Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Ulah Suster Lela


__ADS_3

Hampir setengah harian Felly dan Icha menemani Kenny di rumah sakit. Kenny bahagia, rasanya seperti punya sebuah keluarga kecil.


Mata Icha mulai kemerahan, gadis kecil itu terlihat menahan kantuknya. Rupanya sudah lelah juga dia bermain.


"Ken, sepertinya aku harus pulang kerumah, Icha kelihatannya sudah capek ... Kamu tidak apa-apa kan ku tinggal? Siapa tau Dini nanti akan datang lagi!" pamit Felly.


"Hmm, aku akan kesepian lagi!" sahut Kenny.


"Kan ada suster yang menjagamu Ken!" timpal Felly. Tiba-tiba Kenny teringat akan suster Lela.


"Tidak! Tidak!" Jerit Kenny sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Felly heran menatap Kenny.


"Hei, kamu kenapa Ken?" tanya Felly sambil membelai rambut Kenny.


Kenny takut jika Suster Lela datang lagi dan berbuat seperti apa yang pernah di perbuatanya saat di rumah Kenny. Apalagi kini Kenny dalam keadaan sakit.


"Felly, bisakah kau menemaniku malam ini? Ayahku tidak mungkin menemaniku karena dia juga baru pulih dari sakit!" pinta Kenny sambil menatap ke arah Felly.


"Tidak mungkin Ken, bagaimana dengan Icha? Kenapa kamu tidak minta temanmu Leo untuk menemanimu?" tanya Felly.


"Icha kan bisa sementara di titip Mbak Nur, si Leo mana mau semalaman menungguiku!" Sahut Kenny.


Tiba-tiba suster Lela masuk keruangan itu sambil membawa nampan berisi obat dan peralatan lainnya.


"Permisi, Mas Kenny mau di pasang Kateter atau popok dewasa, kalau kesulitan ke toilet?" tanya Suster Lela sambil menatap tajam ke arah Kenny.


"Tidak! Aku tidak mau! Aku bisa ke toilet sendirian!" Ujar Kenny setengah berteriak.


Felly berusaha menenangkan Kenny yang nampak seperti orang yang trauma.


"Ken, kamu kenapa? Mungkin suster benar, kalau nanti malam kamu sulit untuk ke toilet, sementara belum ada yang menunggumu, jadi biarkan suster melakukan yang terbaik untukmu, supaya kamu lebih nyaman juga!" Ucap Felly.


"Tidak!! Bawa suster itu keluar dari sini Fell ...!!" Jerit Kenny sambil menunjuk ke arah suster Lela, Felly semakin bingung di buatnya.


Kemudian Felly langsung mengajak suster Lela bicara di luar kamar rawat Kenny.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan dia suster? Kenapa dia begitu takut saat melihatmu?" tanya Felly.


"Mungkin dia hanya tidak mau di pasangkan kateter, ibu tenang saja, nanti saya akan beri suntikan obat penenang ...!" Sahut Suster Lela sambil tersenyum.


"Aku jadi khawatir meninggalkannya sendirian, suster, aku boleh titip dia kan, aku harus pulang untuk mangantar anakku!" Ujar Felly. Suster Lela mengangguk sambil tersenyum.


"Tenang saja Bu, Mas Kenny aman bersamaku!" Ucap Suster Lela.

__ADS_1


Felly kembali masuk ke kamar Kenny, perlahan mulai mendekati Kenny dan duduk di samping ranjang Kenny.


"Ken, aku pulang ya, aku sudah minta tolong suster yang tadi untuk menjagamu, kau tenang saja!" Ucap Felly sambil membelai rambut Kenny.


Tiba-tiba Kenny bangkit dari tidurnya, kemudian menatap tajam kearah Felly.


Felly terperangah seketika, melihat sikap Kenny yang sangat aneh hari ini.


"Tidak! Kalau kamu meninggalkan aku dengan suster jahat ini, aku akan pergi dari sini!" Kenny mencabut kasar selang infus yang tertancap di tangannya.


Darah segar langsung muncrat dari tangan Kenny, dan kini berceceran di lantai. Kenny segera bangkit berdiri dan mulai berjalan, namun karena kepalanya pusing dia oleng dan kembali terjatuh di ranjangnya.


Felly langsung memeluk tubuh Kenny. Kemudian dia segera berteriak.


"Tolong! Dokter! Suster! Tolooong!!" Teriak Felly. Icha yang melihatnya nampak berdiri ketakutan.


"Mami! Mister kenapa?" Tanya Icha. Namun Felly tidak menjawab pertanyaan Icha.


Seorang dokter dan beberapa perawat berdatangan mendengar teriakan Felly.


"Apa yang terjadi di sini?" tanya Dokter saat selang infus Kenny sudah terlepas dan darah yang terus mengalir dari tangan Kenny.


Beberapa perawat dengan cepat langsung kembali memasangkan jarum infus itu ke tangan Kenny.


"Sebaiknya ibu jangan meninggalkannya dulu, sepertinya dia memang butuh kehadiran ibu, apalagi kondisinya yang masih belum stabil begini!" Saran Dokter, Felly Menganggukan kepalanya.


Setelah di rasa tenang, Dokter dan beberapa perawat itupun meninggalkan ruangan Kenny.


Felly akhirnya merogoh ponselnya dan mulai menelepon Mbak Nur.


"Halo!"


"Halo Mbak Nur, tolong jemput Icha di rumah sakit, kau bawalah pulang, aku titip Icha, karena Kenny membutuhkanku saat ini ...!" Ujar Felly.


"Baik Bu!" Singkat Mbak Nur.


"Jangan lupa bawakan aku baju ganti dan perlengkapan ku, cepatlah datang, kasihan Icha sudah kecapean!"


"Baik Bu, ditunggu!" Kemudian teleponpun di matikan.


Felly lalu menghampiri Icha yang masih duduk di sofa ruangan itu.


"Cha, nanti pulang sama Mbak Nur ya, Mami mau temenin Mister dulu ..." Ucap Felly.

__ADS_1


"Aku juga mau temenin Mister Mami, aku mau menginap di sini saja!" Cetus Icha.


"Tidak boleh Cha, anak kecil tidak boleh berlama-lama di rumah sakit, Icha harus nurut apa kata Mami, supaya Mister cepat sembuh!" tegas Felly. Icha kemudian menganggukan kepalanya.


"Iya deh Mami, aku di rumah saja sama Mbak Nur!" Jawab Icha.


Felly melirik ke arah Kenny yang mulai tertidur, mungkin karena pengaruh obat.


Satu jam kemudian Mbak Nur datang dan dengan membawa barang titipan Felly, kemudian dia langsung membawa Icha pulang kerumahnya.


Waktu sudah menunjukan jam 5 sore, suster Lela masuk sambil membawa sebuah wadah besar dan sebuah handuk kecil dan washlap.


"Selamat sore Bu, Saya akan menyeka tubuh Mas Kenny sekalian menggantikannya baju ...!" Ucap Suster Lela.


"Ehm, maaf suster, sepertinya Kenny masih takut dengan suster ... berikan pada saya, biar saya yang akan melakukannya!" Jawab Felly.


"Tapi ini sudah menjadi tugas saya Bu!" Kilah Suster Lela.


Tiba-tiba Kenny terbangun dari tidurnya, melihat suster Lela dia langsung bangkit dan duduk sambil menarik selimutnya.


"Pergi kau!!" Hardik Kenny.


Akhirnya Suster Lela memberikan baskom besar itu beserta washlapnya ke arah Felly, kemudian segera meninggalkan kamar Kenny.


"Ken, tubuhmu perlu di bersihkan, tadi suster hanya mau menyeka tubuhmu saja, kan memang sudah menjadi tugasnya!" Kata Felly.


"Tidak! Pokoknya aku tidak mau!!" Cetus Kenny.


"Ya... ya baiklah, biar aku yang melakukannya, sekarang kau berbaring dengan tenang, aku akan membersihkan tubuhku supaya kau nampak segar...!" Ucap Felly akhirnya.


"Tolong kunci pintunya Fell! Aku tidak mau suster itu masuk lagi!" Ujar Kenny. Felly lalu mengunci pintu ruangan itu dari dalam.


Kemudian Felly mulai membersihkan tubuh Kenny dengan lap basah, setelah membuka semua pakaian Kenny, Felly menyekanya dengan lembut dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Maafkan aku Kenny, terpaksa aku melihat milikmu lagi ..." Ucap Felly.


"Tidak apa-apa sayang, aku bahagia, karena kau adalah calon istriku kelak!" Sahut Kenny sambil tersenyum.


Seluruh tubuhnya meremang seketika.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2