Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Perubahan Leo


__ADS_3

Hari ini Kenny tidak ke sekolah, mulai sekarang dia membatasi kegiatannya di sekolah, supaya dirinya juga tidak selalu jadi sorotan para orang tua murid di sekolah.


Kenny hanya mengantar Icha ke sekolah, setelah itu, dia langsung kembali pulang kerumahnya.


Pak Banu nampak sedang berjalan-jalan keliling komplek di temani oleh Mbok Sumi, kata Dokter, Pak Banu harus banyak gerak melalui olah raga ringan yaitu jalan kaki.


Ketika di rumah, Kenny langsung ke ruang kerjanya, dia membuka laptopnya dan mulai membuat perencanaan.


Kenny memang tidak bisa diam, ada saja idenya untuk melakukan sesuatu, walau hanya di rumah saja.


Felly datang menghampiri Kenny dengan membawa satu gelas susu hangat.


Kenny masih fokus di depan layar laptopnya.


"Serius sekali suamiku ini, sampai tidak sadar istrinya sudah di belakanganya!" seru Felly yang sejak tadi berdiri di belakang Kenny.


"Eh, sayang, kau mengagetkan aku saja! Ayo sini!" Kenny menepuk pahanya, menyuruh Felly duduk di pangkuannya.


Perlahan Felly mulai duduk di pangkuan Kenny.


"Minum susunya Ken, biar sehat!" Kenny menyodorkan segelas susu hangat.


Dalam sekali teguk, susu hangat itu sudah ludes dari gelasnya.


"Haus atau doyan!" goda Felly.


"Dua-duanya!" sahut Kenny sambil meletakan gelas kosong di atas meja.


"Gimana kabar juniorku hari ini, tumben tidak minta apa-apa, dulu waktu di awal selalu minta ini itu!" kata Kenny.


"Aku kan sudah melewati masa ngidam sayang, ini kan sudah lima bulan, tunggu empat bulan lagi bayimu akan lahir!" ujar Felly.


"Ah, Kenny ... coba kau pegang perutku, dia bergerak mendengar perkataanmu!' seru Felly sambil mengarahkan tangan Kenny ke perut Felly


Ada gerakan-gerakan halus yang merespon ucapan Kenny.


"Wa! Dia bergerak!" seru Kenny antusias.


Wajah Kenny begitu cerah saat bisa merasakan gerakan aktif bayinya dalam perut Felly.


"Kau bahagia Ken?" tanya Felly.


"Sangat!" sahut Kenny.


Felly mengangkat wajahnya dan mengecup dagu Kenny.


"Aku senang melihat kau sebahagia ini, aku bisa memberikanmu seorang anak Ken, dan aku sangat ingin anak ini kelak jadi sumber semangat dalam hidupmu!" ucap Felly.


"iya sayang, aku akan menjadi seorang Papi yang sangat berbahagia di dunia ini!" tambah Kenny.


Ceklek!


Pintu ruangan kerja Kenny terbuka, Mbak Nur masuk ke dalamnya.


"Mister, di luar ada tamu!" kata Mbak Nur.

__ADS_1


"Siapa Mbak? Sebentar aku akan turun, kau turunlah duluan!" kata Kenny.


Mbak Nur langsung berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan itu.


"Kita turun yuk!" ajak Kenny sambil menggandeng Felly.


Kemudian mereka segera turun menuju ke bawah.


Di ruang tamu, sudah ada Leo yang menunggu mereka.


Kenny dan Leo saling berpelukan saat bertemu, karena mereka sudah lama juga tidak saling berjumpa.


"Akhirnya kau nongol juga Le!" seru Kenny sambil menepuk bahu Leo.


"Ya aku harus nongol Ken!" sahut Leo.


"Le, ada yang berubah lho dari dirimu!" ucap Kenny sambil memperhatikan Leo dengan seksama.


"Ah! Ngaco aja!" sergah Leo.


"Serius! Pakaian rapi, rambut kelimis, tampang tidak urakan lagi, dan sekarang ... kau jadi alim!" seru Kenny.


"Masa sih?" tanya Leo tak percaya.


"Dan gaya bicara nya juga berubah, ini bukan seperti Leo yang ku kenal!" sahut Kenny.


Tak lama Tania muncul dengan membawa dua gelas minuman dingin.


"Ayo di minum dulu!" tawar Felly. Kemudian dia duduk di samping Kenny.


"Lama tak jumpa istrimu sudah berbadan dua saja Ken!" ledek Leo.


Tiba-tiba wajah Leo berubah mendung.


"Ken, aku sudah di tolak sama Dini, aku sudah tak berharap lagi padanya," ucap Leo.


"Sorry Le, kalau memang kau tak bisa mendapatkan Dini, cari saja gadis yang lain, di dunia ini banyak wanita yang mengejar mu!" sahut Kenny.


Kemudian Leo mengambil sesuatu dari dalam tasnya, lalu menyodorkannya pada Kenny.


"Ini surat undangan pernikahanku Ken, dua Minggu lagi aku menikah, kalian datang ya!" kata Leo.


Kenny dan Felly membulatkan matanya, secepat inikah Leo menentukan pilihan.


"Leo, ini bukan pelarianmu kan? Kau serius kan ingin menikah?" tanya Kenny.


"Iya Ken, ya kali aku main-main soal pernikahan!" sahut Leo.


"Kau akan menikah dengan siapa Le??" tanya Kenny lagi.


"Teman kantorku, sudah lama aku mengenalnya, sepertinya kami memang cocok dan berjodoh!" sahut Leo.


"Syukurlah kalau begitu, aku dan iayriku tentu senang mendengarnya!" kata Kenny.


"Selamat ya Leo!" ucap Felly.

__ADS_1


"Kalian jangan lupa datang, aku tunggu kehadiran kalian!" kata Kenny.


"Kami pasti datang Le, semoga kau berbahagia!" ucap Kenny.


"Thanks Bro! Kalau begitu aku pamit, sampaikan salamku buat Om Banu, aku juga mengundangnya datang ke pernikahanku!" kata Leo.


"Nanti aku sampaikan pada Ayah!" balas Kenny.


Leo segera beranjak bangun dari duduk nya, kemudian segera melanglahkan kakinya keluar dari rumah Kenny.


"Leo! Aku senang kau akhirnya berubah!" seru Kenny sambil menggandeng tangan Felly.


"Tiap orang bisa berubah Ken, aku juga mau jadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya!" kata Leo.


Kemudian Leo segera pergi meninggalkan rumah Kenny.


Kenny masih berdiri termangu di depan teras rumahnya.


"Felly, akhirnya temanku menikah juga, aku senang sekali mendengarnya!" kata Kenny antusias.


"Ya Ken, aku juga senang, semoga Leo juga bisa bahagia seperti kita!" sahut Felly.


Merekapun kembali masuk kedalam rumah.


waktu sudah menunjukan jam 10.30 siang, sebentar lagi Icha akan pulang sekolah.


Kenny bersiap-siap akan menjemput Icha di sekolah.


"Aku ikut Ken!" kata Felly.


"Kau tidak capek sayang? apa tidak sebaiknya kau istirahat di rumah saja?" tanya Kenny.


"Tapi aku butuh refreshing Ken, aku butuh suasana di luar, kalau di rumah terus aku akan bosan!" sergah Felly.


"Baiklah, kau bersiaplah, sebentar lagi kita berangkat.


Felly segera naik ke atas menuju ke kamarnya. Kemudian dia mulai mengganti pakaiannya.


setelah siap dia turun ke bawah, Kenny sudah rapi dan sudah menyalakan mesin mobilnya.


Kemudian Felly segera masuk ke dalam mobil.


"Nanti pulangnya kita sekalian makan di luar Ken ajak Icha!" kata Felly.


"Oke sayang, kau pilihlah makanan yang kau suka!" sahut Kenny.


"Aku mau makan bakso Ken!" kata Felly. Kenny terkesiap mendengarnya.


"Apa? Bakso? Apa tidak ada pilihan yang lain??" tanya Kenny.


"Tapi aku lagi ingin makan bakso Ken, ayolah please ..." bujuk Felly.


Akhirnya Kenny menganggukan kepalanya.


"Baiklah, kita makan bakso hari ini, tapi ingat, jangan terlalu pedas dan asam ya, ingat apa kata dokter!" ujar Kenny memperingatkan.

__ADS_1


"Siap Papi Kenny, asyiiik harii ini bisa makan bakso juga rupanya!" gumam Felly senang. Kenny hanya menggelengkan kepalanya.


*****


__ADS_2