Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

Setelah di rawat selama hampir 5 hari, Pak Banu di ijinkan pulang oleh Dokter.


Kenny bersiap-siap membereskan barang-barang Ayahnya yang akan di bawa pulang.


Seorang Dokter masuk kedalam ruangan itu.


"Selamat siang Pak Ken, walaupun Pak Banu sudah boleh pulang, tapi dia harus rutin memeriksa kesehatannya di sini..." Kata Dokter.


"Trima Kasih Dok, saya pasti akan mengantarnya untuk rajin checkup..." Sahut Kenny.


"Baguslah, Pak Banu punya riwayat hipertensi, mohon jaga suasana hatinya, karena pikiran yang stress akan memicu tekanan darahnya naik lagi...apalagi membuatnya emosi..." Tutur Dokter.


"Baik Dokter..."


Tak lama Dokter itu pun keluar dari ruangan itu.


Kenny membantu Ayahnya menaiki kursi roda, kemudian dia mendorongnya perlahan meninggalkan tempat itu.


Dari ujung lorong rumah sakit, muncul Felly sambil menggandeng Icha, mereka berjalan mendekat ke arah Kenny dan Ayahnya.


"Selamat Siang Pak Banu, maaf baru sempat menengok ... ini ada sedikit buah dan roti ... " Felly menyodorkan bungkusan ke arah Pak Banu.


"Trima kasih!" Singkatnya.


Icha terlihat langsung bergelayut manja di samping Kenny. Pak Banu menatapnya tajam.


"Halo Kakek! Semoga cepat sembuh ya Kek!" Sapa Icha.


"Hmm, mengapa kau memanggilku Kakek?" Tanya Pak Banu.


"Karena Mister Kenny itu adalah ca ..." Felly langsung membekap mulut Icha.


"Maaf Pak Banu, kami tidak bisa lama-lama, masih ada urusan yang lain ... " Ucap Felly sambil menarik Icha menjauhi Kenny dan Ayahnya.


"Jadi itu wanita yang kau sukai? Ayah tetap tidak setuju, dia lebih tua darimu ... bahkan sudah mempunyai anak!" Tegas Pak Banu.


Kenny terdiam tanpa bisa membantah perkataan Ayahnya, dia ingat kata-kata Dokter barusan, Kenny sangat takut kehilangan Ayah satu-satunya itu.


Mereka terus berjalan sampai di lobby rumah sakit. Felly masih nampak jalan mendahului mereka sambil menarik tangan Icha ke arah luar rumah sakit. Suasana di lobby itu cukup ramai siang itu.


"Sebentar Ayah, kau tunggulah di sini, aku ada urusan sebentar ... !"


Tanpa menunggu jawaban dari Ayahnya, Kenny langsung berjalan cepat menyusul Felly dan Icha yang kini ada di area parkiran depan rumah sakit.


"Felly tunggu!" Panggil Kenny. Felly menoleh.


"Ken? Kau temani Ayahmu saja, aku mau pulang dengan Icha!" Sergah Felly.


"Mister! Kenapa Mami melarang aku dekat dengan Kakek? Kenapa Mister? Bukankah Kakek adalah kakekku juga? Padahal aku mau bermain dengan kakek juga Mister, aku baru datang kenapa sudah langsung pulang??" Tanya Icha beruntun.

__ADS_1


Kenny segera berjongkok dan memegang bahu Icha.


"Icha sayang, suatu hari, Icha akan bisa bermain dengan kakek dan Mister, tapi Icha harus sabar ya...Kakek kan baru sembuh dari sakit, dia harus banyak istirahat dulu ... " Jelas Kenny.


"Oh, begitu ya Mister? Oke deh, nanti aku tunggu Kakek sembuh dulu, setelah itu aku baru ajak main!" Sahut Icha.


Kenny berdiri dan menoleh ke arah Felly yang sejak tadi diam saja.


"Maafkan Icha Ken, dia tidak mengerti ... " Ucap Felly.


"Sudahlah Fell, Icha tidak salah, aku malah senang dia menganggap Ayah sebagai kakeknya ... " Jawab Kenny sambil membelai pipi Felly.


Tiba-tiba Icha memeluk Kenny dengan erat.


"Mister, aku mau sama Mister, aku kangen berapa hari Mister tidak datang kerumah!"


"Iya Cha, Mister juga kangen, tapi kan Mister harus menjaga ayah Mister ... anak harus berbakti sama Ayahnya!" Jawab Kenny.


"Berarti aku juga harus nurut dan berbakti sama Mister dong, aku kan akan jadi anak Mister ... !" Cetus Icha.


"O iya, makanya Icha nurut kalau Mister kasih tau atau ajarin ya, jangan suka membantah ... !" Tambah Kenny.


"Sudahlah Ken, jangan terus kau meladeni Icha, ayahmu pasti sudah cemas menunggumu ... " Kilah Felly.


"Kalian naik apa?" Tanya Kenny.


"Maafkan aku, tidak bisa mengantar kalian pulang saat ini ... " Ucap Kenny menyesal.


"Tidak apa-apa Ken, aku mengerti posisimu!" Kata Felly.


"Tapi kalian harus tau, aku sangat menyayangi kalian, kalian ada di sini!" Ucap Kenny sambil menunjuk dadanya.


"Iya..iya...aku percaya, jaga dirimu Ken, kau pasti lelah menjaga Ayahmu beberapa hari ini ... !"


Kenny langsung memeluk Felly dan mencium lembut keningnya. Kemudian beralih memeluk Icha dan mencium puncak kepala Icha.


"Icha jaga Mami ya!" Ucap Kenny. Icha menganggukkan kepalanya.


"Felly, kalian hati-hati, I Love You ... !" Setelah berkata demikian Kenny segera berbalik meninggalkan Felly dan Icha yang masih berdiri memandangnya.


"Ayo Cha!"


Kemudian Felly menggandeng tangan Icha ke arah taksi yang sudah menunggunya dari tadi.


"Kenapa Mister tidak mengantar kita pulang?" Tanya Icha.


"Karena Mister harus pulang bersama Ayahnya ... "


"Kan mobilnya muat kalau kita juga ikut ... !" Protes Icha.

__ADS_1


"Jangan Cha, belum waktunya, yang penting kita tau, Mister Kenny sayang sama kita, kita ada di dalam hati Mister Kenny, itu sudah cukup!" Sahut Felly.


"Mami sayang kan sama Mister?"


"Iya Cha, Mami sayang sekali sama Mister ... "


"Sama dong, aku juga sayang sama Mister, Mister bukan cuma ganteng, dia juga baik dan sayang sama aku ..." Seloroh Icha sampai mereka naik ke dalam taksi yang bergerak perlahan meninggalkan rumah sakit itu.


*****


Ting...Tong...


Suara bell dari rumah Kenny berbunyi, Pak Banu baru beristirahat di kamarnya.


Kenny bergegas berjalan ke arah depan dan membuka pintu rumahnya.


Dini dan kedua orang tuanya sudah berdiri di depan pintu.


"Oh, Dini? Om dan Tante...ayo silahkan masuk!" Ucap Kenny.


Mereka masuk dan langsung duduk di sofa ruang tamu rumah Kenny.


"Maaf Ken, kami baru sempat menjenguk Pak Banu, tapi lebih enak menjenguk di rumah saja, dari pada di rumah sakit, iya kan Ma?" Pak Brata Ayah Dini melirik ke arah istrinya.


"Benar Ken, kalau disini kan lebih enak ngobrolnya!" Sahut Bu Brata.


"Sebentar ya Om, Tante, aku bawa Ayahku keluar dulu ...!" Ujar Kenny sambil beranjak menuju ke kamar Ayahnya.


Tak lama kemudian dia sudah membawa ayahnya dengan kursi rodanya.


"Waah...ada tamu istimewa nih, Kenny! Buatkan Om dan Tante minuman ... !" Perintah Pak Banu. Kenny segera beranjak pergi ke dapur.


"Biar saya bantu Kenny Om!" Tawar Dini yang langsung berdiri menyusul Kenny.


"Hei Banu, kau tega sekali menyuruh putramu yang tampan itu membuatkan minum, kenapa kau tidak cari asisten rumah tangga saja, dari dulu kalian hanya hidup berdua!" Ujar Pak Brata.


"Selama putra kesayanganku itu tidak mengeluh, mengapa aku harus risau?"


"Makanya ... cepat-cepatlah kalian datang melamar putriku! Supaya rumahmu kelak terlihat lebih ramai!" Ucap Pak Brata.


"Ah, aku maunya juga begitu, tapi Kenny sepertinya belum siap, dia masih suka sendiri ... !" Kilah Pak Banu.


"Sudah ada beberapa orang yang mencoba melamar putriku lho, tapi Dini maunya hanya sama Kenny, putramu memang luar biasa Banu ... membuat putriku menunggu ... !"


Tak lama kemudian, Kenny dan Dini sudah muncul dari arah dapur dengan membawa sebuah nampan berisi minuman dan makanan.


Bersambung ...


****

__ADS_1


__ADS_2