
Kenny memarkirkan motornya di parkiran sebuah gedung perkantoran.
Kemudian di bergegas naik ke lantai atas dengan menggunakan lift dan langsung menuju ruangan Leo.
Tanpa basa basi dan mengetuk pintu dulu, Kenny langsung masuk ke dalam ruangan itu.
"Gila Kau Ken! Masuk ke ruangan orang main nyelonong saja!" Sungut Leo saat melihat Kenny yang tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Sorry Bro...!" Sahut Kenny sambil langsung duduk di depan Leo.
"Kenapa kau? Sudah kayak kebakaran jenggot aja..." tanya Leo.
"Leo...si Felly tiba-tiba berhentikan Icha les..." Kata Kenny.
"Terus kenapa? Mungkin dia sudah pintar...atau sudah bosen sama lu!" Sahut Leo.
"Bukan...ini aneh banget bro, padahal baru kemaren aku ungkapin perasaan sama dia, dan kemarin dia kelihatan bahagia gitu...masa sekarang dia bilang aku jangan Dateng lagi kerumahnya...jangan ngelesin Icha lagi...!" ungkap Kenny.
"Mungkin dia takut Ken...!"
"Takut kenapa?"
"Secara dia itu kan janda...mungkin dia tau diri dan berusaha menghindar...karena takut terlanjur cinta sama lu!" Ujar Leo.
"Tapi kenapa tidak dari kemarin saja...ini ada yang aneh tau nggak! Gimana dong bro...?!"
"Ken, kalo emang dia udah ngomong begitu, ya tandanya dia memang sudah tidak mau di temui lagi...dan lu harus terima itu, cari cewek yang lain yang masih ngantri kan banyak...!" Kata Leo.
"Tapi...tapi...sudah terlanjur cinta sama dia..." Ucap Kenny lirih. Leo tertawa mendengar perkataan Kenny.
"Oh my God! Temen gue polos banget...cinta? Hari gini masih ada cinta gitu? Ken...Ken...ya udah, you kejar deh cinta itu...!" Leo menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Leo! Orang serius kenapa kau malah bercanda!? Kau tidak tau ini temen lagi sedih?!" Sungut Kenny.
"Sedih?? Hahaha...Ken...Ken...lu ini keren tapi cupu tau nggak...ya sudah, sekarang mending lu pulang dulu, tenangin pikiran...tidur yang lama...biar bisa jernih tuh otak!"
"Tapi hari ini harusnya jadwal ngajar Icha...anak itu pasti sudah menunggu..." Gumam Kenny.
"Tapi kan Maminya udah nggak mau lu ngajar lagi...sementara turutin aja dulu, sambil cari tau apa penyebabnya..." Saran Leo.
__ADS_1
"Apa mungkin ada laki-laki lain ya, soalnya dia sempet bilang kalau dia sudah punya calon Papinya Icha..."
"Dan lu percaya?" Kenny menggelengkan kepalanya.
"Beberapa kali aku lihat di matanya ada cinta, bahkan kita juga pernah berciuman dan kelihatannya dia sangat bahagia..." Ungkap Kenny.
"Kau tenang saja bro...kalau emang jodoh nggak akan kemana...ngomong-ngomong gimana rasa bibir janda?"
"Sial!! Yang pasti rasanya bikin susah tidur berapa hari...sudah aku balik! Thanks Broo...!" Kenny langsung berdiri lalu segera keluar dari ruangan Leo.
****
Sementara di rumah Icha, sudah sejak setengah jam yang lalu Icha duduk di depan teras rumahnya.
Sesekali dia berlari ke arah gerbang, jika ada mobil atau motor yang lewat di depan rumahnya.
Kembali Felly mendekati putrinya itu untuk yang kesekian kalinya.
"Sudahlah Cha...kan Mami sudah bilang kalau Mister Kenny lagi sibuk, jadi tidak bisa datang ngelesin Icha..." kata Felly sambil mengelus kepala Icha.
"Tapi kenapa Mister tidak bilang sama aku? Biasanya kan kalau tidak bisa datang Mister selalu bilang, kayak waktu itu pas Mister pergi ke Singapura..." Sahut Icha.
"Tidak mau! Aku mau tunggu Mister di sini saja...dia pasti datang kok..." Icha tetap duduk sambil melipat kedua tangan mungilnya di depan dadanya.
"Icha...mau sampai kapan Icha di sini terus...Mister tidak mungkin datang! Percaya deh sama Mami..." Sekali lagi Felly membujuk Icha.
"Mami saja yang masuk, pokoknya aku mau tunggu Mister! Waktu itu Mister pernah janji mau ajak aku nyanyi bareng, terus kita juga mau bikin video...Mister mau ajarin aku jadi youtuber!!" Cetus Icha.
"Cukup Icha!! Mister tidak akan datang...Icha tau kenapa? Karena Mami sudah meminta Mister untuk tidak datang lagi ke rumah ini...karena Icha sudah pintar, Mister Kenny sudah tidak mengajari Icha lagi...mulai hari ini....!" tegas Felly.
Icha menatap Felly dengan manik matanya yang bulat dan jernih, ada sorot kekecewaan di sana.
"Kenapa Mami bilang begitu sama Mister?? Kenapa Mami??" tanya Icha.
"Icha dengar...Mister Kenny itu hanya guru Icha sementara...dia bukan milik Icha atau Mami...dia memang harus pergi dan Icha harus bisa melupakannya..." Jelas Felly. Tiba-tiba Icha berdiri.
"Tidak! Mami bohong...Mister Kenny bilang kalau dia sayang aku dan Mami...dia akan menikah dengan Mami dan kita akan tinggal sama-sama di sini...Mister Kenny janji akan jadi Papi aku dan selalu menjaga aku...Mami Bohong!!" Icha mulai menangis.
Felly memeluk tubuh Icha dengan erat, wanita itu juga menangis, punggungnya berguncang menahan kesedihan dan beban yang melandanya.
__ADS_1
Icha yang mulai ceria, pintar, dan percaya diri, akankah kembali kepada sifatnya yang dulu lagi? Felly benar-benar sedih memikirkan masa depan Icha.
Baru saja dia memiliki harapan terhadap Kenny, tapi harapan itu harus kandas sebelum waktunya.
Hatinya begitu layu sebelum berkembang. Cahaya harapan yang sempat menerangi hatinya harus sirna begitu saja.
"Maafin Mami Cha...maaf....Mami tidak bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna buat Icha..." Ucap Felly sambil terisak.
"Mami...kenapa Mami menyuruh Mister untuk jangan datang lagi? Memangnya Mister punya salah apa sama Mami? Kalau Mister salah, kenapa Mami tidak mau maafin Mister? Kenapa Mami??" Pertanyaan yang polos meluncur dari bibir mungil Icha.
"Icha...Mister tidak salah...Mister Kenny itu baik sekali sama Icha dan Mami...satu-satunya kesalahan Mister Kenny adalah, dia sayang sama Icha dan Mami..."
"Lho....kok sayang salah sih?" tanya Icha tak mengerti.
"Salah...karena Mister bukan milik kita...dia milik ayahnya, milik orang lain yang juga menyayanginya...waktu itu Icha ingat kan Mister pernah punya pacar? Nah, gara-gara kita Mister putusin pacarnya...itu kan tidak baik...kasihan kan pacarnya Mister di putusin gara-gara Icha dan Mami..." Jelas Felly. Icha terdiam sambil kembali duduk di tempatnya.
"Mami...aku mau telepon Mister...aku mau ngomong sama Mister...aku mau tanya sama Mister...!!" Seru Icha tiba-tiba.
"Jangan Cha...jangan...bisa tidak Icha melupakan Mister Kenny?!" Cegah Felly.
"Tidak! Aku sayang sama Mister! Aku tidak mau Mister pergi lagi...aku cuma mau punya Papi seperti Mister Kenny! Bukan yang lain...!"
Tiba-tiba Icha bangun dan berlari masuk kedalam rumahnya, Felly bergegas mengejar Icha.
Icha berdiri di depan meja telepon, anak itu langsung memencet tombol telepon. Felly berusaha mencegahnya.
"Jangan Cha...Jangan!" Felly menarik tangan Icha namun Icha menepisnya.
Anak itu kembali memencet nomor Kenny sampai nada sambung terdengar.
Akhirnya Felly pasrah dan dia menghempaskan tubuhnya di sofa sambil menangis.
Tuuuut.....tuuuut... tuuuuut
Suara sambungan telepon.
Kenny yang masih di jalan langsung menepikan motornya di pinggir jalan, kemudian dia merogoh ponselnya yang bergetar di dalam saku celananya.
bersambung ....
__ADS_1
****