Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Rasa Cemburu


__ADS_3

Dini berusaha menyuapi Kenny makan dan minum obat, walaupun Kenny beberapa kali menolaknya.


Tubuh Kenny yang kini lemah tak bertenaga tidak berdaya melawan keinginan Dini untuk menyuapinya.


Akhirnya dengan pasrah Kenny membiarkan Dini menyuapi makanannya.


Dengan perlahan Dini menyuapkan makanan itu ke mulut Kenny sedikit demi sedikit.


"Lain kali jangan perlakukan aku seperti anak kecil begini! Aku tidak suka!" Cetus Kenny.


"Maaf, aku sedikit memaksamu, ini semua demi kesembuhan mu Ken!" Sahut Dini.


Setelah selesai menyuapi Kenny, Dini langsung meraih obat dan segelas air, membantu Kenny untuk meminum obatnya.


"Lebih baik kamu telepon Leo Din, biar Leo yang menemaniku, kamu pulang saja, bukankah kamu juga baru sembuh dari sakit?" tanya Kenny.


"Tapi aku sudah sehat sekarang Ken, bahkan di sini aku merasa sangat sehat, sudah kamu menurut saja, sudah sakit cerewet! Ini aku kupasin buah naga, buah naga itu bagus untuk anti oksidan!" Jawab Dini sambil tangannya mengupas buah naga yang tadi di bawanya.


Setelah selesai mengupas dan memotong buah naga itu, Dini mulai kembali menyuapi Kenny buah naga dengan garpu.


"Kau apaan sih Din, aku sudah kenyang tau!" tolak Kenny.


Namun tangan Dini tetap menyodorkan buah naga itu ke mulut Kenny, sehingga mau tidak mau Kenny membuka mulutnya kembali.


Dini berhasil menyuapkan beberapa potong buah naga, sehingga mulut Kenny nampak belepotan buah naga yang warnanya merah itu, sehingga bibir Kenny menjadi kemerahan.


Dini mengambil tissue dan membersihkan bibir Kenny, di waktu yang sama Felly dan Icha datang, namun Felly tidak langsung masuk, dia melihat dari pintu kaca yang terlihat dari luar, Dini sedang membersihkan mulut Kenny sambil duduk di sisi tempat tidur Kenny.


Felly menghentikan langkahnya dan mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam. Dia hanya melihat dari balik pintu.


"Kok Tidak masuk Mami?" tanya Icha.


"Ssst....sepertinya kita pulang saja Cha, Mister sudah ada yang merawatnya dan menjaganya!" jawab Felly.


"Tapi kenapa? Kan kita sudah sampai sini? Ayo masuk Mami!" Rajuk Icha sambil menarik tangan Felly untuk masuk.


Namun Felly langsung menarik tangan Icha berjalan menjauhi ruangan itu. Dia berjalan menuju ke arah lobby.


"Kita pulang saja Cha!" Cetus Felly sambil terus berjalan menuju pintu keluar.


Tiba-tiba Icha berjongkok tidak mau berjalan mengikuti Felly, sehingga Felly harus menghentikan langkahnya.


"Aku mau lihat Mister Mami! Mami saja yang pulang, aku mau balik lagi ke ruangan yang tadi!" Rajuk Icha.

__ADS_1


"Icha, di dalam sudah ada tante Dini yang mengurus Mister, jadi kita tidak perlu datang lagi, kita pulang saja, ayo Cha cepetan!" Hardik Felly.


Icha tetap berjongkok dan tidak mau jalan, sedangkan Felly terus menarik tangannya.


Karena Felly yang berjalan mundur sambil menarik tangan Icha yang ngambek, dia menabrak seseorang yang juga terlihat buru-buru.


"Ups! Maaf saya tidak lihat!" Seru Felly sambil membalikan tubuhnya. Seorang laki-laki berperawakan tinggi sudah berdiri di hadapannya.


"Hei, ini bukannya Icha ya ... murid Mister Kenny!" Sapa laki-laki itu yang tak lain adalah Leo.


"Iyes! Bener Om! Om temannya Mister kan? Kalau mau jenguk Mister aku ikut ya Om!" Pinta Icha. Leo mengerutkan keningnya.


"Lho, bukannya Icha baru dari menjenguk Mister?" tanya Leo heran.


"Tidak jadi Om! Gara-gara Mami ajak aku pulang lagi, soalnya di dalam ada Tante Dini!" Sahut Icha. Felly spontan menutup mulut Icha.


"Icha, kok bicara begitu?!" Kata Felly dengan mata melotot. Leo mulai paham apa yang terjadi.


"Ooh...Om ngerti deh, sekarang begini saja, kita jenguk bareng-bareng ya ... supaya Maminya Icha juga enak ... gimana Mbak?" Tanya Leo sambil menoleh kearah Felly.


"Ayo Mami, tadi kita sudah bawa makanan banyak-banyak masa pulang lagi? Mami gimana sih?!" Protes Icha.


"Betul Mbak, kasihan Icha lho, dia semangat sekali mau menjenguk guru kesayangannya!" Tambah Leo.


Saat itu Kenny nampak sedang tertidur. Melihat kedatangan Leo, Felly dan Icha, Dini langsung berdiri dari tempatnya.


"Bagaimana Kenny Din?" Tanya Leo to the point.


"Dia baru selesai makan dan minum obat, mungkin mengandung obat penenang makanya Kenny langsung tertidur!" Jawab Dini.


Icha langsung naik ke ranjang Kenny dan mengelus kepala Kenny. Felly hendak mencegahnya namun terlambat.


"Mister, apanya yang sakit? Biar aku pijitin, ayo cepat sembuh Mister! Katanya Mister janji mau ke pantai, kita nyanyi dan bikin video disana! Bangun Mister!" Kata Icha.


"Cha! Turun! Jangan seperti itu, itu tidak baik! Turun!" Hardik Felly sambil melotot.


"Aku kan cuma pijitin kepala Mister, biar cepat sembuh!" Sahut Icha cuek.


"Biarkan saja Mbak, toh dia cuma memijit, tidak membuat kerusuhan ... " Tukas Leo.


Mendengar suara berisik Kenny mulai mengerjapkan matanya. Saat membuka mata Kenny pertama kali melihat Icha yang duduk di sampingnya sambil memijiti kepalanya.


"Icha!" Lirih Kenny.

__ADS_1


"Yeay ... Mister sudah bangun, betul kan gara-gara aku pijitin Mister, eh langsung bangun!" Seru Icha senang.


Kenny tersenyum cerah saat melihat Felly dan Icha yang kini ada di ruangannya.


"Bro! Cepet sembuh dong, di tanyai tuh sama anak Genk!" Cetus Leo.


"Lagian siapa juga yang mau sakit?!" Sahut Kenny.


"Mister aku mau nginep di sini jagain Mister!" Celetuk Icha tiba-tiba.


"Ah, maafkan Icha Ken, dia selalu berlebihan!" Ucap Felly yang merasa tidak enak.


Sedari tadi Dini hanya diam saja, wajahnya kelihatan sendu saat Felly dan Icha datang.


Leo yang menyadari itu langsung menarik tangan Dini.


"Cari makan yuk Din! Aku lapar, Ken ... kau mau titip apa?" Tanya Leo sambil melangkah ke arah luar ruangan. Kenny menggelengkan kepalanya.


Akhirnya Leo dan Dini pergi ke luar ruangan. Felly masih berdiri di tempatnya, sedangkan Icha masih duduk di sisi ranjang Kenny.


"Ayo sini Fell, mendekatlah!" Ucap Kenny. Perlahan Felly melangkah mendekati Kenny.


"Mister, tadi sebenarnya kita sudah kesini duluan, tapi pas Mami lihat Mister, Mami langsung tarik tangan aku dan ajak aku pulang lagi, untung ketemu Om tadi, jadi kita balik kesini deh ... !" Seloroh Icha.


"Benarkah? Kenapa Fell? Apa karena kau tadi melihat Dini menyuapiku? Lantas kau cemburu?" tanya Kenny.


"Dih, siapa juga yang cemburu!" Sahut Felly.


"Katakan saja kau cemburu, maka hatiku Akan bahagia, karena ternyata kau sayang padaku!" Ucap Kenny. Sontak langsung membuat wajah Felly kemerahan.


"Mister, cemburu itu apa sih?" Tanya Icha polos.


Kenny langsung mengalihkan pandangannya ke arah Icha, dan membelai lembut wajahnya.


"Cemburu itu, artinya kita sedih kalau melihat orang yang kita sayang bersama orang lain!" Sahut Kenny.


"Ooo ... pantesan tadi Mami sedih, jadi Mami cemburu ya sama Tante Dini?" Gumam Icha sambil menaruh telunjuknya di dahinya.


"Icha!" Seru Felly yang wajahnya nampak semakin merah.


Bersambung ...


*****

__ADS_1


1


__ADS_2