
Pagi-pagi, Kenny sudah memboyong istrinya kembali pulang kerumahnya, dia sudah tak sabar mengajak Felly ke kamarnya yang kini tidak lagi di huni olehnya sendiri, sudah ada istri yang akan mendampingi di setiap tidurnya.
Semua kerabat dan keluarga sudah pulang ke tempatnya masing-masing.
Kini hanya tinggal Pak Banu, dan Mbok Sumi yang ada di rumah itu, di tambah dengan Felly, Icha dan Mbak Nur.
Rumah Pak Banu kini terlihat hidup, tidak lagi se sepi dulu, wajah Kenny juga terlihat begitu cerah dan bahagia.
Setelah dari hotel, Kenny dan keluarga barunya terlibat dalam makan siang bersama, ini pertama kalinya Felly makan siang bersama dengan status sudah menjadi seorang istri dan menantu.
"Papi! Jadi kapan nih kita jalan-jalan ke pantainya? Kan sekarang Papi sama Mami sudah menikah!" cetus Icha tiba-tiba di sela-sela makannya.
"Icha, kok begitu tanyanya? Kan baru kemarin Mami menikah dengan Papi! Sabar dulu dong!" sergah Felly.
"Biarkan saja sayang! Memang aku janji kok mengajak Icha ke pantai, nanti sekalian bulan madu ya!" sahut Kenny.
"Ken? Kau bulan madu mau mengajak anak??" tanya Pak Banu sambil tersenyum menggoda.
"Tidak apa-apa Ayah, toh bukan cuma Icha yang akan ku ajak bulan madu, ada Mbak Nur dan Mbok Sumi, termasuk Ayah!" ujar Kenny.
"Hmm, baru tau aku kalau ada bulan madu ramai-ramai begini," gumam Pak Banu sambil menggaruk kepalanya.
Ting ... Tong ...
Suara bel terdengar dari gerbang rumah Kenny, Mbok Sumi langsung bergegas berjalan kearah gerbang depan.
Tak lama kemudian Mbok Sumi sudah kembali dengan seseorang yang berjalan di belakangnya.
"Ada Mas Leo!" kata Mbok Sumi.
"Hai Leo, ayo makan sekalian di sini! Kemarin kau kemana saja? Tidak kelihatan batang hidungmu!" Seru Pak Banu.
Leo segera duduk di bangku kosong di sebelah Pak Banu.
"Selamat ya Ken! Akhirnya kau mendahului aku menikah, sedangkan aku, punya calon saja belum!" ujar Leo.
Pak Banu tertawa terbahak-bahak, kemudian menepuk-nepuk bahu Leo.
"Leo ... Leo, makanya kau cepatlah cari calon istri! Jangan kerjamu hanya bersenang-senang saja!" ujar Pak Banu.
"Itu dia Om, susah cari calonnya, kalau Kenny sih, tidak usah cari sudah banyak yang kejar, muka ku kan pas Pasan Om!" sahut Leo dengan wajah pias nya, membuat Pak Banu semakin tertawa geli.
"Kau pikir wanita mengejar itu cuma karena dia tampan saja?! Coba kalau Kenny sering bergonta ganti wanita, Felly juga pasti akan berpikir dua kali untuk menikahi Kenny!" cetus Pak Banu.
"Dengar tuh Le! Makanya, kejarlah cinta sejati mu mulai dari sekarang, lupakan saja klub malam dengan sejuta wanita yang hanya memberikan kepuasan sesaat!" ucap Kenny.
__ADS_1
Setelah mereka selesai melakukan aktifitas makan bersama, Pak Banu mulai beranjak ke kamarnya untuk beristirahat, Mbok Sumi dan Mbak Nur juga langsung membereskan meja dan kembali ke belakang.
"Sayang, aku temani Leo ngobrol dulu sebentar ya, kau istirahatlah dulu di kamar kita, biar kamar mu yang dulu jadi kamar Icha, nanti aku akan menyusulmu, menuntaskan yang belum sempat tersalurkan semalam!" Bisik Kenny.
"Ehm, kau mulai nakal Ken!" Felly mencubit pinggang Kenny dengan wajah bersemu merah.
"Kau sudah milikku sekarang, sekarang kau buat Icha tidur dulu, supaya dia tidak mengganggu kita lagi!" ucap Kenny lirih.
Felly segera menuntun Icha untuk mengajaknya tidur siang, sementara Kenny mulai duduk di ruang tamu menemani Leo.
"Bagaimana Ken? Kau sudah tak perjaka lagi kan sekarang?" tanya Leo penasaran.
"Ssst, aku masih perjaka Le! Semalam aku gagal total gara-gara Icha yang tiba-tiba datang ingin tidur bersama kami!" sahut Kenny.
Leo langsung tertawa terpingkal-pingkal mendengar kejujuran Kenny.
"Hahaha! Kau sih kelamaan Ken! Harusnya kau berguru dulu denganku! Bagaimana cara menaklukan wanita di malam pertama!" Ledek Leo.
"Ah, kau sendiri saja belum pernah malam pertama!" sungut Kenny.
"Siapa bilang? Aku bahkan bukan hanya malam pertama, malam ke seribu pun sama saja triknya! Membuat wanita takluk dan tak berdaya! jangan-jangan Felly yang mengajarimu Ken, dia kan mungkin lebih pengalaman dari mu?" tanya Leo menyelidik.
"Ah, kau tau saja Le, Felly memang membimbingku, karena aku tak tau mulai dari mana! Kau jangan mentertawakan aku lah! Aku akui kau lebih pengalaman dariku!" sahut Kenny malu.
"Berhenti meledekku! Atau kau pulang saja ke apartemenmu!" dengus Kenny kesal.
"Aku jadi iri Ken melihat kebahagiaanmu, sorry bro, kemarin aku tak sempat datang ke acara mu, badanku mendadak tidak enak, kepalaku pusing!" ucap Leo mulai melembut.
"Kau pusing karena Dini pergi kan Le?" tanya Kenny.
"Entahlah Ken, Dini pergi begitu saja tanpa bilang apapun, aku memang tak pernah ada dalam hatinya, di dalam hati Dini hanya di penuhi dirimu!" jawab Leo yang nampak sedih. Kenny menepuk bahu Leo lembut.
"Leo, kau susul Dini ke Malaysia! Berjuanglah untuk cinta dan perasaanmu! Aku mendukungmu!" ucap Kenny.
"Tapi apa mungkin Dini akan mulai membuka perasaannya padaku? Kau tau sendiri Ken, Dini hanya mencintaimu!" bantah Leo.
"Tapi aku tidak mungkin Le, aku sudah milik Felly, berpikirlah dengan Logis! Lebih baik sekarang kau pulang, pikirkan masak-masak tentang rencanamu ke Dini!" kata Kenny sambil menarik tangan Leo berdiri dari duduknya.
"Ken, kau mengusirku?" tanya Leo.
"Semakin lama kau di sini, aku akan semakin lama menyusul istriku!" sahut Kenny.
"Hmm, baiklah! Keluarkan keperjakaanmu hari ini juga! Kalau kau gagal lagi, cepat hubungi aku!" cetus Leo yang segera beranjak pergi.
"Siaapp!" sahut Kenny.
__ADS_1
Setelah Leo sudah kembali pulang ke tempatnya, Kenny bergegas ke kamarnya, dia langsung membuka pintu kamarnya dengan tidak sabar.
Felly nampak berbaring di tempat tidur Kenny, dia tersenyum saat Kenny masuk ke dalam kamarnya.
"Icha sudah bobo siang Fell?" tanya Kenny.
"Sudah Ken, dia tadi sudah tidur di kamarnya, lalu aku mandi, dan langsung tiduran menunggumu!"
Kenny langsung membuka bajunya, nampaklah dada bidangnya yang indah dan di tumbuhi bulu-bulu halus yang membuat setiap yang melihatnya menarik nafasnya, termasuk Felly.
Perlahan Kenny menyusul Felly berbaring di sebelahnya.
"Kita mulai sekarang sayang!" bisik Kenny. Felly Menganggukan kepalanya.
"Kau sudah mengunci pintu kan Ken?" tanya Felly meyakinkan.
"Sudah dong, kita aman sekarang!" sahut Kenny yang langsung mengecup bibir Felly tanpa basa basi.
"Ken Ah, pelan-pelan!" ujar Felly.
"Kita langsung masuk yuk sayang, lebih cepat lebih baik! Kasihan juniorku, dari semalam menunggu untuk di tuntaskan!" sahut Kenny. Akhirnya Felly Menganggukan kepalanya.
Kenny mulai beraksi dan mulai mengeluarkan benda kesayangannya.
"Taraa!!! Kejutan!!" Tiba-tiba terdengar suara Icha dan tak lama muncul dari kolong tempat tidur.
Kenny langsung memasukan kembali miliknya yang sempat keluar.
Felly menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Icha!! Kau benar-benar tidak sopan!!" Sentak Felly sambil melotot ke arah Icha.
"Aku kan mau bobo bareng Mami dan Papi kayak semalem! Masa tidak boleh, tadi waktu Mami kelonin aku tidur, aku cuma pura-pura tidur, supaya aku bisa tidur di kamar Papi! Masa tidak boleh sih?? Aku kan ingin bersama kalian!" ucap Icha sambil menangis.
"Cup cup cup ... Icha, siang ini Icha boleh tidur di sini sama Papi dan Mami, tapi nanti malam, please ... Icha tidur di kamar Icha sendiri ya, Icha kan sudah besar, Karena Mami dan Papi ingin membuat adik bayi untuk Icha!" ucap Kenny lembut.
"Adik Bayi??" tanya Icha sambil mengusap air matanya.
"Iya, kalau Papi dan Mami mau membuat adik bayi, syaratnya Icha harus tidur sendiri, karena adik Bayi hanya bisa di buat oleh Papi dan Mami berdua saja!" jelas Kenny.
"Asyyyik!!! Aku bakal punya adik bayi, oke deh Papi, aku janji tidak akan datang-datang lagi ke kamar Papi dan Mami!" seru Icha kegirangan.
Bersambung ....
****
__ADS_1