Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Akhirnya Bertemu


__ADS_3

Akhirnya Bu Ira mengantarkan Icha dan Satria ke rumah Pak Banu dengan sepeda motornya.


Mereka pun segera berangkat melewati jalanan raya yang agak macet.


Selama 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Pak Banu, Bu Ira langsung memencet bel rumah yang ada di sisi gerbang rumah besar itu.


Tak lama kemudian, muncul Mbok Sumi dari balik gerbang yang di buka itu.


"Selamat siang, Mister Kenny ada?" Tanya Bu Ira.


"Oh, Mister tadi kan keluar Bu, sama perempuan, mungkin pacarnya deh!" Jawab Mbok Sumi.


"Hah?! Pacar? Mister punya pacar??" Tanya Icha tak percaya.


"Icha, kalian tunggu Mister di sini saja, ada Pak Banu juga di dalam, Bu Ira Pulang duluan ya, soalnya mau ada tamu yang datang!" Kata Bu Ira. Icha Menganggukan kepalanya.


"Trima kasih Bu!" Ujar Satria.


Bu Ira tersenyum dan langsung kembali melajukan motornya meninggalkan rumah Pak Banu.


"Ayo dek, tunggu di dalam saja, Pak Banu juga ada di dalam lagi istirahat!" Ajak Mbok Sumi.


Icha dan Satria akhirnya masuk kedalam rumah Pak Banu dan menunggu di ruang tamu.


"Dek, kalau kamu nanti sudah bertemu sama Mister, Abang Pulang ya Dek!" Kata Satria. Icha menoleh ke arah Satria.


"Kenapa Bang Sat harus buru-buru Pulang?" Tanya Icha.


"Kan tugas Bang Sat untuk antar kamu sudah selesai, dan Abang juga mau buka warung lagi, lumayan setengah hari!" Jawab Satria.


Icha diam saja tanpa menjawab, seolah berat hati Satria akan Pulang ke rumahnya.


"Tapi janji ya Bang, kita akan bertemu lagi dan kita tetap berteman!" Ujar Icha.


Satria Menganggukan kepalanya sambil menunjukan jari kelingkingnya, Icha langsung menautkan jari kelingkingnya pada kelingking Satria.


"Kamu inget kan warung kopi Abang? Kalau ada apa-apa, jangan sungkan cerita ke Abang ya, kalau bisa bantu Abang pasti bantu!" Ucap Satria, Icha Menganggukan kepalanya.


Tak lama kemudian Pak Banu muncul dari arah kamarnya, dia terlihat kaget saat Icha sudah duduk di ruang tamu rumahnya.


"Icha? Siapa yang mengantarmu kesini?" Tanya Pak Banu yang langsung duduk di depan Icha.


"Bu Ira yang antar aku kakek!" Jawab Icha.

__ADS_1


"Ibumu khawatir mencarimu Cha, kau ini membuat orang panik saja!" Ujar Pak Banu.


"Mami? Mami cari aku? Bukannya Mami masih di Bandung Kek? Aku kan cuma mau cari Mister, kenapa Mami pakai menyusul segala?!" Cetus Icha.


"Ah, kau ini menyusahkan saja!" Pak Banu lalu berdiri menuju meja telepon, kemudian mulai menelepon Kenny.


"Halo ...!" Suara Kenny dari sebrang.


"Halo Ken, kau di mana?" Tanya Pak Banu.


"Aku baru mau ke SD Rajawali Ayah, siapa tau Icha ada di sana!" Jawab Kenny.


"Tidak perlu! Icha sudah ada di rumah, lebih baik kalian cepat kembali kerumah saja!" Ujar Pak Banu.


"Serius Ayah? Icha sudah di rumah? Baiklah, kita langsung meluncur kerumah!" Terdengar suara ponsel di matikan. Pak Banu kembali ke ruang tamu.


"Mbok Sum!! Buatkan minuman dua gelas ya!" Titah Pak Banu dengan suara agak keras.


"Baik Pak!" Sahut Mbok Sumi dari arah dapur.


Kemudian Pak Banu duduk di samping Icha.


"Nah Cha, sekarang tunggu ibumu dan Kenny di sini, sebentar lagi mereka datang!" Ucap Pak Banu sambil membelai rambut Icha.


"Mami ada di sini? Jadi yang pergi sama Mister itu Mami ya Kek, kirain pacarnya Mister!" Cetus Icha.


"Tidak sih Kek, Mister kan sayang sama Mami, Mami juga sayang sama Mister, aku juga!" Sahut Icha.


Pak Banu mengalihkan pandangannya ke arah Satria yang masih duduk di samping Icha.


"Siapa namamu?" Tanya Pak Banu.


"Satria Kek!" Sahut Satria.


"Kau tinggal di mana?"


"Aku tinggal di belakang warung kopi ku, di daerah Lebak Bulus!" Jawab Satria.


"Warung kopi? Kau bekerja di warung kopi?"


"Warung kopi itu usahaku Kek, aku anak panti yang sedang belajar mandiri!" Ujar Satria. Pak Banu maju mendekati Satria dan menepuk lembut bahunya.


"Bagus anak muda, berapa usiamu sekarang?" Tanya Pak Banu lagi.

__ADS_1


"Umurku 18 tahun, aku sedang menabung untuk kuliah di tahun depan Kek!" Jelas Satria.


"Bagus! Anakku dulu kuliah di luar negri dengan beasiswa, kalau kau mau, aku bisa membantumu mendapatkan beasiswa kuliah di luar negri, belajarlah yang banyak, demi masa depanmu!" Ucap Pak Banu bijak.


"Trima kasih Kek, aku mau banget kalau ada kesempatan itu!" Sahut Satria bersemangat.


"Berikan nomor ponselmu padaku, nanti secepatnya aku akan menghubungimu!" Dengan antusias Satria segera mengeluarkan ponselnya dan memberikan nomornya pada Pak Banu.


Tin Tin Tin


Suara klakson motor Kenny yang terdengar di luar gerbang, Dengan sedikit tergopoh-gopoh Mbok Sumi segera keluar untuk membukakan gerbang.


Setelah Kenny dan Felly masuk ke dalam, dengan cepat Felly langsung menghambur memeluk Icha sambil menangis.


"Icha! Kau kemana saja sayang! Mami hampir purus asa mencarimu!" Ucap Felly sambil menangis.


"Aku cari Mister lah Mami, masa tidak tahu!" Sahut Icha.


"Iya Mami tau, tapi kenapa Icha harus cari Mister sendiri? Kenapa tidak bilang Mami?" Tanya Felly beruntun.


Kenny mengusap punggung Felly lembut, kemudian Felly segera melepaskan pelukannya. Icha yang melihat Kenny langsung melompat kedalam pelukan Kenny.


"Siapa ya yang kangen sama Mister? Yang kabur dari rumah karena mencari Mister?" Tanya Kenny sambil mencium rambut Icha.


"Ah, Mister pura-pura tidak tau! Aku kan kangen banget sama Mister! Pingin main bareng lagi Mister, pingin ke Pantai Jalan-Jalan!" Sahut Icha manja.


"Icha! Kok begitu?" Timpal Felly sambil melotot ke arah Icha.


Satria yang sejak tadi duduk langsung berdiri dari tempatnya.


"Kakek, Om, Tante, saya pamit ya ... Icha kan sudah bertemu keluarganya, jadi saya tidak kuatir lagi!" Kata Satria yang langsung mengenakan jeket nya.


"Oh, ini siapa? Kenal Icha di mana?" Tanya Felly yang baru menyadari kehadiran Satria.


"Saya Satria Tante, kenal Icha saat dia lari ketakutan di kejar orang jahat, lalu saya menemani dia mencari Mister nya, karena sekarang sudah ketemu, saya mau mohon diri!" Ucap Satria sopan.


"Tunggu! Sebagai ucapan terimakasih karena kau telah menemani dan menyelamatkan Icha, terimalah ini!" Kenny menyodorkan beberapa lembar uang yang dia ambil dari dompetnya.


Dengan sopan Satria mendorong tangan Kenny.


"Tidak Om, saya tulus kok membantu Icha, lagi pula sekarang kita sudah berteman yang suatu saat akan bertemu lagi, permisi!" Satria langsung melangkahkan kakinya keluar dari rumah Pak Banu. Kemudian dia mulai memakai helmnya dan melajukan motornya perlahan sampai menghilang di balik gerbang.


"Bang Satria! Trimakasih ya!!" Teriak Icha.

__ADS_1


Bersambung ....


****


__ADS_2