Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Terpaksa Menginap Di Jalan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 24.00 malam. Icha yang menunggu Kenny di temani Pak Chandra nampak sudah tertidur di sofa Aula villa itu.


Felly yang datang menyusul Icha segera mengangkat Icha menuju ke kamarnya.


Sementara Kenny masih terjebak macet, dari arah jalan yang berlawanan arah ada mobil ambulan yang mengangkut para korban, rupanya mereka sudah berhasil di evakuasi.


Perlahan mobil pun sudah mulai bergerak. Dini nampak menyandarkan kepalanya di belakang jok mobil. Namun matanya belum terpejam.


Sementara Kenny masih diam dengan tampang kesal karena kejadian hari ini. Liburannya benar-benar kacau.


Mobil pun perlahan naik ke Atas. Namun ternyata mobil yang di depan mobil Kenny mogok karena tak kuat menanjak. Akhirnya kembali terjadi kemacetan di sepanjang jalan itu.


"Maafkan aku Ken, karna aku kita jadi mengalami hal ini!" Ucap Dini menyesal.


"Seribu kali kamu minta maaf juga tidak akan merubah apapun...lebih baik kamu istirahat saja!" Sahut Kenny.


"Ken...aku kedinginan, perutku sakit, aku ingin pipis!" Kata Dini.


"Aduh Din, disini mana ada toilet, hanya ada pohon hutan dan kebun, mungkin di depan sana ada toilet!" Ucap Kenny.


"Ken, aku takut ... antarkan aku dong cari toilet ... lagi pula kepalaku agak pusing dan badanku juga masih demam!" Pinta Dini.


"Ya, ya, tunggu, aku ke pinggir dulu!" Kenny lalu segera menepikan mobilnya di tepi jalan itu. Kemudian dia mengunci mobilnya.


Dini langsung keluar dari mobil di susul oleh Kenny. Mereka mencari tempat untuk pipis. Hingga mereka menemukan ada sebuah rumah makan kecil di tepi jalan itu.


Tanpa basa-basi Dini langsung menumpang ke toilet yang ada di rumah makan itu, sementara Kenny menunggu di luar.


Malam semakin dingin, ditambah gerimis yang mulai turun perlahan. Di bangku depan rumah makan itu Kenny melipat tangannya menahan dinginnya udara.


Sementara Dini tetap duduk di sampingnya. Dini nampak menggigil dan sedikit menggertak giginya karena hawa dingin yang menyelimuti mereka malam itu.


Jalan menuju ke atas tidak lagi macet, namun Kenny nampak kelelahan dan matanya kelihatan sangat mengantuk, waktu sudah menunjukan pukul 2.30 dini hari.


"Sudah tidak macet lagi Ken, kau mau kembali ke Villa?" tanya Dini.


"Yah, kita kembali sekarang, ayo!" Sahut Kenny sambil berdiri dari tempatnya.


Mereka terus berjalan hingga sampai ke mobil, Dini nampak begitu kedinginan dan suhu tubuhnya masih demam. Kenny nampak khawatir.


"Kamu kedinginan Din?" tanya Kenny. Dini Menganggukan kepalanya.


"Boleh aku peluk untuk menghangatkan tubuhmu?" Kenny menatap Dini, dia tidak mau Dini akan bertambah parah karena menahan dingin terlalu lama.

__ADS_1


"Iya Ken ... !" Sahut Dini.


Perlahan Kenny maju dan memeluk Dini dengan erat. hawa hangat segera datang saat Dini berada dalam pelukan Kenny yang hangat.


Dini sangat menikmati pelukan Kenny, jantungnya berdetak sangat cepat, ada perasaan cinta Yang mendalam untuk Kenny. Tiba-tiba Dini menangis di dada Kenny.


"Hei, mengapa kau menangis Din?" tanya Kenny saat di lihatnya Dini sudah terisak dalam dekapannya.


"Aku ... Aku sangat bahagia bisa merasakan pelukanmu lagi Ken ... !" Ucap Dini.


"Maafkan aku Din, maafkan aku tidak bisa membalas perasaanmu padaku ... tapi ijinkan aku menganggapnya sebagai adikku, adik yang akan selalu di jaga dan dilindungi oleh kakaknya!" Ucap Kenny.


Dini semakin terisak, jauh di sudut hatinya dia merasa sangat perih, bagaimana mungkin dia bisa menganggap Kenny sebagai kakaknya sedangkan dia sangat mencintai Kenny, mencintai sejak lama, cinta yang terlalu dalam dan besar.


"Tidak Kenny, aku tidak bisa ... aku tidak bisa menganggap mu sebagai kakakku! Aku sangat mencintaimu!" Ucap Dini sambil menangis.


Kenny mendekap Dini dengan erat, ada perasaan bersalah yang menggelayutinya.


Dulu hubungan mereka sangat baik-baik saja, meskipun Kenny bersikap dingin, toh Dini bisa bahagia.


Sejak Kenny memutuskan Dini, kebahagiaan di wajah Dini seolah hilang.


Wajah yang dulu sangat bersinar kini selalu redup dan muram. Karena Kenny adalah sumber kebahagiaan Dini.


"Maafkan aku Din, maaf .... !" Ucap Kenny berkali-kali di telinga Dini.


****


Para guru dan keluarga masing-masing akan bersiap untuk melakukan kegiatan olah raga, Di pandu oleh Mam Indah. Setelah itu mereka akan mandi lalu sarapan bersama di aula.


Icha masih nampak tidur pulas di kamarnya, semalam dia tidur begitu larut karena menunggu Kenny. Felly sengaja tidak membangunkan Icha, karena takut Icha akan terus menanyakan Kenny.


Para guru dan yang lainnya sudah berkumpul di lapangan Villa. Mereka semua berbaris mengikuti gerakan instruktur senam, yaitu Mam Indah.


Tiba-tiba dari arah jalan gerbang villa, Kenny muncul dengan mobilnya. Lalu langsung parkir di depan Villa.


Pak Chandra segera menghampiri Kenny dan Dini yang baru turun dari mobil.


"Hei! Kalian kemana saja dari semalam? Kenapa membuat kami semua cemas? Kalian berbuat sesuatu yang aneh ya?!" todong Pak Chandra.


"Semalam kami terjebak macet Pak! Karena lelah kami ketiduran di jalan!" Sahut Kenny.


Dini langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menghiraukan tudingan Pak Chandra, kepalanya benar-bemar pusing.

__ADS_1


Kenny juga langsung menuju ke kamarnya, dia benar-benar sangat lelah, semalaman tidur di mobil, punggungnya terasa sangat pegal dan lelah.


Kenny langsung menghempaskan tubuhnya di kasur dan langsung memejamkan matanya.


Setelah makan pagi, kegiatan terakhir mereka adalah wisata ke salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di daerah itu.


Dini tetap tinggal di Villa karena kesehatannya. Dia beristirahat di temani oleh salah satu guru yang tidak ikut berwisata.


Sementara Kenny tengah bersiap-siap memakai pakaian di kamarnya, karena dia baru bangun, sarapan paginya sudah di antar oleh Rio ke kamarnya.


"Ken, semalaman kau ngapain aja sama si Dini?" tanya Rio.


"Macet bro! Ada kecelakaan di jalan, di tambah ada mobil besar yang mogok di jalan!" Sahut Kenny.


"Tapi kau tidak berbuat macam-macam kan? Ingat Ken, Dini itu cinta mati padamu!" tukas Rio.


Kenny tidak menanggapi perkataan Rio, dia terus makan dan setelah itu bergegas keluar dari kamarnya.


Pada saat keluar dari kamar, Icha sudah berlari-lari mendapatkan Kenny.


"Mister! Kok Mister jahat sih sama aku dan Mami?! Semalam aku tungguin Mister sama pak kepala sekolah, tapi Mister tidak pulang-pulang!" Cetus Icha.


"Mister terjebak macet sayang, sekarang kita jalan yuk ke tempat wisata! Mami mana?" tanya Kenny.


"Mami di kamar, katanya dia tidak mau ikut jalan-jalan! Mami marah tuh sama Mister!" Sahut Icha.


"Marah? Cha, antar Mister ke Mami ya ... Mister mau bicara sama Mami!" Kata Kenny.


"Tapi nanti kita di tinggal bus nya Mister!" Bantah Icha.


"Tidak, Mister sudah bilang kok sama Pak Chandra kalau Mister ikut jalan-jalan, yuk!" Kenny segera menggandeng tangan Icha menuju ke kamar Icha.


Felly nampak sedang duduk di tepi tempat tidurnya. Dia berdiri saat melihat kedatangan Kenny dan Icha.


"Felly, maafkan aku ... Semalam aku terjebak macet yang sangat parah, maafkan aku telah meninggalkan kalian sendirian!" Ucap Kenny sambil mengelus rambut Felly.


"Sudahlah Ken, jangan seperti ini, kalau kalian mau jalan-jalan pergilah, aku tidak ikut! Aku disini saja!" Jawab Felly.


"Tapi kenapa Fell?" tanya Kenny.


"Aku malu Ken, sepertinya banyak diantara guru-guru itu yang tidak menyukai kehadiranku, sorot mata mereka menyiratkan kebencian padaku, aku tau aku ini janda ... sepertinya mereka sangat memandang rendah status janda, aku disini saja! Kau pergilah dengan Icha!" Ucap Felly.


Kenny tertegun mendengar perkataan yang keluar dari mulut Felly.

__ADS_1


Bersambung ...


****


__ADS_2