Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Ijinkan Aku Menemanimu


__ADS_3

Mbok Sumi dan Mbak Nur membawa Icha pulang, sementara Kenny dan Felly masih tinggal di rumah sakit, menunggui Pak Banu.


Setelah pingsan sekian lama, akhirnya Pak Banu sudah sadar, namun kini wajahnya nampak tidak simetris, karena struk ringan, membuat Kenny semakin sedih, bicara Pak Banu juga semakin tidak jelas.


Malam itu, Kenny berniat menjaga pak Banu di rumah sakit. Sekilas dia menengok ke arah istrinya yang sedang duduk di sofa, wajahnya terlihat lelah.


"Sayang, ku antar pulang ke rumah ya, supaya kau dan dedek bisa istirahat!" tawar Kenny.


"Tidak Ken, di sini aku juga bisa istirahat, ijinkan aku menemanimu! Kau butuh teman dan support!" tukas Felly.


"Tapi sayang, kondisimu sedang hamil, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu juga bayi kita!" ujar Kenny sambil mengelus rambut Felly.


"Tidak akan terjadi apa-apa Ken, percayalah, aku hanya menemanimu, bukan mengerjakan yang lain!" sergah Felly.


"Hmm, baiklah, tapi berjanjilah padaku kau jangan capek ya, sekarang patuhi perintahku, istirahatlah di sofa ini, pejamkan matamu, biar aku yang duduk di samping Ayahku!" titah Kenny.


Felly menganggukan kepalanya, kemudian dia segera tidur di sofa yang ada di sudut ruangan itu.


Sementara Kenny duduk di tepi tempat tidur Pak Banu, Pak Banu nampak ingin berbicara pada Kenny, namun dia terlihat kesulitan untuk berbicara.


"Ayah, jangan banyak bergerak dulu, aku akan terus disini menunggumu!" kar Kenny saat melihat pak Banu yang mulai gelisah.


"Ken ..." ucap Pak Banu lirih.


"Ya Ayah, kau mau bicara apa?" tanya Kenny lembut.


"Se ... Sekolah Rajawali ... Ken ... tolong!" jawab Pak Banu terbata.


"SD Rajawali? kenapa Ayah?" tanya Kenny tak mengerti.


"To ... Tolong kelola, Ayah sudah tua Ken!" sahut Pak Banu.


"Baik Ayah, aku akan kelola SD Rajawali Ayah, Ayah tenang saja, Ayah jangan khawatir!" ucap Kenny sambil mengusap tangan Ayahnya.


"Trima kasih Ken!' ucap Pak Banu lirih.


"Iya Ayah, Ayah istirahat saja, Ayah jangan banyak pikiran, ada aku Ayah, anak ayah!" ujar Kenny.


Pak Banu terlihat lebih tenang. Tak lama kemudian dia pun tertidur, karena pengaruh obat yang di minumnya.


Kenny menarik nafas panjang, si liriknya Felly yang masih tidur meringkuk di sofa.

__ADS_1


Perlahan Kenny bangkit dari duduknya, lalu menunduk dan di kecupnya kening istrinya itu.


Felly membuka matanya saat si rasakan nya ada sentuhan hangat di keningnya.


"Kenny? Kau belum tidur juga? Sini gantian, kau berbaringlah di sini!" Felly segera bangun dan menggeser posisi duduknya.


Kenny duduk di samping Felly. Kemudian dia menarik nafas panjang.


"Fell, pinjam dong pangkuanmu, aku mau berbaring!" ujar Kenny. Felly Menganggukan kepalanya.


Kenny mulai berbaring, kepalanya dia rebahkan di pangkuan Felly, dengan lembut Felly membelai rambut Kenny.


"Apa yang kau pikirkan Ken, wajahmu kelihatan tegang begini!" ucap Felly.


"Ayah Fell, memintaku untuk mengurus yayasan nya, sementara aku masih bekerja di sekolahku yang lama!" ungkap Kenny.


"Ken, Ayah benar, sudah waktunya kau meneruskan perjuangan Ayahmu, siapa tau jika kau mengelola sekolah itu, sekolah itu semakin maju dan berkembang!" ucap Felly.


"Lalu, apakah aku harus resign di sekolah yang lama?" tanya Kenny.


"Tanyakan saja pada hatimu Ken, hanya dirimu sendiri yang bisa membuat keputusan, kerjakanlah apa yang sesuai dengan hati nuranimu!" bisik Felly.


"Aku butuh dukungan mu Fell, tanpamu aku tidak akan bisa maju," kata Kenny.


"Trima kasih sayang ..." ucap Kenny.


"Sekarang kau tidurlah, istirahatlah, aku akan menemanimu!" bisik Felly sambil terus membelai rambut Kenny, hingga Kenny mulai memejamkan matanya.


****


Pagi datang menjelang, Mbok Sumi datang sambil membawakan makanan dan beberapa pakaian untuk Kenny dan Felly.


Pak Banu nampak di periksa oleh seorang dokter yang berkunjung, melihat Ayahnya di periksa, Kenny langsung bergegas menghampiri dokter itu.


"Selamat pagi Dokter, bagaimana keadaan Ayah saya?" tanya Kenny.


"Pak Banu mengalami struk ringan lagi, ini benar-benar harus di jaga pola makan, olah raga, juga jangan stress, karena tekanan darah Pak Banu juga tinggi!" jelas Dokter.


"Baiklah dokter, tolong tangani Ayah saya dengan maksimal!" ujar Kenny.


"Saya akan berusaha Pak, semoga kondisi Pak Banu cepat pulih seperti sedia kala.

__ADS_1


Setelah di periksa dan minum obat, pak Banu mulai terlihat lebih segar, walaupun kondisinya masih lemah dan belum bisa banyak bicara.


"Ayah, mulai sekarang, Ayah tidak usah lagi mengurusi SD Rajawali itu, biar sekolah Ayah itu menjadi tanggung jawabku, Ayah tenang saja, aku akan mengelola sekolah itu, bahkan menjadi lebih baik dari sebelumnya!" ucap Kenny sambil memegang tangan Ayahnya.


Mata Pak Banu nampak bersinar cerah, tau wajahnya terlihat tenang setelah mendengar perkataan Kenny.


Perlahan Pak Banu Menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Ayah di rumah saja menikmati masa tua sambil bermain dengan cucu-cucu Ayah!" tambah Kenny.


Setelah berbicara dengan Ayahnya, Kenny mendekati Felly dan Mbok Sumi yang masih duduk di sofa.


"Felly, sekarang kau pulanglah kerumah dengan Mbok Sumi, biarkan aku sendiri yang menjaga Ayah, kau juga harus banyak istirahat dan menjaga Icha, juga calon bayi kita!" ucap Kenny.


"Tapi ..." Felly menghentikan perkataannya ketika jari telunjuk Kenny menempel di bibir Felly.


"Aku mohon kau taat akan perintahku, ini demi kebaikanmu dan anak-anak kita!" ucap Kenny. Felly menganggukan kepalanya.


Akhirnya Felly pulang ke rumah bersama dengan Mbok Sumi dengan taksi online.


Sementara Kenny kembali duduk bersandar di sofa untuk beristirahat.


Tak lama kemudian, datanglah Pak Chandra dan Mr. Rio untuk menjenguk Pak Banu di rumah sakit.


"Aku tidak menyangka, ini kedua kalinya Pak Banu masuk rumah sakit!" ujar Pak Chandra.


"Iya Pak, mungkin karena Ayah sering makan tidak teratur dan lelah juga, makanya mulai sekarang aku yang akan mengurusi sekolah Ayah!" kata Kenny.


Pak Chandra dan Mister Rio saling berpandangan.


"Apa maksudmu Mister Kenny?" tanya Mister Rio.


"Mungkin, aku akan resign dari sekolah internasional, aku akan mulai mengurus yayasan Ayah, aku akan sepenuh waktu mengabdi di sana!" jawab Kenny.


Pak Chandra nampak menghela napas panjang, Mister Kenny adalah guru profesional dengan bayaran tinggi di sekolahnya, apa jadinya kalau Mister Kenny mengundurkan diri dari sekolah.


"Apa kau sudah mempertimbangkannya masak-masak?" tanya Pak Chandra. Kenny mengangguk mantap.


"Iya Pak, mungkin hari Senin besok aku akan berikan surat pengunduran diriku, masih banyak guru berkualitas dan profesional yang mungkin belum di beri kesempatan, semoga setelah sepeninggal saya, sekolah yang di pimpin Pak Chandra akan lebih maju dari sebelumnya!" ucap Kenny.


Pak Chandra dan Mr. Rio hanya bisa menatap wajah Kenny dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.

__ADS_1


****


__ADS_2