
Kenny melajukan motornya menuju ke sekolah tempatnya mengajar. Pada saat itu sudah jam 10 siang ketika Kenny sampai di sekolahnya.
Setelah masuk ke dalam, Kenny langsung menuju ke kelasnya. Nampak murid-muridnya yang sedang ujian dan di pandu oleh Dini.
Melihat kedatangan Kenny, Dini bergegas menghampiri Kenny yang masih berdiri di ambang pintu.
Sementara para murid fokus mengerjakan soal, hanya ada beberapa orang yang melihat Kenny datang.
"Kau sudah datang Ken?" tanya Dini.
"Ya..."
"Ku serahkan kelas ini padamu, aku akan kembali ke kelasku ... murid-muridku sudah menunggu...!" ucap Dini.
"Ya ... terima kasih Din...!" Singkat Kenny.
Dini pun bergegas meninggalkan kelas Kenny.
Kenny duduk menghadap para muridnya yang masih mengerjakan soal, beberapa di antaranya sudah selesai mengerjakan.
"Kalau kalian sudah selesai mengerjakan, boleh letakan tugas kalian di meja masing-masing, setelah itu kalian boleh keluar!" tegas Kenny.
"Lho ... Ternyata Mister Kenny sudah datang! Kenapa tidak dari tadi Mister? Kan aku bisa ngerjain soal sambil pandangin Mister ... !" Celetuk salah seorang murid.
Seisi kelas sontak menyorakinya. Kenny menjadi salah tingkah.
"Kalian harus bersikap sopan terhadap guru ya!" Seru Kenny memperingatkan.
"Selama Mister Kenny masih jomblo...kenapa tidak? Toh cinta itu adalah hak segala manusia!" Balas sang murid.
"Betul Mister! Nilai kami jadi terangkat kalau melihat wajah Mister Ken yang gantengnya kebangetan itu!!" timpal murid yang lain.
"Diam kalian semua! Atau aku akan meninggalkan kelas ini!" Hardik Kenny.
Seisi kelas nampak kembali tenang, karena mereka takut Kenny akan pergi meninggalkan kelas itu lagi.
Setelah semua telah selesai mengerjakan, Kenny langsung mengumpulkan hasil ujian mereka dan membawanya ke ruang guru untuk di periksa.
Para guru nampak sibuk memeriksa hasil ujian murid-murid. Hari ini semua murid pulang cepat karena ujian.
"Kau dari mana saja Ken?!" tanya Mam Indah yang menyadari kehadiran Kenny diruangan itu.
"Biasa Mam ... lagi galau sedikit!" Sahut Kenny.
"Untung tadi ada Dini yang menggantikan mu ... kalau tidak Pak Chandra pasti sudah mencak-mencak." kata Mam Indah.
"Iya Mam..."
Tiba-tiba Pak Chandra langsung masuk keruang Guru. Melihat kehadiran Kenny, dia langsung menghampirinya.
"Mister Kenny! Ikut ke ruangan saya sekarang...!"
Kenny langsung beranjak dari duduknya dan mengikuti Pak Chandra masuk keruangannya.
"Duduklah ... !" Ucap Pak Chandra. Kenny segera duduk di hadapan Pak Chandra.
"Dari mana saja kau hari ini? Ini bukan terlambat lagi namanya ... !"
__ADS_1
"Maaf Pak ..."
"Tadi ayahmu meneleponku, dia mencarimu Mister Kenny!" Ujar Pak Chandra.
"Iya Pak!"
"Lain kali, jangan campuri urusan pribadi dengan pekerjaan ... bersikaplah profesional seperti biasanya, kau guru terbaik di sini!" Tegas Pak Chandra.
"Baik Pak ..." Sahut Kenny.
"Kali ini aku mengampuni mu ... kau boleh kembali ke ruang guru, selesaikan tugasmu dengan baik!" Ujar Pak Chandra.
Lalu Kenny segera beranjak dari tempatnya dan kembali ke ruang guru, bergabung dengan para guru yang lain.
****
Siang itu semua guru pulang lebih awal, Kenny dengan cepat melajukan motornya menuju ke sekolah Icha, sekolah milik Pak Banu, Ayahnya.
Setelah memarkirkan kendaraannya, Kenny bergegas masuk dan menunggu Icha di depan kelasnya.
Tidak sampai 5 menit kelas Icha sudah bubar, Icha nampak keluar paling akhir di tuntun oleh Bu Ira, wali kelasnya.
"Hai Icha...!" Sapa Kenny.
"Mister Kenny??! Mister ada di sini??" tanya Icha antusias.
"Iya Cha ... Mister sengaja datang jemput Icha!" jawab Kenny.
Icha langsung melepas pagangan tangan Bu Ira dan berlari ke arah Kenny.
"Maaf ... ini Mister Kenny putranya Pak Banu ya?" tanya Bu Ira. Kenny menganggukkan kepalanya.
"Menjemput Icha?" tanya Bu Ira heran.
"Iya Bu Guru ... Mister Kenny kan bakalan jadi Papi aku nanti!" cetus Icha tiba-tiba.
"Hah!? Bakalan jadi Papi?" tanya Bu Ira makin heran.
"Iya Bu ... Icha akan aman kok bersama saya ... kami pamit Bu...!" Seru Kenny sambil menggandeng tangan Icha pergi meninggalkan tempat itu.
Bu Ira masih nampak bengong sambil mencerna perkataan mereka dengan otaknya.
"Aku seneng banget Mister mau jemput aku ke sekolah ... " Ucap Icha berbinar.
"Mister kangen sama Icha ... Mister mau antar Icha pulang sekarang ya!"
"Tapi bagaimana kalau Mami menjemput aku ke sekolah?" tanya Icha.
"Tenang Cha ... kita kan bisa bilang Mami ...!" Kenny merogoh ponselnya dari saku jaketnya. Kemudian mulai menelepon Felly.
"Halo...."
"Halo sayang, Icha ada bersamaku, kau tidak perlu menjemputnya ke sekolah..." Ucap Kenny.
"Hah? Icha bersamamu Ken? Kau menjemputnya?" tanya Felly.
"Iya, kau tenang saja, aku akan mengantarnya pulang ke rumah, tapi aku akan mengajaknya makan di luar ... kau tenang saja, aku juga akan membawakannya untukmu..." Ujar Kenny.
__ADS_1
"Tapi Ken ... "
"Sudahlah sayang, jangan khawatir .... kami akan segera kembali...bye...!" Lalu Kenny mematikan ponselnya.
"Ciyeee .... Mister panggil sayang ke Mami ya...aku jadi seneng deh!" Seru Icha.
"Iya Cha, Mister kan memang sayang sama Mami, juga Icha ... " Ucap Kenny sambil memeluk Icha.
"Terima kasih Mister ... aku juga makin sayang sama Mister ....Mister Kenny hanya milik aku dan Mami!" Cetus Icha.
Kemudian Kenny mengangkat Icha naik ke atas motornya.
"Peluk pinggang Mister ya Cha! Biar Icha tidak jatuh!" seru Kenny.
"Siap Mister!"
Kemudian Kenny segera melajukan motornya menuju kesebuah cafe untuk mengajak Icha makan siang dan minum es krim.
Tidak sampai 20 menit mereka sudah sampai di sebuah cafe yang cukup besar dan ramai pengunjung.
Kenny duduk di sudut cafe yang menghadap kolam ikan. Kemudian dia mulai memesan makanan.
"Nah, Icha makan dulu ... setelah itu baru minum es krim ... " Ujar Kenny.
"Iya Mister, aku juga sudah lapar ... !" Seru Icha.
Tak lama kemudian pesanan mereka sudah datang. Icha terlihat makan dengan lahap sekali.
"Pelan-pelan makannya Cha, Mister tidak minta juga ...!" Kata Kenny.
"Hehehe .... aku lapar Mister, terus senang juga akhirnya bisa ketemu Mister lagi ... aku kangen sama Mister!"
"Sama Cha, Mister juga kangen sama Icha..."
"Mister janji ya, jangan pergi lagi ... aku sedih tau!"
"Mister tidak pernah pergi dari kalian kok ...Icha tenang saja!"
Sekelompok remaja berseragam nampak mendekati mereka.
"Hai Mister Kenny! Kita ketemu lagi di sini ... kok Mister kencan sama anak kecil sih?!" tanya seorang dari antara mereka yang ternyata adalah anak murid Kenny.
"Hei ... kalian ketahuan ya, tidak langsung pulang sekolah, malah nongkrong di sini, nanti Mister adukan lho sama orang tua kalian!" Gertak Kenny.
"Tidak masalah dong guru dan murid sama-sama nongkrong di sini...iya kan?"
Tiba-tiba ponsel Kenny bergetar, Kenny langsung merogoh ponselnya dan melihat di layar, Pak Banu yang meneleponnya.
"Ayah..." Gumam Kenny.
"Ayah siapa Mister?" tanya Icha.
"Ayah Mister, calon kakek Icha ... " Bisik Kenny.
Spontan beberapa murid yang ada di situ semua membulatkan matanya.
Bersambung ....
__ADS_1
****