dulu Ken, sepertinya dia masih kesal padamu!" ujar Kenny.


"Tadi aku hanya mengkhawatirkan Icha Fell, kau tau tadi aku pergi begitu saja meninggalkan kelasku hanya karena mendengar Icha hilang dari sekolah!" ungkap Kenny.


"Hmm, padahal aku tidak bermaksud menyakitinya, aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa dengan Icha!" ujar Kenny.


"Aku paham Ken, tapi pikiran Icha itu masih belum dewasa, kau bersabarlah dulu, nanti sore coba kau dekati dia lagi!" ucap Felly.


Felly dan Kenny duduk di sofa ruang tamu, sementara Pak Banu sudah masuk ke kamarnya untuk beristirahat.


"Bagaimana kabar juniorku hari ini?" tanya Kenny sambil merebahkan kepalanya di paha Felly dan menciumi perutnya.


"Hari ini dia ingin makan nasi goreng buatan Papinya!" sahut Felly.


"Oya? Tapi Papinya tidak bisa buat nasi goreng, beli nasi goreng yang enak ya?" tawar Kenny. Felly menggelengkan kepalanya.


"Tidak mau, maunya nasi goreng buatan Papi Kenny!" tukas Felly.


"Hmm, baiklah sayang, apapun yang juniorku inginkan aku akan menurutinya, tunggu sebentar ya!" Kenny segera bangkit dari posisi tidurnya, kemudian dia segera berjalan menuju ke dapur.


Di dapur, Mbok Sumi dan Mbak Nur nampak sedang membuat sesuatu.


Kenny mulai mempersiapkan bahan untuk membuat nasi goreng.


"Mas Ken mau buat apa?" tanya Mbok Sumi.

__ADS_1


"Nasi goreng, anakku lagi pengen makan nasi goreng!" sahut Kenny.


"Icha?" tanya Mbak Nur, Kenny menggelengkan kepalanya.


"Calon anakku yang ada di perut istriku!" jawab Kenny.


"Oalaa, Mas Ken ini suami idaman sekali, silahkan buat yang enak Mas, itu namanya lagi ngidam istrinya!" kata Mbok Sumi.


"Iya tuh Mister, kalau lagi ngidam itu, keinginannya harus dituruti, kata orang sih biar anaknya tidak ngiler!" cetus Mbak Nur.


Tiba-tiba Icha muncul di dapur.


"Mbak Nur, aku mau minum jus!" kata Icha. Kenny segera mendekati Icha.


"Papi yang buatin ya Cha!" tawar Kenny.


"Tidak! Aku maunya Mbak Nur yang buat jusnya!" cetus Icha yang langsung pergi meninggalkan dapur.


"Icha kenapa Mas Ken?" tanya Mbok Sumi.


"Icha lagi ngambek Mbok!" sahut Kenny.


"Alah, bentar lagi juga hilang ngambeknya!" timpal Mbak Nur.


Kenny mulai membuat nasi goreng, dengan segenap kemampuan yang ia miliki, padahal Kenny Paling tidak bisa masak di dapur.


Sementara Mbak Nur mulai membuatkan jus untuk Icha.


Ting tong


Tiba-tiba suara bell rumah terdengar, dengan tergopoh Mbok Sumi ke depan untuk membukakan gerbang.


Felly masih terlihat duduk di sofa sambil membaca majalah wanita.


Saat Felly mau berdiri untuk membuka gerbang, Mbok Sumi sudah mendahuluinya.


"Biar saya saja yang bukakan Bu!" kata Mbok Sumi. Felly Menganggukan kepalanya.


Tak lama kemudian Mbok Sumi sudah kembali dan langsung mendekati Felly.


"Bu, di depan ada orang yang mau ketemu ibu, tapi saya belum ijinkan masuk Bu, habisnya orangnya galak banget, masa dia bentak saya!" kata Mbok Sumi.


Felly berdiri dan segera berjalan menuju ke arah gerbang rumah itu.


Matanya terbelalak saat melihat siapa orang yang berdiri menunggunya itu.


****


Hi Guys ....

__ADS_1


Nanti bakal ada sekuel kisah Icha dewasa dan Satria, tetap ikuti ceritanya ya guys ...


__ADS_2