Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Surat Untuk Icha


__ADS_3

Kenny memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya. Icha langsung turun dari mobil, sementara Mbak Nur membawakan tas Icha.


"Dimana istriku Mbak?" tanya Kenny pada Mbak Nur saat tidak melihat Felly di ruangan itu.


"Ibu belanja Mister, mungkin ke minimarket depan sana!" jawab Mbak Nur sambil menunjuk ke arah sebrang jalan.


"Lho, kok bukan Mbok Sumi atau Mbak Nur saja yang belanja? Felly kan sedang hamil?!" tanya Kenny khawatir.


"Ibu yang mau jalan sendiri Mister, katanya biar sehat banyak jalan kaki, malah saya mau temani saja Ibu tidak mau!" sahut Mbak Nur.


"Ya sudah, tolong Mbak Nur urus Icha, aku akan susul Felly!" ujar Kenny yang langsung menaruh tasnya di meja.


Tanpa ganti baju dan buka sepatu, Kenny langsung bergegas menyusul Felly ke mini market yang ada di seberang jalan rumahnya.


Kenny terus berjalan cepat menyebrangi jalan yang ramai di lalui kendaraan yang lalu lalang.


Tak lama kemudian, Kenny sudah sampai di mini market itu, dia langsung masuk ke dalamnya.


Matanya celingukan kesana kemari mencari istrinya itu.


Hingga dia melihat Felly yang sedang berdiri di sudut minimarket di depan rak susu hamil.


Kenny langsung mendekati istrinya itu.


"Sayang!" panggil Kenny.


Felly menoleh kaget ke arah Kenny.


"Lho, Ken? Kamu kesini?" tanya Felly.


"Kok kamu jalan sendirian sih tidak ada yang menemani? nanti kalau ada apa-apa bagaimana?" tanya Kenny khawatir.


"Ken, aku harus banyak jalan dan gerak, supaya tidak kaku saat melahirkan nanti!" sergah Felly.


"Iya iya ... tapi bisa kan bersabar tunggu aku?" Kenny mengusap perut Felly yang kini nampak menonjol besar.


"Hmm, kamu selalu deh, berlebihan sama istri, sudahlah, ayo kita pulang!" ujar Felly yang langsung beranjak dari tempat itu.


"Tunggu sayang, kamu belum ambil susu hamilnya, stoknya sudah habis ya, kenapa kamu tidak pesan aku tadi waktu aku di jalan?" tanya Kenny.


"Aku niat membelinya sendiri Ken, ini aku ambil beberapa!" jawab Felly sambil mengambil beberapa box susu hamil.


"Ambil yang banyak sayang, kalau perlu sampai melahirkan!" ujar Kenny.


"Itulah mengapa aku tidak mau titip kamu Ken, kamu kan suka berlebihan!" cetus Felly yang langsung beranjak dari tempat itu, lalu bergeser ke tempat yang lain, Kenny mengikutinya dari belakang.


Felly mengambil beberapa biskuit untuk Icha, juga keperluan rumah tangga yang lain.


Kenny membantu memegangi keranjang belanjaan Felly.


Ketika di rasa cukup, mereka lalu segera mengantri di kasir, hendak membayar semua belanjaannya.


Setelah selesai belanja, Kenny langsung menggandeng Felly menyebrang jalan itu, lalu tak lama kemudian mereka tiba di depan rumahnya, ada seseorang naik motor yang berdiri sambil mengamat-amati rumah Kenny.

__ADS_1


Kenny dan Felly langsung bergegas mendekatinya.


"Mau cari siapa Mas?" tanya Kenny.


"Benar ini rumah Mr. Kenny Wijaya?" Orang itu balik bertanya.


"Betul, saya sendiri orangnya!" sahut Kenny.


"Ini Pak, ada surat dari luar negri, di tujukan buat Mr. Kenny tapi dalam kurung namanya Icha!" kata sang kurir itu.


"Icha itu anak saya!" cetus Kenny.


"Oh, berarti betul ya, surat ini untuk alamat rumah ini!" ujar sang kurir sambil menyodorkan sepucuk surat beramplop biru ke tangan Kenny.


Kenny lalu menerimanya, setelah selesai, sang kurir pengantar surat pun pergi meninggalkan rumah Kenny.


Kenny dan Felly lalu masuk ke dalam rumahnya.


Icha nampak sedang menonton acara televisi di temani Mbak Nur.


"Cha!" panggil Kenny sambil mendekati Icha.


Sementara Felly membereskan belanjaannya.


"Apaan sih Papi! Mau ikut gabung? Ayo!" sahut Icha.


Kenny lalu memberikan surat itu untuk Icha.


"Icha sudah lancar baca kan? Sekarang Icha baca isi suratnya!" kata Kenny.


'Icha, ini bang Satria, Icha apa kabar? Sekarang Abang sudah sekolah di sini, nanti kalau Bang Satria pulang ke Indonesia, Abang langsung cari dek Icha'


'Sengaja Bang Satria menulis surat buat dek Icha, karena Abang tau kamu tidak punya ponsel!'


'Titip salam buat Papi Icha dan Mami ya ...'


"Ini surat dari Bang Satria Papi!" kata Icha.


"Ooh!" sahut Kenny singkat.


"Kok Papi gitu sih? Bang Satria Itu kan baik sama aku!" sergah Icha.


"Iya iya, sudah, Icha tidak usah pikirin surat itu, Icha kan masih kecil, mending lanjut nonton saja!" ujar Kenny.


Icha lalu kembali melanjutkan nontonnya, sementara Kenny menyusul Felly ke belakang.


"Surat dari siapa itu Ken?" tanya Felly sambil membuat susu hangat untuknya.


"Dari si Satria! Anak jaman sekarang pake sok sok an nulis surat segala!" sungut Kenny.


"Biarin saja lah, yang penting Icha tidak terganggu, lagi pula Icha juga tidak terlalu paham soal surat!" ujar Felly.


Setelah meneguk susu hangatnya, Felly naik ke atas di temani Kenny menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Hari sudah menjelang sore, Kenny segera mandi dan berganti pakaian, setelah selesai, gantian Felly yang masuk ke kamar mandi.


Baru Lima menit ada di kamar mandi, terdengar suara Felly berteriak.


"Aaargghh!!"


Kenny langsung datang dan membuka pintu kamar mandi kamarnya.


Felly nampak bersandar tembok kamar mandi sambil menangis.


"Ada apa sayang?" tanya Kenny panik.


Felly menunjuk pakaian dalamnya, ada bercak darah di sana.


"Kau pendarahan lagi?" tanya Kenny lagi. Felly Menganggukan kepalanya.


Kemudian Kenny langsung memeluk Felly dengan erat.


"Jangan takut, aku ada di sini, nanti malam kita konsultasi lagi ke dokter!" hibur Kenny berusaha menenangkan.


"Kau takut Ken, aku takut terjadi apa-apa dengan bayi kita!" ucap Felly sambil menangis.


"Tidak akan terjadi apa-apa, percayalah, itu hanya bercak darah, tidak banyak!" ujar Kenny.


Dengan lembut Kenny memandikan Felly dengan air hangat, membersihkan seluruh tubuhnya dengan sabun, setelah itu menghandukinya sampai kering.


Kemudian Kenny mulai mengambil pakaian Felly di dalam lemari, lalu mulai membantu Felly berpakaian.


Setelah di rasa cukup tenang, Kenny mulai merebahkan Felly di tempat tidurnya, memberinya seteguk air putih.


"Kau istirahatlah sayang, tenangkan pikiranmu!" ucap Kenny sambil mengecup kening Felly.


"Ayo kita ke dokter Ken!" ajak Felly.


"Iya, tapi kau harus istirahat dulu, makan dulu, setelah itu baru kita berangkat!" sahut Kenny.


Felly mulai mencoba memejamkan matanya, namun pikirannya melayang kemana-mana.


"Ken ..."


"Ya sayang!"


"Semalam aku mimpi ..." ucap Felly.


"Mimpi apa?" tanya Kenny.


"Aku mimpi pergi ke tempat yang sangat jauh, tapi hanya aku sendiri, Kau, Ayah, Icha dan yang lainnya tidak ikut!" ucap Felly.


"Ah, mimpi kan hanya kembang tidur kata orang, tak perlu dipikirkan!" sahut Kenny.


"Ya, mudah-mudahan hanya kembang tidur ya ..." gumam Felly.


"Aku turun ke bawah ya, mau mengambil makan untukmu, kau harus banyak makan biar sehat!" ujar Kenny sambil mengecup kening Felly dan beranjak keluar dari kamarnya.

__ADS_1


****


__ADS_2