Papi Untuk Mami

Papi Untuk Mami
Hadiah


__ADS_3

Di terminal kedatangan, Dini melambaikan tangannya saat di lihatnya Kenny yang sudah terlihat muncul sambil membawa kopernya.


"Kau sudah lama menunggu?" tanya Kenny.


"Tidak juga...aku sudah pesankan taksi, kita bisa langsung pulang Ken ..."


Kemudian Dini dan Kenny segera keluar dan menaiki taksi yang sudah menunggunya.


"Bagaimana di sana Ken? Kamu betah?"


"Biasa saja, aku betah saja di manapun berada ..."


"Oya Ken, kemarin Leo meneleponku, dia menanyakanmu, katanya kalian janjian, benarkah?" tanya Dini.


"Aku memang janjian dengan Leo, biar nanti aku yang menghubunginya ..." sahut Kenny.


"Kalian ada janji apa sih?"


"Biasa Din, urusan pria yang wanita tidak boleh tau ...!" cetus Kenny.


"Huh, dasar kau! Awas saja, akan kutanyakan pada Leo!" balas Dini.


Tak berapa lama mereka sudah sampai di tempat kediaman Kenny.


Dini dan Kenny turun dari taksi sambil membawa kopernya. Suasana rumah pagi itu begitu sepi.


Kenny menghempaskan tubuhnya di sofa karena kelelahan.


Dini membantu membereskan koper dan barang-barang Kenny.


"Sudah, kamu letakan saja di situ! Nanti aku yang akan membereskannya ..." kata Kenny.


"Sudahlah, kamu istirahat saja, jangan cerewet!" Dini mulai membuka koper Kenny, memisahkan pakaian kotor dan bersih, membereskan semua barang dan bawaan Kenny.


Di lihatnya sebuah boneka panda dan beberapa batang coklat, serta tas sekolah hello Kitty berwarna pink ada dalam koper Kenny.


"Ken, untuk apa kamu membeli ini semua?" tanya Dini.


"Itu untuk Icha, Din ..."


"Icha lagi? Kamu begitu mengingatnya, sampai kamu berikan dia hadiah sebanyak ini, sedangkan aku? bahkan kamu tidak pernah memberiku apa-apa!" sungut Dini dengan wajah cemberut.


"Din, ambil saja kalau kamu mau, kenapa harus dipermasalahkan ..." ujar Kenny.


"Aku hanya tidak mengerti, mengapa kamu begitu perduli dengan Icha? Kenapa kamu menganggap Icha lebih istimewa dari pada murid yang lain??"


"Din, dewasalah sedikit, Icha muridku yang termuda, wajar saja aku memberikannya hadiah, kalau kamu mau kamu juga bisa memintanya padaku!" sahut Kenny.


"Meminta katamu? Bahkan mengingat aku saja kamu tidak pernah!" Dini langsung berdiri dari tempatnya.


Kemudian dia menyambar tasnya dan pergi meninggalkan Kenny.


"Din! Dini!! Kamu mau kemana??!" Panggil Kenny sambil mengejar Dini.


"Aku mau pulang!!" Cetus Dini sambil membuka pintu gerbang dan berjalan cepat menuju ke jalan.


****


Di sebuah cafe, Leo sudah menunggu sambil meneguk sebuah minuman bersoda.


Tak lama kemudian Kenny muncul dari pintu utama Cafe itu.


"Sorry Bro, ketiduran, kau sudah lama?" tanya Kenny.

__ADS_1


"Baru setengah jam, kalau kau seperti ini semua wanita akan memutuskan mu!" Sungut Leo.


"Ah kau ini, buktinya sampai sekarang Dini tidak pernah memutuskan aku, walau aku sudah terlambat berkali-kali ..." Kilah Kenny.


"Itu karena Dini cinta mati padamu, sekarang katakan, apa yang mau kau tanyakan padaku, waktuku tidak lama, banyak wanita yang menungguku ..." Seloroh Leo.


"Leo, katakan padaku, bagaimana aku bisa terlepas dari Dini?" tanya Kenny.


"Hah? Jadi omonganmu yang waktu itu serius Bro? Kau mau putus dari Dini? Kenapa? Menurutku dia guru yang cantik dan seksi ..."


"Halah, seksi saja pikiranmu! Aku hanya kasihan pada Dini kalau dia terus berharap padaku, sedangkan aku belum bisa mewujudkan harapannya ..." jelas Kenny.


"Hmm, Lalu apa alasanmu ingin putus dari Dini?" tanya Leo.


"Karena, aku, aku, ah, sudahlah! Aku juga bingung!" Kenny menggaruk kepalanya.


"Jangan katakan kalau kau sedang jatuh cinta dengan wanita lain ..." ucap Leo menyeringai.


"Entahlah, aku juga tidak tau bro!!"


"Fixed! Kau sedang Jatuh Cinta Ken! Katakan padaku siapa orangnya??"


"Dia, dia ibu dari muridku Bro, Maminya Icha!" Wajah Kenny berubah merah.


"Hah?? Gila kau bro, sejak kapan kau menyukai janda?? Apakah di dunia ini sudah tidak ada perawan lagi untukmu Kenn!!"


"Cinta itu kan dari hati, tidak ada hubungannya dengan status janda atau perawan ..." Kilah Kenny.


"Oh my God, kau melepaskan Dini yang cantik dan perawan hanya untuk seorang janda? luar biasa!" Leo menggelengkan kepalanya.


"Jadi bagaimana solusinya bro?! Aku butuh pendapatmu, bukan penilaian mu!!" seru Kenny.


"Sorry Ken, otakku jadi buntu gara-gara kau, lebih baik aku ke klub dan bersenang-senang, persetan dengan cinta! Aku pusing!!" Leo segera berdiri meninggalkan Kenny yang masih termangu memandangnya.


****


Suara klakson mobil Kenny membuat seorang gadis kecil berlari-lari mendapatinya.


"Mister Kennyyy!!!"


Saat Kenny keluar dari mobilnya, Icha langsung melompat ke gendongan Kenny.


"Icha wangi banget, baru mandi ya ..." Kenny mencium kening Icha.


"Iya dong, pakai shampo baru!"


"Nih Cha, Mister bawa hadiah buat Icha, Icha pasti suka ..." Kenny mengeluarkan sebuah bungkusan besar dari dalam mobilnya.


"Hadiah apa Mister? Ayo masuk yuk, aku mau buka hadiahnya!" Cetus Icha bersemangat.


Kenny sudah duduk di sofa, dengan antusias dia membuka bungkusan hadiah dari Kenny, Felly duduk di depan Kenny, dia membuatkan Kenny satu mangkok bubur kacang hijau.


"Seharusnya Mister Kenny tidak perlu repot membelikan Icha hadiah, nanti dia jadi kebiasaan ..." kata Felly.


"Icha tidak minta hadiah, ini inisiatif ku saja yang ingin membelikannya ..." sahut Kenny.


"Kenapa kamu banyak sekali membelikan Icha?" tanya Felly.


"Karena di sana, aku terus mengingat Icha ..."


"Hah, ingat Icha, hahaha, lucu ..." Felly tertawa.


"Apanya yang lucu?"

__ADS_1


"Apakah kamu ingat setiap kenakalan Icha yang sering membuatmu jengkel??"


"Bukan itu, aku hanya terbiasa bersama Icha, jadi kenakalannya bukan lagi hal yang menjengkelkan buatku ..." Jawab Kenny.


"Mister! Kok Mami tidak di belikan hadiah??" tanya Icha tiba-tiba.


"Hmm, Mister Lupa Cha!" Kenny mengaruk kepalanya.


"Icha! Jangan seperti itu!" hardik Felly yang tiba-tiba merasa tidak enak.


"Yah, Mister payah, masa Mami di lupakan?!"


"Maafin Mister ya Cha, nanti pasti Mister belikan sesuatu buat Mami Icha ..." Ujar Kenny.


"Kamu tak perlu mendengarkannya Mister ...!" Ucap Felly.


Icha asyik bermain dengan boneka barunya, sementara Kenny terlibat pembicaraan dengan Felly.


"Ehm, Bu, apa tidak sebaiknya kita saling memanggil nama saja, supaya terlihat akrab?" tanya Kenny.


"Boleh juga, aku jadi berasa tua kalau kau memanggilku ibu ..." ucap Felly.


"Ya, aku juga jadi seperti gurumu kalau kau memanggilku mister ..." Balas Kenny.


Mereka berdua tertawa, ada yang berdetak di dalam dada Kenny.


"Felly, boleh kapan-kapan aku mengajakmu makan malam?" tanya Kenny.


"Tidak Ken, itu tidak baik, nanti pacarmu pasti akan marah... Aku tidak mau cari gara-gara ..." Jawab Felly.


"Pacar??"


"Iya, bukankah kau sudah punya pacar? Icha yang mengatakannya ..."


"Oh, itu, sebenarnya aku, aku ..."


"Sudahlah Ken, tidak apa-apa kok, ayo di makan kacang hijaunya, itu sudah dingin lho ..." Felly menyodorkan mangkok Bubur kacang hijau itu ke arah Kenny.


"Mister, suapin aku dong Aaa ..." Tiba-tiba Icha datang dan langsung membuka mulutnya.


"Icha! Jangan seperti itu ...tidak sopan sayang!" sergah Felly.


"Tidak apa-apa Felly, biarkan dia senang ..." Sahut Kenny.


"Cieee, cieee, sekarang udah panggil nama nih Yee, asyiiik ... Mister mulai romantis!" goda Icha.


"Icha! Mulutnya di jaga ya!" Felly melotot ke arah Icha.


"Huh, Mami! Padahal kan Mami seneng tuh di panggil gitu sama Mister, ayo ngaku!"


"Icha! Bisa diam tidak!" Felly mulai salah tingkah.


"Cha, dari pada godain Mami terus, mendingan godain Mister aja ..." ujar Kenny.


"Tidak mau ah, Mister kan sudah jadi pacar orang!!" tolak Icha.


Kenny menepuk jidatnya frustasi.


"Aduuh, pacar lagi, pacar lagi!!" Sungut Kenny.


Bersambung ....


****

__ADS_1


__ADS_2