Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Sore itu, Kenny dengan sepeda motornya berjalan menyusuri komplek sebuah perumahan.


Sesekali dia melihat ponselnya yang sudah terpasang Map. Dia mencari alamat calon murid privat nya.


Di ujung jalan utama, ada sebuah toko roti yang cukup ramai, motornya berhenti tepat di depan toko roti itu, dia melihat ponselnya, Map-nya sudah sampai di tujuan.


Kenny celingukan mencari orang yang akan di tanyanya. Sampai seorang wanita keluar sambil membuang sampah, Kenny mendekati wanita itu.


"Permisi, selamat sore, rumah nomor sembilan yang mana ya? kok ini bergabung dengan toko roti?" tanya Kenny.


"Mas nya mau cari siapa?" wanita itu balik bertanya.


"Icha, murid SD Rajawali!" sahut Kenny.


"Icha? Oh, coba lewat samping Mas, rumahnya di sebelah, ini toko roti maminya!" jawab wanita itu sambil menunjuk ke arah samping toko roti itu.


"Terima Kasih ..." ucap Kenny yang langsung masuk kerumah sebelah yang kebetulan gerbangnya tidak di tutup rapat.


Di teras rumah itu, Felly sedang duduk sambil memainkan ponselnya, melihat kedatangan Kenny dia segera berdiri menyambutnya.


"Sore Bu, ini betul rumah Icha?" tanya Kenny sopan.


"Sore, ini guru privat Icha yang baru? Ayo masuk!" Felly melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang tamu yang cukup luas itu, Kenny mengikutinya dari belakang.


"Tadi siang gurunya Icha sudah kirim pesan, katanya sore ini datang guru privat Icha yang baru, kenalkan, saya Felly mami nya Icha ...!" Felly mengulurkan tangannya hendak menjabat tangan.


Kenny menatap sekilas wanita di hadapannya itu, usianya mungkin tidak terpaut jauh di atas Kenny, penampilannya sederhana namun cukup modis, wajahnya natural tanpa polesan, entah mengapa Kenny merasa wanita di hadapannya begitu manis.


"Saya Kenny, biasa murid saya memanggil saya Mr. Ken!" Ucap Kenny singkat.


"Oya, kata Bu Ira, wali kelas Icha, Mr. Ken ini adalah guru profesional dengan bayaran termahal, berapa saya harus membayar biaya les Icha?" tanya Felly.


"Biasanya kalau privat, saya di bayar 5 juta per satu murid, tapi karena Icha masih SD, saya kasih diskon jadi 3 juta saja untuk setiap bulannya, les akan diadakan 3 kali seminggu, setiap hari Senin, Rabu dan Jumat!" jelas Kenny.


"Hmm, cukup mahal, bahkan lebih mahal dari uang SPP Icha di sekolah, tapi tidak masalah, asal Icha mau belajar!"


"Baiklah, bisa dimulai belajarnya?" Tanya Kenny.


"Silahkan duduk, saya akan panggilkan Icha ...!" Kenny segera duduk di sofa ruang tamu itu. Sementara Felly bergegas menuju kamar Icha.


"Icha! kau sedang apa? Gurumu sudah datang! Bersiaplah!" Seru Felly mengingatkan.


Icha keluar dari kamarnya masih mengenakan piyama tidur hello Kitty, di tangannya dia juga memeluk boneka hello Kitty, rupanya gadis kecil itu penggemar hello Kitty.


Felly menarik tangan Icha cepat menuju ruang tamu.

__ADS_1


"Halo Icha, apa kabar? Ini Mr. Ken yang akan mengajar Icha ya, Icha semangat ya ...!" Sapa Kenny berusaha ramah.


"Hmm, Mr. Ken ganteng juga, sudah punya pacar belum Mr?" tanya Icha.


"Icha! Yang sopan kalau ngomong!" Hardik Felly.


"Tidak apa-apa Bu, namanya juga anak-anak ...!" Ujar Kenny. Padahal dalam hatinya dongkol.


"Huh Mami! Padahal kan Mami juga suka kan lihat cowok ganteng di ponsel Mami!" Cetus Icha.


"Icha, sekali lagi bicara nanti Mami hukum tidak boleh nonton kartun lagi, Sudah, sekarang Icha belajar sama Mr. Ken, dan jangan buat ulah lagi!" Sentak Felly yang langsung pergi meninggalkan mereka di ruang tamu.


"Mr, nonton yutub yuk ...!" Ajak Icha yang langsung menyalakan TV yang ada di ruang tamu itu.


"Eeh, Icha, belajar dulu, coba mana tas sekolah Icha, Mr mau lihat ...!" Jawab Ken.


"Yah, Mr kudet nih, tuh tasnya ada di atas meja, Mr ambil saja sendiri, punya kaki kan!" Sahut Icha cuek.


Dia malah asyik menonton kartun yang ada di salah satu Chanel youtube itu.


Kenny mulai keki sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia ingin marah, namun orang yang ada di hadapannya hanyalah seorang bocah berusia 6 tahun.


"Icha, ini kan rumah Icha, masa Mr yang ambil tas sekolah Icha, kan Icha yang belajar!" Kata Kenny masih berusaha lembut.


"Soalnya aku tidak mau belajar Mr, kalau Mr mau ajarin aku, ya Mr dong yang ambil tas aku, itu baru oke ...!" Sahut Icha.


Kenny segera beranjak dari duduknya dan berdiri, tiba-tiba Icha sudah melompat ke punggung Kenny.


Hap!


Kenny terkejut dan mencoba memegang kaki Icha agar tidak terjatuh.


"Asssyyikk, di gendong Mr. Ken ..!" Serunya senang.


"Icha! Turunlah, kapan kau akan mulai belajar kalau seperti ini terus??" Tanya Kenny mulai gemas.


"Ayo jalan Mr, sampai ke meja, ambil tasku lalu balik lagi ... Ihha ... Iiihhaa!"


Kenny berjalan kearah meja lalu mengambil tas sekolah Icha, kemudian dia segera kembali ke tempatnya. Icha segera melompat turun.


Kenny langsung membuka tas Icha dan mengeluarkan semua isinya, lalu dia membuka-buka buku agenda dan pelajaran Icha.


Sementara Icha melanjutkan menonton kartun kesukaannya.


"Icha, kita mau mulai belajar membaca ya, ini buku membaca Icha, Icha sudah hafal huruf kan?"

__ADS_1


"Iyes ...!" Sahut Icha.


"Oke, ini apa bacanya?" Kenny menunjuk sebuah kalimat pendek dalam buku itu.


"Oh itu, I don't know!"


"Salah! Bukan itu, ini bacanya Ayah pergi ke kantor!"


"Mr bisa bahasa Inggris tidak sih?"


"Tentu saja bisa, Mr kan lulusan luar negri ...!"


"Tau tidak, I don't know itu artinya apa?"


"Ya tau lah, artinya saya tidak tau!" cetus Kenny mulai emosi.


"Nah, tuh Mr. pinter, tadi aku jawab I don't know, maksudnya aku tidak tau apa jawabannya ...!"


"Ichaaa ...!" Geram Kenny. Tubuhnya sudah panas dingin menahan emosi.


Tiba-tiba seorang asisten rumah tangga datang mengantarkan air minum dan roti di atas sebuah nampan, lalu di letakan di atas meja tamu.


"Silahkan Mister, di minum dan di makan!" Katanya sopan.


Icha langsung mengambil air minum di gelas itu dan langsung meneguknya habis.


Kenny dan asisten rumah tangga itu membulatkan matanya.


"Icha, itu kan buat Mister, nanti mbak bilangin Mami lho ya!"


"Suruh siapa Mbak Nur cuma bawa satu gelas, aku kan haus juga ...!" Sahut Icha dengan wajah tanpa dosa.


"Sudah Mbak, biarkan saja." Sergah Kenny.


"Maaf ya Mister, saya ambilkan lagi ..." Mbak Nur segera beranjak kebelakang mengambilkan air minum lagi.


"Mr. Ken, kita makan yuk rotinya, ini dari toko roti di sebelah lho, punya Mami!" Kata Icha sambil mengambil dan langsung membuka bungkus roti manis itu.


"Kalau Icha mau makan, ya makan saja ..."


"Tapi Mister harus coba, ini enak lho, pasti ketagihan!" Icha membagi roti itu menjadi dua, lalu yang setengah dia berikan pada Kenny. Mau tidak mau Kenny memakan roti itu.


Sudah satu jam Kenny ada di rumah itu, namun belum sedikitpun Icha belajar serius.


Kenny hanya duduk bersandar di sofa sambil menikmati roti pemberian Icha.

__ADS_1


Bersambung...


****


__ADS_2