Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Pengakuan Pak Yono


__ADS_3

Kenny dan Felly terus berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ke ruangannya yang terletak di sudut gedung itu.


Lalu kemudian mereka langsung masuk ke dalam ruangan itu, tiba-tiba Pak Yono, penjaga sekolah datang menghampiri Kenny.


"Selamat Pagi Mister Kenny!" sapa Pak Yono sambil menundukkan wajahnya.


"Selamat pagi Pak Yono!" sahut Kenny dengan tersenyum ramah sambil menepuk bahu Pak Yono.


"Ada yang mau saya bicarakan dengan Mister!" ujar Pak Yono.


Kenny mengerutkan keningnya.


"Ayo kita bicara di dalam ruangan saya saja Pak, Felly, ayo kita masuk ke dalam!" ajak Kenny.


Mereka kemudian masuk kedalam ruangan Kenny dan duduk di sofa di sudut ruangan itu.


Pak Yono nampak takut dan sungkan.


"Sekarang, apa yang mau Pak Yono utarakan?" tanya Kenny sambil duduk di hadapan Pak Yono.


"Anu Mister, sebenarnya, Bu Ana itu tidak salah Mister! Apa yang di katakan Bu Ana di depan tadi semuanya tidak benar!" jawab Pak Yono terbata-bata.


Kenny dan Felly saling berpandangan mendengar ucapan Pak Yono, seorang penjaga sekolah yang bekerja sejak belasan tahun yang lalu pada saat Pak Banu masih mengelolanya.


"Apa maksud Pak Yono?" tanya Kenny.


"Bu Ana itu hanya korban Mister, dia berbicara itu tadi, hanyalah untuk menyelamatkan reputasi Mister Ken, saya kenal betul Bu Ana!" ucap Pak Yono.


"Jadi, maksudnya adalah, semua yang dikatakan Bu Ana tadi bohong??" tanya Kenny.


"Iya Mister!" sahut Pak Yono.


"Lalu, siapa pelaku sebenarnya fitnahan itu?" tanya Kenny lagi.


"Anu Mister, waktu kejadian itu, sebenarnya saya melihat bahwa Bu Nuri yang mengunci pintu ruangan TU dari luar, pada saat jam pelajaran!" jelas Pak Yono.


"Bu Nuri? Pak Yono melihat sendiri?" Kenny menatap tajam wajah Pak Yono.


"Iya Mister, saya melihat sendiri, dengan mata kepala sendiri, Bu Nuri yang telah mengunci pintu ruangan TU pada saat Mr. Ken ada di dalam, Bu Nuri juga yang telah mengikuti Mr dan Bu Ana pada saat pulang bersama, lalu dia rekam dengan ponselnya dia, saya sempat tidak sengaja melihatnya waktu pulang ke kontrakan saya!" jelas Pak Yono.


Wajah Kenny terlihat geram. Felly buru-buru menggenggam tangan Kenny, untuk menenangkan hatinya.


"Kurang ajar Bu Nuri! Apa maksudnya melakukan ini semua padaku?!" geram Kenny.

__ADS_1


"Mister, Bu Nuri memecat Bu Ana alasannya karena Bu Nuri sebenarnya iri dengan Bu Ana, dulu waktu jaman Pak Banu, Bu Ana selalu mendapat bantuan, karena Bu Ana hanya hidup dengan ibunya yang sakit-sakitan, dan Bu Nuri tidak suka itu!" Tambah Pak Yono.


"Aku harus bicara dengan Bu Nuri!" gumam Kenny.


"Kalau begitu, saya mohon pamit Mister, mudah-mudahan kesaksian saya bisa membantu Mister terlepas dari masalah, dulu waktu masih ada pak Banu, beliau juga banyak membantu saya!" kata Pak Yono yang segera berdiri dari tempatnya.


"Trima kasih Pak Yono!" ucap Kenny.


"Iya Mister, sama-sama!" sahut Pak Yono yang langsung berjalan meninggalkan ruangan Kenny.


"Felly, Kau tunggu disini sebentar, aku ada urusan di luar!" kata Kenny.


"Ken, ingat, kau jangan pakai emosi, jaga hatimu!" ucap Felly memperingatkan.


"Iya, kau jangan khawatir!" ucap Kenny sambil mengelus perut Felly dan kemudian langsung bergegas keluar dari ruangannya.


Kenny terus berjalan menuju ruang kepala sekolah, Pak Budi terkejut saat melihat kedatangan Kenny di ruangannya.


"Eh Mister Kenny, selamat pagi!" ucap Pak Budi yang langsung duduk di kursinya.


"Pak Budi, ada yang mau saya bicarakan, penting!" seru Kenny.


"Ada masalah apa lagi Mister? bukankah kita semua sudah mendengar pengakuan dari Bu Ana?" tanya Pak Budi tidak mengerti.


"Apa maksud Mister Kenny? Bukankah tadi kita sama-sama mendengarnya?" tanya Pak Budi lagi.


"Cerita yang sebenarnya bukan seperti itu!" cetus Kenny.


Kemudian Kenny menceritakan pada Pak Budi mengenai kesaksian Pak Yono yang secara tidak sengaja melihat perbuatan Bu Nuri.


Mendengar penjelasan Kenny, Pak Budi terhenyak seketika, dia tidak menyangka kalau kejadian sebenarnya akan seperti itu.


"Bu Nuri? Apa motif dia melakukan itu semua?" tanya Pak Budi heran.


"Entahlah Pak, saya juga kurang tau, tapi intinya dia yang ada di balik kasus ini!" ujar Kenny.


"Maafkan kami Mr, sungguh kami tidak menyangka kalau kejadian sebenarnya seperti ini. Kata Pak Budi.


"Dimana Bu Nuri sekarang? Saya ingin bertemu dengan dia!" tanya Kenny.


"Bu Nuri sedang ijin hari ini Pak, katanya dia sedang kurang sehat!" jawab Pak Budi.


"Baiklah, besok kalau dia masuk, suruh segera menghadapku!" tegas Kenny.

__ADS_1


"Baik Mr. Ken!" sahut Pak Budi.


"Sekarang Pak Budi temani saya ke rumah Bu Ana, dia harus kembali bekerja di sini, karena dia amat butuh pekerjaan ini!" titah Kenny.


"Baik, apakah kita berangkat sekarang?" tanya Pak Budi.


"Boleh, lebih cepat lebih baik!" Kenny segera melangkah keluar dari ruangan Pak Budi, sementara Pak Budi menyusul di belakangnya.


Pada saat Kenny melewati ruangannya, dia masuk sebentar, bermaksud pamit pada Felly.


"Sayang, aku ada urusan dengan Pak Budi, kau istirahat di sini dulu ya, kalau bosan kau boleh ngobrol dengan guru-guru!" pamit Kenny.


"Iya Ken, kau hati-hati ya!" jawab Felly.


Kenny dan Pak Budi langsung berjalan menuju ke parkiran, tak lama mereka sudah masuk dan Kenny pun mulai melajukan mobilnya menuju ke rumah Bu Ana.


Kenny memarkirkan mobilnya di pinggir jalan itu, tempat biasanya Bu Ana turun.


Mereka langsung masuk kedalam sebuah gang sempit yang hanya bisa di lalui kendaraan bermotor.


Mereka berjalan sambil mencari alamat, tak lama seorang tetangga Bu Ana mengantar Kenny dan Pak Budi pergi menuju rumah Bu Ana.


Akhirnya mereka menemukan rumah Bu Ana, sebuah rumah kecil, yang mirip dengan kontrakan petakan.


Suasana rumah terlihat sepi, mendengar suara pintu rumah nya di ketuk, Bu Ana langsung membuka pintu kamarnya.


"Mr Ken??" tanya Bu Ana terkejut.


"Bu Ana, apa kabar?" tanya Kenny balik.


"Saya baik Mr, ayo masuk dulu!"


Kenny segera masuk kedalam rumah yang begitu sempit, nampak di hadapannya, wanita separuh baya yang terbaring lemah di atas pembaringannya.


"Dia ibumu?" tanya Kenny.


"Iya Mr, dia ibu saya, sudah sejak lama ibu saya lumpuh Mr, dia tidak bisa jalan dan melakukan aktifitas apapun!" ujar Bu Ana.


"Bu Ana, kau belum dapat pekerjaan baru kan? Mulai besok, kembalilah ke sekolahku!" ujar Kenny.


"Mr, trimakasih , trimakasih ucap Bu Ana.


"Aku tau kau tidak bersalah, kau melakukan itu untuk melindungiku kan?" tanya Kenny. Bu Ana Menganggukan kepalanya.

__ADS_1


****


__ADS_2