Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Kata Sambutan


__ADS_3

Di lapangan sekolah SD Rajawali, sudah berkumpul para murid dan orang tua murid, sekolah itu akan mengadakan berbagai macam lomba.


Panggung besar dan umbul-umbul sudah terhias dengan sangat menarik dan meriah. Musik dan tarian persembahan juga sudah di sajikan dengan sempurna.


Kenny duduk di kursi paling depan panggung di temani Dini, Kepala sekolah dan para guru.


"Kita akan mendengarkan kata sambutan dari Foundation SD Rajawali, putra dari Bapak Banu Wijaya ... Ini lah dia, Mister Kenny Wijaya!"


Tepuk tangan meriah dan suara riuh gempita memenuhi seluruh lapangan besar sekolah itu.


Kenny berjalan dari kursinya menuju ke Panggung, di ikuti oleh ribuan pasang mata, karena acara pentas seni di sekolah ini juga mengundang sekolah lain.


Para orang tua murid dan dewan guru terkesima melihat penampilan Kenny, seorang laki-laki muda yang sangat tampan dan gagah dengan stelan jas yang sangat pas di tubuhnya.


Saat Kenny sudah berdiri di atas panggung dan melemparkan senyuman kepada semua hadirin, terdengar suara sorak sorai dari semua hadirin yang menyaksikan.


"Ya Tuhan! Jantungku terasa mau copot melihat Mister Kenny! Manis sekali wajahnya!" Seru Bu Ira, sambil menggelengkan kepalanya.


Pak Budi, kepala sekolah, berusaha menenangkan para hadirin yang mulai riuh berkomentar.


"Tenang...! Tenang semuanya! Kalau semua ribut kapan Mister Kenny akan berbicara memberikan kata sambutan ... !!" Seru Pak Budi dengan pengeras suara, dia mengangkat tangannya ke atas.


Sesaat suasana menjadi tenang. Hanya terdengar suara bisik-bisik di antara para orang tua murid dan guru.


"Selamat siang semuanya ... Saya mewakili Ayah saya, Pak Banu Wijaya yang saat ini kondisinya sedang kurang sehat, untuk berdiri disini menyampaikan sepatah dua patah kata atas terselenggaranya acara pentas seni di sekolah kita yang tercinta ini..."


Suara tepuk tangan meriah kembali terdengar. Di tambah sorak Sorai para hadirin.


"Saya bangga atas prestasi sekolah ini yang sudah menghasilkan generasi penerus bangsa yang bermartabat dengan lulusan yang terbaik yang kini memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang berkompeten di bidangnya..."


"Trima kasih saya ucapkan untuk para guru dan kepala sekolah, dengan pengabdian dan kerjasama yang baik, sehingga bisa menghasilkan calon-calon manusia yang bermanfaat dan sukses bagi masa depan peserta didik kita..."


Semua mata memandang takjub ke arah Kenny, Termasuk Felly dan Icha yang duduk di barisan tengah. Tak henti-hentinya Felly tersenyum melihat Kenny yang dengan wibawanya berdiri dan berpidato di atas panggung.


"Mister keren ya Mami! Aku makin sayang jadinya..." Ujar Icha yang masih duduk tenang di samping Felly.

__ADS_1


"Ssst ... Jangan keras-keras ngomongnya Cha! Tidak enak kalau ada yang mendengar!" Cetus Felly sambil menempelkan telunjuknya di bibirnya.


"Mami kenapa sih! Memangnya aku tidak boleh bilang sayang sama Mister? Dia kan Mister aku!" Sungut Icha.


"Boleh Cha, tapi jangan keras-keras, yang sayang sama Mister bukan cuma Icha lho ... banyak yang sayang sama Mister, sudah! Icha nurut saja apa kata Mami!"


Setelah Kenny selesai memberikan kata sambutan, dia segera turun dari panggung, di sambut dengan tepuk tangan meriah dari para hadirin, dan gegap gempita sorak Sorai dari mereka.


Kepala sekolah dan beberapa guru menyalami Kenny saat kembali ke kursinya.


"Wah...kau hebat Mister Kenny! Baru kali ini banyak orang yang mendengarkan kata sambutan dengan sukacita, biasanya kata sambutan itu paling tidak disukai oleh orang-orang!" Kata pak Budi.


Kenny tersenyum mendengar pujian Pak Budi, dia kembali duduk di tempatnya.


Acara inti pun di mulai, panitia mulai menggelar acara tari-tarian dan aneka lomba.


"Ken, Pak Chandra sudah telepon, kita di suruh cepat datang ke sekolah, mau rekap nilai murid Ken!" Ujar Dini sambil berbisik. Kenny menganggukkan kepalanya.


"Iya Din, setelah ini kita akan pulang, aku mau pamit dulu dengan Pak Budi ... " Jawab Kenny.


"Pak, kami pamit mau langsung kesekolah, Pak Chandra sudah menunggu ... " Ucap Kenny. Pak Budi Menganggukan kepalanya.


"Baik Mister Kenny, trimakasih atas kesediaannya untuk hadir memberikan kata sambutan ... " Sahut Pak Budi sambil menjabat tangan Kenny.


Setelah berpamitan, Dini dan Kenny bergegas menuju ke luar sekolah, kearah mobilnya yang sudah terparkir tepat di depan sekolah.


"Mister Kenny!!"


Icha nampak berlari-lari mengejar Kenny, sampai di tempat parkiran. Felly nampak mengejarnya dari belakang.


Kenny dan Dini menoleh kebelakang bersamaan.


"Icha?"


"Mister Kenny bohong! Katanya Mister mau nonton aku lomba? kenapa sekarang mau pulang??!" Tanya Icha.

__ADS_1


"Maafin Mister Icha, Mister harus mengajar lagi, sudah di tunggu sama kepala sekolah Mister, nanti Mami yang video in Icha saja ya ... nanti Mister lihat dari Vidio ... " Ucap Kenny sambil berjongkok dan mengelus rambut Icha.


"Tidak mau! Mister sudah janji mau lihat aku lomba!" Cetus Icha sambil memonyongkan bibirnya.


Felly yang sudah ada di samping Icha langsung menarik tangan Icha. Kemudian dia berusaha menarik Icha untuk menjauh dari Kenny yang masih berjongkok.


"Icha!! Jangan begitu! Ayo masuk kedalam! Teman-teman mu sudah menunggu...ayo masuk!!" Hardik Felly sambil berusaha membawa Icha kembali masuk ke dalam sekolah.


Kenny langsung berdiri saat Icha sudah mulai menjauh darinya sambil menangis.


"Mami jahat! Aku kan cuma mau Mister nonton aku lomba! Aku kan mau kasih tau Mister, aku bisa jadi youtuber! Kenapa Mami tarik tanganku keras?? Sakit Mami!!" Seru Icha sambil menangis.


Dini yang sejak tadi hanya memperhatikan, mulai mendekati Kenny.


"Ayo Ken, jangan karena seorang anak kecil, kita tidak profesional dalam bekerja!" Ucap Dini sambil menarik tangan Kenny berbalik menuju mobilnya.


Mau tidak mau Kenny pergi meninggalkan sekolah itu, karena memang sudah di tunggu oleh Pak Chandra.


Sementara Icha masih terus menangis, Felly terus menarik tangan Icha dengan keras, hingga Kenny sudah benar-benar pergi, baru Felly melepaskan cengkraman tangannya.


"Icha, Mami mohon Icha jangan seperti itu sama Mister, Dia bukan hanya milik Icha seorang ... banyak orang yang membutuhkan Mister sayang, Icha bisa mengerti kan??" Ucap Felly sambil memeluk Icha dan membelai lembut rambutnya.


"Tapi kan Mister janji mau nonton aku lomba!" Sahut Icha sambil menyeka kasar air matanya.


"Mami bisa Vidio in Icha, Icha lomba saja yang baik, Mister juga pasti akan lihat Icha kok..." Kata Felly sambil membetulkan rambut Icha yang mulai berantakan.


"Benarkah?" Tanya Icha sambil menatap wajah Felly.


"Iya sayang, Icha lomba saja yang baik, Mister pasti lihat Icha, kan Mami Vidio in Icha lomba ... Sekarang yuk kita siap-siap, Bu Ira sudah menunggu Icha dari tadi ... " Ucap Felly sambil menggandeng tangan Icha menuju ke tempat pendaftaran lomba.


Bersambung ....


*****


Novel Horor "Lelaki Bayangan" yang hiatus mulai update lagi ya guys ...

__ADS_1


Yuk ikuti lagi ceritanya yang makin seru 🥰


__ADS_2