
Sejak Kenny merubah sistem sekolah dan membuat inovasi baru, sekolah SD Rajawali kini mulai berubah.
Kinerja guru mulai berkualitas, fasilitas mulai di perbanyak, kualitas kantin dan lingkungan sekolah sudah di perbaiki dan kini Kantin berubah menjadi seperti cafe.
Tanah kosong yang terletak di sebelah sekolah SD kini mulai di pugar, akan di jadikan SMP dan SMA.
Kenny mendaftarkan sekolahnya menjadi sekolah internasional Rajawali.
Karena sekolah yang mulai maju dan berubah ini, memancing para murid baru yang mendaftar untuk tahun ajaran baru.
Jumlahnya sangat banyak hingga hampir tak terbendung.
Jauh sebelum kenaikan kelas bahkan kelas sudah penuh untuk tahun ajaran baru yang akan datang.
Sebagai ucapan syukur, siang itu Kenny mentraktir semua guru dan staff sekolah di sebuah restoran besar yang tidak jauh dari sekolah.
"Wah...seumur aku ngajar di sini, belum pernah tuh Pak Banu mentraktir para guru, Mister Kenny benar-benar hebat! Aku salut sama jiwa kepemimpinannya!" puji Bu Ira yang akan menaiki motor berboncengan dengan Bu Iren menuju ke restoran.
"Iya Bu, semoga sering-sering deh di traktir Mister Kenny!" sahut Bu Iren.
"Sekolah kita malah sudah berubah cepat sekarang, standarnya naik jadi sekolah internasional, sekarang semua guru di wajibkan berbahasa Inggris, mana aku kurang jago lagi!" ujar Bu Ira.
"Tenang Bu Ira, kan Mister Kenny memfasilitasi guru untuk ikut kursus bahasa Inggris, Mister Kenny sendiri lho yang jadi tutornya!" kata Bu Iren.
"Oya? Kalau begitu aku semangat deh ikut kelas Inggris, yang ngajar keren!" seru Bu Ira.
"Ingat Bu Ira, Mister Kenny sudah jadi suami orang!" cetus Bu Iren.
"Iya Bu, aku juga tau, Maminya Icha memang beruntung, berhasil menaklukan hati Mister Kenny, padahal kan dia itu janda anak satu, Mister Kenny itu memang baik, tidak memandang status orang!" jelas Bu Ira.
"Itulah kenapa banyak orang yang mengaguminya!" timpal Bu Iren.
Semua guru dan staff sudah berkumpul di sebuah restoran yang cukup besar, mereka duduk di kursi yang memang sudah di persiapkan sebelumnya dengan sebuah meja bundar yang besar, agar mereka bisa saling berbincang.
Berbagai jenis makanan sudah terhidang di meja besar itu, para guru dan staff mulai menikmati makanan mereka.
"Ayo makan yang banyak, kalau mau tambah menu silahkan saja, jangan sungkan!" ujar Mister Kenny sambil mulai menyantap makanannya.
Mereka pun makan bersama dengan gembira.
"Untuk setiap guru yang masih kurang ahli dalam berbahasa Inggris, mulai Senin besok, kita akan mulai pembelajaran, saya sendiri yang langsung mengajari kalian!" ucap Kenny.
"Baik Mister Kenny!" sahut Pak Budi, di ikuti oleh guru yang lain.
__ADS_1
"Mister! Untuk calon murid yang akan mendaftar, apa benar pendaftaran sudah tutup bulan ini? Mereka sudah beli formulir lho Mister, sayang sekali kalau sekolah kita tidak bisa menampung mereka!" tanya Bu Nuri.
"Untuk masalah administrasi, Bu Nuri bisa tanya langsung bagian administrasi dan Pak Budi, di sini saya hanya menangani bagian umum saja, semuanya sudah saya delegasikan ke guru sesuai dengan kewenangannya!" jawab Kenny bijak.
"Baik Mister!" sahut Bu Nuri.
"Bagaimana dengan murid yang kesusahan bayaran? Seperti kasus Adi dan beberapa temannya?" tanya Bu Ana, bagian tata usaha.
"Untuk masalah itu, saya akan membuat program beasiswa, bukan hanya kepada siswa yang berprestasi, tetapi juga pada siswa yang kurang mampu!" jelas Kenny.
Semua guru Menganggukan kepalanya.
"Hebat Mister Kenny, masih muda sudah sangat cerdas mengambil keputusan!" gumam Bu Nuri, yang terdengar oleh Bu Ira di sebelahnya.
"Bu Nuri pengagum Mister Kenny juga nih?" bisik Bu Ira.
"Hush! Pengagum rahasia!" sahut Bu Nuri sambil mengedipkan sebelah matanya.
Setelah acara makan bersama selesai, semua guru dan staf kembali pulang ke tempatnya masing-masing.
Kenny juga langsung pulang menaiki mobilnya menuju ke rumahnya.
Saat di jalan, secara tak di sengaja Kenny melihat Bu Ana, staf bagian tata usaha sedang berjalan kaki di pinggir jalan raya yang di lintasi Kenny.
"Bu Ana! Rumahnya di mana? Biar aku antar pulang sekalian ya!" tawar Kenny.
"Tidak usah Mister, rumah saya tidak jauh kok!" tolak Bu Ana.
"Sekalian jalan Bu, saya tidak enak melihat ibu jalan kaki sementara saya naik mobil, masuklah!" ujar Kenny.
Mau tidak mau Bu Ana masuk kedalam mobil Kenny. Kenny pun mulai mengantar Bu Ana pulang.
"Sudah berapa lama Bu Ana bekerja di SD rajawali?" tanya Kenny.
"Baru dua tahun Mister!" jawab Bu Ana.
"Oooh, Bu Ana sudah berkeluarga?" tanya Kenny sopan.
"Belum Mister, saya masih single!" sahut Bu Ana.
"Nanti saya akan diskusi dengan kepala sekolah dan wakilnya, untuk staff yang tidak ada kendaraan, harus di fasilitasi dengan transportasi, jadi Bu Ana bisa mendapat fasilitas kendaraan bermotor, supaya efisien dalam bekerja!" jelas Kenny.
"Trima kasih Mister!" ucap Bu Ana senang.
__ADS_1
Mobil Kenny berhenti di sebuah gang sempit.
"Saya turun di sini saja Mister!" seru Bu Ana.
"Lho, rumah Bu Ana masih jauh kah?" tanya Kenny.
"Sudah dekat Mister, masuk gang situ lima menit langsung sampai!" jawab Bu Ana.
"Baiklah, hati-hati ya!" ucap Kenny.
Bu Ana segera turun dari mobil Kenny, lalu dia bergegas masuk ke dalam gang itu.
Kemudian Kenny segera melanjutkan perjalanannya pulang kerumahnya.
Baru sekitar sepuluh menit berjalan, ponsel Kenny bergetar. Kenny langsung meraih ponselnya dan mengusap layar ponselnya itu.
"Halo sayang!" ucap Kenny saat Felly menelponnya.
"Ken, titip beli buah naga ya, aku ingin makan buah naga!" pinta Felly.
"Iya sayang, nanti aku mampir ke supermarket dulu untuk membeli buah naga, mau pesan apa lagi? Icha perlu apa?" tanya Kenny.
"Icha cuma mau biskuit yang dalamnya coklat lumer kesukaannya!" sahut Felly.
"Oke deh, di tunggu ya pesanannya!" ucap Kenny. Kemudian ponsel di matikan.
Kenny langsung menuju kesebuah supermarket terdekat, berniat akan membelikan pesanan anak dan istrinya.
Kenny berjalan ke supermarket dengan sebuah troli di tangannya, dia mulai memilih buah, bukan hanya buah naga saja, segala macam buah Kenny beli, hingga penuhlah troli nya.
Tak lupa Kenny juga mengambil biskuit pesanan Icha dalam jumlah yang banyak, berbagai macam biskuit juga Kenny beli.
Setelah di rasa cukup, Kenny segera membayar belanjaannya di kasir.
"Banyak sekali belanjanya Pak, siapa yang mau menghabiskan sebanyak ini?" tanya seorang kasir sambil menghitung belanjaan.
"Buat istri dan anakku!" jawab Kenny singkat.
"Wah, bapak ternyata penyayang sama istri dan anak, pasti mereka bahagia!" ujar sang kasir.
Kenny hanya tersenyum singkat, kemudian membayar sejumlah tagihan, lalu segera berjalan menuju ke mobilnya yang terparkir di luar.
****
__ADS_1