Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Malam Yang Panjang


__ADS_3

Kenny melajukan mobilnya menyusuri jalan kota itu yang terlihat cukup padat sore itu.


Matanya menjelajah ke segala tempat mencari pedagang asinan, namun, sekian lama berkeliling, Kenny tidak menjumpai satupun pedagang asinan.


Hingga akhirnya, saat dia hampir putus asa, di ujung jalan, Kenny melihat pedagang asinan buah yang ramai di kunjungi orang, karena terlihat antrian di sana.


Kenny langsung memarkirkan mobilnya.


"Bang, asinannya 4 bungkus ya!" kata Kenny.


"Siap pak!" sahut si penjual asinan.


Tak lama kemudian asinan yang di pesan Kenny sudah siap, setelah membayarnya Kenny segera melanjutkan perjalannya menuju ke rumah.


Saat Kenny sudah sampai di depan rumahnya, dan memencet klaksonnya.


Dua perempuan yang sangat di sayangi Kenny muncul sambil membukakan gerbang.


Felly dan Icha langsung menghambur ke arah Kenny yang baru turun dari mobil.


"Mana asinannya?" tanya Felly.


Kenny menyodorkan bungkusan yang dia beli tadi.


"Aku mau Mami!" pinta Icha.


"Tenang saja Cha, Papi beli 4 bungkus kok, Mami tidak mungkin habiskan semua!" kata Kenny.


"Asyyiik! Thank you Papi!! I love you!" seru Icha yang langsung mencium pipi Kenny.


Kenny juga langsung mengangkat Icha dalam gendongannya. Lalu mereka masuk ke dalam rumah.


"kau jangan biasakan menggendong Icha Ken, nanti dia jadi kebiasaan, apalagi dia sudah semakin besar!" sergah Felly sambil membawa bungkusan asinan di tangannya.


"Selama aku bisa memanjakan Icha, tidak masalah, nanti lama-lama Icha juga malu sendiri kalau di gendong terus, apalagi kan sebentar lagi sudah mau kelas dua!" jelas Kenny.


Mbak Nur langsung mengambil bungkusan asinan lalu menuangkan di atas mangkok.


"Nah Icha, sekarang Icha temani Mami makan dulu, tuh sudah di siapin sama Mbak Nur, Papi mau mandi dulu ya!" kata Kenny sambil menurunkan Icha dari gendongannya.


"Oke Papi!" sahut Icha riang.

__ADS_1


"Ken, nanti habis mandi kau langsung turun makan ya, tadi aku sudah masak makanan yang enak, capcay dan ayam goreng plus sambel, ada telur balado juga!" ujar Kenny.


"Trima kasih sayang, kau masak banyak sekali untukku!" cap Kenny sambil mengecup pipi Felly.


"Aku ingin Kenny ku sehat," sahut Felly sambil bergelayut manja di dada Kenny.


"Ssst, sabar dulu sebentar, nanti malam baru kita mainkan!" bisik Kenny.


"Hmm, nakal!" ucap Felly sambil mendorong lembut dada Kenny.


Kenny pun naik ke atas menuju ke kamarnya.


Sementara itu, Pak Banu keluar dari kamarnya di dorong kursi rodanya oleh Mbok Sumi.


Icha dan Felly sedang makan asinan di meja makan, melihat Pak Banu datang mereka langsung menoleh.


"Eh Kakek! Kakek suka asinan tidak? Tadi Papi bawakan asinan lho, bukan cuma buat Mami, tapi buat semuanya!" seru Icha.


"Ah, Kakek mana bisa makan asinan Cha, gigi Kakek kan banyak yang ompong!" sahut Pak Banu. Icha terawa.


"Hihihi Kakek lucu, masa ompong, kayak bayi dong!" ujar Icha.


"Icha, kok ngomong begitu sama Kakek!" sergah Felly.


"Kenny sedang mandi Ayah, sebentar lagi dia juga kesini!" jawab Felly.


Tak lama kemudian Kenny terlihat turun dari tangga, lalu segera bergabung di meja makan.


"Hai Ayah, Ayah sehat?" tanya Kenny sambil mengambil piring untuk makan. Felly membantunya untuk mengambilkannya.


"Sehat Ken, Ayah merasa lebih baik, bagaimana kabar sekolah kita?" tanya Pak Banu balik.


"Aku mulai melakukan banyak perubahan Ayah, setelah rapat tadi, banyak hal yang harus di perbaiki, terutama soal sistem dan sosial!" ujar Kenny sambil menyuapkan sendok makan ke mulutnya.


"Nah, Ayah yakin kau akan berhasil mengubah sekolah Rajawali itu menjadi sekolah terbaik di kota ini, kau pasti bisa Ken, kau masih muda, pikiran lebih maju, beda dengan Ayah!" ujar Pak Banu sambil menepuk bahu Kenny.


"Iya Ayah, aku berharap tahun ajaran baru nanti, semua sistem dan kebijakan lama sudah berubah, di ganti dengan yang baru, bahkan gedung itu juga rencana akan ku pugar, supaya lebih modern!" tambah Kenny.


"Yah, kau buatlah sesukamu Ken, hanya sekolah itu yang bisa Ayah wariskan padamu, sekolah yang sudah Ayah dirikan bertahun-tahun lamanya, ubahlah sekolah itu menjadi sekolah yang kau mau!" ucap Pa Banu.


Kenny sudah menghabiskan sepiring makanannya, Felly mengambil tissue lalu mengelap bibir Kenny yang sedikit belepotan.

__ADS_1


Setelah makan malam bersama, Pak Banu kembali masuk ke dalam kamarnya, Icha nampak sedang belajar di kamarnya di temani oleh Mbak Nur.


"Icha bisa tidak kerjain pr nya?" tanya Kenny dari balik pintu kamar Icha.


"Bisa dong Papi! Keciil!" sahut Icha sambil menjentikkan jari kelingkingnya.


"Ya sudah, Papi sama Mami mau ke atas ya, Icha setelah selesai tugasnya langsung tidur, jangan nonton!" titah Kenny.


"Siap boss!" sahut Icha.


Kenny langsung menuntun tangan Felly naik ke atas menuju ke kamarnya.


"Hufth ... Perutku kenyang sekali, istriku sangat pintar memasak, kalau tiap hari begini terus, aku bisa gemuk nih!" seru Kenny sambil duduk di sofa kamarnya.


"Tidak apa-apa kau jadi gemuk Ken, dari pada seperti ini terus, nanti kau akan jadi kejaran para murid lagi!" sahut Felly. Kenny tertawa.


"Jadi kejaran murid SD gitu? Kau cemburu dengan murid SD?" goda Kenny.


"Iiih! Kenny! Bukan itu maksudku!" sergah Felly, wajahnya mulai bersemu merah.


"Aku senang kau cemburu sayang, itu artinya kau sayang padaku, dan kau menganggap aku adalah milikmu!" Kenny mulai bangkit dari duduknya dan mendekati Felly yang masih duduk di ranjangnya.


"Kau mau apa Ken?!" tanya Felly.


"Tidak ada, aku hanya kangen sama Adik bayi, mau menjenguknya sebentar!" ucap Kenny sambil tersenyum.


"Apa maksudmu? Lihat sudah jam berapa? Kau harus tidur cepat, besok bukannya kau kesekolah?" tanya Felly.


"Aku mana bisa tidur sebelum menengok Adik bayi!" sahut Kenny.


Kenny mulai mencium Felly, dengan lembut dan perlahan. Berada dalam pelukan Kenny, Felly tidak dapat berbuat apa-apa, dia begitu nyaman, dan betah berlama-lama.


"Ken, aku takut kehilanganmu!" ucap Felly.


"Tidak akan sayang, kita akan selamanya bersama, hingga maut memisahkan kita!" bisik Kenny.


"Tapi aku takut maut itu datang begitu cepat, aku sangat takut!" Felly membenamkan wajahnya di dada Kenny.


"Apa yang membuatmu cemas?" tanya Kenny.


"Entahlah, aku hanya takut kita tidak akan lama seperti ini, aku sangat mencintaimu Ken, belum pernah sedalam ini mencintaimu, bahkan jauh lebih dalam dari papi nya Icha dulu!" ucap Felly.

__ADS_1


"Aku juga sayang, kau lah cinta pertama dalam hidupku, aku belum pernah mencintai wanita sedalam dirimu, I love you!" bisik Kenny sambil mulai membaringkan Felly di tempat tidurnya.


Bersambung....


__ADS_2